
"Tak kusangka, bahwa ada manusia yang bisa sampai disini, terlebih mereka adalah Lord..." Dragon Emperor menyeringai lebar.
Tom dan Oga bersiaga, mereka menyadari bahwa tersesat di dunia lain selalu berarti buruk bagi mereka.
"Sudah kubilang, lebih baik lewat kiri saja..." Tom menepuk dahinya.
"Kanan, karena banyak orang tersesat akan memilih jalan ke kanan sebagai jalan selanjutnya." Oga menarik pedangnya, "Kurasa memang jalan lurus selalu berarti menyesatkan..."
Tom menyalakan senjata apinya, di saat yang bersamaan puluhan raksasa mengelilingi keduanya.
Dragon Emperor menciptakan sebuah gate dan seorang manusia masuk ke dalamnya, membuat Tom terkejut sekaligus kebingungan melihatnya.
"Ada manusia selain kita disini?" gumamnya, dan Dragon Emperor menyeringai lebar.
"Kalian tahu? Aku punya mata-mata diantara para manusia..." ujarnya, dan seketika, aura di tempat itu bertambah kuat.
"Sudah kuduga, serangan di Kanada bukan sekedar kebetulan semata, ada sesuatu di baliknya." Tom mengepalkan tangannya kuat, "Ternyata ada pengkhianat di antara kita, kakek Oga..."
"Ya, aku malah tidak tahu bahwa ada insiden seperti itu di Kanada." Oga mengangkat pedangnya, "Sekarang!"
Ia melesat cepat, dan kaki lima Monster raksasa langsung terpotong seperti tahu, dan mereka semua langsung jatuh.
Oga bergerak cepat memotong kaki Monster yang mengepungnya dan Tom, sambil mencari jalan kabur diantara para Monster.
Tom bergerak cepat mengikuti Oga, melindunginya dari belakang sambil menyemburkan api dahsyat ke sekitarnya.
"Jangan biarkan mereka itu kabur! Kejar mereka!"
"Kejar!"
"Uraaaa!!"
Puluhan raksasa atau yang disebut High Orc, berlari mengejar Tom dan Oga yang sedang melesat cepat melewati rimbunnya hutan Benua Kegelapan.
Keduanya bergerak dengan cepat, sementara pasukan Dragon Emperor berlari mengejar keduanya.
Biarpun bertubuh besar dan langkah kaki mereka lebar, mereka tak mampu mengejar Oga dan Tom yang berlari lebih cepat dari mereka, hingga keduanya menghilang di tengah rimbunnya pepohonan Benua Kegelapan.
"Apa-apaan kecepatan gila itu?!"
"Mereka bukan manusia biasa!"
"Persetan dengan itu! Yang penting kepala mereka tersaji di depan Tuan Dragon Emperor!"
"Ikuzooo!!!" (Wibu kampret!)
Dragon Emperor melayang di udara dan matanya menatap hutan dengan tajam, ia masih bisa merasakan aura keberadaan Tom dan Oga, dan ia merasakan kalau keduanya sudah mendekati sumber mata air yang juga menjadi markas dari Void Imperial Army.
Ia mengalirkan Energi Gaibnya kemudian bergerak cepat melewati pasukannya dan ia melesat cepat di darat, mengejar hawa keberadaan dari Oga dan Tom.
***
Oga dan Tom berlari cepat, napas keduanya mulai tidak teratur dan Energi Gaib mereka juga terkuras ketika tadi berusaha kabur dari kepungan Destruction Army, kemudian berlari cepat menjauhi markas Destruction Army.
Yang mereka lakukan tadi jelas menguras Energi Gaib serta tenaga mereka, jadi keduanya mulai merasakan kelelahan.
"Lebih cepat lagi kakek Oga! Ada perkemahan di depan, siapa tahu itu adalah perkemahan Flame Emperor atau Void Imperial Army!" seru Tom dan Oga bergerak maju lebih cepat.
Keduanya melesat lebih cepat dan sedikit lagi keduanya mencapai perkemahan yang dimaksud, sesuatu berhenti di depan keduanya dan melipat kedua tangannya.
__ADS_1
"Kukira cepat, ternyata lambat." Dragon Emperor berdiri di hadapan keduanya, "Yah, malah kalian terkejar olehku..."
Oga menarik pedangnya dan ia memasang posisinya, "Tom, kurasa kedatangan kita kemari sia-sia saja..."
"Mungkin begitu..." Tom menyalakan pemanas di kedua sarung tangan besinya, "Oke, waktunya bertempur!"
Keduanya maju, Dragon Emperor hanya tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya.
Oga menebaskan pedangnya dan memotong tangan kiri Dragon Emperor, sementara Tom melancarkan pukulan berkekuatan penuhnya ke perut Dragon Emperor.
Dragon Emperor melebarkan matanya, dan ia langsung terlempar ke belakang setelah pukulan Tom yang mengandung kekuatan penuhnya.
Meskipun Energi Gaib mereka terkuras, tapi HP mereka terisi penuh, jadi HP mereka akan dipakai sebagai pengganti Energi Gaib sementara Energi Gaib mereka pulih dengan sendirinya.
