Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Universal Studio


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Radit dan Khaira masih memejamkan matanya, Arsyila telah bangun terlebih dahulu. Putri kecil itu menciumi Papa dan Mamanya satu per satu berniat membangunkan orang tuanya yang masih tidur.


"Papa ... Mama...." ucap Arsyila membangunkan Papa dan Mamanya yang masih tertidur.


Perlahan Khaira mengerjap, kelopak matanya pun perlahan membuka. Dua melihat sosok Arsyila yang sudah duduk dan memegangi tangannya.


"Pagi Mama...." sapa Arsyila kemudian menyandarkan kepalanya ke dalam bahu Mamanya. Memeluk Khaira dan tersenyum.


"Pagi Sayangnya Mama ... Syila sudah bangun?" tanyanya sembari mencium kening Arsyila.


Arsyila menganggukkan kepalanya perlahan dan mengucek matanya. Dengan manjanya dia memeluk Mamanya dengan begitu posesif.


"Mama hari ini mengajar lagi?" tanya Arsyila dengan menatap wajah Khaira.


Khaira pun menganggukkan kepalanya. "Iya Sayang ... Jam 10 Mama ada kelas lagi. Nanti Syila di kamar dulu sama Papa ya." ucap Khaira yang menjelaskan kepada Arsyila bahwa dia ada seminar lagi jam 10 Waktu Singapura.


Khaira kemudian membenarkan posisinya dan menyentuh badan suaminya. "Yuk, Papa dibangunkan yuk Sayang ... sudah pagi, Mama juga harus siap-siap untuk mengajar nanti."


Dengan segera Arsyila menggoyang badan Papanya. "Papa ... Bangun Pa. Mama mau siap-siap, Pa." dengan lucunya dia membangunkan Papanya yang masih terlelap.


Mendengar Arsyila membangunkannya, perlahan Radit pun mengerjap dan menguap. Kelopak mata pria itu perlahan membuka dan hal pertama dia lihat adalah wajah cantik Arsyila.


"Pagi Syila...." sapanya kepada Arsyila dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"Iya Pa ... ayo bangun Pa, Mama akan mengajar lagi pagi ini." ucap Arsyila dengan nada khasnya.


Radit segera merubah posisinya dan kini bersandar di headboard dengan satu tangannya mengacak lembut rambut Arsyila. Setelah memandang Arsyila, giliran Radit mengusap lembut rambut istrinya.


"Pagi Sayang...." sapanya dengan satu telapak tangannya membelai pipi Khaira.

__ADS_1


Khaira pun tersenyum dan menatap wajah suaminya. "Pagi Papa...." Sahutnya sembari merapikan rambutnya yang berantakan sehabis bangun tidur.


"Ma, Syila mau mandi dimandiin Mama dulu ya. Sebelum Mama mengajar hari ini. Mau ya Ma?" tawarnya kepada sang Mama.


Dengan cepat Khaira pun tersenyum. "Siap Syilanya Mama ... mau mandi sekarang?"


"Iya ... ayo kita mandi Ma."


Arsyila telah turun dari tempat tidur dan menggandeng tangan Mamanya menuju kamar mandi. Dengan segera bergegas Khaira memandikan Arsyila terlebih dahulu, tidak membutuhkan waktu lama Arsyila sudah selesai mandi dan sudah segar sekarang. Usai memandikan dan memakaikan pakaian buat Arsyila, giliran Khaira yang mandi. Hanya membutuhkan waktu 15 menit, Khaira telah selesai. Kini wanita itu bersiap untuk sarapan dan memberikan seminar sessi terakhir.


Sembari dia berhias dan membacakan buku untuk Arsyila, Radit juga telah mandi dan sudah segar. Saat ketiganya telah mandi, mereka lantas turun ke restoran di hotel tersebut untuk menikmati sarapan.


Sekalipun harus mengisi seminar untuk urusan Arsyila, sebisa mungkin Khaira akan mengurusi Arsyila terlebih dahulu. Memastikan apa yang Arsyila butuhkan telah terpenuhi. Demikian pula saat Khaira mengajar, dia akan mengurusi Arsyila terlebih dahulu. Fokus utama dan terbesarnya adalah Arsyila sehingga sebisa mungkin Khaira akan mempersiapkan dan mengurus apa saja yang Arsyila inginkan.


Usai sarapan usai, Khaira lantas berpamitan kepada suami dan anaknya untuk menuju tempat dilangsungkannya seminar.


Setelahnya Khaira mencium punggung tangan suaminya. "Aku pamit ya Mas ... aoakan hari ini juga lancar. Aku udah mulai deg-degan." ucapnya sembari menghela napasnya.


Radit pun memeluk istrinya terlebih dahulu. "Semangat Sayangku ... pasti bisa. Di sini aku dan Arsyila selalu mendukungmu. Semangat ya." ucapnya sembari terus memeluk erat istrinya.


