
Belum genap semester baru dibuka, rupanya Khaira telah diminta datang terlebih dahulu ke kampus untuk mengisi kuliah padat bagi Mahasiswa Semester Akhir.
Pihak kampus menilai bahwa pengalaman tentunya ijazah yang dimiliki Khaira dari Manchester of University bisa menjadi acuan bagi pihak kampus untuk meminta Khaira memberikan kuliah padat dengan sistem Block Teaching selama satu hari penuh.
Khaira pun menyanggupi akan memberikan kuliah padat bagi Mahasiswa semester akhir, lagipula di rumah ia memang tidak memiliki kesibukan yang berarti.
Hari ini, Khaira bangun lebih pagi. Ia harus mengajar selama satu hari mulai dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore hari ini, mata kuliah yang ia berikan adalah Teknologi Pendidikan.
Khaira hanya mengenakan celana bahan berwarna hitam, kemeja putih, dan tidak lupa ia membawa blazer berwarna hitam.
"Mas, hari ini aku izin ke kampus seharian ya. Diminta tolong buat berikan kuliah padat seharian aja buat Mahasiswa semester akhir." pamitnya kepada suaminya yang saat itu sedang bersiap untuk berangkat kerja.
Radit mengangguk. "Aku pengen jadi Mahasiswa kampus deh Sayang. Biar bisa diajar sama Bu Dosen cantik ini. Nanti aku ambil tempat duduk di depan." ucapnya sembari mencoba menggoda istrinya yang masih bersiap dengan memoleskan sedikit make up ke wajahnya.
Khaira mengerucutkan bibirnya, dari cermin riasnya ia bisa melihat bagaimana ekspresi suaminya itu. "Untung mahasiswanya bukan kamu Mas, kalau kamu aku minta ganti kelas aja. Ngajar tingkat lainnya."
"Yakin?" lagi pria itu mengerlingkan matanya. "Padahal aku nya pengen banget jadi mahasiswa kamu."
Radit berjalan mendekati Khaira, pria itu memegang kedua bahu Khaira. "Dosennya masih muda, cantik gini, pasti nanti digangguin deh sama mahasiswanya. Kamu masih pantes jadi mahasiswa Sayang."
Khaira tersenyum sembari mengedikkan bahunya. "Kamu kalau memuji aku jangan terang-terangan gini dong Mas, aku kan jadi malu." ucapnya dengan wajah yang sudah bersemu merah. "Kamu emang paling bisa ya Mas."
"Ya sudah sarapan yuk, takut telat. Nanti aku anter dan jemput sore ya Sayang." ucap Radit dan membawa istrinya untuk sarapan di bawah.
Usai sarapan dan berpamitan dengan Ayah Wibi dan Bunda Ranti. Radit terlebih dahulu mengantarkan Khaira ke kampusnya. Pertama kalinya bagi Radit untuk mengantar Khaira bekerja. Pagi itu jalanan Ibu Kota cukup lengang, sehingga tidak membutuhkan waktu lama keduanya telah sampai di kampus.
Sebelum turun dari mobil, Khaira mencium punggung tangan suaminya terlebih dahulu. Dan kecupan sayang pun Radit berikan di kening Khaira. "Aku pamit ya Mas. Doakan lancar ya Mas." pamitnya sembari masih menggenggam tangan suaminya.
Radit menaruhkan satu tangan lainnya ke atas tangan Khaira. "Jangan grogi, ada aku. Setiap kamu ngajar inget aku ya. Aku yakin pasti lancar." ucapnya memberi semangat untuk Khaira.
__ADS_1
"Ya sudah aku turun ya Mas, hati-hati Maskuw...." ucapnya sembari turun dari mobil dan melambaikan tangannya kepada suaminya.
"Hati-hati Bu Dosen cantik. Sukses ya...." sahutnya sembari juga melambaikan tangannya.
Begitu sampai di kampusnya, Khaira terlebih dahulu memasuki gedung fakultasnya menyapa staf administrasi di sana dan tentunya mengambil daftar mahasiswa tingkat akhir yang akan mengikuti kuliah padat hari ini.
Selesai dengan administrasi di kampus, Khaira kemudian berjalan menuju salah satu ruangan yang akan digunakan sepanjang hari ini. Ia berjalan cukup tenang, walau pun tidak dipungkiri ia begitu grogi dan deg-degan. Namun, Khaira mencoba tenang dan berpikiran positif bahwa hari ini akan berjalan lancar.
