Trio Kancil

Trio Kancil
#ANGKASA 18


__ADS_3

     Acara pernikahan Angkasa dan Paris berjalan dengan lancar. Ucapan selamat diberikan oleh mereka yang hadir di sana. Doa-doa yang terbaik dipanjatkan oleh saudara-saudaranya. Membuat Angkasa dan Paris menangis terharu.


     Milan pun mengucapkan selamat. Bahkan dia bilang, seharusnya tidak memberi tantangan kepada dia, untuk mengajak orang yang dicintainya menikah. Seandainya, waktu itu dia langsung menikah sesuai rencananya. Maka, laki-laki yang berbahagia saat ini adalah dirinya.


     Angkasa yang mendengarnya pun sangat marah. Dia bilang kalau mereka sudah dijodohkan saat masih kecil. Hanya saja, dirinya menunggu Paris, bisa bersikap lebih dewasa. Paris sudah bisa membuktikan kalau dirinya sudah siap menjadi seorang istri dan ibu. Maka, tidak ada salahnya kalau sekarang mereka menikah.


     Paris pun bilang hanya Angkasa 'lah satu-satunya lelaki yang dia cintai. Hanya dengannya dia ingin menghabiskan waktu bersama, sampai maut memisahkan.


     Ghazali meminta Milan, jangan mengganggu kehidupan mereka. Dia juga menasehati Milan, kalau ada wanita spesial yang akan menjadi pendampingnya. Meski begitu, Milan berkata hanya Paris satu-satunya perempuan yang pantas bersanding dengannya. Namun, saat Milan melihat kecantikan Bintang, dia juga mulai tertarik. Tentu saja itu membuat Ghazali meradang bahkan hendak menghajarnya. Jika, tidak ditahan oleh Langit dan Angkasa.


     Tingkah Milan membuat jengkel semua orang. Bintang sampai harus menenangkan suaminya yang masih saja emosi. Saat Milan dengan sengaja mengedipkan mata kepada Bintang. 


     Sampai akhirnya, Angkasa dan Langit, mengusir Milan dari sana. Tidak terima diperlakukan seperti itu membuat Milan, sakit hati. Kemudian, dia mengirimkan video pernikahan Angkasa dan Paris, kepada orang tua mereka. Alexander dan Helsinki, mantan sahabat yang kini sedang berseteru.


     Acara pesta pun dilanjutkan dengan suasana riang gembira. Apalagi Langit terus menggoda kembarannya.


"Akhirnya, kakakku tersayang menikah juga!" Langit masih saja senang menggoda Angkasa yang wajahnya sudah merah karena terus digoda oleh orang-orang di sana.


"Apa kataku juga. Kalau Paris adalah jodohmu," kata Bintang sambil tertawa lepas.


"Iya, terserah sesuka hati kalian." Angkasa mulai kesal karena jadi korban kejahilan saudara-saudaranya.


"Sudah aku bilang, Kak. Hati-hati sama anak tetangga apartemen!" Langit dan Bintang tertawa semakin kencang.


"Baby, jangan tertawa seperti itu!" pinta Ghazali kepada Bintang.


"Maaf, Bang. Aku ... sudah berhenti tertawa," kata Bintang sambil menahan tawanya, meski tidak sampai beberapa detik.


"Kakak ingat nggak dulu pernah ngomel sama aku. Gara-gara bilang mau menikah sama Almahira untuk melindunginya. Kamu bilang aku gila, tiba-tiba bilang besok mau menikah. Coba sekarang, gilaan mana aku sama kakak? Kakak menikah dadakan tengah malam begini!" Langit mulai ngomel lagi.


"Iya, benar. Dibanding kita, pernikahan kakak yang paling nekat," kata Bintang.


     Angkasa pun hanya bisa tersenyum. Dia sendiri tidak menyangka akan menikah seperti ini. Apalagi tidak dihadiri oleh papa dan mamanya. Dia sudah membayangkan kalau nanti, pasti mereka akan kecewa kepadanya.

__ADS_1


     Almahira dan Paris berbicara di satu meja terpisah. Paris belum mengenal sosok istri dari Langit. Keduanya pun saling kenalan dan mulai membicarakan hal-hal yang disukai oleh mereka.


"Hei, Kak Angkasa, kalau kita-kita tadi tidak mengomel selama satu jam. Mungkin, saat ini kamu sedang menangis menyesali diri." Bintang bicara to the points.


"Iya, benar. Mungkin saat ini Paris, sudah menjadi milik laki-laki bernama Milan, tadi," lanjut Langit.


