Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Menikmati Senja


__ADS_3

Mengerjap. Radit dan Khaira sama-sama menjauhkan wajahnya satu sama lain setelah ciuman mereka di bawah gemerlap sinar senja nan kemerah-merahan.


Perpaduan Surya tenggelam menuju ufuk Barat itu benar-benar membuai keduanya. Hingga kini mereka merasa salah tingkah, lantaran telah berciuman menyalurkan ungkapan cinta mereka di tempat terbuka.


Senyuman mengembang dari wajah Khaira, rona senja sejenak menyamarkan rona di dua pipi Khaira. Sementara Radit berusaha bersikap biasa saja, dengan satu tangannya yang masih melingkari pinggang istrinya.


Keduanya saling tersenyum kikuk dengan mata yang enggan bersitatap satu sama lain. Dari balik bahu suaminya, Khaira sejenak melirik pada Dimas dan Metta yang duduk tidak jauh dari mereka.


Menurutnya Khaira cukup beruntung karena Metta dan Dimas nampak memejamkan matanya sambil berpelukan. Setelahnya dia kembali mengalihkan pandangannya dengan menatap deburan ombak yang menghasilkan buih-buih saat menyapa pasir. Pemandangan indah di depan mata yang membuat Khaira begitu bahagia, sedikit liburan memang membuatnya memiliki daya lagi untuk kembali menggeluti aktivitasnya di kemudian hari.


"Kenapa Sayang?" tanya Radit yang sejujurnya dia mengamati dengan begitu detail setiap gerakan istrinya.


Khaira hanya menggelengkan kepalanya, matanya masih belum berani menatap pada wajah suaminya.


"Kamu kalau malu-malu gitu bikin aku tambah gemes tahu." ucapnya berbisik di telinga istrinya.


Khaira masih enggan menjawab, dia hanya tersenyum dan malu melihat suaminya saat ini. "Jangan deket-deket nanti bisa-bisa kita keciduk dari kamera CCTV loh Mas." ucap Khaira yang membuat suaminya tertawa.


Radit mendaratkan telapak tangannya di atas puncak kepala istrinya. "Kamu ini bisa-bisanya Sayang ... tenang aja, kita pasangan halal." ucapnya dengan penuh percaya diri.


"Pasangan halal pun kalau enggak bisa menjaga diri dengan baik bisa diciduk juga Mas." sahut Khaira.


"Itu cara paling romantis untuk menikmati senja, Sayang. Kapan lagi kita duduk berdua beralaskan pasir putih, melihat gulungan ombak, Cakrawala di atas seolah menyatu dengan air di bawah, dipayungi bias rona senja. Indah bukan?" ucap pria itu yang mendeskripsikan suasana senja yang begitu indah itu.


Khaira pun menganggukkan kepalanya. "Bener banget, tapi aku malu Mas. Aku gak sadar udah membalas ciumanmu di tempat terbuka seperti ini." sahut Khaira sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


Radit mengurai telapak tangan Khaira yang masih menutupi wajahnya itu. "Jangan tutupi wajah kamu yang cantik ini, Sayang ... Kamu benar-benar cantik. Senja ini tak secantik dirimu." ucap Radit sembari menatap wajah istrinya dengan begitu lekat.


Khaira pun memukul dada suaminya itu. "Gombal banget sih...." ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.


Radit pun tertawa. "Jangan digituin bibirnya, nanti aku sun lagi loh...." godanya yang membuat Khaira mendaratkan cubitan di pinggangnya.


Radit mengaduh sembari menahan tawa. Khaira sementara menyandarkan kembali kepalanya di bahu suaminya. "Terima kasih Mas ... rasanya semua waktu terbaikku, aku lewati bersama."


Dengan sedikit menundukkan kepalanya dan mencoba menyelami apa yang tersirat di wajah cantik istrinya, Radit pun merasa lega. Jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia juga merasa hal yang sama. Semua waktu terbaiknya dia lewati bersama Khaira.


"Sama Sayang ... setiap momen dalam hidupku, aku lalui bersamamu. Terima kasih selalu menggenggam tanganku, di saat hariku berselimut kabut beberapa minggu yang lalu pun, tangan ini yang setia menggenggam tanganku, memberiku kekuatan, memberiku semangat untuk bangkit, merawatku dengan tulus. Terima kasih." Radit mengutarakan isi hatinya dengan begitu tulus kepada Khaira.


