
Selesai dengan sarapan spesial yang dibuatkan oleh suaminya, Khaira pun lantas meminta kepada suaminya itu untuk mengantarkannya menuju rumah mertuanya untuk menjemput Arsyilla. Ada satu hal yang akhir-akhir menyita perhatian Khaira, yaitu anaknya yang lebih sering menginap di rumah Kakek Nenek atau Eyangnya itu.
“Mas, kok Syilla sekarang jadi sering menginap di rumah Kakek Nenek atau Eyangnya sih?” tanyanya kepada suaminya itu.
Sementara itu Radit tampak mengedikkan bahunya, “Aku enggak tahu juga Sayang … mungkin saja Syilla nya baru pengen, Sayang … kenapa?” tanyanya kepada sang istri.
“Enggak sih … aku cuma pikir-pikir akhir-akhir ini Syilla jadi sering menginap di rumah Kakek atau Eyangnya. Ya kalau memang Syilla yang pengen sih, aku enggak masalah. Hanya saja jangan sampai kehamilanku menjadikan Syilla tidak nyaman di rumah dan merasa kekurangan kasih sayang dari Mamanya.” ucap Khaira pada suaminya.
Tidak dipungkiri bahwa seorang anak sulung akan merasa berkurangan kasih sayang yang dia terima dari Mamanya saat sang Mama tengah mengandung adiknya. Perhatian yang dulu dicurahkan hanya untuk si sulung, kini harus dibagi dengan adiknya yang masih berada di dalam kandungan. Sungguh, Khaira tidak ingin itu terjadi.
Dengan cepat Radit pun menggeleng, “Tidaklah Sayang … kamu tetap Mama yang baik untuk Syilla kok. Bahkan bedrest pun, kamu bela-belain main sama Syilla dan suapin dia sekalipun kamunya berada di atas tempat tidur.” ucap Radit yang menilai bahwa Khaira tidak berubah, istrinya itu tetap memprioritaskan Arsyilla di tengah kehamilan keduanya kali ini.
“Benarkah Mas?” tanyanya lagi guna mendapat kepastian.
“Iya Sayang … kamu tetap memprioritaskan Syilla kok. Aku saksimu, Sayang … aku melihat sendiri dengan mata kepalaku sendiri, kamu tetap menjaga dan mengasuh Arsyilla dengan baik. Ya sudah,yuk turun. Kamu pasti sudah kangen sama Syilla kan?” pria itu menghentikan mobilnya dan kemudian menggandeng tangan istrinya itu untuk memasuki rumah orang tuanya.
Rupanya, pintu rumah Bunda Ranti dan Ayah Wibi sudah terbuka, dan Syilla lah yang membukakan pintu bagi orang tuanya itu. Gadis itu berlarian menghambur pada kedua orang tuanya.
“Mama … Papa.” ucapnya dengan kegirangan.
“Syilla Sayang …” sahut Radit dan Khaira bersamaan.
“Syilla kangen Mama dan Papa.” Gadis itu kembali bersuara, sembari mencium pipi Papa dan Mamanya.
Begitulah luapan kerinduan dari seorang anak kepada orang tuanya. Baru berpisah semalam saja, rupanya mereka bertiga sudah sama-sama kangen. Baik Khaira dan Radit pun mencium pipi Arsyilla.
“Mama dan Papa juga kangen Syilla.” sahutnya dengan mengusap puncak kepala Arsyilla dengan lembut.
__ADS_1
Setelahnya, mereka bertiga memasuki kediaman keluarga Wibisono itu.
“Eyang … Papa dan Mama datang.” ucap Arsyilla sembari sedikit berteriak, memberitahukan bahwa Papa dan Mamanya sudah datang.
Kemudian mereka duduk di ruang tamu, “Bagaimana kalian sehat?” tanya Bunda Ranti kepada anak dan menantunya itu.
“Alhamdulillah, sehat Bunda.” jawab Khaira dan juga Radit.
“Apa benar ya Khai, kemarin itu Syilla cerita kalau dia akan punya adik cowok ya?” tanya Bunda Ranti secara langsung kepada Khaira.
Khaira pun tersenyum mendengar pertanyaan dari Bunda Ranti itu, “Iya Bunda … hasil USG sih, baby boy, Bunda.” jawabnya sembari mengelus perutnya yang membuncit.
Bunda Ranti pun justru tertawa, “Alhamdulillah … jika benar baby boy. Cucunya Eyang sudah lengkap. Yang cewek kan Arsyilla, yang cowok nanti adiknya. Sudah lengkap sepasang.” ucapnya sembari menatap Khaira dengan wajah yang bahagia.
“Radit pinter kan Bun, bisa memberikan cucu sepasang buat Bunda dan Ayah.” ucap pria itu sekenanya, ucapan yang membuat Khaira memincingkan matanya dan menepuk paha suaminya itu.
“Kamu bisa aja, Dit … itu semua pemberian Allah, kalian hanya perantaranya.” ucap Bunda Ranti yang sembari menggelengkan kepalanya, mendengar celetukan dari anaknya itu.
Pertanyaan yang membuat Bunda Ranti tersenyum, “Ah, itu hanya mitos saja Khai … buktinya sekarang kamu juga cantik, kulit kamu juga bersih, enggak kusam. Itu hanya tradisi lisan yang diucapkan turun temurn kok. Gak usah terlalu dipikirkan.Kalau Radit macem-macem, dan mengatai kamu bilang saja sama Bunda, biar Bunda yang menjewernya.” ucap Bunda Ranti.
