Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Arsyila's Turning One


__ADS_3

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan pun berganti bulan. Bayi kecil bernama Arsyila itu tidak terasa telah berusia satu tahun.


Ulang tahun pertama, biasanya menjadi momen berkesan untuk anak dan juga orang tuanya. Tumbuh kembang sang anak mulai dari lahir, mencapai setiap tahap milestones-nya hingga mencapai usia satu tahun akan tahapan tumbuh kembang yang luar biasa. Oleh karena itu, banyak orang tua yang merayakan hari ulang tahun untuk anak mereka.


Begitu pula bagi Radit dan Khaira, mereka ingin mengenang momen bertambahnya satu tahun usia putri kecil kesayangan mereka. Setidaknya ada sebuah foto yang akan menjadi pengingat bagi mereka berdua di kemudian hari.


Malam sebelum perayaan ulang tahun Arsyila, Radit nampak menatap istrinya dengan pandangan yang berbeda. Khaira yang merasa tengah diperhatikan pun bertanya kepada suaminya.


"Kenapa sih Mas, mandangin aku kayak gitu." tanya Khaira yang saat itu sedang menemani Arsyila bermain di playmart.


Radit yang semula duduk di sofa pun, turun ikut duduk bersama istri dan anaknya di playmart. "Gak apa-apa Sayang ... Arsyila besok ulang tahun, kamu juga ulang tahun." ucapnya.


Khaira yang belum ngeh pun bertanya kepada suaminya. "Maksudnya apa Mas?"


Radit pun tersenyum. "Kamu juga merayakan satu tahun menjadi seorang Mama. Artinya kamu ulang tahun juga kan?" ucapnya yang justru membuat Khaira tertawa.


Suaminya memang pria paling bisa, obrolan mereka tidak sebatas membicarakan Arsyila, banyak obrolan yang sering mereka lakukan untuk menambah keharmonisan keluarga. Sesungguhnya dalam berumahtangga yang dinamakan nafkah batin bukan sekadar hubungan suami istri, tetapi juga berbagai kegiatan bonding lainnya adalah implementasi dari nafkah batin itu sendiri. Saling berpegangan tangan, berbicara hati ke hati, memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukan, semua itu adalah berbagai cara membangun keharmonisan rumah tangga.


"Jika aku ulang tahun, kamu ulang tahun juga Mas ... karena kamu juga tepat setahun menjadi seorang Papa. Papa Radit nya Arsyila." ucap Khaira sambil mencubit pipi suaminya. Entah rasanya dia gemas dengan suaminya itu sehingga ingin mencubit pipi suaminya itu.


"Aw ... sakit Sayang. Jangan dicubit dong. Mending di-sun aja. Pasti aku lebih seneng." ucapnya sembari mengusap pipinya.

__ADS_1


"Syila Sayang ... Lihat Papa kamu tuh, bikin Mama gemes." ucap Khaira sembari merapikan rambut hitam Arsyila.


Radit pun tertawa. "Mama sukanya ngadu ke Arsyila...."


"Besok ulang tahun buat Arsyila kita buat di rumah saja ya Mas. Sederhana aja, di rumah sama Kakek Nenek dan Eyangnya." ucap Khaira.


Radit pun mengangguk setuju. "Iya, kamu atur saja Sayang. Kita mau makan bertiga keluar juga gak papa kok."


Khaira pun memikirkan sesuatu, dia rasa dia punya ide untuk merayakan ulang tahun pertama putri kecilnya. "Mas, beli peralatan dekorasi pesta ulang tahun yuk ... kita dekorasi sendiri aja buat Arsyila. Pakai balon, pita, tulisan happy birthday juga. Nanti kalau Arsyila bobok, kita sulap ruangan di ruang tamu itu." ucap Khaira dengan mata nampak berbinar mengungkapkan idenya kepada sang suami.


"Ya sudah ... aku keluar dulu bentar ya. Kirim pesan ya Sayang apa aja yang harus kubeli. Balon, pita, dan lainnya mau warna apa? Biar aku beliin." tanyanya yang sudah bersiap berdiri dan mengambil kunci mobilnya.


Khaira belum menjawab, Radit sudah kembali mengeluarkan suaranya. "Gak usah dijawab Sayang ... aku sudah tahu. Pink kan?" tebakannya dengan penuh percaya diri.


