Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Kode Komunikasi


__ADS_3

Dalam diam rupanya Radit mengamati bagaimana istrinya itu sedang sounding dengan babynya yang masih berada di dalam kandungannya. Hatinya melimpah dengan rasa syukur tiap kali melihat istrinya yang sangat menikmati masa kehamilannya. Di matanya melihat istrinya tengah mengobrol dengan babynya justru menunjukkan bahwa istrinya itu adalah sosok penyayang dan lemah lembut. Dahulu pun, Radit begitu terkesan saat istrinya itu terlihat menyayangi Arsyilla bahkan sejak di dalam kandungan. Sekalipun saat mengandung Arsyilla dulu, Khaira masih sangat muda, tetapi justru Khaira memperlihatkan dia adalah sosok Ibu yang hebat dan penuh kasih sayang.


Tanpa sepengetahuan Khaira, diam-diam Radit mengambil potret istrinya yang tengah duduk dan melakukan sounding itu. Perlahan pria itu mengusap layar handphonenya dan memperbesar hasil jepretannya itu. Senyuman pun mengembang di sudut bibirnya.


"Kamu cantik Sayang … betapa beruntungnya aku memilikimu dalam hidupku. Istri yang baik, Mama yang hebat dan penuh kasih sayang. Momen-momen seperti inilah yang terkadang membuat bahagia sekaligus sesak. Bahagia karena bisa mengabadikan momen kehamilanmu dengan kedua mataku, dan sesak karena aku tahu tidak mudah bagi seorang wanita menikmati fase demi fase kehamilan yang sangat panjang hingga 9 bulan lamanya." ucap pria itu sembari memperhatikan potret istrinya di handphonenya.


Setelahnya, Radit perlahan berjalan dan menghampiri istrinya yang tengah terduduk di ranjang. Menelisipkan satu tangannya ke pinggang istrinya.


"Kamu baru ngapain Sayang?" tanyanya sembari melabuhkan satu ciuman di pipi istrinya itu. Bukan lantaran pipi istrinya yang semakin chubby sehingga sangat enak untuk dicium, tetapi memang itulah ungkapan cinta dan kasih sayangnya untuk istrinya itu.


"Aku baru sounding sama babynya nih Mas … gak nyangka sudah 37-38 weeks. Gak sabar rasanya pengen ketemu baby A. Dari awal tahu positif sampai sekarang udah mau lahiran, rasanya ajaib banget. Enggak nyangka bisa sampai di fase ini. Tinggal persiapan untuk bisa bertemu dengan baby boy." ucapnya sembari tersenyum.


Radit perlahan menunduk dan mencium perut istrinya itu. Kemudian, Radit menumpukan kepalanya di paha istrinya dan menghadap perut buncit istrinya itu.


"Hai Baby Boynya Papa … kamu di dalam sini baru ngapain Sayang? Sehat-sehat dulu di perut Mama dulu ya. Nanti kalau kamu lahir disambut Papa, Mama, dan Kakak Syilla ya. Kalau bisa jangan membuat Mama terlalu kesakitan ya Sayang." ucapnya.


Kali ini sesungguhnya tidak sekadar melakukan sounding, tetapi dalam hatinya dia ingin istrinya tidak terlalu kesakitan saat melahirkan nanti. Dengan melakukan sounding, sapa tahu proses persalinan nanti akan dipermudah.


Rupanya mendengar suara Radit, baby boy yang masih di dalam perut Khaira itu juga merespons, dia bergerak di dalam sana. Pergerakannya yang layaknya sebuah tendangan membuat Radit tertawa.


"Ya ampun, kamu gerak Sayang … aktif banget sih kamu, nanti kalau kamu sudah besar kita main futsal bersama ya. Papa ajakin kamu main bola, nanti Papa belikan jersey Manchester United. Pasti seru." lanjut Radit sembari mengusapi perut istrinya itu.

__ADS_1


Sementara Khaira tersenyum, kini wanita itu justru tangannya bergerak untuk mengusapi kepala suaminya yang sedang menumpu di pahanya dan mengajak babynya berbicara itu. Di matanya, Radit pun juga adalah pria yang penuh kasih sayang. Suami yang perhatian juga.


"Sudah diprospek jadi pasukan Red Army ya Mas?" tanyanya sembari tertawa.


Dengan cepat Radit pun mengangguk, "Iya ... harus dong. Baby suit yang Manchester United lucu juga tuh Sayang. Belikan dong buat baby boy." pintanya kali kepada istrinya itu.


