Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Painful Feeling


__ADS_3

Malam hari, ketika Arsyilla dan Arshaka sudah sama-sama terlelap, Khaira biasanya menggunakan sedikit waktu di malam hari untuk mengobrol dengan suaminya sejenak sebelum akhirnya keduanya sama-sama tidur. Seolah menginginkan suasana baru, malam ini Khaira dan Radit duduk bersama di balkon kamarnya.


“Gimana seharian ini Sayang?” tanya Radit kepada istrinya itu. Seolah bertanyan agenda istrinya sepanjang hari menjadi pertanyaan rutin di hari Senin hingga Jumat.


Sebab, dengan mendengar cerita dari istrinya, setidaknya dia tahu apa saja yang terjadi sepanjang hari. Bagaimana kabar anak-anaknya, dan juga dia bisa mendengar keluh kesah istrinya yang tentu saja masih dalam masa adaptasi untuk mengurus dua anak sekaligus dengan kondisi yang belum pulih sepenuhnya.


“Boleh cerita, Mas …” ucap Khaira kali ini.


Radit kemudian mengangguk, “Tentu boleh … cerita apa aja juga pasti aku dengarkan. Mau cerita apa Sayangku?” tanyanya kali ini kepada istrinya itu.


“Tadi Syilla cemburu deh sama Shaka, dan minta Mama yang baik buat dia. Katanya dia mau bermain sama Mama dan juga membaca buku bersama Mamanya. Hatiku sakit, Mas … painful feeling jadinya.” ceritanya kali ini kepada suaminya.


“Terus gimana?” tanya Radit lagi.


“Pertama kan, dia pagi tadi nangis-nangis enggak mau mandi. Memilih nonton siaran channel anak-anak. Aku tungguin, terus aku bujuk lagi. Akhirnya aku naik ke atas kan ke kamar. Rupanya dia juga ngikutin aku masuk ke kamar, nangis kan Syilla nya terus langsung aku mandiin. Di situ dia bilang kalau mau Mama yang baik." cerita Khaira kepada suaminya itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Radit mendengarkan istrinya yang tengah bercerita, pria itu bisa menangkap bagaimana kedua bola mata Khaira yang berkaca-kaca, juga suaranya yang mulai serak dan bergetar. Pria itu lantas menautkan jemarinya di setiap sela-sela jari istrinya.


"Lalu, gimana?" tanya Radit lagi.


"Ya aku jelaskan baik-baik ke Syilla sih kalau Adik Shaka masih baby. Nanti kalau adiknya sudah semakin besar bisa tengkurap, duduk, tengkurap, berjalan, hingga berlari nanti Shaka justru jadi teman bermain buat Syilla. Sekarang kita jaga Shaka bersama-sama ya." cerita Khaira lagi, dia seolah mengulang kembali perkataannya kepada Arsyilla pagi tadi.


Radit menatap istrinya itu. Perlahan pria itu merangkul bahu istrinya. "Sini Sayang … pasti kamu merasa bersalah ya waktu Syilla mau Mama yang baik?" tanya Radit perlahan.


Khaira pun mengangguk, "Iya … seolah-olah, aku menjadi Mama tidak baik baginya. Padahal setiap siang, begitu Shaka udah bobok ya aku ngurus Syilla, nemanin dia main dan belajar." ucapnya yang memang tengah merasakan painful feeling saat ini.

__ADS_1


"Apa mau pakai babysitter?" tawar Radit kali ini.


Dengan cepat Khaira pun menggelengkan kepalanya, "Enggak… lagian di dapur udah ada Bi Tinah. Jadi, untuk mengasuh anak-anak biar aku sendiri. Lagipula nanti kalau aku kembali mengajar kan juga cuma ngajar seminggu satu kali aja, Mas. Biarkan aku mengasuh dan membesarkan anak-anak dengan tanganku." pintanya kali ini.


"Kalau Syilla sedang banyak merajuk gimana? Aku sebenarnya kasihan sama kamu. Aku tahu badan kamu masih belum sepenuhnya pulih. Masih masa nifas, kenceng perutnya, tapi setiap siang gak bisa istirahat karena harus mengasuh Syilla dan Shaka." ucap Radit kali ini.


Pria itu pun merasa kasihan dengan istrinya, tetapi sebagaimana yang Khaira bilang bahwa dia ingin mengasuh dan membesarkan Arsyilla dan Arshaka dengan dirinya sendiri.


