
Seolah kesempatan berharga datang silih berganti untuk Khaira. Jika sebelumnya, Kepala Prodi di kampusnya menawarkan kepadanya untuk menjadi Dosen Pendamping Praktik Lapangan dan Dosen Pendamping Skripsi, kali ini pihak kampusnya menawarkan kepada Khaira untuk menjadi salah satu pengisi materi untuk para mahasiswa yang notabene adalah mahasiswa baru. Bukan sekadar menyampaikan materi sesuai tema yang diberikan, tetapi juga memberikan motivasi bagaimana caranya bisa memperoleh scholarship ke luar negeri. Setidaknya para mahasiswa bisa dipacu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri juga.
“Bisa ya Bu Khaira, mengisi acara nanti di Bogor. Kalau seputar Teknologi dan Pendidikan kan Bu Khaira sudah bisa, sekarang ditambah juga bagaimana caranya menjadi awardee untuk beasiswa ke luar negeri. Biar mahasiswa lebih semangat dan bisa mengikuti jejaknya.” ucap Bapak Sudjono yang merupakan Kepala Prodi di fakultas tempat Khaira mengajar.
Sebenarnya Khaira ingin menolak, tetapi kampus terlebih dahulu sudah memutuskan. Dia hanya berharap dengan jadwal yang sudah disusun oleh kampus ini akan disetujui oleh suaminya. Tugasnya begitu sampai di rumah adalah meyakinkan suaminya supaya memberikannya izin untuk mengikuti acara tersebut selama 2 hari di Bogor.
Malam harinya, Khaira duduk mendatangi Radit dengan membawa surat tugas yang sudah diberikan oleh kampusnya dan juga susunan acara selama di Bogor nanti.
“Mas, aku mau ngobrol boleh?” tanya Khaira dengan gugup. Dia hanya takut, jika suaminya tidak mengizinkannya, sementara kampus sudah terlebih dahulu menyusun jadwal dan susunan acara.
“Hmm, apa Sayang?” Radit lantas menaruh handphone yang sebelumnya dia pegang.
Pertama yang dilakukan Khaira adalah menyerahkan surat penegusan dan susunan acara kepada suaminya, “Ini … aku diminta kampus untuk mengisi acara ini. Kampus udah nyusun duluan, padahal aku boleh oke-in.:” akunya dengan jujur.
Radit lantas membaca surat dan juga susunan acara tersebut, pria itu lantas membolakan matanya saat mengetahui bahwa Khaira akan pergi ke Bogor selama dua hari.
“Harus dua hari ya Sayang?” tanyanya sembari cemberut setelah tahu bahwa acara di kampus itu berjalan selama dua hari.
Khaira pun mengangguk, “Iya Mas … dua hari. Gimana?”
“Satu hari aja gak bisa yah?” tawarnya kepada istrinya.
“Keliatannya enggak bisa Mas, soalnya itu kampus yang atur. Aku aja kaget karena tiba-tiba di kasih surat itu dan susunan acaranya. Sudah tidak bisa menolak, Mas. Maaf.” Khaira meminta maaf kepada suaminya karena memang kampus yang sudah menyusunnya sedemikian rupa.
Dengan berat hati Radit pun mengangguk, “Ya sudah … tidak apa-apa, tetapi pulangnya biar aku jemput Sayang. Aku akan berada di sana, di acara terakhir ini.” ucap pria itu.
Sekalipun perkataannya terdengar posesif, tetapi Khaira hanya tersenyum karena itu adalah suaminya yang memang selalu memperhatikan dirinya. Bentuk cintanya kepada sang istri.
__ADS_1
Khaira pun mengangguk, wanita itu lantas mencium pipi suaminya dengan tiba-tiba.
“Makasih Mas Raditku Sayang … udah dibolehin ikutan ini. Cuma dua hari kok, artinya cuma semalam aja aku perginya.” ucapnya sembari mengedipkan matanya.
Radit justru memeluk istrinya itu, melingkari pinggangnya dengan kedua tangannya, dan mencerukkan wajahnya di tulang belingkat istrinya. “Mana bisa aku tidur sendirian tanpa kamu Sayang. Ranjang kita akan dingin deh,” ucap pria itu sembari menghirup aroma wangi dari tubuh istrinya itu.
