Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta

Berbagi Cinta: Meminang Tanpa Cinta
Seasons 2 - Semua Hanya Masa Lalu


__ADS_3

"Untung Khaira yang menjadi Istri lo, bukan yang ono." celetuk Dimas dengan tiba-tiba.


Tentu saja satu kalimat yang diucapkan Dimas menimbulkan rasa penasaran untuk Metta. Sebab, Metta juga tidak pernah tahu masa lalu suami sahabatnya. Yang dia tahu, Khaira menikah dahulu karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Selebihnya, Khaira tidak pernah membagi masalahnya dengan siapa pun.


"Yang ono sapa Yah?" tanya Metta kepada Dimas.


Perlahan Dimas melihat Khaira, kemudian menggelengkan kepalanya, "Enggak... Enggak ada kok." jawab Dimas dengan tersenyum aneh.


Radit pun juga tidak tahu bahwa temannya itu kali ini hampir saja bocor, untung saja pembicaraannya terputus. Kemudian Radit menatap pada istrinya. Berharap istrinya baik-baik saja, tidak memasukkan celotehan Dimas ke dalam hati. Pasalnya memang Khaira tengah hamil, sedikit pembicaraan yang tidak berkenan di hati pun bisa merusak mood seorang ibu hamil.


"Sapa sih Kak Radit? Jadi dulu pernah punya pacar ya sebelum sama Khaira?" tanya Metta yang seolah masih penasaran. Bahkan secara tiba-tiba dia bertanya langsung kepada Radit.


"Semua hanya masa lalu. Sudah tidak penting. Sekarang yang terpenting itu Khaira dan Arsyilla." jawab pria itu sembari merangkul bahu istrinya. Sedikit tindakan afektif diharapkan bisa meredakan rasa bad mood di hati istrinya itu.


Seolah turut membenarkan omongan Radit, Dimas pun berbicara, "Iya ... Gak usah membahas masa lalu lagi. Kan juga udah berakhir lama. Sorry ya Khai..." dia meminta maaf kepada Khaira karena merasa tidak enak dengan Khaira.


Khaira pun mengangguk, "Iya gak apa-apa. Lagian kan semua orang punya masa lalu. Jadi enggak apa-apa." sahut Khaira. Sebenarnya bukan hanya dia yang berbicara, tetapi dia sekaligus meyakinkan hatinya sendiri bahwa kisah lama suaminya itu benar-benar sudah berlalu. Maka, Khaira akan menganggap bahwa semua itu sudah berada di belakangnya.


Metta lantas mengangguk, "Bener sih... Cuma kadang aku jadi kepo kan ya. Namun, memang wajar aja kalau dulu sebelum menikah kita-kita ini punya pacar. Kecuali Khaira, aku tahu sendiri kalau dia enggak pernah punya cowok. Sekali punya, langsung deh punya suami." cerita Metta bahwa Khaira memang tidak pernah memiliki cowok sebelumnya.

__ADS_1


Sementara hanya tersenyum. Lagian, memang masa mudanya dulu hanya dihabiskan untuk mengejar ilmu. Bahkan pernikahannya pun dahulu sudah diatur oleh kedua orang tuanya. Belum pernah punya pengalaman pacaran, langsung menikah. Pahitnya berumah tangga juga sudah dia cecap rasanya. Merutuki masa lalu pun tidak gunanya lagi, karena sekarang suaminya benar-benar sudah berubah dan mencintainya dengan seutuhnya dan sepenuhnya.


Berusaha mengalihkan pembicaraan, giliran Radit yang mulai berbicara, "Aku mendapatkan Khaira sebagai istriku itu anugerah banget. Tanpa perlu aku mencari-cari, justru Tuhan sudah sediakan seperti dia."


Mendengar perkataan Radit, tiba-tiba Dimas pun tertawa. "Memang sih, lo berubah banyak banget sejak sama Khaira. Ya, dari dulu kamu itu baik. Sekarang lebih baik dan tambah bijak. Gue seneng sih." ucapnya lagi kepada Radit.


Hari sudah hampir sore, Radit dan Khaira kemudian berpamitan kepada Metta dan Dimas. Bahkan mereka juga membuat janji akan giliran main ke rumah Radit dan Khaira.


"Kamu enggak memasukkan omongannya Dimas ke dalam hati kan Sayang?" tanya Radit sembari menggenggam tangan istrinya. Pria itu cukup mengendalikan stir mobil dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain untuk menggenggam tangan istrinya itu.