"Salah enggak sih Mas, kalau kadang aku merasa bersalah gak bisa mengakomodasi kebutuhan Syilla? Aku sudah berusaha adil, tetapi mungkin perhatian dan fokusnya aku berkurang sih. Tidak dipungkiri untuk waktu kan berbagi dengan Shaka." Khaira berbicara dengan suaminya itu. Membagi perasaannya kepada sang suami.


Radit pun menggelengkan kepalanya, "Enggaklah … bagaimana pun itu kamu adalah Ibu yang hebat, Sayang. Aku justru kasihan sama kamu, kamu enggak menghiraukan dirimu sendiri. Terkadang, beri waktu untuk dirimu sendiri Sayang." pinta kepada istrinya itu untuk memperhatikan dirinya sendiri juga.


Sekalipun dirinya hanya melihat dari sudut pandangnya, tetapi semua yang sudah dilakukan Khaira sungguh pengorbanan seorang ibu yang luar biasa. Radit tahu, bahwa waktu cutinya hanya sepuluh hari, dan usai itu istrinya lah yang berjibaku untuk mengasuh kedua anak. Bagaimana pun masih membutuhkan adaptasi bukan hanya untuk Khaira tetapi juga untuk Arsyilla.


“Aku tadi juga minta maaf sih ke Syilla, semoga saja dirinya bisa memahami semua ini. Aku beradaptasi, dia juga. Biasanya di rumah full 24 jam untuk dia, sekarang harus berbagi-bagi dengan Shaka. Setidaknya aku tahu sih apa yang Syilla rasakan. Walaupun dulu aku anak tunggal, tetapi aku kan tahu gimana rasanya menjadi Syilla.” cerita Khaira lagi.


“Gak masalah, Mas … kan ya kamu harus bekerja. Aku gak apa-apa kok. Bisa cerita sama kamu aja rasanya udah lega. Sebab, kalau aku enggak cerita sama kamu mau cerita sama siapa lagi coba?” tanyanya.


Radit kemudian mengangguk, “Kalau ada apa-apa cerita aja, toh ya aku siap memberikan telingaku buat kamu. Mendengarkan ceritanya kamu. Aku malahan senang kamu bisa berbagi denganku.” ucap pria itu dengan penuh keyakinan.


Khaira kemudian tersenyum, “Makasih ya sudah mau dengarin curhatnya aku.”


“Iya … sama-sama Sayang. Kalau memakai babbysitter juga enggak apa-apa, yang datang pagi dan pulang sore gitu buat menemani Syilla main. Jadi kamu bisa fokus ke Shaka.” ucap Radit lagi. Setidaknya ada yang fokus untuk menemani Arsyilla bermain.


“Enggak … aku yang mengasuh Syilla dan Shaka aja. Lagian tahun depan Syilla sudah mulai masuk playgrup, jadi enggak masalah. Biar Syilla juga belajar menjadi seorang Kakak.” Khaira berbicara dan mengungkapkan bahwa tidak masalah baginya untuk mengasuh Arsyilla dan Arshaka bersamaan. Sekalipun dia akan lebih capek dan tidak ada waktu istirahat di siang hari, tetapi Khaira rela menikmati semua itu asalkan dia bisa melihat tumbuh kembang kedua anak-anaknya.

__ADS_1


...🍃🍃🍃...


Dear All My Bestie,


Seperti pengumuman dariku sebelumnya, Novel ini akan segera tamat ya. 😭


Sedih boleh, tetapi jangan lama-lama karena kita akan lanjut ke cerita selanjutnya ya tentang Aksara dan Arsyilla yang akan publish minggu depan.


Sambil menunggu, mampir juga yuk ke karyaku lainnya:


• Pembalasan Istri yang Tersakiti


Mengisahkan Kanaya Salsabilla yang dirundung oleh suaminya karena size tubuhnya yang XXL. Perjuangannya mengubah takdirnya hingga mendapatkan cinta sejatinya bersama Bisma Adi Pradana. (Terbit setiap hari ya 🥰)



• Antara Cinta & Corona


Cinta segitiga antara Bulan Maheswari, Surya Dana Putra, dan Bintang Alan Pratama yang dibalut dalam suasana masa pandemi Covid-19. Diwarnai dengan Long Distance Relationship di masa pandemi tentu tantangan yang berat. Dalam peperangan antara cinta dan corona, siapakah pemenangnya?



Nah, silakan tap suka 💚 dan tinggalkan jejak yah... 🥰


Semakin besar dukungan kalian, tentu akan semakin banyak cerita-cerita seru lainnya yang akan kubuat.

__ADS_1


Love U All,


Kirana🥰


__ADS_2