
"Aku memang pria berengsek, Khai...." ucapan itu lolos dari mulut Radit. Pria itu mengusap kasar wajahnya.
"Aku sudah melukaimu sedalam ini, aku hanya pria bodoh yang tidak bisa menyelesaikan semua masalah, akhirnya justru semakin berlarut-larut. Maafkan aku, Khai ... Beberapa bulan terakhir bahkan aku tidak memberimu kabar, itu semua karena aku benar-benar sibuk dengan pekerjaanku , Khai... Aku terlalu menganggapmu tidak ada, dengan semua kesibukanku hingga aku sama sekali tak memberimu kabar. Maafkan aku Khai...Bahkan hari bahagia saat kamu wisuda pun aku tidak datang, aku memang suami yang gak berperasaan. Tetapi, hukumanmu ini terlalu berat, Khai... Kamu bahkan pergi tanpa berpamitan denganku."
Radit kembali mengamati setiap sudut kamar Khaira, foto pernikahan yang dulu ada di beberapa sudut kamar ini sekarang sudah tidak ada. Lalu Radit, merebahkan dirinya di atas tempat tidur Khaira. "Aku kangen kamu, Khai... Ya, aku kangen kamu, Khaira...." ucapnya lirih sembari meringkuk di atas tempat tidur Khaira. Membenamkan dirinya di atas tempat tidur Khaira dan berharap masih mendapatkan jejak-jejak yang tersisa dari Khaira di tempat tidur itu.
Benarlah pepatah mengatakan, seringkali kita benar-benar merindukan kehadiran seseorang yang berharga dalam hidup kita, jika orang tersebut telah pergi dari hidup kita.
Itu pula yang dirasakan Radit, ia baru menyadari betapa ia merindukan Khaira, setelah Khaira berada jauh di negeri seberang. Setelah semua peluang dan harapan untuk menemuinya tidak bisa lagi. Terpisah Jakarta - Inggris adalah jarak yang sangat jauh. 11.811 km adalah jarak yang membentang di antara keduanya kini. Dengan jarak yang begitu jauh, berada di dunia benua berbeda mungkinkah keduanya akan kembali bertemu?
***
Beberapa hari kemudian, Radit memilih untuk kembali ke rumahnya yang ia beli untuk Felly sekaligus Radit ingin mengakhiri hubungannya dengan wanita yang telah diperjuangkannya cukup lama.
Seperti biasa, Felly menyambut kedatangan Radit di rumah dengan sikapnya yang manja.
"Berhari-hari baru pulang sih Ay? Untung aku juga shift malam, kalau enggak masak aku di rumah sendirian. Kamu sibuk banget ya, sampai dua hari enggak pulang." ucap Felly dengan penuh rayu kepada Radit.
Sementara sejak bertemu Felly, Radit justru bersikap dingin dan tidak begitu menghiraukan Felly. Pria itu hanya ingin segera mengambil keputusan final untuk menyelesaikan semuanya.
__ADS_1
"Ada yang perlu aku omongin sama kamu." Radit menghela nafasnya sejenak, "Keliatannya aku gak bisa lanjutin hubungan kita lagi."
Ucapan Radit ibarat petir di siang bolong bagi Felly. Bahkan ia sungguh tak menyangka bahwa Radit yang akan mengakhiri hubungan keduanya.
"Aku menalakmu. Detik ini juga kamu bukan lagi istriku."
Lidah Radit terasa kelu saat mengucapkan kata Talak, tetapi melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bagaimana Felly telah bersikap tidak setiap, maka Radit mengambil keputusan talak. Ketika talak diucapkan begitu saja oleh Radit, yang justru semakin membuat Felly naik pitam.
"Oke, aku juga tidak masalah. Lagipula, aku memang sudah tidak mencintaimu. Kamu hanya aku manfaatkan selama ini. Kamu saja yang terlalu naif." Felly pun yang tengah emosi akhirnya mengakui bahwa selama ini ia hanya memanfaatkan Radit. Ya itu semua karena Radit memang selalu memberikan apa yang dia mau, berkaitan dengan uang, Radit akan tipe pria yang royal.