Khaira sejenak memejamkan matanya dan menghirupi aroma Woody yang selalu menjadi aroma favoritnya itu seraya memeluk erat suaminya. Hanya keheningan terasa, hingga kemudian sepasang tangan mungil memeluk kaki Khaira.


"Arsyila juga mau dipeluk Mama dan Papa ... Mama semangat ngajarnya ya. Syila tungguin sama Papa." ucap Arsyila yang menginterupsi kegiatan Papa dan Mamanya.


Khaira pun mengurai pelukannya, kemudian dia berjongkok dan menggendong Arsyila. "Mama ngajar dulu ya Sayang ... tunggu Mama ya. Kalau sudah nanti kita jalan-jalan. Disayang dulu dong Mamanya, biar Mama semangat hari ini."


Arsyila pun mencium kedua pipi Mamanya dan kemudian memeluk Mamanya itu. "Selamat mengajar Mama ... I Love U." ucap gadis kecil itu.


Pun demikian dengan Radit, dia turut berjongkok dan saling memeluk istri dan anaknya. "I Love U Mama ... semangat." ucapnya sembari menirukan ucapan Arsyila.

__ADS_1


Setelah itu Khaira berpamitan dan dia kembali mengisi seminar sebagai materi sebelumnya mengenai Internet untuk Generasi Alpha, pada sessi kali ini Khaira lebih banyak mengajak para audience untuk melakukan brainstorming mengenai Generasi Alpha (anak-anak yang lahir mulai 2010 hingga 2020) atau sering disebut kids zaman now itu. Serta bagaimana orang tua bisa mendampingi Generasi Alpha untuk menggunakan teknologi internet dengan bertanggung jawab.


Dua jam telah berlalu, sama seperti hari sebelumnya Khaira menyelesaikan seminar kali ini dengan baik. Bahkan beberapa peserta seminar ingin berkonsultasi mengenai pengasuhan anak (parenting) kepada Khaira. Sungguh tidak disangka bahwa peluang kali ini juga membawa Khaira untuk dekat dengan orang tua Generasi alpha ini. Satu pijakan baru dalam diri Khaira, di mana juga dipercayakan untuk menjadi konselor dalam bidang parenting.


Usai menutup seminar, Khaira bergegas ke kamar dan seperti janjinya dia akan mengajak Arsyila untuk jalan-jalan ke Universal Studio.


"Syila sudah siap? Kita ke Universal Studio naik MRT (Mass Rapid Transit - sistem angkutan cepat yang menjadi tulang punggung sistem kereta api di Singapura dan membentang ke seluruh negara kota ini) ya?" tawar Khaira kepada Arsyila.


Dengan cepat Arsyila pun menganggukkan kepalanya. "Oke Mama ... kita jalan-jalan sekarang ya? Syila sudah bosan pengen jalan-jalan." akunya yang merasa sudah bosan sejak kemarin hingga hari ini hanya menunggu Khaira di dalam kamar hotel.


Universal Studio sendiri berada di kawasan Pulau Sentosa. Untuk ke sana bisa menaiki MRT dengan turun di Harbour Front kemudian dilanjutkan dengan Sentosa Express yaitu jalur monorel yang menghubungkan pulau Sentosa ke Harbour Front di daratan Singapura.


Arsyila begitu excited menaiki MRT dari Quark Clay menuju ke Harbour Front, dilanjutkan dengan menaiki Sentosa Express yang menyajikan pemandangan dari Selat Singapura di Harbour Front sebuah pelabuhan yang menghubungkan antara Singapura dan Pulau Batam Indonesia.


"Papa itu ada kapal laut Pa ... kapan kita bisa naik kapal itu?" tanya Arsyila sembari menunjuk pada beberapa kapal ferry yang lalu lalang di Selat Singapura.


"Itu kapal ferry menuju Pulau Batam Sayang. Syila mau naik kapal? Lain waktu ya kita coba naik kapal itu."


"Iya Pa...." sahut Arsyila dengan cepat.


Begitu sampai di Universal Studio hal pertama yang mereka lakukan adalah berfoto di bawah bola dunia dengan logo Universal. Foto yang akan mengingatkan mereka bahwa mereka pernah berlibur di Universal Studio ini. Setelah itu, mereka mengajak Arsyila mengunjungi wahana Madagascar: A Crate Adventure. Dalam wahana ini, mereka bertiga menaiki perahu yang mengambang pelan dengan mengikuti aliran sungai dengan melihat pemandangan yang dibangun layaknya dalam film Madagascar.


"Mama ... abis ini Syila mau lihat patung singa dong Ma." ajak Arsyila begitu mereka keluar dari Madagascar: A Crate Adventure.


Khaira pun yang tengah menggandeng tangan mungil Arsyila. Sedikit menoleh pada putrinya itu. "Mau lanjut lihat patung singa? Syila enggak kecapean?"


"Enggak... Ayo lihat patung singa ya Ma...." ajak bocah berusia tiga tahun itu seakan tidak ada rasa capeknya.


"

__ADS_1


__ADS_2