Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
213. Izagami


__ADS_3

[Level up!]


Aku menyarungkan pedangku dan menatap jendela informasi yang muncul di depanku.


Hari-hari kulalui dengan bertarung, bertarung, bertarung, bertarung, dan bertarung terus, hingga aku mampu merasakan kedua tanganku yang lelah mengayunkan pedang.


Api pada Pedang Api Hitam ciptaan kakekku semakin membesar seiring levelku yang terus naik tanpa aku ketahui berapa levelku sekarang.


Bertarung melawan Monster dan menghabisinya adalah keseharianku dan Carroline di dunia ini, sambil terus mencari lokasi persembunyian Flame Emperor dan pasukannya.


Kakekku terus menuntun kami berjalan, dalam perjalanan kami selalu dihadang musuh, tapi semua itu tak ada apa-apanya di hadapan kami, dua wakil ketua dari dua organisasi Hunter yang disegani di dunia.


"Status."


[Nama: Langit Satria


Level: 150


Usia: 15 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Flame Emperor


Title: Pejuang Sejati, Pemburu Makhluk Buas, Kembalinya Penguasa Api, Pendekar Tanpa Tanding, Jiwa Ksatria


HP: 6775/6775 (+50)


STR: 2500 (+5) (+2500)


INT: 290


VIT: 1889 (+1)


DEX: 1920 (+1) (+250)


DEF: 1930 (+1) (+200)


LUCK: 20


Stamina: 50000/50000


Bonus poin:0


Skill pasif: (Kaisar Api: Lv. max) (Pria Api Kejam: Lv. max)


Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Gemuruh: Lv. max) (Darah Burung Api: Lv. max) (Semburan Api: Lv. 4)(Tarian Kaisar Api: Lv. max) (Aura Raja: Lv. max) (Tangan Penguasa: Lv. max) (Summon: Lv. 5)


Equip: White Shirt (S) Black Long Pants (S) Black Flame Soul Katana (SSS+)]


Aku tersenyum lebar melihat statusku sendiri, aku benar-benar yakin kalau dalam satu tebasan, aku bisa membunuh Lord, bahkan mengimbangi Tom Cage bukan masalah bagiku.

__ADS_1


"Langit, apa kau melihat perkemahan itu?" Carroline turun dari atas pohon kemudian mendekatiku, "Kau sudah banyak bertarung hari ini..."


"Itu saja masih kurang!" Kakekku muncul dan ia menunjukku, "Kalau kau ingin membunuh Emperor, maka cobalah untuk melawan Tuan Flame Emperor!"


What? Kakekku tahu pikiranku?


"Kau masih kurang untuk melawan Emperor jika hanya bermodalkan pengalaman dua tahun bertarung di seluruh dunia, dan lima tahun di dunia ini. Masih kurang!" kakekku bergerak memukul kepalaku.


Aku menghindarinya kemudian melancarkan tendangan ke dagu kakekku, dan terkena telak.


Kakekku terlempar, dan aku langsung menurunkan kakiku, "Lihat? Melawan Fire Bird Lord seperti kakek semudah membalikkan telapak tangan."


Kakekku bangkit dan ia menyeringai lebar, "Kuanggap mampu, ikut aku ke markas Tuan Flame Emperor..."


***


ROOOAAAARRR!


Seekor naga muncul dan ia meraung keras ke arah kami, dan aku meliriknya dengan biasa saja.


[Firdra : Lv.270]


"Dia adalah salah satu dari tujuh General yang kumiliki." Flame Emperor muncul dan ia mengulurkan tangannya, "Selamat karena kau telah berhasil menempuh separuh perjalananmu..."


Aku menaikkan alisku, "Hah? Apa maksudmu?"


"Hanya separuh saja, kau sekarang tidak bisa memenggal kepala Ice Emperor meski elemen api adalah kelemahannya." jawab Flame Emperor dan ia mengangkat tangannya, telapak tangannya mengeluarkan api kecil, "Satu ujian sederhana dariku sebagai atasanmu..."


[Elysie : Lv. 290]


[Gorila Lord : Lv. 280]


[Firdra : Lv. 270]


[Alderon : Lv. 265]


[Torio : Lv. 260]


[Izagami : Lv. 255]


[Fire Bird Lord : Lv. 250]


Aku mengingat beberapa General itu...


"Mereka..." aku mengangkat telunjukku, "Bukankah mereka adalah para Hunter rank SS? Kenapa mereka bisa ada disini? Bukankah mereka sudah meninggal?"


