Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Safari Journey


__ADS_3

Mengunjungi Bali kali ini bukan sekadar melakukan baby moon untuk Radit dan Khaira. Akan tetapi, sekaligus mengajak Arsyilla jalan-jalan di Pulau Dewata. Kebetulan untuk jadwal hari ini adalah hari bebas bagi Radit, sehingga usai sarapan pria itu mencari mobil yang bisa disewa seharian. Tujuannya adalah tentunya untuk mengajak istri dan anaknya jalan-jalan.


"Hari ini Papa tidak ada pekerjaan, Syilla mau jalan-jalan kemana?" tanya Radit kepada Arsyilla.


"Ke kebun binatang, Pa." jawab Arsyilla dengan begitu cepat.


"Mama pengen kemana hari ini?" tanya Radit juga kepada istrinya itu.


Sementara Khaira hanya tersenyum, "Kemana aja asal sama Papa dan Syilla, Mama udah seneng." ucapnya kali ini dengan menatap wajah suami dan anaknya itu.


Radit pun lantas tersenyum, "Pengen kemana Sayangku? Nanti bisa ganti-gantian sama Syilla. Aku cukup menjadi driver kalian berdua aja."


Semua sikap dan bentuk perhatian dari seorang suami dan seorang Papa yang lebih mendahulukan apa yang diinginkan istri dan anaknya. Asalkan istri dan anaknya senang, itu sudah cukup bagi Radit.


"Iya Pa … sekarang ke kebun binatang dulu saja Pa. Kakak Syilla biar bisa lihat hewan-hewan di Bali Safari & Marine Park." ucap Khaira sembari merapikan kunciran Arsyilla.


"Iya Ma … mau ke Zoo ya Ma." sahut Arsyilla yang tampak begitu tertarik ingin mengunjungi Bali Safari & Marine Park.


Melihat Arsyilla yang sudah begitu excited, Radit kemudian mempersiapkan tas ranselnya yang berisi berbagai kebutuhan Arsyilla dan juga Khaira. Mulai dari baju ganti untuk Arsyilla, tissue basah dan tissue kering, snack, air putih, hand sanitizer, dan cookies khusus ibu hamil untuk istrinya. Semuanya dimasukkan dalam satu tas.


"Ya sudah, kita berangkat sekarang yuk … mumpung belum terlalu siang. Jadi nanti kalau Mama pengen ke tempat yang lain, bisa sekalian kita kunjungi." ajak Radit untuk berangkat sekarang juga.


Bali Safari & Marine Park adalah sebuah taman Safari yang didesain khusus berpadu dengan kebudayaan masyarakat Bali. Di tempat ini terdapat 60 spesies dan lebih dari 400 ekor satwa langka dari seluruh Nusantara yang dilindungi seperti Tapir, Jalak Putih, Harimau Sumatra, dan juga Babi Rusa. Selain itu, ada juga satwa dari negara India seperti Rusa Tutul, Beruang Himalaya, dan Nilgai.

__ADS_1


Sebuah tempat yang cocok dijadikan sebagai tempat wisata sekaligus edukasi bagi Radit dan Khaira untuk mengenalkan berbagai jenis satwa kepada Arsyilla.


Begitu telah sampai di Bali Safari Marine Park, keluarga kecil itu memilih menaiki sebuah bus yang dipergunakan sebagai transportasi khusus untuk melihat habitat mirip aslinya bagi para satwa.


"Kita naik ini ya Sayang, kalau kita ke Singapura Zoo ini disebut trem, Sayang." jelas Khaira kepada anaknya itu.


"Iya Ma … nanti kalau Syilla takut gimana Ma?" tanya Arsyilla dengan begitu polosnya.


Khaira pun mengusap puncak kepala Arsyilla, "Ada Papa dan Mama, Sayang … nanti kalau Arsyilla takut dipeluk Papa atau Mama ya. Sekarang kita lihat aneka satwa ya. Are you ready?" tanya Khaira kepada Arsyilla.


"Yeah, i am ready, Ma." jawabnya sembari mengangguk.


Dalam perjalanan Safari journey kurang lebih 30 menit itu, mulailah Khaira menjelaskan berbagai nama satwa yang mereka lihat. Tidak jarang kawanan Zebra, Badak, dan beberapa satwa lainnya seolah mengerumuni alat transportasi yang mereka tumpangi.


"Syilla takut Ma." ungkapnya dengan menyembunyikan wajahnya di pelukan Mamanya.


Khaira pun berusaha menenangkan Arsyilla dengan mengusap kepala Arsyilla perlahan hingga ke punggungnya.


"Itu Singa, Sayang … Syilla, ingat enggak julukannya Singa apa?" tanya Khaira yang mencoba mengalihkan ketakutan Arsyilla.


