Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Kembali Menemui Aksara


__ADS_3

Hari ini kembali memasuki hari libur, untuk weekend kali ini Khaira dan Radit berencana untuk mengunjungi Aksara. Mereka selama ini tidak hanya memberikan dana pendidikan untuk sekolah Aksara, tetapi mereka juga beberapa kali mengunjungi Aksara di Panti Asuhan.


"Ayo Papa ... kita jadi enggak ke Panti Asuhan nengokin Aksara?" tanya Khaira yang sudah bersiap bersama Arsyila.


Sementara Radit masih nampak rebahan di tempat tidurnya. Hanya mengamati istri dan anaknya yang selalu kompak berdua.


Enggan menjawab, Radit justru merentangkan kedua tangannya. "Sini Papa dicium dulu dong, abis itu kita berangkat ya."


Arsyila langsung berlari memeluk Papanya dan mencium pipi Papanya.


"Muachh ... Udah Papa." ucap gadis kecil itu dengan bola matanya yang bening.


Radit mencium balik pipi Arsyila. "Ada yang kurang Sayang. Mamanya belum cium Papa, jadi Papa gak akan berangkat." godanya supaya istrinya menciumnya terlebih dahulu.


Khaira hanya geleng-geleng melihat kelakuan suaminya yang sama sekali tidak berubah, hobinya minta disayang.


"Mama ... ayo Ma, Papa disayang dulu supaya kita bisa berangkat." pinta Arsyila kepada Mamanya dengan polosnya.


Perlahan Khaira pun mendekati anak dan Papa itu di tempat tidur, kemudian Khaira mencium pipi Arsyila terlebih dahulu. Setelah mencium kedua pipi Arsyila, barulah dia mendekati suaminya dan mengecup pipi suaminya itu.


"Modus banget sih di depan Arsyila juga." ucap Khaira sembari berbisik di telinga suaminya itu.


"Gak papa Sayang ... Arsyila justru tahu kalau Papa dan Mamanya saling mengasihi. Dia belajar konsep keluarga kan dari rumah, dari Mama dan Papanya." balas Radit sembari mencium pipi istrinya itu.


Melihat Papa dan Mamanya, Arsyila kini memposisikan diri di tengah-tengah keduanya. "Ayo Pa ... Syila mau ketemu Kakak di sana." anak berusia 3 tahun itu sudah merajuk dan ingin segera menemui Aksara.


Dengan segera Radit pun berdiri dan menggendong Arsyila turun ke bawah, sementara Khaira mengekori anak dan Papa yang kompak berdua itu. Begitu di bawah, Radit segera mendudukkan Arsyila di car seat yang sudah dipasang tepat di belakang kursi kemudinya.


"Arsyila sudah siap?" tanya Radit sembari menghidupkan mobilnya.


"Siap Captain... Let's go." jawabnya sembari berteriak.

__ADS_1


Sementara Khaira hanya melihat keakraban Arsyila bersama Papanya dengan hati yang hangat.


"Syila duduk yang manis ya. Kalau mengantuk boleh bobok dulu. Nanti Mama bangunkan kalau sudah sampai di tempat Kakak." ucap Khaira memberitahu kepada Arsyila.


Dengan cepat Arsyila menganggukkan kepalanya. "Okay Mama...."


Mulailah Radit mengemudikan mobil itu dengan kecepatan sedang. Tidak berselang lama, mereka telah tiba di Panti Asuhan tempat mereka pertama kali bertemu dengan Aksara. Rupanya hubungan keluarga Radit dan Aksara tidak berhenti, karena Radit dan Khaira beberapa bulan sekali mengunjungi Aksara di Panti Asuhan tersebut. Bahkan hingga Arsyila telah berusia 3 tahun, dia sudah mengenal seorang Kakak laki-laki bernama Aksara.


"Selamat siang Bu Lisa...." sapa Radit dan Khaira bersamaan menyapa pengurus Panti Asuhan tersebut.


"Bapak dan Ibu Radit ... mari-mari silakan. Pasti ingin bertemu Aksara ya? Ini pasti Arsyila kan? Wah, sekarang sudah besar ya?" sapa Bu Lisa dengan ramah kepada mereka bertiga.


"Saya Arsyila, Oma...." ucap anak kecil itu memperkenalkan dirinya.


Ibu Lisa pun sedikit berjongkok dan menaruh satu tangannya di wajah Arsyila. "Halo Arsyila Sayang ... benar ini Oma, Sayang." sapa perempuan paruh baya itu dengan lembut.


"Ma ... Syila punya Nenek, Kakek, Eyang, dan Oma ya Ma ... lengkap semua yang Syila punyai." ucap Arsyila sembari menengadah menatap wajah Mamanya.


