Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
169. Melawan Yuuki lagi...


__ADS_3

"Bagi murid yang bernama Langit Satria, diminta agar datang ke ruang latihan secepatnya. Dia memiliki urusan dengan kepala akademi, jadi datang secepatnya. Itu saja, selebihnya kalian boleh pulang." Setelah itu ayahku keluar dari kelas.


Baru saja ayahku keluar dari kelas, omongan murid lain terdengar seperti menyumpahiku agar dikeluarkan dari akademi, dan itu cukup membuatku kesal.


Jelas kesal lah, mana ada orang yang terima ketika ia disumpahi dikeluarkan dari sekolah hanya karena masalah sepele!


Lagipula, mereka hanya omongannya saja yang besar, saat berhadapan dengan Monster mereka saja ketakutan.


Aku berdiri, kedua tanganku terkepal erat, aku harus menahan amarahku, kalau tidak semua anak disini akan tewas di tanganku tanpa ada ampun...


"Lihat, dia sedang kesal!"


"Hei, hei, hei, berhenti!"


"Jangan membicarakannya lagi!"


Aku berjalan di depan kelas, dan aku menyempatkan diri untuk melirik sekilas, dan baru saja lirikanku berhenti, mereka semua sudah senyap tanpa ada suara.


Wei Zhifu terlihat menunduk, ia mungkin masih menyimpan rasa bersalah karena aku menolongnya, padahal dia juga Hunter, yah, tapi aku tidak peduli, lagipula itu salahnya lemah, aku harus membantunya meskipun ia sering berbicara hal buruk tentangku.


Carroline berdiri, dan ia berkata, "Semuanya, cukup, Langit punya masalahnya saat ini, yang harus kita lakukan sebagai temannya adalah mendoakan agar ia tidak mengalami hal buruk lagi..."


Bahkan setelah ketua kelas berkata begitu pun, masih saja ada bisikan-bisikan setan yang berusaha menyumpahiku, yah, aku bisa mendengarnya, maaf saja, tapi nanti aku akan melakukan hal yang sama pada kalian kalau kalian mengalami hal yang sama denganku, xixixixi...


Aku berjalan keluar dari kelas, aku harus menemui Tom secepatnya, aku ingin tahu ada urusan apa dia denganku...


***


Di ruang latihan, ada satu orang dengan jas hitam, dasi ungu, celana hitam, dan kemeja putih, dengan Katana yang tersarung di pinggangnya. Aku tahu dia adalah Yuuki.


Di tepi arena, ada orang-orang yang kukenal, dan mereka adalah Hunter rank SS...


T-Tunggu! Kenapa Hunter rank SS berkumpul lagi?! Terlebih, mereka membawa senjata api mereka! Apa mereka berencana membunuhku?!


Apalagi William berdiri dengan kapak besarnya yang ia pegang dengan sebelah tangan, Mir yang memeluk gagang kapaknya sambil duduk, Frans yang duduk dengan tombaknya yang berdiri, dan ibuku yang berdiri dengan memegang pedangnya yang masih tersarung di depannya...


Hei, hei, hei, hei, hei! Ini tidak lucu! Turunkan senjata kalian!

__ADS_1


Aku ragu ingin pergi kesana, tapi aku melihat ayahku yang memakai Cakar Ayam Api dan membawa kedua pedangku, setidaknya itulah yang membuatku merasa harus kesana.


Ambil senjata api, lalu kabur? Begitu kali ya?


Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak! Seorang Langit Satria tak pernah kabur dari pertarungan!


Aku berlari cepat menuju ayahku dan menadahkan kedua tanganku, "Senjataku..."


"Senjatamu? Sudah jelas ini punya kakekmu..." ayahku memberikanku kedua pedangku, "Tapi karena kakekmu sudah meninggal, jadi ini diberikan padamu."


Tapi Cakar Ayam Api tidak dikembalikan dong...


"Lagi dua?" tanyaku, dan ayahku menggeleng.


"Kau akan bertarung satu lawan satu melawan Yuuki, jadi Cakar Ayam Api tidak diperlukan dalam pertarunganmu..." ujar ayahku, "Tenang saja, aku meminjamnya sebentar saja."


Aku menaikkan bahuku, ayahku mulai melawak lagi ini, tapi aku yakin dia pasti akan mengembalikannya.


Aku berjalan ke depan Yuuki, dan Tom muncul entah darimana tanpa kusadari, dan ia mengangkat tangannya ke atas, "Oke, jadi kalian akan bertarung sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi Langit agar dia bisa menjadi Hunter rank SS."


Hei, aku tidak salah dengar? Rank SS? Di usia semuda ini? Hei! Jangan bercanda, gorila gila! Bicara serius!"


