
Sylvia menyuruh seorang pegawainya untuk menyediakan minuman dan Snack untuk Cantika dan ketiga anaknya. Kini dirinya sedang duduk di hadapan Cantika yang sedang mengobati luka di bibirnya, karena ada sobekan akibat dari tamparan wanita tadi.
" Wanita tadi itu siapa?" Tanya Cantika di sela-sela mengobati luka Sylvia.
" Dia, Rose. Mantan istri dari Dokter Jonathan." Jawab Sylvia sambil sedikit meringis karena sakit di bibirnya ketika bicara.
" Oh, dia menampar kamu berapa kali. Ternyata sudut bibir ini juga robek!" Cantika mengambil kembali salep obat untuk mengobati luka di sudut bibirnya Sylvia yang sebelahnya lagi.
" Terima kasih. Kenapa kamu mau menolongku?" Tanya Sylvia kepada Cantika yang sedang membereskan kotak obat.
" Apa perlu alasan khusus saat kita menolong orang lain?" Cantika balik bertanya.
" Aku nggak tahu, karena aku tidak suka ikut campur urusan orang lain. Begitu juga sebaliknya aku tidak suka kalau ada orang lain ikut campur urusanku." Kata Sylvia sambil berjalan ke arah meja kerjanya.
" Menolong orang lain yang sedang mengalami kesulitan itu, karena di dalam diri kita ada rasa peduli. Mencampuri urusan seperti ini karena dia ingin berbuat baik kepada orang lain." Jelas Cantika yang merasa telah disalahpahami oleh Sylvia.
" Ah, pantas saja kelakuannya seperti itu. Ternyata cara berpikirnya juga seperti itu." Gumam Cantika.
" Kenapa Aunty bilang seperti itu?" Tanya Langit yang sedang duduk di sofa bersama dengan kedua saudara yang lainya sambil menikmati beberapa Snack.
" Guru di sekolahku bilang, kalau ada orang yang kesusahan, kita harus menolongnya tanpa mengharapkan imbalan apapun." Kata Langit dengan suaranya yang lantang dan itu membuat Sylvia tersentuh hatinya.
" Benar Aunty, jika kita ingin menjadi seorang manusia yang baik. Maka kita harus sering berbuat baik kepada orang lain, tanpa mengharapkan kembali balasan darinya." Lanjut Bintang berbicara dengan gayanya yang sok sudah dewasa.
" Kalau kita ingin hidup bahagia, sering-seringlah berbuat baik kepada orang lain!" Ujar Angkasa kali ini sambil menatap Sylvia dengan sorot matanya yang tajam.
" Mungkin tanpa sadar saat kita menolong orang lain kita sudah ikut campur urusannya. Tapi kita mencampuri urusan orang lain dengan niat tidak baik." Cantika ikut menimpali ucapan anak-anaknya.
" Ya, kamu melakukan ini. Karena kamu memiliki hati yang baik. Kamu memang pantas mendapatkan Alex." Ucap Sylvia sambil tersenyum simpul yang menghadap ke arah Cantika.
__ADS_1
Lagi-lagi Cantika merasa cemburu kalau Sylvia menyebut nama Alex lewat bibirnya yang sensual itu. Walau Alex sudah sering bilang hanya dirinya yang dia cintai. Tapi seorang perempuan saat dihadapkannya dengan saingannya, dirinya malah bisa melihat kelebihan orang lain atas dirinya. Cantika melihat Sylvia memiliki tubuh yang bodygoal-nya bisa bikin meleleh laki-laki.
Tanpa Cantika tahu kalau semalam Sylvia sangat iri melihat tubuh seksi milik Cantika saat menggunakan lingerie. Tubuh yang masih kencang dan padat, serta kulit bersihnya yang mulus. Aset milik Cantika juga membuat Sylvia iri walau sesama wanita. Ditambah Cantika memiliki hati yang baik. Tentu saja Alex lebih suka padanya, dari pada dirinya.
*******
Sylvia mendampingi Cantika saat melihat-lihat baju hasil rancangan karyanya. Banyak koleksi baju buatan Sylvia yang terpajang di sana. Kebanyakan jenis gaun, dres, dan lingerie. Sylvia juga membuat berbagai macam jenis pakaian untuk gadis remaja. Karena Cantika tidak akan memakai gaun-gaun seksi buatannya. Sylvia memilihkan beberapa lingerie yang nggak kalah seksinya dari lingerie yang dipakai oleh Cantika semalam.
