Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
128. Siapa dua orang lagi?


__ADS_3

"Langit, lepas tanganmu, akan terasa aneh jika kau memegang tanganku begitu, apalagi kita di depan kelas 3-A..."


Aku melepas peganganku pada tangan Carroline kemudian melirik sekitarku.


Beberapa orang, dengan wajah yang lebih tua dari Carroline sedang menatap kami berdua, membuatku sadar kalau kami masih ada di gedung kelas.


Satu orang mendekat dan ia berdiri di depanku, kemudian memegang pundakku. Tingginya hanya sekitar satu sampai lima sentimeter lebih tinggi dariku, dan tatapannya terasa mengintimidasiku, tapi sayangnya itu tidak akan bekerja pada Wadah Flame Emperor sepertiku...


Bukannya sombong, tapi yah, tatapan tajam dan mengintimidasi itu tidak terasa apapun bagiku, yang sudah pernah merasakan aura intimidasi dari dua Emperor, ini hanyalah sekedar angin lalu bagiku.


"Apa yang kau lakukan pada adikku?" tanya laki-laki itu dan menguatkan pegangannya pada pundakku, "Jawab dengan sejujurnya."


"Sialan, Kyle selalu saja berkelahi pada orang yang mengganggu adiknya sejak adiknya masuk ke akademi..."


Oh, nama sialan ini adalah Kyle, ya? Oke, akan kuingat sebagai dua dari satu Hunter yang pernah kulawan...


Kyle memakai pakaian lengan panjang berwarna putih, dengan celana panjang berwarna merah gelap, serta satu medali di dada kirinya dengan lima bintang melingkar, dan aku jadi tahu kalau Kyle memiliki peringkat yang sama denganku.


"Hmm, jadi kau adalah manusia dari RedWhite, organisasi Hunter dari Asia tenggara, ya?" Kyle meletakkan kedua tangannya di pinggangnya, "Meskipun kau adalah Hunter rank A, kau masih muda dan pengalamanmu masih kalah jauh denganku."


"Oh, benarkah? Tapi aku tak memiliki waktu untuk bertarung denganmu, jadi sampai jumpa." Aku berjalan melewati Kyle dan meninggalkan Carroline di tempatnya tadi.


Aku tahu kalau tidak seharusnya aku meninggalkan orang yang lebih lemah dariku di tempat yang berbahaya seperti itu, tapi Carroline berbeda.


Dia memang hanya seorang perempuan yang memiliki mental kuat yang mampu bertahan dari skill pasif Raja Api, tapi ketegasannya akan membuatnya bertahan lama di dunia ini.


Ia juga mengatakan kalau ia adalah ketua kelas 1-A, tapi aku tidak tahu apakah kepemimpinannya tergolong bagus atau tidak.


Serta, di dada kirinya tersemat medali berlambang StarSam dengan bintang melingkar sebanyak empat bintang, setara dengan Vina dan Senja, dari sana saja aku tahu dia bukan bocah kecil yang bisa kuremehkan begitu saja.


"Penilaian yang baik, Langit Satria..." Zon memujiku, "Dan seterusnya kau akan bersama dengannya..."


***


Suasana kelas amat kacau setelah aku membawa Carroline kabur, dan ketika aku kembali, kelas seketika diam tak bersuara, sebelum Carroline muncul di belakangku dan menendang lututku.

__ADS_1


"Masuk." ujarnya datar, dan aku berjalan masuk.


Aku tak mengerti kenapa seisi kelas seketika diam ketika aku masuk bersama Carroline, dan Andhika mendekatiku dengan cepat kemudian meraih kedua pundakku dan mengguncang tubuhku kuat.


"Kemana saja kau?! Sampai jam dua belas, apa saja yang kau lakukan?!" Andhika berseru, kemudian ia melirik Carroline, "Dan kenapa ketua kelas bersamamu?"


"Aku hanya melakukan sesuatu yang kecil, seperti menghajar guru tadi." jawabku santai, "Itu saja."


"Aku perlu jawaban sesungguhnya nanti di kamar." ujar Andhika kemudian pergi.


Aku melirik Carroline yang masih berdiri di belakangku, ia sedang mengangkat ponselnya dan menempelkannya di telinganya.


"Hmm, okey, I will tell their." ujar Carroline kemudian memasukkan ponselnya sambil menatapku, "Duduk sana, kau sudah tak punya urusan lagi denganku."


Aku menaikkan bahuku kemudian berjalan ke tempat dudukku lagi, sementara Carroline berdiri di depan kelas, menyampaikan sesuatu.


Katanya...


"Sekarang tidak akan ada pelajaran, kalian bebas melakukan apa saja, yang penting tidak berisik dan mengganggu pelajaran kelas sebelah." ujarnya kemudian duduk di tempatnya.


Aku memilih meletakkan kepalaku di atas meja kemudian memejamkan mataku, tidur mungkin sesuatu yang menyenangkan untuk saat ini.


***


Aku membuka mataku perlahan, aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur, tetapi sekarang, aku merasakan suasana di sekitarku tidak seperti di kelas, melainkan sebuah ruangan gelap tanpa adanya cahaya.