"Jiwa dari Wadah tak pernah bisa mencapai surga ataupun neraka, mereka akan terjebak disini sebagai budakku atau Void Emperor. Jika mereka beruntung berhasil bertahan hidup dengan tubuh gaib mereka, mereka bisa berevolusi menjadi Lord dan bahkan menjadi Emperor seperti Tang Liao." jawab Flame Emperor dengan senyuman lebar.


Risiko ini jelas tak dijelaskan di guide book, aku tidak tahu kalau aku akan menjadi budak Flame Emperor...


"Tapi sayangnya, dari sekian banyak Wadah yang sudah meninggal dan tinggal disini, hanya ada lima saja yang berhasil bertahan hidup." tambah Flame Emperor, "Dan tugasmu sekarang adalah..."

__ADS_1


[Quest Obtained!


Flame Emperor memintamu satu lawan satu mengalahkan dua General dari tujuh General yang ia miliki!


0/2


Reward : EXP mencapai level 200, upgrade Black Scale Cloak menjadi SS, dan Black Flame Soul Katana]


Reward yang gila, aku akui itu...


"Kau boleh memilih dua diantara mereka, dan kau harus mengalahkan mereka atau membuat mereka mengakuimu." Flame Emperor berbalik, "Pertarunganmu akan disaksikan oleh semua Flame Soldierku..."


***


"Siapa yang mengira kalau aku yang pertama kau pilih..." prajurit api dengan pedang lengkung yang api menyelimutinya berkata, "Atau kau tahu sesuatu tentangku?"


Izagami, atau yang kuketahui bernama Izanami Haruno, adalah seorang Hunter rank SS yang kuingat adalah mantan ketua organisasi EasternDragon, juga seorang Wadah. Selebihnya aku tidak tahu, yang pasti ia memiliki kemampuan memakai pedang lengkung sepertiku.


"Ahahaha, aku tidak tahu apapun tentang anda, jadi santai saja..." aku menarik pedangku, "Aku mulai..."


Aku maju perlahan, tapi tak lama Izagami mengangkat pedangnya dan ujungnya teracungkan ke leherku...


Gerakan yang cepat! Aku tak bisa menahannya!


"Izanami Haruno bukan Hunter yang bisa kau remehkan begitu saja!" Flame Emperor berteriak dari pinggir arena, "Dia pernah meladeni Black Emperor dan mampu bertahan sejenak, jadi dia bukan Hunter yang lemah!"


Aku berdecak, menghadapi musuh kuat selain menantang, juga terasa seru bagiku, karena mengasah otakku untuk mencari cara mengalahkannya.


Gerakan yang cepat, aku baru melihat satu kemampuannya yang itu, aku harus melihat kemampuannya yang lain.


Aku maju dengan cepat, dan dalam waktu yang teramat singkat, aku sampai di depannya dan menebaskan pedangku secepat aku bisa, dan Izagami mengangkat pedangnya kemudian menahan pedangku dengan mudah.


"Aku merasa kau melunak, atau kau memang lemah..." Izagami berkata, dan aku tersenyum lebar.


"Oh, hanya pemanasan..." aku melompat mundur dan mengalirkan banyak Stamina ke pedangku, dan aku maju dengan cepat, hingga Izagami terkejut melihatku.


Aku mengayunkan pedangku, dan Izagami menahannya, dengan wajah yang terlihat kesulitan menahan tebasan pedangku.


"Aku sekarang serius, jadi sekarang anda juga harus serius." ujarku, dan aku mengangkat pedangku lagi kemudian menebas dari kiri ke kanan dengan cepat.


Izagami melompat menjauh, dan aku terus bergerak maju sambil menebaskan pedangku dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelum aku terpental ke dunia ini.


Pengalaman bertarung melawan Monster di kandangnya sendiri jelas memberikanku sebuah pengalaman baru, setiap Monster ataupun musuh lainnya harus kubunuh dengan kecepatan tinggi.


Izagami terus menghindari semua tebasanku, dan aku melesat dengan cepat, tiba tepat beberapa sentimeter di hadapannya, kemudian mengangkat pedangku cepat dan menahannya tepat di sebelah leher kanannya.


"Jadi?" tanyaku, "Apakah aku sudah cukup?"


Izagami mengangkat pedangnya dan... Tertancap di tanah...


"Kau memang layak, aku bisa melihatnya..." ujarnya, "Kekuatanmu layak untuk Izanami Haruno, mantan ketua organisasi EasternDragon dan Hunter rank SS yang dunia sebut sebagai Black Dragon..."

__ADS_1


__ADS_2