Tom melesat mengejar Dragon Emperor, dan Oga menyiapkan tusukannya. Keduanya bergerak cepat mendekati Dragon Emperor yang baru saja menabrak sebuah pohon hingga tumbang.
Dragon Emperor berdiri dengan cepat dan ia melancarkan pukulannya, Tom bergerak cepat dan mengadu pukulannya ke pukulan Dragon Emperor.
"Nitoryu, Kyukyoku no Ugoki, Senso no Kami no Okora Seru!" Oga bergerak cepat dan menebaskan pedangnya berkali-kali dengan cepat, sementara Dragon Emperor melompat mundur menghindari semua serangannya.
Tom mengalirkan Energi Gaibnya dan kedua tangannya diselimuti sesuatu berwarna hitam, dan ia berseru, "Big Bang Combination!"
Oga melompat ke samping, sementara Tom melesat maju dan mendaratkan pukulan dengan tangan kanannya ke perut Dragon Emperor.
Perut Dragon Emperor tertembus tangan kanan Tom, dan Tom mengangkat tangan kirinya kemudian melancarkan pukulan dengan tangan kirinya, ke dada Dragon Emperor.
Dragon Emperor memuntahkan darah berwarna hitam dan ia terlempar setelah pukulan Tom yang amat dahsyat itu.
Setelah Dragon Emperor terlempar, Tom menciptakan Gate dengan sisa Energi Gaibnya kemudian berseru, "Kakek Oga, kita kembali! Aku yakin Langit pasti bisa kembali tanpa bantuan kita!"
"Oke!" Oga berbalik dan ia menciptakan Gate, tetapi ia merasakan sakit yang amat luar biasa di perutnya, dan ia melirik ke perutnya. Sebuah cakar telah menembus perutnya...
"Tokyo, Jepang!" seru Tom dan ia menarik Oga, masuk ke dalam Gate. Ia tak peduli apakah yang melakukannya adalah Dragon Emperor atau bawahannya, yang penting adalah ia harus pulang mengantar Oga kembali ke Jepang!
Tom dan Oga menghilang, sementara Dragon Emperor berdiri dengan perut yang berlubang, cakar di tangan kanannya berlumuran darah berwarna merah.
"Tubuh kakek tua itu amat kuat..." ia kemudian berjalan menjauh, "Kuakui, dia adalah musuh yang amat kuat..."
***
Tom melompat ke halaman dan Yuuki menghampirinya dengan cepat sambil bertanya, "Apa yang terjadi dengan kakek?!"
Ia berlutut dan Tom berjongkok kemudian menurunkan tubuh Oga yang berlumuran darah merah di bagian perutnya.
"Serangan dari belakang..." Tom mengepalkan tangannya, "Amat pengecut sekali!"
Oga meraih tangan Tom yang terkepal dan berkata pelan, "Tak apa Tom, mungkin akunya yang terlalu lengah..."
Tom duduk bersila dan ia berkata, "Aku minta maaf, tadi aku asal menarik anda..."
Oga bangun dan darah keluar makin banyak dari perutnya. Ia mengangkat tangannya dan ia menepuk pundak Yuuki, "Kau... Harus melaksanakan tugasmu sebagai ketua organisasi EasternDragon dengan baik, lindungi Jepang dan dunia sebagaimana aku mengajarimu dulu..."
Yuuki mengangkat tangannya dan menyangga punggung Oga, "Baik, kakek..."
"Aku tak sempat mewujudkan keinginan terakhirku..." Oga tersenyum lebar dan matanya terpejam perlahan.
Di hari itu, seorang pria yang kuat, telah gugur di tangan musuh di usianya yang amat senja...
Catatan penulis:
__ADS_1
Yo, Rio Andriana disini. Seperti biasa, kalo minat, dibaca yak, kalo ga ya udah skip aja...
Tadi aku gabut, download game judulnya Immortal Soul : Black Survival, dan aku iseng lihat-lihat karakternya.
Dan ternyata, aku menemukan beberapa skin dan karakter yang mirip seperti beberapa gambaran karakter disini.
Aku kasi pict nya beberapa aja:
Alex Curran
Vina Celia (Cantik anjir)
Marie Guitternie (Jenderal andalan EarthGuard nih...)
Senja Irawan
William Vunion
Mark Wei saat bertempur di Raid Islandia
Carroline Cage sebelum time skip 2 tahun...
Yuuki Ken dengan Izuma (Karakter favorit pembaca nih...)
Langit Satria versi kalem dan ga megang Pedang Api Hitam (Karakter favorit pembaca juga nih...)
"Bang, mana Andhika?!"
"Bang, mana Rei?!"
"Bang, mana kakek Bintang?!"
SSSTTT, bentar, ini masih secuil dari sekian banyak karakter yang udah nongol selama ini, aku masih nyari pict nya, jadi sabar...
Nyari pict yang benar-benar sopan di game yang kumainin itu susah, jadi sabar, kucariin yang kalem kok...
Untuk sementara itu aja, sekian aja, maaf kalo telat up nya, lagi ada masalah internet di wilayahku, jadi ngetik pun ga sempet, maaf banget.
Itu aja, sampai jumpa di chapter selanjutnya!
Salam,
__ADS_1
Rio Andriana.