"Raja Rimba, Ma." jawabnya. Sekalipun takut dan masih menyembunyikan wajahnya, rupanya Arsyilla masih mau menjawab pertanyaan dari Mamanya itu.


"Ciri-ciri badannya Singa, apa saja Sayang?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Dia seperti kucing yang sangat besar, rambutnya panjang, giginya tajam, dia Raja Rimba, Ma." perlahan Arsyilla pun bisa menjawab pertanyaan dari Mamanya, sehingga gadis kecil memberanikan dirinya untuk melihat Singa itu.


Setelah melihat habitat Singa, mulailah mereka melihat aneka satwa lainnya. Khaira dan Radit pun menjelaskan dengan sabar kepada Arsyilla. Tidak lupa mengambil foto mereka bertiga sebagai kenang-kenangan bahwa mereka pernah mengunjungi Bali Safari Park ini bersama dengan Arsyilla. Setelahnya, Arsyilla pun meminta izin untuk bermain di tempat bermain yang masih berada di area Bali Safari Marine Park itu kepada Mama dan Papanya. Sehingga kini Radit dan Khaira, menunggu sembari mengamati Arsyilla yang tengah bermain.


“Abis ini mau ke mana Sayang? Mumpung masih siang, masih bisa mengunjungi tempat yang lain.” tawar Radit kepada istrinya itu.


“Jangan hanya menuruti apa yang menjadi kemauanku, Mas … mengikuti kemauan kamu pun tidak apa-apa loh.” sahut Khaira, itu semua karena memang Radit lebih memprioritaskan apa yang diinginkan istrinya dan anaknya. Pria itu sungguh adalah sosok yang mengalah dan tidak mementingkan dirinya sendiri.


Radit justru menggeleng, “Aku tuh penting buat kamu dan Syilla. Asal kalian berdua bahagia, aku pun udah bahagia banget. Maaf ya Sayang, babymoonnya biasa banget. Enggak bisa ajakin kamu ke private villa dan tempat romantis lainnya. Kita justru di hotel biasa dan aku sembari bekerja.” ungkapnya yang tidak bisa mengajak istrinya liburan romantis layaknya pasangan yang tengah babymoon.


“Enggak apa-apa Mas, ini aja aku udah seneng banget kok. Udah seneng bisa main ke Bali sama kamu dan Syilla. Lagipula ini kan dadakan juga, enggak masalah. Asalkan semua kota yang kutuju dan itu ada kamu, rasanya sudah cukup. Bukan kemewahan yang aku cari, tetapi semua kebahagiaan ini justru sangat terasa mewah di dalam hatiku.” ucapnya dengan sungguh-sungguh.


Radit pun tersenyum dan menatap wajah istrinya itu, “Makasih … dari dulu kamu itu tidak berubah. Kamu selalu menjadi sosok yang sederhana, tidak materialistis, tetapi justru bisa menerima semuanya. Makasih ya Sayang.”


Mendengar ucapan suaminya, Khaira justru tertawa, “Aku materialistis Mas, buktinya kan aku cuma minta kamu bekerja. Sejak dulu kan aku mendorongmu untuk bekerja, cowok kan keren kalau bekerja.”


Dengan cepat Radit pun mengangguk, “Iya Sayang … toh, sejak pulang dari Manchester menemani kamu sekolah, aku juga selalu bekerja.Gimana aku sudah menjadi pria yang kerena buat kamu dan Syilla belum?” tanyanya tiba-tiba kepada Khaira.


“Kamu selalu menjadi pria yang keren buat aku dan Syilla kok, Mas … kamu juga pasti akan jadi Papa yang keren dan sosok teladan buat baby boy ini.” ucap Khaira sembari mengelus perutnya yang kian hari kian membuncit itu.


Itulah keyakinannya bahwa suaminya itu selalu menjadi pria yang kerena di matanya dan di mata Arsyilla, harapannya Radit pun akan menjadi sosok yang kerena dan teladan untuk putranya nanti juga.


“Amin … semoga Syilla dan adiknya nanti bangga memiliki Papa sepertiku.” ucapnya kali ini dengan pandangan yang menerawang, seolah dia juga ingin merasakan bahwa anak-anaknya kelak akan bangga padanya.

__ADS_1


“Amin … sudah pasti mereka akan bangga padamu, Mas … sama seperti aku yang selalu bangga kepadamu. Makasih ya Mas, apa pun itu kamu selalu memprioritaskan aku dan Syilla. Kasih sayang dan perhatian darimu sangat besar untuk aku, Syilla, dan baby boy kita.” ucapnya dengan sungguh-sungguh kepada suaminya itu.


__ADS_2