Tapi, aku merasa pernah melihat suasana ini sebelumnya, seperti...


"Kau berada di alam bawah sadarmu, lagi..." laki-laki tua dengan rambut merah menyala dan ia memegang sebuah buku tebal, "Sepertinya kau sudah semakin kuat, tidak seperti bocah lemah lima tahun lalu, yang bahkan tidak mampu melawan satu belalang lemah."


"Oh, Zon sialan..." aku menghela napasku, "Kata-katamu masih saja menusuk seperti dulu..."


"Menusuk? Tidak-tidak, aku berbicara kebenaran, kau dulunya amat lemah, bahkan aku tidak percaya laki-laki berotot lima belas tahun di depanku ini adalah bocah yang sama seperti yang dulu pernah hampir mati melawan serangga lemah." Zon mengibaskan tangannya dan melempar buku di tangannya, "Dan sekarang, mungkin sudah saatnya kau tahu kebenaran tentang siapa saja yang sudah memberimu kekuatan hingga kau bisa hidup sampai sekarang."


"Siapa? Bukankah hanya kau dan Flame Emperor? Memangnya ada yang lain?" aku menaikkan alis, ataukah Zon ingin bercerita hal lain?

__ADS_1


"Apa kau ingat mimpi-mimpi lima tahun lalu itu?" tanya Zon, dan aku mengangguk.


Satu bocah kecil yang melarikan diri dari bom besar, satu laki-laki yang mampu bermain-main dengan bintang dan tewas di tangan Monster aneh, dan terakhir adalah Zon si Pendekar Jubah Merah.


"Sebenarnya, kehidupanku bukan hanya sekali saja terjadi, tapi berulang kali..." Zon duduk dan aku ikut duduk di depannya, "Kehidupan yang bisa kuingat mungkin hanya tiga kali saja, tapi sebenarnya pasti lebih dari itu."


"Apa kau mau mendengar kisahnya?"


"Hmm, itu lebih baik daripada aku hanya duduk disini melihat wajah bodohmu itu." jawabku sambil tersenyum lebar.


Zon menaikkan bahunya dan ia menyeringai lebar, "Bersiaplah menuju petualangan ribuan tahun yang sudah kulewati!"


***


"Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Ada kemungkinan Raid Islandia hanya pembuka, dan Gate lainnya yang lebih menakutkan dari itu akan muncul ke dunia." Yen Jiu melirik Tom, "Komando pasukan Hunter dunia ada di tanganmu sekarang, kau akan menguasai dunia."


Tom memejamkan matanya, "Posisi komando pasukan Hunter dunia sudah ada di tanganku sejak Raid Islandia, atau bisa sejak sebelumnya, tapi aku tidak menyadarinya."


"Aku baru menyadarinya ketika Raid Islandia, banyak dari kalian yang menginginkan aku memimpin Raid, yang artinya kalian menyerahkan ras manusia padaku." tambah Tom, "Jika begitu, maka hanya harus lebih kuat dari sekarang dan mampu melawan Lord seorang diri."


"Levelmu adalah yang paling besar disini, kau besar kemungkinannya akan menjadi yang paling kuat disini, bahkan William bisa saja tidak akan mampu mengejarmu." Oga berkata, "Level 190, sedikit lagi maka kau bisa memiliki kekuatan penuh Gorila Lord."


"Kalau bisa kukatakan, aku sebenarnya iri dengan Langit..." Yuuki berkata, "Dia memiliki potensi berkembang jadi lebih kuat dari semua orang yang ada disini dengan ia memiliki kekuatan Flame Emperor dalam tubuhnya."


"Biar begitu, pondasinya masihlah lemah dan perlu banyak latihan untuk menguatkannya." Joko berkata sambil mendengus, "Entah siapa yang mengajarinya untuk berlaku tidak sopan pada ayahnya?"


"Lagipula itu kan salahmu, aku sudah menyarankanmu untuk memberitahunya kalau kau masih hidup dan hidup tenang di Amerika, tapi kau malah menyuruh Frans dan kakek Bintang untuk memberitahu Langit kalau kau sudah mati, siapa anak yang tidak akan marah jika ia dibohongi seperti itu?" Leonard menggelengkan kepalanya, "Kau sudah keterlaluan, kau harus memberitahunya yang sebenarnya."


Joko mengorek telinganya, "Iya, iya, iya, akan kuberitahu..."


John melirik Marie dan bertanya, "Aku penasaran, apa yang membuatmu berani meninggalkan EarthGuard dalam waktu lama sementara posisi markasmu yang paling jauh diantara kita semua?"


Marie tersenyum lebar, "Kalian tidak tahu keberadaan Hunter kuat yang kami miliki? Jika ada sesuatu, mereka bisa mengurusnya."


"Sudah kuputuskan..." Tom mengangkat telunjuknya, "Latihan Langit selanjutnya adalah berburu ke Kanada bersama teman-teman sekelasnya!"

__ADS_1


__ADS_2