Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
101. Kalahnya Lein Artha


__ADS_3

Ia menebaskan pedangnya dan aku menghindar dengan cepat kemudian bergerak ke arahnya sambil menusukkan Pedang Api Hitam ke arah perut Lein, "Menusuk Langit!"


Pedangku bergerak maju menusuk ke depan, dan mengenai perut Lein sampai menembus armornya.


"Akh!"


Aku bergerak ke samping kanan dan menarik pedangku lagi kemudian melihat perut Lein yang berdarah, "Sial, betulan kulukai..."


Aku hanya memakai sedikit kekuatanku untuk menusuknya, tapi siapa mengira kalau tusukan dengan kekuatan kecil itu bisa melukai orang yang memakai armor, sialan lah...


Lein menurunkan pedangnya sementara tangan kirinya memegangi perut sisi kirinya yang kutusuk sambil menatapku tajam, "Kau!"


Aku bersiaga lagi, aku tahu kalau Lein sekarang sedang marah, tapi meskipun ia marah aku tetap tak merasa kalau ia berbahaya.


"Mata Surgawi, lepas." gumamku dan tak lama, mataku yang sebelumnya bisa melihat dalam kegelapan, pergerakan yang lambat, dan lainnya, kini kembali normal.


[Pinalti ditarik!]


"Status STR mempengaruhi tusukanmu itu, serta Crit rate yang besar membuatmu bisa memberikan serangan kritis dimanapun kau menyerang meskipun bukan di titik vital musuhmu." Zon menjelaskan, "Ingatlah, Crit rate milikmu sudah sebesar 20%, kecil kemungkinan semua seranganmu tak berefek kritis pada musuh yang berarmor sekalipun."


Ah, aku mengerti, kalau aku terus meningkatkan poin STRku, semua tebasanku bisa menghasilkan efek kritis, begitu?


"Sederhananya begitu..." jawab Zon, "Tapi sekali lagi kau tak boleh terlalu terpaku pada STR, kau juga harus meningkatkan statusmu yang lain."


Lein bangkit perlahan dari posisinya yang sebelumnya membungkuk, ia mengangkat pedangnya dan tatapannya semakin tajam menatapku, "Kubunuh."


[Peringatan! Hawa membunuh dirasakan!]


[Quest berganti!


Habisi Lein!


0/1]


"Ap-?!" aku dan Zon terkejut bersamaan melihat Quest baru itu, "Apa maksudnya?!"

__ADS_1


Membunuh Hunter rank A? Aku merasakan ia bukanlah Hunter rank A biasa, tapi Hunter rank A yang akan mencapai peringkat selanjutnya, yaitu rank S.


Hawa keberadaannya berbeda dari yang lain, kemampuannya juga tidak main-main meskipun terus gagal melukaiku, tetapi pergerakannya kuhitung cukup cepat, dan sebagian diriku menyuruhku untuk tak menghabisinya.


"Pinalti atau membunuhnya?" tanya Zon tiba-tiba, kurasa ia telah menenangkan dirinya, "Pilih antara dua hal itu."


"Kubunuh." aku mengeratkan genggamanku pada Pedang Api Hitam dan bergerak maju dengan kecepatan tinggi, sambil mempersiapkan tebasanku.


Secepat yang kubisa, aku menebas perut sisi kanannya kemudian menusuknya dari belakang, setelah itu aku melompat mundur dan menarik napas lagi.


Luka mulai muncul di tubuh Lein, dan ia bergerak cepat berbalik kemudian mengayunkan pedangnya dari kiri ke kanan kemudian dari kanan ke kiri, kiri ke kanan, dan begitu seterusnya hingga aku mulai terbiasa dengan tebasannya.


"Polanya akan berubah, bersiaplah." Zon memperingatkanku, dan aku mengangguk melihat pedang Lein yang kini bersiap menusuk ke depan.


"Rasakan ini!" tusukan dilancarkannya dan melesat cepat ke arahku, tapi aku masih bisa melihatnya dan menghindar ke samping kiri kemudian bergerak mendekatinya.


Aku memperhatikan, setiap serangannya berlangsung dalam waktu kurang dari sedetik, setelahnya ia akan mengambil jeda sekitar satu sampai satu setengah detik untuk mengambil napas dan kembali memulai dengan serangan selanjutnya.


