Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Playdate dengan Medina


__ADS_3

Pada liburan akhir pekan ini, Radit dan Khaira menyusun ide untuk mengajak Arsyilla playdate atau bermain bersama dengan Medina. Secara khusus, Khaira bertujuan supaya Arsyilla bisa bersahabat dengan Medina. Sama sepertinya yang bersahabat dengan Metta. Melalui bermain bersama, seorang anak akan bisa lebih akrab dan mulai menjalin persahabatan.


"Kita main ke rumah Aunty Metta dan Om Dimas ya Sayang … ada Medina yang bisa main sama kamu." Ajak Khaira kepada Arsyilla.


Tampak Arsyilla menganggukkan kepalanya, "Iya Ma …  di sana Syilla boleh main apa?"


"Syilla sendiri mau maen apa? Kalau ada mainan atau buku yang pengen Syilla bawa boleh kok." ucapnya sembari menatap kedua bola mata yang begitu jernih milik Arsyilla.


Kemudian mereka bertiga bersiap untuk berangkat ke rumah Metta dan Dimas. Lagipula, sudah cukup lama mereka tidak berjumpa. Walaupun sama-sama tinggal di Jakarta, tetapi mereka juga jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.


Sepanjang perjalanan Arsyilla beberapa kali menanyakan tentang Medina kepada Mama dan Papanya. Sementara itu, Khaira hanya tersenyum dan menjawab sebisanya saja karena Khaira sendiri juga belum mengenal Medina. Kali ini juga akan menjadi kesempatan juga bagi Arsyilla untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.


Begitu telah tiba di rumah Dimas dan Metta, mereka lantas mengucapkan salam.


"Permisi … Aunty Metta dan Om Dimas."


Tidak menunggu lama, rupanya Metta yang keluar dan membukakan pintu untuk mereka.


"Eh, ada Kakak Syilla masuk yuk masuk … tumben loh." ucapnya sembari mempersilakan mereka bertiga masuk. "Apa kabar Khai? Wah, kangen ya … udah lama banget enggak ketemu." lanjutnya sembari memeluk Khaira.


"Iya … sama. Aku juga kangen." sahut Khaira kepada Metta.


"Duduk dulu ya. Aku panggilkan Ayahnya dulu baru main di atas itu sama Medina," ucapnya sembari berjalan menuju kamarnya di lantai dua untuk memanggil suaminya dan Medina.


Hingga akhirnya, Metta, Dimas, dan Medina pun turun dan menyambut mereka.


“Hai Bro, apa kabar? Perasaan kita masih tinggal satu kota, tetapi ketemuan bisa dihitung jari ya?” sapa Dimas kepada Radit. Teman yang dahulu satu tempat kerja itu masih akrab satu sama lain.

__ADS_1


“Itu sama Kakak Syilla, Dina … main sama berdua.” kali ini Dimas seolah menyuruh Medina untuk bermain bersama Arsyilla.


Untuk ukuran anak kecil, tidak membutuhkan waktu lama. Sekalipun mereka jarang berkenal, hanya sebatas tahu dan tidak begitu kenal akrab, tetapi hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja bagi Arsyilla dan Medina untuk bisa bermain bersama.


“Kakak Syilla …” panggil Medina dengan melambaikan tangannya, seolah anak berusia 2 tahun itu juga tengah menyapa Arsyilla.


“Namaku Arsyilla …” sahut Syilla dengan mendekati Medina.


Arsyilla kemudian menyerah beberapa makanan kecil yang dia bawa dari rumah untuk Medina, kemudian keduanya bermain bersama. Mulai dari memainkan boneka, permainan memasak, hingga berbagai permainan lainnya. Semua dilakukan berdua. Melihat keseruan Arsyilla dan Medina, Khaira dan Metta pun tersenyum bahagia.


“Semoga mereka bisa temenan sampai dewasa nanti kayak kita berdua ya Khai …” ucap Metta yang menaruh harapan semoga Medina dan Arsyilla bisa berteman seperti dirinya dan juga Khaira.


Khaira pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Iya … bisa sahabatan, My Bestie.” ucapnya sembari tertawa.


Sedikit mengamati Khaira, Metta lantas tersenyum, “Khai, kamu isi lagi ya? Hamil?” tanyanya perlahan.


Maklum saja karena saat itu Khaira mengenakan baju hamil yang semi longgar di bagian perutnya, sehingga memang perutnya yang mulai menyembul belum terlalu keliatan. Perlahan, Khaira pun tersenyum, “Emang kenapa Ta? Aku gemukan ya?”


“Euhm, iya … sekarang aku baru hamil lagi.” jawabnya pada akhirnya.


Metta langsung tertawa, “Ya ampun Khai, selamat ya … udah berapa bulan nih?” tanyanya kepada sahabatnya itu.


“19 Weeks. Hampir separuh jalan nih.” jawab Khaira dengan cepat.


Melihat obrolan yang seru dari para kaum wanita, Radit dan Dimas pun turut bergabung. “Kenapa sih Bunda, kok seru banget ngobrolnya?” tanya Dimas kepada Metta.