Khaira pun balas memeluk suaminya itu, “Cuma semalam saja kok Mas, makasih ya Mas.” ucapnya mengucapkan terima kasih.
***
Di Bogor …
Hari ini menjadi hari bagi Khaira untuk mengisi acara dari kampus itu di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya Khaira enggan pergi karena tidak merasa keberatan harus meninggalkan Arsyilla, tetapi suaminya meyakinkannya bahwa dia bisa menjaga Arsyilla di rumah. Selain itu, Radit sendiri yang menyiapkan berbagai obat, vitamin, hingga susu ibu hamil kemasan UHT untuk dibawa istrinya itu.
Rasanya lega karena Radit benar-benar menjelma menjadi sosok suami yang bisa diandalkan dan juga dia selalu partner terbaiknya untuk mengasuh Arsyilla. Sehingga, saat harus mengikuti acara dari kampus selama 2 hari 1 malam, Khaira yakin bahwa di rumah suaminya itu akan bisa mengasuh Arsyilla dengan sangat baik.
"Apa syarat mendapatkan beasiswa di luar negeri?"
"Peluang yang dimiliki mahasiswa lulusan S1 itu sebanyak apa?"
"Berapa tunjangan hidup yang diberikan jika berkuliah di luar negeri?"
"Studi di luar negeri harus berapa lama?"
Sebagai seorang penyaji materi, maka Khaira pun menjawab semuanya itu satu per satu. Hasilnya, dia membuka diri kepada mahasiswa yang ingin bertanya tentang beasiswa di luar negeri dan syarat-syaratnya bisa langsung mengirimkan pesan ke emailnya, karena dia akan membalas email tersebut satu per satu.
Malam harinya, Radit mengirimkan berbagai pesannya untuk istrinya yang malam ini harus menginap di Puncak.
__ADS_1
[To: My Wifey]
[Malam Sayangku …]
[Obatnya jangan lupa diminum, susunya juga ya.]
[Kamu di sana baru ngapain?]
[Jangan kecapean ya. Ranjang kita dingin malam ini Sayang, enggak ada kamu.]
[Besok aku jemput ya.]
Sementara di Bogor sana, Khaira baru selesai menyampaikan materinya tentang teknologi dan pendidikan dan juga tips dan trik menjadi awardee untuk mendapatkan beasiswa. Intinya itu berani berusaha, saat ada pembukaan pendaftaran beasiswa, berani mencoba karena tanpa mencobanya kita tidak akan pernah memiliki pengalaman. Jikalau usai mencoba dan akhirnya gagal, ya berarti harus mencoba lagi tahun yang akan datang.
Banyak peserta juga yang mengajukan pertanyaan juga terkait bisa mendapatkan beasiswa hingga ke luar negeri. Rupanya memang banyak mahasiswa yang berminat untuk mencoba jalur beasiswa ke luar negeri.
Setelah semua acara selesai, Khaira yang sudah berada di kamarnya mulai melihat handphonenya. Dia tersenyum membaca deretan pesan dari suaminya itu. Kemudian dengan cepat dia menggerakkan jari jarinya untuk membalas pesan dari suaminya itu.
[To: Mas Radit]
[Ini baru selesai acaranya untuk malam ini Mas.]
[Besok kan sudah pulang, udah bisa bobok bareng lagi kan.]
[Arsyilla sudah bobok Mas?]
[Besok jangan lupa jemput aku ya, Love U Hubby.]
__ADS_1
Semua pesan itu meluncur. Pasangan itu masih melanjutkan saling bertukar pesan, sekalipun berjauhan tidak menyurutkan keduanya untuk saling berbagi rindu dan memperhatikan satu sama lain.Sembari berbaring, Khaira mengusap lembut perutnya yang di dalamnya ada si baby, “malam ini tidak ada yang mengusap-usap perut Mama ya Sayang … bobok sama Mama dulu ya. Besok sudah ketemu lagi kok sama Papa. Besok malam sudah ada Papa yang akan mengusap-usap kamu. Love U Adik.” gumam wanita itu sembari berharap esok pagi akan segera tiba, sehingga dia bisa kembali bertemu dengan suaminya.Tidak dipungkiri dirinya pun sudah sangat merindukan suaminya yang modus sedunia dan juga Arsyilla.