Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
250. Latihan di Sahara


__ADS_3

Angin berhembus kencang di Sahara, gurun luas itu menjadi tempat pertarunganku melawan Emperor nantinya, dan aku juga membuat pertarungan melawan para Hunter rank SS disini...


Beberapa pesawat terbang bergerak di sebelah pesawat terbang milik RedWhite. Aku melirik semuanya.


Pesawat dengan ekor pesawatnya yang berlambang negara Jepang, IronBlast, Rusia, EarthGuard, dan GodBless bergerak dengan membawa Hunter rank SS di dalamnya.


Aku menatap Pedang Api Hitam di tanganku, apakah pedang lengkung ini bisa bertahan di tengah gempuran senjata berat yang dipakai Hunter rank SS lainnya?


Terlihat rapuh, tetapi memiliki sejarah yang panjang, Pedang Api Hitam jelas lebih tua dan lebih berpengalaman dibandingkan pemiliknya saat ini. Ia telah melihat panjangnya perjuangan umat manusia.


"Pak Langit, kita sudah sampai!" seru pilot, dan teman-temanku berdiri kemudian meraih senjata api masing-masing.


Aku berdiri dan berjalan kemudian membuka pintu belakang pesawat, "Terima kasih..." kemudian aku melompat turun.


Jarak antara pesawat dan permukaan tidak terlalu jauh, jadi aku berani melompat turun.


Kulihat beberapa orang melompat turun dari pesawatnya, dan setelah aku mendarat di atas tanah, sekitar lima belas Hunter mendarat di atas tanah, dengan senjata api masing-masing yang siap di tangan mereka.


Suara deru pesawat menghilang perlahan, dan digantikan dengan suara baling-baling helikopter...


Yah, berita tentang aku yang akan melawan semua Hunter rank SS sekaligus kurasa membuat pihak wartawan penasaran dan mereka pun memburu berita sampai ke Sahara.


"Langit, jika kau mengecewakan kami, maka letakkan medali yang diberikan Mr. Tom dan turun dari peringkat Hunter rank SSS!" seru William dan kapaknya menyala terang, "Kau dengar?!"


Itulah taruhanku, jika aku kalah kali ini, maka aku harus meletakkan medali sembilan bintang yang kumiliki di atas meja dan mengambil kembali medali delapan bintang yang kumiliki sebelumnya.


Taruhan kali ini memang berat, karena aku sebelumnya mengatakan akan serius dan menyuruh yang lainnya untuk menyerangku dengan hawa membunuh mereka, jadi mungkin mereka ingin agar aku mendapat balasan...


Hei, itu bukan balasan! Aku dibebani!


"Ya!" aku menarik Pedang Api Hitam dari sarungnya dan menyalakan pemanasnya, "Maju!"


Hawa panas di Sahara membuat pedangku panas lebih cepat, begitu juga dengan senjata api Hunter lainnya.


Vina kulihat menjauh dan ia dijaga oleh Yuuki dan ayahku, sementara Marie dan Al terlihat berbagi sesuatu kemudian bergerak menjauh ke arah yang berbeda dengan Vina, sisanya bersiap dengan senjatanya.


Vina kuperkirakan akan melepaskan tembakan, sementara Marie dan Al akan melemparkan sesuatu untuk mengalihkan perhatianku, kemudian Hunter lainnya akan menyerangku.

__ADS_1


Taktik yang sederhana, tapi nyatanya mampu membuatku bingung.


Suara tembakan terdengar dan aku menajamkan penglihatanku, kulihat peluru melesat cepat ke arahku dan aku mengangkat pedangku dan menebas dari kiri ke kanan, kulihat peluru itu terpotong menjadi dua.


Bola terlempar ke arahku, dan percikan api terlihat di bola itu, membuatku yakin kalau kemanusiaan mereka benar-benar sudah hilang!


Hei, itu granat weey! Mereka benar-benar ingin membunuhku!


Aku melompat ke kanan, dan di tempatku tadi berdiri, dua bola meledak dan aku terlempar lagi.


Suara langkah kaki yang ringan terdengar dan aku mengendalikan tubuhku kemudian mengangkat pedangku, kulirik ke segala arah.


Kilatan hitam dengan sedikit warna merah, aku yakin ia adalah ayahku atau Alex.


Suara tembakan terdengar lagi, dan aku melihat Vina sebagai sesuatu yang harus kubereskan dahulu.