"Ya aku yang terlalu naif karena sudah mempercayaimu selama ini, aku sudah berjuang walau pun hati kecilku tahu bahwa kau tak mau berjuang bersamaku." Sahut Radit dengan emosinya yang juga tak kalah mendidih. "Lagi pula sekarang sudah ada laki-laki lain yang bisa menghidupimu dan memuaskan hasratmu kan, jadi sekarang pergilah."
Radit menatap tajam Felly, "Andai menampar seorang wanita tidak berdosa mungkin tangan ini sudah melayang hingga ke wajahmu. Akan tetapi, aku masih menahannya. Seorang pria tidak akan mengangkat tangannya pada seorang wanita. Ingatlah, Fell... Usai ini kuharap kita tak akan bertemu lagi, aku tidak ingin lagi melihat wajahmu atau tahu menahu tentangmu. Sekarang pergilah dari sini."
"Dan, ingat aku sangat menyesal telah berpura-pura di sampingmu untuk waktu yang lama." Lagi Felly berbicara dan sontak ia meninggalkan Radit.
Radit mengusap wajahnya, "Hmm, jadi benar selama ini kau hanya pura-pura bertahan di sisiku untuk sebatas mendapat uangku. Aku memang bodoh, tetapi aku tidak akan melakukan kebodohan lagi usai peristiwa ini. Aku memang gagal, tapi aku gak akan melakukan kesalahan yang sama. Kini aku tahu, siapa yang layak dan harus kuperjuangkan. Aku akan mempertaruhkan semuanya untuk kembali padamu, Khai... Tunggu aku, aku akan datang Khai... Aku akan mencarimu."
***
__ADS_1
Manchester, Inggris
Sementara itu Khaira yang sudah berada di Manchester, gadis itu memilih menyibukkan diri dengan menata apartemennya.
Lantaran tinggal di negara asing dengan keterbatasan transportasi, maka Khaira memilih menyewa apartemen yang berada tidak jauh dari kampusnya.
Khaira memilih menyewa apartemen dengan jarak 2,7 km dari kampusnya, membutuhkan kurang lebih 30 menit untuk berjalan kaki, sementara di jam tertentu juga akan ada bus yang melintas dari Oldfield Road.
Apartemen dengan konsep studio di mana terdapat satu tempat tidur, dapur, area belajar, dan satu kamar mandi dalam itu akan menjadi persinggahan Khaira selama 2 tahun ini.
Setelah tiba di Manchester, ia segera mencari apartemen dengan harga yang pas di kantongnya. Beberapa waktu ia gunakan untuk beristirahat lantaran masih jetlag. Setelah itu, gadis itu mulai menata apartemen itu sesuai dengan apa yang ia mau. Ia mengganti sprei dan bedcover, membersihkan dapur, kamar mandi, menata pakaian dan buku-bukunya. Membuat ruangan satu kamar itu menjadi senyaman mungkin. Tidak lupa Khaira menaruh pigura foto pernikahannya di beberapa sudut di apartemennya.
"Hmm, berada di tempat sejauh ini pun aku masih mengingatmu." ucap Khaira sembari jemarinya membelai wajah Radit di foto yang ia pegang.
"Aku sudah pergi sejauh ini pun, otakku masih memikirkanmu, hatiku masih berharap suatu saat kau akan datang. Walau aku tahu, posisiku sama sekali tidak ada artinya di dalam hidupmu, Mas ... jangankan untuk bersama, kenangan manis saat kita masih kecil pun sudah lenyap dari ingatanmu, kau sudah melupakanku untuk sekian tahun lamanya. Aku yang bodoh, karena memilih menjatuhkan Cinta pertamaku padamu. Kita berhasil disatukan dalam ikatan suci pernikahan, namun tidak ada ikatan hati yang terjalin di antara kita berdua."
Lalu, Khaira menaruh foto pernikahannya di atas nakas yang berada di sebelah tempat tidurnya.
"Dengan foto ini aku akan mengenangmu, Mas. Mengenang pinanganmu tanpa cinta yang berhasil merenggut semua kebahagiaan dalam hidupku." Ucapnya sendu dan lagi-lagi air matanya berderai membasahi wajah ayunya.
__ADS_1