"Langit harus bertarung hingga diakui oleh Yuuki, dan tugas Yuuki hanyalah bertarung serius." ujar Tom kemudian ia melompat mundur, "Pertarungan dimulai!"


Tungg-! ARRGGGHHH! Jelaskan lebih lengkap lagi, hei gorila gila!


Aku menatap ke depan dengan cepat, dan Yuuki sudah ada di depanku, dengan posisi biasanya, ia menebas sejauh-jauhnya dan jaraknya kuhitung cukup jauh.


Aku menarik pedangku, tapi aku melihat kalau aku tidak akan sempat menarik pedangku sebelum tebasannya mendarat, jadi aku hanya menarik Pedang Api Hitam yang masih tersarung kemudian memakainya untuk menangkisnya, lebih baik Counterattack juga muncul.


Sesuai harapanku, Counterattack muncul dan aku melompat mundur kemudian menarik pedangku dari sarungnya kemudian menyimpan kembali sarungnya, lalu memasang posisi. Oke, aku siap...


Yuuki menarik posisinya kembali dan ia tersenyum lebar, "Duel antar ksatria pedang, ya? Boleh..."


Ya, aku merasa seperti itu juga, sebab itulah ayahku tak memberikanku Cakar Ayam Api, ia ingin agar aku fokus memakai pedang saja.


Aku memasang posisiku, dan berlari maju, meskipun melawan Hunter rank SS, aku tak boleh memakai pemanas, karena itu berbahaya baginya.

__ADS_1


"Membelah Samudra!"


Aku menebaskan pedangku ke bawah, dan Yuuki melompat mundur, sehingga seranganku tidak mengenainya.


"Tarian Raja Api!" aku melepaskan aura yang kumiliki kemudian maju, menyerang Yuuki dengan serangan beruntun.


Yuuki menahannya dengan memegang gagang pedangnya menggunakan kedua tangannya, "Ugh..."


Aku menebaskan pedangku dengan cepat, dan semakin lama aku memegang pedang dan menebas Yuuki, semakin cepat aku bergerak, dan semakin buruk juga wajah Yuuki.


Yuuki menahan pedangku kemudian melompat mundur, ia memasang posisi menusuk kemudian maju dengan kecepatan tinggi.


Aku bisa melihatnya dan aku melompat ke samping, dan tusukan Yuuki meleset, aku mengangkat pedangku berniat menebasnya, tapi Yuuki bisa menyadarinya dengan cepat kemudian menarik kembali tusukannya lalu melompat mundur.


Napas Yuuki masih teratur, begitu juga denganku, beberapa serangan tidak akan membuatku kelelahan sedikitpun.


Ia menarik napasnya cepat kemudian maju ke arahku, dan aku menarik napasku kemudian maju, menghadapi Yuuki.


Yuuki menebaskan pedangnya, aku juga menebaskan pedangku, dan pedang kami beradu, setelah itu Yuuki menarik pedangnya kemudian menebaskannya lagi, begitu juga denganku.


Adu pedang terjadi, dan aku melihat, siapapun yang bergerak lebih cepat akan menjadi pemenangnya, tapi sayangnya aku tidak bisa menemukan sedikitpun celah dari tiap serangan Yuuki.


Semua serangannya terasa cepat, bahkan aku sempat melihat celah sedikit, tapi Yuuki menutupi celahnya dengan terus menyerang, dengan begitu meskipun celahnya terbuka aku tidak akan sempat menyerangnya karena aku disibukkan oleh tebasannya yang cepat.


Sungguh strategi yang baik, yang pastinya baru ia pikirkan ketika aku mengangkat pedangku, Hunter rank SS memang beda...


Aku melompat mundur dan Yuuki ikut melompat mundur, ia menghembuskan napasnya kemudian maju lagi.


Aku memegang pedangku menggunakan kedua tanganku dengan erat kemudian menebaskannya dengan kuat dan cepat, disaat yang bersamaan Yuuki mengangkat pedangnya untuk menebasku dari atas ke bawah.


Kedua pedang beradu, dan entah kenapa, aku berhasil membuat pedang andalan Knight from Heaven Yuuki Ken terlepas dari tangannya!


Katana berwarna merah itu terlempar dari tangan Yuuki, dan Yuuki berhenti kemudian menatap pedangnya yang tergeletak tak jauh darinya.


Aku mengangkat pedangku dan mengarahkannya ke leher Yuuki, "So, apa kau bisa mengakuiku?"


"Sulit bagiku melakukannya, tapi jelas aku sudah mengerahkan seluruh kemampuanku untuk beradu pedang denganmu, tapi aku kalah..." Yuuki tersenyum tipis sambil memejamkan matanya, "Kau memang pantas menjadi Hunter rank SS, sejajar dengan kami..."

__ADS_1


__ADS_2