Aku melesat ke arah Vina dengan cepat, dan ibuku muncul kemudian menebaskan pedangnya.


Di saat yang bersamaan William mengayunkan kapaknya dari sisi kiriku, dan Andhika yang menusukkan pedangnya dari sisi kananku. Aku kini dikepung dari tiga arah, tapi kurasa aku bisa lewat.


Aku melompat ke kanan sambil menusukkan pedangku, dan kulihat Andhika mengayunkan pedangnya, aku menghindarinya dengan lewat di bawah tebasannya kemudian menyikut paha Andhika.


Alteron muncul dan ia menusukkan lancernya, aku menghindarinya sementara Alteron kembali melancarkan tusukan demi tusukan yang kurasa berkekuatan penuhnya.


Aku mengangkat pedangku dan menebaskannya dari kiri ke kanan, tebasanku menciptakan gelombang angin yang mendorong Alteron menjauh, dan aku melesat lagi menuju Vina.


Tak ada hambatan lagi dan aku tiba di depan Vina dengan cepat, dan aku menghunuskan pedangku ke leher Vina, "Kau tersandera..."


Vina menyeringai lebar, "Oh, benarkah?"


Ia mengangkat senapannya dan memakainya untuk memukulku, aku menghindari pukulannya dan tak lama, punggungku terasa sakit... Amat sakit...


"Lengah lagi, Langit?" suara seseorang terdengar, dan Rei berdiri di belakangku dengan seringai lebar, "Turun dari peringkat Hunter rank SSS."


"Mana mau aku melakukannya!" aku menguatkan genggamanku pada pedangku dan aku menebas ke belakang, sedikit lagi mengenai Rei.


Rei ditarik oleh seseorang, kemudian orang itu yang bernama Carroline mengangkat tombaknya dan mengayunkannya dari atas ke bawah.

__ADS_1


Aku menahannya kemudian melancarkan counterattack, Carroline terlempar mundur.


Kuakui, mereka cukup sulit dilawan karena mereka unggul soal jumlah, kalau soal kekuatan, mereka kalah jauh denganku.


Tapi inilah keunggulan manusia, kita semua harus bersatu dulu baru bisa melawan musuh yang kuat seperti Monster.


Aku mengangkat pedangku ke kiri, aku menyiapkan posisiku dan aku berkata pelan, "Nah, kali ini tebasan serius..."


Pedang kuayunkan ke kanan dengan kuat, dan hembusan angin kencang muncul dari tebasanku, yang juga menerbangkan pasir-pasir di gurun Sahara saat ini, membuat penglihatan siapapun berkurang jauh, bahkan aku juga kehilangan penglihatanku.


Tapi pendengaranku masih berfungsi, aku bisa mendengar suara langkah kaki yang lumayan ringan hingga hampir tertutupi oleh suara pasir-pasir yang beterbangan.


Siapa...


Ada dua orang, pertama adalah ayahku dan kedua adalah Alex, yang mampu bergerak cepat dan ringan layaknya angin...


Siapa...


***


"Kami meliput langsung dari Gurun Sahara, pertarungan Hunter rank SSS Langit Satria melawan lima belas Hunter rank SS!"


"Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah, ada Hunter yang segila itu menantang banyak Hunter dalam sekali bertarung!"


"Kita juga akan melihat kemampuan Langit Satria sekali lagi dalam pertempuran!"


"Apakah Langit Satria membual tentang kekuatannya, ataukah ia benar-benar sekuat itu? Kita saksikan bersama!"


Berita tentang Langit Satria menantang lima belas Hunter rank SS sekaligus benar-benar mengguncang dunia, bahkan di seluruh dunia, siaran televisi hanyalah pertarungan Langit saja, tak ada siaran lain!


Langit Satria dianggap sebagai legenda hidup, tentang bagaimana manusia bisa berjuang keras di usianya yang amat muda di barisan depan, dan aksinya selalu dinanti banyak orang.


Tanpa orang-orang ketahui, hanya kali ini sajalah mereka bisa melihat kemampuan Langit Satria, sebelum kekacauan membuat kemampuan Langit Satria yang dahsyat itu menghilang...


***


**Tahookah kalian? Alasan kekuatan Flame Emperor bisa bangkit bukan karena Langit berlatih pedang, tetapi karena ia terjungkal di air terjun?

__ADS_1


Alasannya? Nanti**...


__ADS_2