Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Kembali Mengunjungi Panti Asuhan Aksara


__ADS_3

Sebagaimana janjinya Radit kepada Arsyilla, akhir pekan ini dia mengajak Arsyilla untuk kembali mengunjungi Panti Asuhan tempat mereka mengunjungi Aksara hampir di setiap bulannya. Akan tetapi, beberapa bulan terakhir rasanya berbeda karena Aksara sudah dijemput oleh orang tua kandungnya. Sehingga kali ini, kunjungan ke panti asuhan hanya untuk mengantar Arsyilla saja dan juga membagikan beberapa mainan dan sedikit makanan dan susu untuk anak-anak yang ditinggal di sana.


Satu hari sebelum ke Panti Asuhan …


Khaira dan Arsyilla tengah memilih mana saja mainan milik Arsyilla yang akan dibagikan untuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Sebelumnya Radit sudah memberitahu Arsyilla, supaya Arsyilla mau berbagi dan memberikan mainannya yang tidak lagi terpakai untuk anak-anak di panti asuhan yang membutuhkan.


“Coba sekarang Syilla pilih ya mainan mana saja yang akan Syilla berikan untuk adik-adik yang ada di panti asuhan nanti ya.” Khaira memberikan kesempatan kepada Arsyilla untuk memilih dan memutuskan mainan mana saja yang sekiranya sudah tidak dia pakai.


Terlihat Arsyilla melihat mainannya satu per satu, kemudian dia melihat satu kontainer plastik yang sudah disiapkan oleh Mamanya.


“Yang mana ya Ma?” tanya Arsyilla yang seolah ragu.


Kemudian Khaira pun tersenyum dan memeluk putrinya itu, “Syilla simpan yang masih mau Syilla pakai untuk bermain. Sedangkan kalau Syilla merasa bahwa mainan ini sudah tidak Syilla mainkan bisa diberikan untuk temannya yang lebih membutuhkan. Pilih yang Syilla sukai dan masih berguna untuk Syilla saja ya.”


Apa yang diucapkan Khaira bukan sekadar mengajari Arsyilla untuk memilih, tetapi dia juga sedang mengajarkan untuk berbagi. Mengajari anak untuk memiliki jiwa berbagi harus dimulai sejak dini. Membagi itu buka hanya memberikan apa yang tidak sukai, tetapi membagi juga kita belajar mencukupkan diri dengan barang yang ada.


Perlahan Arsyilla pun mengangguk, dia melihat dan memegang mainannya satu per satu, kemudian mulainya dia bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya, memasukkan mainan yang sudah tidak pakai dalam satu kontainer plastik. Mulai dari boneka, mobil-mobilan, dan beberapa jenis mainan lainnya.


“Syilla yakin akan berikan ini semua? Jika sudah diberikan tidak boleh diminta lagi loh ya … harus ikhlas. Okay?” ucap Khaira lagi untuk memastikan bahwa Arsyilla tidak akan mencari lagi semua mainan yang sudah dia berikan nanti. Sebab prinsip dalam memberi adalah harus ikhlas.


Tampak Arsyilla menganggukkan kepalanya, “Iya Ma … Syilla ikhlas kok Ma. Nanti belikan makanan, biskuit bayi, dan Susu untuk teman-teman di sana ya Ma.” ucap Arsyilla sembari menatap Mamanya.


Khaira pun mengangguk, dalam hatinya dia begitu bersyukur karena Arsyilla tumbuh menjadi pribadi yang mau berbagi. “Iya Sayang … kemarin Papa sudah belikan makanan, biskuit bayi, dan susu untuk teman-teman Arsyilla di sana. Kakak Syilla kok baik sih, nanti sama adiknya Kakak Syilla baik juga enggak?” tanya Khaira sembari menaruh satu tangan mungil Arsyilla ke atas perutnya.


Arsyilla justru menunduk dan mencium perut Mamanya yang kian hari kian membesar itu, “Mama perutnya Mama buncit ya Ma kayak badut.” ucapnya sembari mengusap-usap perut Mamanya.


Merasa tingkah lucu Arsyilla yang menyebut perutnya seperti badut, Khaira pun tertawa. “Badut perutnya buncit ya Sayang? Berarti nanti kalau perut Mama tambah besar Mama kayak badut ya?” tanyanya sembari tertawa.

__ADS_1


“Enggak Ma … Mama kan cantik. Badut kan hidung merah kayak tomat, matanya bulat. Mamaku kan cantik.” pujinya kepada sang Mama.


Sungguh menyenangkan mengasuh Arsyilla dan menemani gadis itu setiap hari dalam lingkungan tumbuh kembangnya. Rasanya ini adalah kebahagiaan yang tidak akan bisa Khaira tukar dengan apa pun juga.


“Ya sudah … besok kita ke tempatnya Kakak Aksara dulu ya. Arsyilla tidak boleh menangis ya? Kan Kak Aksaranya sudah bahagia sekarang bersama Mama dan Papanya.”


Perlahan Arsyilla pun mengangguk, “Okay Ma …”


Flashback off


...🌸🌸🌸...


Sekarang di Panti Asuhan Kasih Bunda, ketiganya kembali mengunjungi panti asuhan ini setelah beberapa bulan tidak mengunjungi tempat ini. Seperti biasa, Bu Lisa akan menerima mereka dengan ramah dan senang hati.