“Ini loh Yah … kita mau punya ponakan lagi. Khaira hamil lagi tuh.” ucap Metta sembari menunjuk Khaira.

__ADS_1


Seolah tidak percaya, Dimas pun menepuki pundak temannya itu, “Serius Dit? Udah mau nambah nih?”


“Iya Bro … doakan lancar sampai hari H nanti.” ucap pria itu sembari tersenyum dan menatap istrinya dengan penuh cinta.


“Kalian enggak menambah momongan lagi?” tanya Khaira kini kepada Metta dan juga Dimas.


Mendapat pertanyaan seperti itu, Metta dan Dimas pun saling pandang/ Kemudian Metta dengan cepat menggelengkan kepalanya, “Enggak … keliatannya aku dan Ayahnya cukup satu anak aja.” jawab Metta kali itu.


“Kenapa Ta?” tanya Khaira yang terlihat penasaran dengan jawaban temannya itu.


“Aku trauma melahirkan deh Khai, lagian kemarin kan Caesar kan, kata Dokternya kalau pengen punya anak lagi setidaknya berjarak 3 tahun. Namun, kayaknya enggak lagi deh … Apalagi kemarin itu aku pulihnya lama. Aku jadi takut.” cerita Metta kepada Khaira.


Mendengarkan cerita dari temannya, kemudian Khaira pun membuka suaranya, “Enggak apa-apa sih, penting kan sesama Suami Istri banyakin ngobrol, maunya gimana. Lagian setiap kita kan punya rencana masing-masing. Walaupun anak hanya satu, tetapi kalau diasuh dengan benar, insyaallah ke depannya akan menjadi orang yang sukses kok. Kalau aku dan Mas Radit kan memang mikirnya supaya Syilla punya temen di rumah.” kali ini giliran Khaira yang berpendapat.


Berbicara perihal anak, memang setiap pasangan memiliki rencananya masing-masing bukan? Ada yang ingin memiliki anak satu, ada yang mengikuti program pemerintah yaitu dua anak cukup, dan ada juga yang ingin memiliki anak banyak karena katanya banyak anak banyak rejekinya. Semuanya kembali kepada keluarga masing-masing.


Mendengar ucapan Khaira, Metta pun mengangguk, “Iya … Syillanya sering kesepian ya?”


“Bukan kesepian, tetapi aku lebih mau mengajarkan dia berbagi dengan saudaranya. Kompetensi sosialnya biar terasah. Kalau kognitif dan psikomotoriknya sudah bagus, tetapi ada bagian yang kurang kan. Biar dia punya tumbuh kembang di rumah.” jawab Khaira.


Metta lantas menggelengkan kepalanya dan tertawa, “Kenapa lama-lama kamu justru kayak Psikolog Anak dan Keluarga ya Khai … mantul deh kamu itu.” pujinya kepada sahabatnya itu.


“Mantul apa sih? Mantap betul? Enggak, aku cuma banyak belajar aja Ta … setelah punya Arsyilla itu, hidupku berubah. Aku jadi inginnya tahu banyak hal supaya aku bisa mengasuhnya dengan benar. Investasi kebaikan kepada anak kan tidak ada salahnya, Ta.” akunya kepada Metta.


Pengasuhan anak itu memang layaknya investasi. Kita menabur, menanam, dan ada fase menuai di kemudian hari. Menabur kebaikan, nilai-nilai, hingga ajaran iman, menanamkan good habite atau habitat yang baik untuk anak, dan di masa yang akan datang kita akan menuai hasil dari apa yang kita tuai dan tabur kepada anak setiap harinya. Hal itulah yang sering Khaira lakukan di rumah bersama Radit. Menabur dan menanamkan semua yang baik, dan juga keduanya berharap kelak di kemudian hari Arsyilla kan tumbuh menjadi gadis yang baik, gadis yang bisa menjaga nama baik Mama dan Papanya, dan juga gadis yang tidak akan berhenti untuk mengejar mimpinya.


“Kamu memang hebat, Khai … Mama Andalan banget deh buat Syilla dan buat babynya nanti.” puji Metta secara langsung kepada Khaira.

__ADS_1


“Ah, enggak juga. Aku juga masih banyak salah-salahnya kok. Sama saja sebenarnya.” sahut Khaira.


“Aku sebenarnya pengen ngobrol kayak gini sama kamu, tetapi belum sempat kesampaian. Sama kayak kamu, hidupku juga berubah setelah punya Medina. Bangun jadi pagi banget, buka mata yang pertama dipegang anak, tapi semua itu aku justru seneng sih. Menjadi ibu rumah tangga ternyata sangat menyenangkan. Sekalipun ada mimpi yang aku tinggalkan, tetapi melihat Medina tumbuh sehat dan bahagia seperti itu, rasanya aku senang.” giliran Metta yang berbicara sembari tersenyum melihat Medina yang tampak aktif dan bahagia saat bermain bersama Arsyilla itu.


__ADS_2