
Ketika hasrat sudah berada di ubun-ubun, tetapi tiba-tiba anak bangun dan mengganggu waktu berdua dengan pasangan, benar-benar membuat Radit cemberut bukan kepalang.
Beberapa menit, pria itu nampak sesekali mengamati Arsyila yang justru belum terlelap. Bahkan kedua bola mata putrinya itu terlihat begitu bening. Sementara Khaira mengusap-usap lembut puncak kepala Arsyila.
"Ayo Syila Sayang ... buruan tidur sudah malam loh." ucap Khaira yang memperingatkan anaknya itu untuk segera tertidur.
"Ma ... kenapa Syilla enggak bisa tidur Ma. Mau dipeluk Mama." sahut Arsyilla dengan manja.
Khaira hanya tersenyum saja mendengar suara Arsyilla. "Ya sudah, bobo pelan-pelan ya. Mau Mama nyanyikan lagu pengantar tidur?" Sang Mama menawarkan kepada Arsyila untuk menyanyikan lagu pengantar tidur.
Dengan cepat Arsyila pun mengangguk. "Mau Ma...."
Let's all can sleep
Count one, two, three
Until we sleep
Let's all can sleep
Khaira menyanyikan lagu pengantar tidur dalam bahasa Inggris dengan suaranya yang lembut dan juga merdu. Wanita yang hanya bernyanyi saat menidurkan Arsyila pun seolah membuai putrinya dalam senandung yang dia nyanyikan. Berupaya menidurkan putrinya dengan menyanyikan lagu Lullaby.
In dream you can fly
To a stary sky
When nap time is done
We will have more fun
Melanjutkan lagu pengantar tidur itu hingga akhirnya Arsyila pun terlelap. Sayangnya bukan hanya Arsyila yang terlelap, Khaira pun turut memejamkan matanya dan ikut terlelap bersama Arsyila.
__ADS_1
Radit yang sejak tadi memunggungi istri dan anaknya itu perlahan membuka selimutnya, kemudian dia mencoba membangunkan Khaira dengan perlahan.
"Sayang ... udah tidur ... Sayang ...." Pria itu membangun dengan begitu pelan.
Seolah tidak ada reaksi dari istrinya. Pria itu berdiri pelan-pelan dari tempat tidurnya, berjalan ke sisi istrinya. Mendaratkan kecupan sayang di pipi istrinya dengan harapan istrinya akan membuka mata.
"Sayang ... jadi enggak ... Sayang ...." panggilnya lagi. Akan tetapi, nyatanya istrinya tak bergeming.
Membiarkan istrinya tertidur dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh istrinya dan putri kecilnya. Kemudian Radit kembali ke tempatnya, sejenak dia mengamati wajah Arsyila, lalu mencium kening putrinya itu.
"Tumben sih Syilla Sayang ... kamu membuat misi Papa gagal total." ucap Radit sembari mengerucutkan bibirnya.
Kemudian pria itu kembali memilih melanjutkan tidurnya. Sekalipun harus menahan hasratnya, sebagaimana janjinya kepada sang istri tercinta bahwa hubungan keduanya terlalu berharga jika hanya didasari pada napsu semata.
Cinta yang terlampau besar membuat pria itu rela menahan lebih lama lagi dan membiarkan istrinya beristirahat. Sebab sebenarnya, Radit pun tahu bahwa seharian Khaira telah memasak begitu banyak menu masakan, dan juga membersihkan rumah, masih harus mengasuh Arsyila. Tidak mudah melakukan semua itu dalam kondisi tengah hamil itu.
Sebelum benar-benar memejamkan matanya, pria itu kembali melihat wajah ayu istrinya yang telah terlelap. "Istirahatlah Sayang ... masih banyak waktu buat kita berdua." ucapnya lirih kemudian memilih untuk tidur sembari memeluk Arsyila.
Keesokan paginya, seperti biasa pria terbangun lebih dulu karena merasa mual di perutnya. Dengan berjalan cepat, pria itu segera memasuki kamar mandi dan mulai mengeluarkan isi perutnya. Pangkal tenggorokan pria itu hingga terasa pahit.
Mendengar suaminya yang tengah muntah di kamar mandi, Khaira segera bangun dan mendatangi suaminya itu.
"Mual lagi ya Mas?" ucapnya panik sembari merangkul pinggang suaminya.
Tanpa menunggu lama, Radit menyandarkan sejenak kepalanya di bahu istrinya.
"Ya ampun Sayang ... ternyata rasanya seperti ini. Si baby kenapa sih kok bikin Papa ampe kayak gini?" Ucap pria itu sembari menyeringai.