“Selamat siang Oma Lisa …” sapa Arsyilla kepada perempuan paruh baya yang menjadi pimpinan panti asuhan tersebut.


“Kabarnya kabarnya Pak Radit dan Bu Khaira?” tanya Bu Lisa kepada Radit dan Khaira. “Wah, sudah sekian bulan, akhirnya Bu Khaira datang kemari dengan membawa kabar bahagia ya Bu. Sudah berapa bulan?” tanya Bu Lisa yang melihat perut Khaira yang kian membuncit.


Khaira pun tersenyum dan perlahan mengelus perutnya itu, “Alhamdulillah Bu … kembali dipercaya sama Allah untuk mengandung lagi. Sudah 21 Weeks Bu.” jawabnya dengan tersenyum.


“Wah, sehat-sehat selalu ya Bu Khaira. Pasti Arsyilla bakalan senang banget nih akan memiliki adik.” sahut Bu Lisa.


“Iya Oma … Syilla akan menjadi Kakak, Oma. Syilla mau menjadi Kakak yang baik.” ucap Arsyilla dengan spontan yang membuat Bu Lisa, Radit, dan Khaira sama-sama tertawa.


Rasanya panti asuhan ini dan Bu Lisa sudah menjadi bagian dalam hidup ketiganya. Berawal dari sekadar ingin berbagi kasih saat kelahiran Arsyilla, justru di tempat inilah mereka seperti mendapat keluarga yang bukan diikat dari darah, tetapi keluarga yang mereka dukung dan support.


“Kami datang ingin sedikit berbagi Bu …” ucap Radit dengan menyerahkan beberapa makanan dan susu bayi kepada Bu Lisa.

__ADS_1


Sedangkan Arsyilla pun turut memberikan satu kontainer plastik yang berisi mainan, “Oma … ini buat adik-adik dan teman-teman di sini ya Oma.” ucap Arsyilla yang terlihat begitu senang membagikan mainannya itu.


“Terima kasih banyak Pak Radit, Bu Khaira, dan Arsyilla. Oma terima semuanya ini ya. Adik-adik dan teman-teman di sini pasti senang sekali mendapatkan semua ini dari kalian.” ucap Bu Lisa yang tampak berkaca-kaca menerima pemberian dari keluarga Radit itu.


Lantaran mereka datang menjelang bulan puasa, maka Khaira pun bertanya apakah boleh melakukan buka puasa di panti asuhan tersebut, “Bu, sebentar lagi kan memasuki bulan Ramadhan, bolehkah saat puasa nanti kami membuat acara buka puasa bersama bersama anak-anak yang ada di sini. Jika Ibu berkenan, kami akan sangat senang bisa berbuka puasa dengan anak-anak yang ada di sini.” ucap Khaira yang meminta izin kepada Bu Lisa.


“Dengan senang hati silakan Bu … kami membuka pintu kami selebar-lebarnya untuk keluarga Ibu. nanti tolong kabari kami hari, tanggal, dan jamnya saja Bu … sebab ada donatur dan juga orang-orang yang juga ingin membuat acara buka puasa di tempat ini. Terima kasih Bu, karena sudah menaruh hati Ibu untuk anak-anak yang berada di panti asuhan ini.” ucap Bu Lisa yang justru merasa bersyukur karena Khaira dan keluarga selalu menaruh hatinya untuk anak-anak di panti asuhan tersebut.


Setelahnya, mereka pun meminta izin untuk menemani Arsyilla bermain di taman yang ada di dalam panti asuhan. Ada ayunan, seluncuran, dan bak pasir yang biasanya menjadi tempat bermain anak-anak. Tentunya, semua mainan yang ada di taman ini sangat berharga untuk Arsyilla karena dulu dia sering bermain dengan Aksara. Bermainan ayunan dan juga seluncuran. Kini gadis kecil itu bermain sendiri, beberapa kali wajahnya terlihat lesu, tetapi dia sudah berjanji kepada Mamanya bahwa dia tidak akan menangis.


Sebagai orang tua, Radit dan Khaira pun tahu bahwa wajah Arsyilla terlihat tidak bersemangat, dan wajahnya terlihat lesu saat bermain ayunan dan seluncuran sendiri. Karena itulah, Radit pun menghampiri putrinya itu, “Yuk, main sama Papa Sayang … Syilla naik ayunannya Papa akan ayun ya … Papa dorong dari belakang ya.” ucapnya. Sebab dia sangat ingat bahwa saat Arsyilla menaiki ayunan tersebut, dulu Aksara sering mendorong Arsyilla perlahan.


Kini Radit ingin mengisi kekosongan itu, tidak dipungkiri bahwa putrinya merasa ada yang kurang, karena itulah dia segera berinisiatif untuk menemani Arsyilla bermain. Akan tetapi, baru beberapa saat mereka bermain berdua, ada anak-anak seumuran Arsyilla yang juga bermain di taman itu. Dengan sendirinya, Arsyilla pun berbaur dengan anak-anak dari panti asuhan tersebut dan bermain bersama. Wajahnya yang semula lesu dan tidak bersemangat kini sudah kembali tertawa bergembira dengan bermain dengan anak-anak yang lainnya.


...🍃🍃🍃...


Dear All My Bestie,


Mampir juga ke karya teman aku ya... Silakan masukkan ke beranda dan tinggalkan jejak di sana.





Love U All,

__ADS_1


Kirana🧡


__ADS_2