Sementara Khaira mendengarkan ucapan terima kasih yang mampu menggetarkan hatinya. Sekalipun Khaira tidak membutuhkan terima kasih, karena dia melakukan semuanya dengan begitu tulus.


Khaira memejamkan matanya, membiarkan waktu berlalu sejenak. Menikmati pelukan hangat bermandikan cahaya senja yang merona dengan suaminya.


"Aku pun sama Mas ... semua waktu yang ku lalui bersamamu sangat berharga. Ke depannya, jika aku berada di hari yang mendung bahkan berselimut awan tebal, kamu juga akan selalu bersamaku kan Mas? Kamu akan menjaga dan merawatku juga kan?" tanya Khaira sembari menautkan jemarinya dengan jemari suaminya.


Radit mengeratkan genggamannya di tangan istrinya. "Di dalam hatiku, aku selalu berdoa kiranya kamu selalu sehat dan bahagia, Sayang ... aku tidak ingin harimu berselimut mendung. Biarkan aku saja yang merasakannya. Karena jika aku yang mengalaminya, aku yakin bersamamu, aku akan bisa melalui semua. Namun, jika kamu yang kesakitan, mungkinkah aku bisa dan mampu melewatinya. Aku tidak yakin. Jadi, biarkan aku saja yang mengalami semua hari berkabut itu. Tugasmu adalah menemaniku."


Mendengar ucapan suaminya, hati Khaira terasa begitu hangat. Semakin hari Khaira semakin yakin bahwa dia telah melabuhkan hati dan memasrahkan dirinya pada sosok pria yang tepat.


"Terima kasih Mas ... sudah tentu aku akan selalu mendampingimu. Seperti janjimu, kita menua bersama ya? Biarkan kasih kita tetap bertaut seperti ini." ucap Khaira sembari menatap kedua manik kelam milik suaminya.


"Iya ... kita menua bersama Sayang. Selalu temani aku, dampingi aku. Bersamamu aku yakin, sekalipun hari-hari yang kulalui tidak semuanya baik, tetapi ada kamu yang seolah menjadi Surya yang paling terang dalam hidupku." ucapnya sungguh-sungguh.

__ADS_1


Khaira lantas menggenggam kedua tangan suaminya. "Di cuaca bagus, cuaca buruk, maupun cuaca yang biasa saja, kita akan selalu bersama. Bergandengan tangan seperti ini. Aku percaya dengan menggenggam tanganmu, semua hari yang kulalui adalah hari yang baik. Setiap waktu yang kuhabiskan bersamamu adalah waktu yang paling bersinar dalam hidupku." ucap Khaira yang kali ini menyatakan perasaan terdalamnya kepada suaminya.


Sepasang matanya nampak berkaca-kaca saat dia mengutarakan isi hatinya, tetapi Khaira pun memancarkan senyuman yang begitu indah di hadapan suaminya.


Radit menganggukkan kepalanya. "Pasti Sayang ... kita akan selalu bersama, bergandengan tangan seperti ini. Benar yang kamu katakan, bersamamu semua hari terasa bersinar. Setiap waktu yang kuhabiskan bersamamu juga adalah waktu yang paling bersinar dalam hidupku. Mari kita saling mencintai, saling memiliki, saling mendukung satu sama lain. Aku benar-benar mencintaimu, Sayang..."


Khaira tersenyum dan menghela nafasnya. Dia kembali menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Senja yang kulalui bersamamu selalu istimewa, Mas ... bukan senjanya yang istimewa, tapi karena kamu yang berada di sisiku yang membuat momen ini menjadi begitu istimewa. Aku juga mencintaimu...."


Sudah tentu semua momen berharga, tetapi yang membuat momen berharga kian istimewa itu adalah keberadaan orang spesial yang selalu menemani kita. Bagi Khaira, Radit adalah orang istimewa yang selalu berada di sisinya.


...🍃🍃🍃...


Dear All,


Mampir juga ke Novel karya temen aku ya...


Berjudul Alice's Love Story dari Author Senja_90.



Satu lagi di Novel Romansa Bias dan Zee karya Bubu.id



Happy Reading 💕💜

__ADS_1


__ADS_2