
Menjadi orang tua baru memang pengalaman yang indah bagi Khaira dan Radit. Walaupun mereka masih perlu banyak belajar, tetapi keduanya sama-sama belajar untuk bisa menjadi Mama dan Papa bagi buah hati mereka, Arsyila.
Bayi mungil yang rasanya baru beberapa hari lalu itu lahir, kini telah berusia sebulan. Berat badannya telah mengalami kenaikan, bayi berwajah cantik dan senyuman indah itu selalu mampu membuang semua kelelahan yang dialami mereka berdua.
Ada satu kebiasaan baru yang Khaira terapkan bagi suaminya yaitu begitu pulang kerja, dia harus langsung mandi, setelah bersih barulah dia diperbolehkan mendekati Arsyila.
"Halo Mama dan Arsyila ... Papa sudah pulang kerja." ucapnya setiap kali pulang kerja.
Khaira menyambut suaminya setiap sore dengan senyuman. "Mandi dulu ya Papa...." ucapnya mengingatkan suaminya untuk mandi terlebih dahulu. Jika suaminya sudah bersih, barulah dia diperbolehkan mendekati Arsyila.
Sementara Khaira yang sembari menggendong Arsyila melangkah ke dapur dan membuatkan secangkir teh panas untuk suaminya.
Menjadi seorang ibu membuat Khaira semakin multi tasking. Sembari menggendong Arsyila, dia bisa memasak nasi, makan, atau pun kegiatan lainnya. Terkadang jika Arsyila tidur, dia sembari mencuci pakaian dan menjemur. Menjadi seorang Ibu benar-benar merubah kehidupan wanita, termasuk Khaira.
"Kita buatkan Teh Panas buat Papa ya Sayang...." ucap Khaira sembari mengajak bicara putrinya.
Bahkan dengan pelan-pelan, Khaira membawa cangkir Teh ke dalam kamar.
"Sudah selesai mandinya Mas?" Tanyanya begitu melihat suaminya telah keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian rumahan. "Teh nya Mas...." ucapnya sembari menyerahkan secangkir Teh Panas untuk suaminya itu.
"Hmm, makasih Mama dan Arsyila Sayang ... kalian berdua bikinin Teh ini buat Papa yah...." ucapnya sembari mencium istri dan anaknya itu.
"Seharian Arsyila rewel enggak Sayang?"
Ini adalah pertanyaan wajib yang selalu dia tanyakan kepada Khaira setiap sore.
"Enggak dong ... anak Mama pinter kok. Nangis dikit wajar, asal udah nempel Mama dan dapat ASI udah diem kok." jawab Khaira sembari duduk di sisi suaminya.
Radit pun tersenyum melihat dua wanita kesayangannya itu. "Sini ... Arsyila ikut Papa dulu yuk Sayang. Papa kangen...." ucapnya sembari meminta Arsyila dan menggendongnya dengan satu tangannya.
Jika sebelumnya Radit masih kaku saat menggendong Arsyila, kini pria itu sudah luwes bahkan dia bisa diandalkan untuk turut menjaga Arsyila.
"Mas ... aku sudah sepenuhnya pulih, Arsyila juga sudah berusia satu bulan. Kapan yuk Mas, kita bisa bikin acara syukuran buat Arsyila ke Panti Asuhan." ucap Khaira yang seolah mengingatkan suaminya untuk memenuhi janjinya untuk berbagi kasih kepada anak-anak yatim dan piatu di Panti Asuhan.
"Yakin kamu sudah sehat?" tanyanya.
Khaira menganggukkan kepalanya. "Iya, sudah sehat. Walaupun masih postpartum sih. Akan tetapi, enggak sakit kok. Aku sudah bisa beraktivitas normal sekarang."
__ADS_1
Melihat istrinya yang memang sudah sehat bahkan berjalan pun sudah normal, sudah bisa naik dan turun tangga. Akhirnya Radit akan memenuhi janjinya.
"Ya nanti akhir pekan kita ke Panti Asuhan ya ... aku cari informasi dulu tempatnya dan menghubungi Ayah dan Bunda. Kita ajak Ayah dan Bunda sekalian."
***
Akhir pekan pun tiba. Radit beserta Khaira dan putri kecilnya, Arsyila kini telah berada di Panti Asuhan Kasih Bunda yang berada di daerah Ibu Kota.
Mereka membawa banyak sekali hadiah mulai dari sembako, susu bubuk, makanan ringan, peralatan sekolah, hingga buku-buku bacaan yang akan mereka berikan untuk anak-anak di Panti Asuhan tersebut.
Ayah Ammar, Bunda Dyah, Ayah Wibi, dan Bunda Ranti juga turut mengunjungi Panti Asuhan tersebut bersama Khaira dan Radit.
"Cantiknya cucu Eyang ... sini gendong Eyang ya." ucap Bunda Ranti yang langsung mengambil Arsyila dari gendongan Khaira.
Kemudian mereka memasuki Panti Asuhan dan disambut hangat oleh Kepala Panti Asuhan yang bernama Ibu Lisa itu.
"Terima kasih untuk kunjungannya Bapak dan Ibu semua ... sudah berkenan berbagi kasih kepada anak-anak di sini." ucap Bu Lisa dengan tulus.