Arsyila pun segera menganggukkan kepalanya. "Suka Ma ... Syila sangat suka." ucapnya dengan wajah yang nampak tersenyum berseri-seri.


Ibu Lisa pun kembali berdiri. "Saya panggilkan Aksara nya ya Bapak, Ibu, dan Arsyila. Ditunggu sebentar ya."


Nampak Ibu Lisa berjalan ke dalam Panti Asuhan untuk memanggil Aksara. Tidak sampai lima menit, bocah laki-laki yang kini sudah duduk di bangku Sekolah Dasar itu berlari menemui Radit, Khaira, dan Arsyila.


"Ayah ... Ibu ... Adek ...." sapanya sembari berlari dan mencium punggung tangan Radit dan Khaira.


"Hei...." sapa Radit dan Khaira bersamaan. Mereka kemudian satu per satu memeluk Aksara. "Bagaimana kabarmu Nak?" tanya Khaira sembari memeluk Aksara.


Aksara pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aksara baik Ibu. Kemarin waktu ujian semester Aksara mendapat rangking satu. Nilai Matematika Aksara mendapat nilai 100." ceritanya dengan girang.


Sekali lagi Khaira memeluk Aksara dengan penuh kasih sayang. "Good job Aksara. Pokoknya Aksara sekolah yang pandai ya. Sekolah yang pintar, supaya suatu hari nanti Aksara menjadi orang yang berhasil." nasihat Khaira kepada Aksara.

__ADS_1


Entah mengapa Khaira begitu menyayangi Aksara. Sekalipun Aksara hanya seorang anak yang tinggal di Panti Asuhan, tetapi Khaira menyayangi Aksara dan berharap suatu hari nanti Aksara akan menjadi seorang yang berhasil dalam hidupnya.


"Ayah ... Ibu ... Aksara punya sesuatu untuk Adek Arsyila. Tunggu sebentar ya, Aksara ambilkan dahulu di kamar." Aksara kembali berlari ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu bagi Arsyila.


Tidak menunggu waktu lama, Aksara kembali dengan sebuah buku berwarna pink di tangannya. Dengan senyuman lebar, dia menyerahkan buku itu untuk Arsyila.


"Syila suka Disney Princess Putri Aurora kan? Kakak waktu lomba di sekolah mendapat hadiah buku ini. Kakak ingat kamu menyukai Putri Aurora. Jadi, ini buat kamu ya...." ucapnya dengan kedua tangan yang memegang buku berwarna pink berjudul "Aurora - Sleeping Beauty" kepada Arsyila.


Dengan cepat Arsyila menerima buku itu. "Yeay, aku mendapat buku baru Mama...." gadis kecil itu berteriak kegirangan mendapatkan buku kesukaannya.


Khaira kemudian berjongkok dan mengusap puncak kepala Arsyila. "Kalau diberi sesuatu oleh orang lain, ucapkan apa Sayang?" ucap Khaira dengan lembut.


Mengerti kode yang diberikan sang Mama, Arsyila pun tertawa. "Terima kasih Kakak ... Mau tidak membacakan buku ini untuk Syila." ucapnya sembari meminta kepada Aksara untuk membacakan buku tersebut.


Nampak Khaira dan Radit mengangguk menatap Aksara. "Boleh Nak...." giliran Radit yang berbicara dan mengizinkan Aksara untuk membacakan buku itu untuk Arsyila.


"Kita baca sambil duduk di taman itu mau?" tanya Aksara sembari menunjuk pada taman kecil yang berada di samping Panti Asuhan tersebut.


Arsyila pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Aksara. Lantas keduanya sama-sama duduk di bangku taman berwarna putih dan Aksara mulai membacakan buku itu untuk Arsyila.


Rupanya Arsyila pun unjuk kebolehan juga di hadapan Aksara. Dia ikut membaca beberapa halaman dari buku itu. Aksara nampak kaget melihat Arsyila yang sudah mulai membaca di usianya yang baru tiga tahun.


"Wah, kamu jago sekali Arsyila. Kamu sudah bisa membaca ya...." pujinya kepada Arsyila.


"Iya... Karena Mama dan Papa selalu membacakan buku buat aku, lama-lama aku juga bisa membaca seperti Mama dan Papa." jawab Arsyila sembari menganggukkan kepalanya dan kembali membaca buku dongeng itu bersama dengan Aksara.


...🍃🍃🍃...


Dear All,


Numpang promosi ya. Silakan pembaca semua bisa mampir ke Novel temanku, berjudul Mantan Terindah. Karya Rini Sya. Tinggalkan jejak di sana yah... ❤

__ADS_1



__ADS_2