Dengan cepat Khaira menggelengkan kepalanya, "Enggak... Bagiku semua itu hanya masa lalu kok Mas. Aku gak akan mengungkit semua itu. Yang penting di masa kini dan di masa depan nanti, hanya ada kamu, aku, Syilla, dan si baby ini nanti. Selebihnya semuanya adalah masa lalu." ucap Khaira kepada suaminya.


"Aku seneng banget... Tadi aku pikir, kamu bakalan sedih terus nangis. Ternyata Istriku ini sekarang makin dewasa. Makasih ya Sayang. Yang pasti cintaku itu hanya buat kamu. Sama seperti perkataanku tempo hari, kalaupun hatiku terbagi pasti terbaginya buat Arsyilla dan adiknya nanti. Gak akan terbagi buat wanita lain, kamu pegang aja omonganku ini." ucap pria itu meyakinkan sembari mengecup punggung tangan istrinya.


Khaira pun tersenyum, "Gak usah cium-cium Mas... Malu sama Syilla. Nanti kalau dilihatin." ucap Khaira sembari menoleh pada Arsyilla yang duduk di belakang Papanya.


"Kenapa Ma?" tanya Arsyilla saat Mamanya menengoknya.


Dengan cepat Khaira pun menggelengkan kepalanya, "Gak apa-apa Syilla. Mama pikir kamunya tidur, kok enggak kedengaran suaranya." jawab Khaira yang memang menebak Arsyilla sedang tertidur karena tidak kedengaran suaranya.

__ADS_1


"Syilla capek Ma... Sampai rumah, Syilla mandi, makan, dan tidur ya Ma..." pinta Syilla kepada Mamanya.


Menyadari bahwa bermain hampir sepanjang hari membuat Arsyilla kecapean, karena itu Khaira pun mengangguk, "Iya Sayang... Sampai rumah nanti Mama mandiin ya. Abis itu makan dan tidur. Syilla senang enggak hari ini bisa main sama Medina?" tanyanya kepada Arsyilla.


"Iya... Senang Ma. Kapan-kapan main lagi sama Dina, ya Ma..." jawab Arsyilla kepada Mamanya.


Begitu sampai di rumah, Khaira langsung memandikan Arsyilla. Pekerjaan marathon di sore bagi seorang ibu adalah memandikan anak, lanjut menyuapi Arsyilla, hanya selang kurang lebih 1 jam dilanjutkan dengan menidurkan Arsyilla. Setelah semua urusan mengasuh Arsyilla selesai, barulah Khaira bisa bersantai sejenak.


"Capek Sayang?" tanya Radit kepada istrinya itu.


Khaira hanya tersenyum dan menaruh kepalanya di sandaran sofa tempatnya duduk. "Lumayan Mas... Dari datang sampai sekarang belum istirahat. Lutut dan pinggang aku yang capek Mas." Keluhnya kepada suaminya.


Radit pun tersenyum, "Ya istirahat dulu Sayang... Karena kamu hamil, aku enggak berani pijitin. Kan ibu hamil enggak boleh sembarangan dipijat badannya." sahut Radit.


"Iya... Padahal aku baru capek banget. Pegel banget pinggang aku." keluhnya sembari memegangi pinggangnya.


Ya diucapkan Radit adalah benar adanya. Ibu hamil tidak boleh sembarangan dipijat. Ada beberapa bagian tubuh yang tidak boleh dipijat saat hamil. Perut tidak boleh dipijat karena bisa memicu terjadinya kontraksi. Pijat di bagian panggul bisa memicu terjadinya keguguran. Pinggang juga tidak boleh dipijat karena membahayakan janin dalam kandungan.


Lantaran istrinya memang sedang tidak boleh pijat sembarangan, Radit pun menawarkan hal yang lainnya, "Mandi aja Sayang... Aku siapkan air hangat ya buat kamu. Mandi air hangat biar capeknya hilang. Aku siapkan di bath up ya."

__ADS_1


Setidaknya itu bentuk perhatian dari seorang suami kepada istri. Jika tidak bisa memijat, maka bisa menawarkan hal yang lain. Sebab, perhatian-perhatian kecil seperti inilah yang akan selalu menjaga keharmonisan pasangan suami istri.


__ADS_2