" Aku rasa ini sangat cocok untukmu!" Sylvia memberikan dua buah lingerie berwarna hitam dan merah maroon. Langsung membuat wajah Cantika sangat merah karena malu.
" Jujur Sylvia, aku jarang pakai baju beginian. Hanya saat-saat tertentu saja. Dan yang ini terlalu buka." Kata Cantika sambil mengangkat satu lingerie yang diberikan oleh Sylvia. Saat-saat tertentu itu adalah saat Cantika ingin menggoda Alex saja, itu juga karena ajaran dari Aurora. Kalau seorang istri itu harus pandai menggoda suaminya.
" Tapi semalam kamu juga pakai lingerie. Dan aku melihat Alex sangat menyukainya." Kata Sylvia kembali menyerahkan lingerie itu ke Cantika.
" Ambil ini sebagai ucapan terima kasihku padamu karena telah menolong aku tadi." Kata Sylvia tidak mau dibantah.
" Apa aku juga bisa menjadi temanmu?" Tanya Sylvia kepada Cantika, ada nada ragu dari ucapannya barusan. Dan itu membuat Cantika sangat terkejut.
" Ya, aku tidak masalah berteman dengan siapapun selama dia tidak memberi pengaruh buruk padaku." Jawab Cantika setelah berhasil mengendalikan rasa keterkejutannya.
" Bantu aku agar menjadi manusia yang lebih baik." Ucap Sylvia sungguh-sungguh, dan Cantika melihat itu di sorot kedua matanya.
" Ya, selagi dalam dirimu bertekad ingin berubah menjadi baik. Maka kamu pun bisa menjadi orang yang baik." Balas Cantika sambil tersenyum hangat dan itupun menular kepada Sylvia.
Kini keduanya melanjutkan ke bagian aksesoris. Disana banyak sekali pilihannya. Dan itu membuat Cantika bingung mau memilih yang mana.
" Cantika, kamu tinggal ambil semua yang menurutmu bagus!" Ucap Sylvia saat melihat Cantika bingung memilih Bros yang akan dibelinya.
" Tidak boleh seperti itu kalau kita sedang membeli sebuah barang." Cantika menghentikan kegiatannya melihat-lihat aksesoris yang membuatnya tertarik untuk dimilikinya.
__ADS_1
" Kita harus tahu apa guna dan manfaat barang itu untuk kita." Ucap Cantika sebelum melihat-lihat lagi aneka Bros yang ada disana. Cantika pun memilih dua Bros yang benar-benar membuatnya tertarik, karena bentuknya sederhana dan elegan.
" Hai Sylvia, maaf tadi aku ada pasien yang tiba-tiba mengamuk dan menyerang para perawat disana. Jadi tidak bisa menemanimu makan siang." Terdengar suara laki-laki dari arah belakang Cantika.
Sylvia dan Cantika sama-sama terkejut saat mendengar ada suara dari arah belakang mereka. Dan keduanya pun membalik badan bersamaan. Ternyata ada seorang laki-laki keturunan campuran Amerika-Timur Tengah yang berdiri dengan memasang wajahnya dengan senyuman.
Sylvia memperlihatkan wajahnya yang tersenyum bahagia saat melihat laki-laki itu. Sylvia dan laki-laki itu pun langsung berpelukan erat dan mereka berciuman dengan mesra di hadapan Cantika. Dan perbuatan mereka berdua sempat membuat shock Cantika.
" Cantika, kenalkan ini Adam." Dengan senyum mengembangnya Sylvia mengenalkan laki-laki yang ada di sampingnya itu.
" Adam, kenalkan ini istrinya Alex, namanya Cantika." Sylvia juga mengenalkan Cantika kepada Adam.
Cantika sengaja menangkupkan kedua tangannya di dadanya. Dan Adam pun mengerti.
" Cantika, kamu wanita yang sangat cantik." Katanya sambil tersenyum ramah.
" Terima kasih." Balas Cantika dengan senyum simpulnya.
" Honey, siapa dia?"
*******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA MUMPUNG HARI SENIN.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
TERIMA KASIH.
__ADS_1