“Enggaklah Bunda … di mata Radit, Khaira tetap cantik.Cantiknya gak ada obatnya.” ucap pria itu sembari melirik Khaira.
Rupanya Arsyilla pun mendengar ucapan Papanya itu, sontak gadis kecil itu ikut bersuara, “Iya ya Pa … cantiknya Mama itu mantap jiwa.Enggak ada obatnya ya Pa.” sahutnya sembari mengangkat dua ibu jari tangannya.
Rupanya memang benarlah kata pepatah ‘Children See Children Do.” Sebatas mendengar dan melihat bagaimana Radit sering kali berbicara kepada istrinya, membuat Arsyilla pun hafal dengan beberapa jargon yang diucapkan Papanya itu seperti jargon mantap jiwa dan gak ada obat.
“Tuh … Arsyilla udah copy paste Papanya.” sahut Khaira dengan cepat.
__ADS_1
Bunda Ranti pun turut tertawa melihat aksi gemas cucunya itu. Rupanya Arsyilla memang dalam tahap imitatif, sehingga dia akan menirukan apa pun dari orang sekitarnya, terutama dari kedua orang tuanya.
“Kemarin malam Syilla ceritanya kalau Mamanya hamil baby boy, waktu periksa ada monasnya. Artinya babynya nanti baby boy. Syilla seneng katanya mau punya adik laki-laki.” cerita Bunda Ranti kepada Radit dan Khaira.
Khaira pun mengangguk, “Iya benar Bunda … beberapa minggu lalu waktu periksa sih, hasil USG-nya cowok. Doakan ya Bunda, tidak berubah. Khaira dan babynya juga sehat-sehat sampai waktunya melahirkan nanti. Sekalian nanti, kalau Khaira melahirkan, Khaira nitip Syilla ya Bunda.” pintanya kepada Bunda Ranti untuk menitipkan Arsyilla saat dirinya melahirkan nanti.
“Aman Khai … kamu tidak usah memikirkan itu. Sudah pasti kami akan menjaga Syilla. Kamu fokus sama kehamilan dan masa bersalin nanti. Bunda dan Ayah pasti selalu mendoakan kamu dan si bayi supaya sehat sampai hari persalinan nanti. Kalau dulu melahirkan normal sakit banget, Caesar juga tidak apa-apa tow Khai … jangan terlalu memaksakan diri.” nasihat Bunda Ranti kepada menantunya.
Khaira mengangguk, “Iya Bunda … nanti gampang Bunda. Toh Mas Radit juga tidak memaksa Khaira, mau normal atau Caesar Mas Radit tetap support Khaira.” ungkapnya kali ini.
Mendengar jawaban dari menantunya itu, seolah Bunda Ranti pun merasa lega. Dia tahu pasti bahwa momen melahirkan adalah perjuangan seorang wanita yang benar-benar berada di antara hidup dan mati, selain itu Bunda Ranti begitu lega karena putranya benar-benar menjadi sosok suami yang mensupport Khaira.
Setelah itu, Bunda Ranti pun tersenyum, “Khai, dulu kan waktu hamil Syilla kita rayakan dengan membuat pengajian 4 bulanan. Di kehamilan yang kedua ini, nanti kita buat siraman di kehamilan 7 bulan saja ya? Memakai tradisi Jawa yang Mitoni (upacara bulan ketujuh pada seorang wanita yang hamil) itu ya.” tawarnya kepada Khaira.
Merasa tidak enak dengan acara yang ingin dibuatkan oleh mertuanya, Khaira pun mengangguk, “Iya Bunda … kami ikut saja. Namun, kalau bisa tidak perlu mengundang Fanny ya Bunda. Khaira meminta itu.” permintaan khusus dari seorang Khaira secara langsung kepada Bundanya itu.
Memahami bahwa memang ada masalah, Bunda Ranti pun mengangguk, “Iya Sayang … Bunda tidak akan mengundang mereka.Bunda sangat tahu. Selain itu, Bunda juga pengennya rumah tangga kalian berdua selalu harmonis sampai kalian menjadi Kakek dan Nenek. Itu harapan dan doa Bunda untuk kalian berdua. Saling mengisi satu sama lain, saling mencintai satu sama lain, dan selalu kuat bersama.” ucap Bunda Ranti kali ini dengan tulus.
Tidak ada lagi yang menjadi kebahagiaan bagi orang tua selain melihat anak-anak mereka hidup bahagia bersama pasangan, dan melihat cucu-cucu mereka yang tumbuh sehat dan bahagia.
...🍃🍃🍃...
Dear All My Bestie,
Aku membawa kabar dulu kalau cerita Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta akan tamat kurang lebih akhir bulan atau usai lebaran ya.
Akan tetapi, jangan khawatir karena kisah akan berlanjut pada pertemuan kembali Aksara dan Arsyilla saat dewasa nanti. Supaya kalian tidak ketinggalan ceritanya, yuk follow akun aku ya.🥰
__ADS_1
Ini spoiler untuk covernya nanti. Yang pasti ceritanya akan seru, seseru kisah cinta orang tua mereka. 😉💓💓