"Sama-sama Bu ... kami juga berterima kasih karena sudah diterima di sini." ucap Ayah Ammar yang mewakili untuk berterima kasih kepada Bu Lisa.
Setelahnya Bu Lisa mengumpulkan seluruh anak-anak di ruang pertemuan. Di Panti Asuhan itu kurang lebih ada 40 anak.
Seluruh keluarga Ammar dan Wibisono begitu bersyukur bisa berbagi kasih, ide dari Khaira dan Radit benar-benar menyentuh. Berbagi sejatinya tidak harus menunggu kapan seseorang berpunya, dengan apa yang kita miliki asalkan ikhlas nyatanya bisa pula dilakukan.
"Makasih ya Khaira dan Radit, Ayah dan Bunda sudah dilibatkan dalam acara syukuran kalian. Kami yang tua justru belajar dari kalian untuk berbagi pada sesama." ucap Bunda Dyah.
Khaira lantas menatap wajah suaminya. "Ini semua idenya Mas Radit kok Bunda. Khaira hanya mengikuti keinginan Mas Radit."
"Radit hanya ingin berbagi kasih saja Bunda. Sejatinya memberi tidak harus menunggu kita kaya, asalkan hati ikhlas kita bisa memberi untuk sesama. Ini wujud syukur Radit sudah bisa mendapatkan seorang bayi dan mengingat perjuangan Khaira kemarin, Radit jadi ingin berbagi kepada anak-anak di Panti Asuhan." Ucap Radit yang kemudian di anggukin oleh keluarganya.
Khaira lantas berdiri. "Mas, aku main sama anak-anak lainnya dulu boleh?" Tanya Khaira kepada suaminya.
Radit pun menganggukkan kepalanya. "Boleh Sayang. Jangan pikirkan Arsyila, dia aman bersama Eyang dan Kakeknya. Ada aku juga."
Usai mendapatkan izin Khaira pun mendatangi kerumunan anak-anak itu.
"Halo adek-adek semua ... mau enggak Tante bacakan cerita buat adek-adek semua?" Khaira menawarkan untuk membacakan cerita kepada anak-anak yang duduk di sekelilingnya itu.
__ADS_1
"Mauu...." jawab mereka berbarengan.
"Sebelumnya kita kenalan dulu ya, nama Tante adalah Khaira. Nanti kita kenalan satu-satu ya..."
Khaira lantas mengambil satu buku dan mulai membacakan buku dongeng untuk anak-anak di situ.
Tidak jauh dari tempat Khaira tengah mendongengkan untuk anak-anak, Radit mengabadikan momen saat istrinya tengah mendongengkan cerita itu. Di mata Radit, Khaira memang wanita yang cantik, pintar, dan lembut kepada anak-anak. Caranya mendongeng dan berinteraksi dengan anak-anak sungguh baik dan Radit diam-diam pun ikut mendengarkan Khaira yang tengah bercerita.
Ayah Ammar yang melihat bagaimana menantunya dengan mengamati Khaira, lantas menepuk pundak menantunya itu. "Khaira memang memiliki passion untuk mengajar dan bercerita, Dit. Dulu waktu Sekolah Dasar, dia selalu menjadi juara satu dongeng anak-anak."
Radit pun menganggukkan kepalanya. "O ... makanya Khaira begitu mudah mendapat perhatian dari anak-anak. Cara mendongengnya juga sangat bagus. Kenapa Khaira bisa begitu sempurna dan banyak sekali talentanya sih Ayah?"
"Khaira tetap hanya wanita biasa, Dit ... dia hanya suka belajar sejak kecil. Banyak membaca, itu yang Khaira lakukan." jawab Ayah Ammar.
Radit memandang istrinya penuh arti. "Radit menjadi beruntung sekali bisa menjadi suami Khaira...." ucapnya di hadapan Ayah Mertuanya.
***
Dear All....
Besok akan terbit karya baru berjudul "Antara Cinta & Corona".
Cerita ini aku susun berdasarkan pengalaman dan juga dokumentasi virtual yang dilatarbelakangi kondisi dunia dalam 2,5 tahun terakhir.
Cerita yang terinspirasi dari orang-orang yang mengalaminya!
Dalam tatanan dunia yang berubah karena virus Corona terselip kisah antara Surya Dana Putra dan Bulan Maheswari. Dua orang yang menjalin kisah sejak di bangku Putih Abu-Abu, hingga ke jenjang yang serius. Namun, apa daya Corona mengubah kisah keduanya. Dalam peperangan antara cinta dan Corona, siapakah yang akan menang?
"Dengan berat hati, hari bahagia yang kita rencanakan berdua harus tertunda." Surya Dana Putra
"Setinggi-tingginya manusia merencanakan, jika Allah tidak berkehendak. Apa mau dikata." Bulan Maheswari.
"Berbagilah denganku. Aku tak menjanjikan apapun padamu. Aku hanya berjanji untuk selalu menemanimu." Bintang Alan Pratama
Jangan lupa follow akun aku di Noveltoon dan Instagram @kiranapramudya90 untuk mendapatkan kabar terbaru dari setiap cerita-cerita ini.
__ADS_1
Stay safe & stay healthy.
Love U All... 💜💜