"Kalian itu senang membuat aku kesusahan dan bersedih!" Angkasa mencubit pipi kedua kembarannya sampai mereka mengaduh kesakitan.


"Sudah, sebaiknya kita akhiri ini dan beristirahat. Kalian tinggal dimana?" tanya Ghazali.


"Aku akan kembali ke apartemen saja. Masih ada waktu," jawab Angkasa melihat jam di pergelangan tangannya.


"Aku akan ke hotel dekat sini saja. Kasihan Alma kelihatannya sudah kelelahan," jawab Langit.


"Bang Ghaza, kalau kita mau kemana?" tanya Bintang sama suaminya.


"Ke apartemen milik kita, Baby." Ghazali mengedipkan sebelah matanya dan tentu saja dibalas sama Bintang.


*******


"Mereka tidur pulas sekali sampai tidak ada yang sadar kalau kita datang," kata Paris.


"Kita tidur, ini sudah dini hari!" ajak Angkasa dan berjalan ke arah kamarnya.


    Angkasa yang hendak melangkah, tangannya ditarik oleh Paris. Dia mengajak Angkasa, ke apartemen miliknya.


"Honey, ada apa?" tanya Angkasa.


"Ini 'kan malam pengantin kita. Apa Darling, tidak ingin menghabiskan sisa malam ini bersamaku?" Paris wajahnya sudah merah merona.


     Mendengar perkataan Paris, jantung Angkasa terasa mau loncat keluar karena terkejut dan tentu saja dia gugup. Angkasa berpikir tidak ada salahnya jika Paris menginginkan itu. Mereka sudah sah menjadi suami istri.


"Kalau begitu, kita sholat sunat dulu, yuk!" ajak Angkasa dan di angguki oleh Paris dengan senyum malu-malu.

__ADS_1


     Paris sudah diberi gambaran oleh Bintang. Apa yang harus dilakukan oleh seorang istri, agar suaminya selalu setia dan tidak akan berpaling kepada wanita diluar sana. Terutama pada para wanita penggoda. Yaitu, puaskan perutnya dan yang di bawah perutnya. Bintang juga memberikan tips cara menggoda suami.


     Paris pun sengaja memakai pakaian menggoda pemberian Bintang, tadi. Meski malu, tapi dia harus memakainya.


     Angkasa menatap tubuh Paris yang seksi menggoda dengan pakaian transparan. Membuat tubuhnya meremang, dan membangkitkan gairahnya.


"Honey, jangan perlihatkan tubuhmu ini kepada siapapun, kecuali aku!" perintah Angkasa dan Paris menganggukkan kepalanya mengerti.


"Mulai sekarang kamu harus bisa menjaga tubuhmu, tutupilah semuanya. Karena hanya aku yang berhak melihat semua yang ada padamu," kata Angkasa dan Paris pun mengangguk kembali.


"Honey, I love you!" Akhirnya, Angkasa mengucapkan kata-kata yang sejak dulu dinanti oleh Paris.


"I love you too, Darling!" Paris menangis terharu.


     Angkasa pun memulai ibadah sunah dengan membaca doa dan di aamiin 'kan oleh Paris. Ciuman mesra di kening sebagai pembuka kegiatan mereka dalam meraih kesenangan surga dunia. Melodi indah keluar dari mulut Paris setiap Angkasa menyentuhnya.


"Darling, aku ingin punya banyak anak. Seperti Mama Cantika. Aku tidak mau anak kita seperti aku yang kesepian karena tidak memiliki saudara," kata Paris begitu mereka menyudahi kegiatan ibadah mereka.


"Aku tidak masalah mau berapapun anak yang akan diberikan oleh Allah untuk kita. Aku akan menyayangi dan melindungi kalian." Angkasa membelai kelapa Paris yang berada di dadanya. Posisi mereka masih berpelukan.


"Tidur 'lah, ada waktu satu jam sebelum subuh." Angkasa meminta Paris untuk tidur, jangan terus mengajaknya bicara. Dibandingkan saudara kembarnya semua yang dilakukan oleh Angkasa selalu dilakukan dengan cepat. Pernikahan yang dadakan berlangsung dengan cepat. Malam pertama pun langsung dia lakukan. Berbeda dengan Bintang, apalagi Langit.


*******


Lagi-lagi Angkasa jadi korban percobaan Author. Mudah-mudahan terasa adegan Adult Romance-nya. Ini aku persingkat karena yang kemarin hilang entah kemana, mungkin Allah nggak ngizinkan aku menulis yang lebih hot. naskah yang hilang kemarin agak waw.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


     


__ADS_2