"Oke Mas, aku beli online saja ya. Soalnya aku tidak tahu di mana belinya." sahut Khaira.


"Iya Sayang ... kamu mau beli apa juga beli saja, nanti aku isiin saldonya." ucap pria itu yang kini berbaring dan menatap wajah istrinya.


Diperhatikan oleh suami sendiri justru membuat Khaira merasa malu, hingga akhirnya Khaira cepat-cepat mengajukan pertanyaan lainnya kepada suaminya itu.


"Enggaklah … enggak keberatan dan enggak ngaruh juga Sayang. Kenapa kamu stretch marks ya?" tanyanya.


Khaira menggeleng, "Enggak sih, cuma mungkin karena kulit terlalu mengembang, terkadang gatal rasanya, tapi enggak aku garuk sih." jawabnya sembari tertawa.


Memahami pasangan sebenarnya bukan sekadar saat pria bertanya A, maka wanita akan menjawab. Komunikasi pasangan suami istri tidak sesederhana itu. Terkadang banyak kode yang harus dipecahkan dan juga butuh rasa kepekaan untuk memahami apa yang tengah diucapkan oleh masing-masing pasangan. Bahkan tidak jarang ada perkataan yang bergeser maknanya. Misalnya, masih lama? Itu adalah kode bahwa kita tengah membutuhkan bantuan dari pasangan kita.


Maka dari itu, Radit pun perlahan bangkit. Dia mengambil sebotol minyak zaitun yang ada di meja rias istrinya. Kemudian kembali duduk di ranjang bersama istrinya. Tanpa bertanya, pria itu sedikit mengangkat piyama istrinya hingga menunjukkan perut buncit istrinya yang tengah hamil itu. Kemudian dia menuangkan sedikit minyak zaitun di bagian perut itu dan mengoleskannya hingga rata.


"Yang gatal bagian mana lagi? Biar aku kasih minyak zaitun. Kalau bisa ditahan jangan sampai digaruk, Sayang. Bilang saja sama aku, nanti aku olesin sama minyak zaitun, ya walaupun kalau stretch mark pun enggak masalah juga buatku." ucapnya sembari terus meratakan cairan minyak zaitun di perut istrinya itu.

__ADS_1


Setidaknya Radit peka dengan apa yang diucapkan oleh istrinya itu. Langsung bertindak, begitu istrinya mengatakan atau mengeluhkan sesuatu.


"Makasih … baik banget sih Mas." ucap Khaira berterima kasih kepada suaminya itu.


Radit pun tersenyum, "Aku harus pandai-pandai membaca kode yang kamu kirimkan Sayang. Kakinya mau sekalian dikasih minyak zaitun?" tawarnya kepada istrinya itu.


"Enggak … jangan, enggak sopan, Mas." sergahnya dengan cepat.


"Kalau dikasih biar aku olesin sekalian, biar kulit di kaki kamu juga terawat. Kan kandungan vitamin E dari minyak zaitun ini bagus kelembaban kulit. Gak apa-apalah, bukan masalah sopan dan tidak sopan, tetapi ini caraku untuk merawat kamu." Radit menjawab sembari matanya meneliti kandungan dari minyak zaitun itu.


"Makasih loh Mas, aku sudah dirawat sedemikian rupa. Justru bikin aku merasa tidak enak." Khaira menjawab dengan jujur.


Kebaikan dan perhatian yang berlebihan memang terkadang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Sebab, jika kita tidak mampu membalas semua sikap tersebut, justru meninggalkan rasa tidak enak di dalam hati.


Radit pun tertawa, "Kamu juga sudah merawatku dengan sangat baik Sayang. Sekali lagi ini bukan tindakan balas budi ya, tetapi karena aku cinta sama kamu."


Khaira pun tersenyum, perlahan dia mendekat guna mengikis jarak antaranya dia dengan suaminya itu. Perlahan, tetapi pasti wanita itu melabuhkan bibirnya di pipi suaminya. Menciumnya dengan penuh perasaan dan dengan wajah yang tersenyum ceria.


"Apa pun yang sudah kamu lakukan, aku menghargai dan menyukainya. I Love U, My Hubby." ucapnya dengan wajah yang bersemu merah di sana.


Radit pun tersenyum dan pria itu juga turut melabuhkan bibirnya di atas bibir istrinya. Mengecupnya dengan begitu dalam dan membiarkannya di sana untuk sekian detik lamanya. "I Love U Too, My Wife." balasnya kepada sang istri.

__ADS_1


__ADS_2