Dalam tusukan tadi, aku menghitung setidaknya tusukan itu dilancarkan dalam waktu sepersekian detik dan ia mengambil napas sekitar satu detik, itu memberikan waktu bagiku untuk mengurangi jarak dengannya.


Jika aku bisa menyelip ke bagian bawah tubuhnya kemudian menusuk dadanya dari bawah, mungkin ia akan tewas seketika tanpa adanya kata terakhir.


Panjang Pedang Api Hitam sekitar sembilan puluh sentimeter, hampir satu meter, dan aku akan memegang gagangnya tepat di depan perut, jadi panjangnya yang tersisa sekitar tiga puluh sentimeter...


"Hitungannya seperti ngasal..." Zon menggerutu, "Berhitunglah lebih baik..."


"Itu hitungan kasar..." aku berlari, "Dan sudah berlalu hampir satu detik, aku bisa menyerangnya bahkan dari jarak ini."


"Tapi tusukanmu secepat apa? Apa kau pernah memikirkannya?" tanya Zon, "Perkirakan kecepatan seranganmu, jangan hanya memperkirakan kecepatan serangan musuh."


"Lewat..." aku berlari lagi dan berhenti mendekatinya setelah satu detik lewat, "Sudah saatnya." aku kemudian berhenti sekitar satu meter darinya.


Lein berdiri lagi dan melirik ke kanannya, yang artinya ia sedang menatapku. Ia mengangkat pedangnya dan mempersiapkan dirinya lagi.


Dalam kondisi menyerang, biasanya tubuh akan kekurangan pertahanan, itulah yang kuincar saat ini.

__ADS_1


Aku bersiaga dengan posisi siap menusuk, dan Lein Menusuk ke arahku, dengan posisi mirip seperti perhitunganku.


"Mirip!" Zon terkejut, "Bagaimana kau memperkirakannya?!"


Aku menghindar ke kiri dan mengangkat pedangku untuk menahan pedang Lein yang bergerak menyerangku, sambil berusaha mengurangi jarak.


"Cih!" perkiraanku salah, ternyata ia memiliki pola serangan lain yang tak kupahami, "Salah!"


Zon terdengar menghela napasnya, dan ia berkata, "Kau bisa mendorongnya ke kanan dan membungkuk kemudian berlari dengan cepat menyusuri tanah seiring pedang itu menebas angin."


Aku menguatkan genggamanku dan mendorongnya ke kanan dengan kekuatan penuhku dan membungkuk dengan cepat setelah pedang Lein terhempas, setelah itu aku berguling ke kanan dan berdiri dengan cepat kemudian berlari menuju Lein.


Lein menyipitkan matanya dan menebaskan pedangnya lagi ke kiri, ke arahku, tetapi aku sudah mempersiapkan pedangku untuk menahannya.


Pedangku terangkat ke kiri dengan ujungnya menghadap bawah dan ujungnya kupegang dengan tangan kiri.


Ketika pedang Lein sedikit lagi mengenai pedangku, aku menariknya mundur sedikit dan ketika hampir mengenaiku, aku mendorong pedangku dengan kuat sampai mengenai pedang Lein.


[Counterattack dilancarkan!]


[Kau mempelajari skill pasif baru, Counterattack! Saat musuh menyerang dan hampir mengenaimu, skill otomatis aktif dan membalikkan kekuatan serangan itu ke musuh!]


Pedang Lein terhempas, dan kehilangan keseimbangannya, membuat celah muncul di tubuhnya, dan aku memanfaatkannya untuk menyerang.


"Menusuk Langit!" aku menusukkan pedangku ke depan, sejauh aku bisa menusuk, dan tepat mengenai perut Lein, dan aku menyerang lagi dengan tusukan yang mendarat di perut sisi lainnya, membuat Zon mempertanyakan keakuratan seranganku.


"Seranganmu tak mengenai sasaran..." Zon berkata, "Apa kau mengantuk?"


"Tidak..." aku menarik pedangku, "Aku tak bisa membiarkan Hunter sepertinya tewas, aku yakin dia akan berubah..."


[Lein tak sadarkan diri! Quest gagal!


Menerima pinalti karena gagal menyelesaikan Quest!]


[Pinalti didapatkan!]

__ADS_1


[Kau gagal menyelesaikan Quest! Title 'Manusia Kejam' ditarik kembali sebagai pinalti!]


__ADS_2