"Maaf Mas ... aku juga gak tau. Yuk, duduk dulu." ucapnya sembari membawa suaminya keluar dari kamar mandi.
Seperti pagi yang sudah-sudah, Khaira segera mengambil minyak kayu putih lalu mengoleskannya ke perut suaminya. Berharap aroma dan rasa hangat dari minyak kayu putih tersebut bisa meredakan mual di perut suaminya itu.
__ADS_1
Namun pemandangan kali ini tidak seperti yang diharapkan Khaira, suaminya itu justru memasang wajah manyun.
"Kok malahan manyun sih Mas, kenapa? Sakit banget ya perutnya?" tanyanya kepada suaminya.
Radit mengedikkan bahunya sekilas, kemudian menyandarkan kepalanya lagi di bahu istrinya itu. "Kamu masih punya hutang padaku semalam, Sayang."
Kedua kelopak mata Khaira berkedip-kedip, mencoba memikirkan hutang apa yang dia miliki semalam. Beberapa saat wanita itu berpikir, kemudian Khaira justru tertawa dan memukul dada suaminya.
"Ya ampun Mas ... aku pikir hutang apaan. Jadi yang semalam kamu anggap hutang?" tanyanya seolah tak percaya.
Radit pun menganggukkan kepalanya. "Iya ... misi semalam gagal total gara-gara Arsyila bangun dan malahan ikutan bobok sama kita." Akunya dengan jujur.
"Jadi kamu sebel?" Tanya Khaira dengan singkat.
Radit hanya diam sesaat. "Udah di ubun-ubun dan harus menahan, kamu tahu kan rasanya Sayang ... aku semalam berusaha membangunkanmu, malahan kamu enggak bangun. Ya sudah deh." gerutunya di pagi-pagi buta bahkan surya pun belum menyapa.
"Maaf ... aku kecapean juga soalnya Mas. Jadi setelah nyanyiin Arsyila semalam, aku justru ikutan tidur." ucapnya meminta maaf kepada suaminya.
Radit pun menatap wajah istrinya yang terlihat menyesal karena telah tidur terlebih dahulu. Kemudian pria itu membawa kepala istrinya untuk bersandar di dadanya. "Walau misiku gagal, tetapi cintaku padamu tak pernah gagal Sayang. Cinta itu justru semakin tumbuh setiap harinya dan bersemi. Kan aku pernah bilang, penyatuan itu bukan sekadar hasrat semata. Aku mencintaimu melebihi semua itu." Ucap pria itu dengan sungguh-sungguh.
Hati Khaira pun begitu menghangat mendengar ucapan suaminya itu. Sekian tahun bersama dan membina rumah tangga, suaminya memang tidak tanggung-tanggung menghujaninya dengan cinta. Bukan sekadar di bibir saja, tetapi cinta yang dinyatakan dalam setiap perilaku dan tindakan.
Khaira lantas menggenggam erat kedua tangan suaminya. "Terima kasih karena selalu memahamiku. Maaf, juga semalam aku tidur lebih dulu. Maaf ya Mas." ucapnya yang tentu tak enak hati saat mendengar pengakuan suaminya yang semalam menunggunya.
"Tidak apa-apa Sayang... tetapi, lain kali porsi dobel boleh?" tanya pria itu sembari mengangkat satu alisnya.
Khaira pun tergelak mendengar ucapan suaminya. "Ya ampun, aku dulu berbuat apa sih di masa lalu, kok Tuhan memberikanku suami paling modus tapi paling jujur sedunia."
Sama halnya dengan Khaira, Radit pun juga tergelak. "Bercanda Sayang ... penting sekarang kamu sehat, Arsyila sehat, dan baby kita ini sehat. Jadi kapan nih adek bayinya mau ditengokin dan cek up ke Dokter? Kita ajak Kakak Arsyila juga ya mempersiapkan Arsyila menjadi Kakak sejak dini." ucap pria itu sembari mengusap lembut perut istrinya yang masih rata.
Khaira lantas menaruh tangannya di atas tangan suaminya yang masih bertengger di atas perutnya. "Iya Papa ... nanti ajakin Kakak Arsyila untuk nengokin Debay. Sekalian konsultasi untuk couvade syndrom ini, Pa ... jujur aku khawatir banget tiap kali Papa bangun di pagi buta cuma karena mual dan muntah. Maafkan kami berdua ya...."
__ADS_1
Happy Reading🥰
Yang baca part ini dan senyum-senyum sendiri, siapa hayo? 😋