...🌺🌺🌺...


Keesokan harinya adalah harinya Arsyila. Bayi kecil yang sudah mulai belajar berjalan di usianya yang pertama itu tengah berulang tahun. Semalaman Mama dan Papanya mendekorasi ruang tamu mereka dengan balon-balon dan pernak-pernik dekorasi lainnya. Tidak lupa Radit memesan sebuah kue ulang tahun untuk putri tercintanya.


Menjelang sore, ketika Radit pulang dari bekerja bersama dengan Kakek Nenek dan juga Eyang Kakung dan Eyang Putrinya, ulang tahun Arsyila dirayakan dengan sederhana di rumah.


Happy Birthday to you

__ADS_1


Happy Birthday to you


Happy Birthday Arsyila


Happy Birthday to you....


Lagu ulang tahun dinyanyikan bersama, Radit bersama Khaira dan Arsyila meniup kue ulang tahun itu. Sekalipun hanya di rumah dan hanya dirayakan sederhana, tetapi mereka akan memiliki sebuah memori yang tersimpan indah untuk mengenang tumbuh kembang Arsyila.


Tidak lupa Kakek dan Eyangnya memberikan hadiah untuk cucu pertama mereka itu. "Selamat ulang tahun ya Arsyila Sayang ... cucunya Eyang yang cantik." ucap Bunda Ranti sembari memberikan sebuah kado ulang tahun untuk Arsyila.


Pun demikian dengan Nenek nya yang juga memberikan kado untuk Arsyila. "Ini hadiah dari Kakek dan Nenek. Selamat ulang tahun ya cucunya Nenek...." ucap Bunda Dyah sembari mencium pipi chubby cucunya itu.


"Arsyila sudah satu tahun aja Khai ... Kamu enggak pengen berikan adik buat Arsyila? Biar sekalian repotnya kalau udah tinggal pakai kontrasepsi lagi. Kalau terlalu lama jaraknya katanya justru seperti mengulang dari awal lagi." tanya Bunda Ranti yang juga diangguki Bunda Dyah.


Sebelum menjawab, Khaira melirik sekilas kepada suaminya yang duduk di hadapannya. "Khaira belum siap Bunda ... masih trauma waktu melahirkan kemarin. Lagipula Arsyila belum lepas ASI." jawab Khaira dengan jujur.


Mendengarkan jawaban menantunya, Bunda Ranti pun menganggukkan kepalanya. "Sesiapnya kamu saja Khai ... Kalau Bunda sih yang penting punya anak satu lagi Khai. Kalau anak cuma satu, kasihan ke anaknya karena dia tidak punya saudara di rumah. Supaya anak belajar berbagi, kecerdasan sosialnya juga terlatih kan. Dulu banget, Bunda ingat Radit waktu masih kecil sering nangis karena di rumah tidak ada temen. Yang menjadi temennya Radit ya cuma Ayah dan Bunda. Dia sering merasa kesepian. Sewaktu di Jogja, dia bisa main sama kamu. Setelah pindah di Jakarta, susah lagi mendapatkan temen." cerita Bunda Ranti panjang lebar.


Khaira pun mempertimbangkan cerita dari Bundanya. Jika dibilang trauma saat melahirkan, tentu saja Khaira trauma. Akan tetapi, Arsyila pun membutuhkan adik yang akan menstimulasi perkembangan sosialnya.


"Nanti kalau Khaira sudah siap ya Bunda ... minimal Arsyila biar bisa lepas ASI dulu. Jadi lulus ASI sampai S2 nya. Setelah itu, coba Khaira bicarakan dengan Mas Radit ya Bunda. Kalau kami sama-sama bicarakan berdua kan lebih enak, Bunda ... Jadi Khaira pun tahu bagaimana saran dari Suami." jawab Khaira dengan sopan.

__ADS_1


Bunda Ranti pun setuju. "Iya, jangan jadikan perkataan Bunda sebagai beban ya ... jangan dimasukkan hati. Bagaimana pun Bunda menyayangi kalian. Sesiapnya kamu saja Khai...." ucap perempuan paruh baya itu dengan tulus.


__ADS_2