Khaira memasuki satu ruangan dan mulai mempersiapkan bahan ajar dalam bentuk slide presentasi yang sebelumnya sudah ia siapkan dari rumah. Di dalam ruangan kelas, beberapa mahasiswa juga sudah berdatangan. Jumlah yang tidak banyak, hanya sekitaran 40 orang mahasiswa yang mengikuti kuliah padat hari itu.
"Selamat pagi semuanya?" sapa Khaira begitu seluruh mahasiswa telah memasuki ruangan kelas.
"Selamat pagi Bu...." jawab para mahasiswa selengkap.
Khaira tersenyum. "Perkenalkan saya Khaira Amaira, saya akan memberikan materi ajar untuk kuliah padat hari ini." ucapnya. "Apakah ada yang ingin ditanyakan?"
"Status?"
"Nomor telepon?"
"Sudah punya pacar belum Bu?"
Khaira hanya tersenyum mendengar berbagai pertanyaan absurb dari mahasiswanya. "Baiklah saya berusia 25 tahun, untuk pertanyaan lainnya karena tidak berkaitan dengan mata kuliah hari ini, jadi saya skip ya..."
"Masih seumuran kita Bu..." celetuk salah satu mahasiswa. "Dipanggilnya Ibu atau Kakak aja ya masih muda banget, cantik lagi." ucap mahasiswa lainnya.
Mencoba tidak mengulur-ulur waktu. Khaira mengalihkan topik pembicaraan kepada Silabus dan juga Rencana Pembelajaran untuk mata kuliah Teknologi Pendidikan.
"Kita kembali ke jalan yang benar ya teman-teman semuanya. Teknologi Pendidikan adalah studi dan etika praktik untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja belajar. Studi dan etika praktik tersebut dapat melalui penciptaan, penggunaan, pengaturan proses, dan sumber daya teknologi. Jadi sebagaimana kita pernah mendengar tentang Internet of Things (IoT) di mana sebuah perangkat dan aktivitas manusia menggunakan teknologi. Maka dalam Teknologi Pendidikan kita hendaknya memikirkan cara-cara baru untuk mengajar siswa di era digital." penjelasan Khaira yang diangguki oleh para mahasiswa.
__ADS_1
Walau pun termasuk Dosen baru, dan ini menjadi pengalaman pertama Khaira mengajar, tetapi oleh dikatakan Khaira termasuk bisa meng-handle kelas. Dalam sehari ia tidak hanya menerapkan metode ceramah, tetapi ia juga meminta para mahasiswa membuat presentasi singkat terkait isu-isu penggunaan teknologi dalam pengajaran.
Tidak terasa jam terus berjalan, dan Khaira nampak lega karena tes kecil yang ia berikan nyatanya juga bisa dikerjakan para mahasiswanya.
Menjelang pukul 6 sore, Khaira menutup kuliah padat hari itu dan tidak lupa memberikan tugas yang wajib dikumpulkan oleh para mahasiswa. Tepat jam 6 sore, kuliah selesai dan Khaira melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kelas.
Saat Khaira sudah mendekati tempat parkir fakultas, terdengar suara memanggilnya.
"Khai... Khaira...." sapa pemilik suara itu yang membuat Khaira menoleh pada sumber suara.
"Eh, Tama... Kamu ngapain di kampus?" tanya Khaira begitu mengetahui bahwa suara yang memanggilnya adalah Tama. Teman lamanya waktu di kampus, dan juga adalah pria yang pernah menyatakan perasaannya kepada Khaira.
"Aku ambil S2 di kampus ini. Aku tadi waktu jalan di ruangan D, aku kayak sayup-sayup dengar suara yang familiar di telingaku. Ternyata itu suara kamu. Gak nyangka kamu ngajar di sini." ucap Tama.
Khaira hanya mengangguk dan sedikit tersenyum. "Iya, aku diminta memberikan kuliah padat seharian ini untuk mahasiswa tingkat akhir. Gimana kabar kamu?"
Tama pun mengulurkan tangannya, berniat menjabat tangan Khaira. "Aku baik, Khai... Kamu gimana?"
"Aku juga baik." Sahutnya.
"Udah mau pulang berarti ini?" lagi tanya Tama kepada Khaira.
Khaira hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku antar kamu pulang yuk."ucap Tama.
Baru selesai Tama berbicara, seorang laki-laki berjalan ke arah Khaira.
" Sudah selesai ngajarnya Sayang... Mau pulang sekarang?"
__ADS_1