Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
272. Raja sejati


__ADS_3

"Hohohoho, kau mengatakan akan membunuhku, maka kau harus melangkahi mayat Death Army-ku ini!!" Suara menggelegar terdengar, dan gerbang terbuka dengan sendirinya.


Aku masuk, dan kulihat barisan makhluk hitam di hadapanku, aku tak bisa menghitungnya...


Siegfried berdiri di atas tangga, kedua tangannya direntangkan ke samping, matanya terlihat merah menyala, dan ia berseru lagi, "Keluarkan pasukanmu, wahai Flame Emperor!"


Aku diam, apakah Siegfried mencoba menghinaku karena aku tak membawa pasukan?


Lagipula, apa gunanya pasukan jika sang raja sudah terlalu kuat? Menyusahkan saja...


"Mana pasukanmu?!" seru Siegfried dan hawanya makin kuat, "Apakah kau meremehkanku?!"


Aku sudah mendengarnya, rumor kalau pasukan Death Emperor adalah pasukan terkuat di seluruh alam semesta. Satu individunya dikatakan setara dengan Lord, dan jumlah pasukannya makin bertambah banyak dengan bergabungnya Titan, Ice Legion, dan masih banyak lagi.


Mungkin saja, pasukan Death Emperor berjumlah ratusan juta, atau mungkin saja lebih dari satu milyar Monster...


"Apa gunanya kau memiliki pasukan?" tanyaku.


"Tentunya membantuku mencapai apa yang kuinginkan." jawabnya singkat.


"Apakah dengan menyuruh bawahanmu bergerak menghabisi banyak musuh dan membuat tangan mereka berlumuran darah sementara tanganmu bersih?" tanyaku lagi, dan mungkin pertanyaanku cukup membuatnya geram.


Aku kurang lebih mengerti apa yang dibicarakan Siegfried dan Benario tadi. Siegfried atau Death Emperor tak mau tangannya kotor, jadi ia menggerakkan Emperor sekutunya dari balik layar, sehingga tangannya tetap bersih.


Paham? Singkatnya ia tak mau dituduh melakukan sesuatu yang bukan ia lakukan, padahal ia yang mengaturnya di balik layar.


Sederhana bukan, maksud dari segalanya yang pernah terjadi, baik itu di duniaku ataupun di dunia ini... Yah, aku tak mengira kalau semuanya yang pernah terjadi selama ini bersambung terus dan berakhir disini...


"Dengan mereka menjadi bawahanku, artinya mereka patuh padaku dan bersedia melakukan apapun yang kuperintahkan!" seru Siegfried dan tangannya terangkat, "Serang-!"


"Artinya kau bukan raja sejati..." ujarku, dan kata-katanya terputus.

__ADS_1


"Seorang raja sejati tak pernah mengatakan kata perintah, raja sejati akan mengarahkan rakyatnya menuju jalan yang benar." aku merentangkan kedua tanganku, "Dan raja sejati selalu berada di barisan depan, melindungi rakyatnya. Bukannya bersembunyi di belakang dan menyuruh pasukannya bergerak, itu adalah tindakan pengecut."


"Selama aku bisa mencapai tujuanku, aku tak peduli kalau aku disebut pengecut!" seru Siegfried dan ia menurunkan tangannya, "Serang manusia sialan itu!"


Aku memasang posisiku, aku bisa merasakan getaran yang dahsyat dari langkah kaki jutaan makhluk aneh di depanku ini...


Getaran yang mungkin saja setara dengan gempa bumi terbesar yang pernah mengguncang bumi...


Aku melangkahkan kakiku, dan melepaskan aura yang lebih besar lagi, kemudian kulihat beberapa Monster kecil jatuh dan tewas terinjak-injak oleh Monster yang lebih besar.


"Kurasa itu saja tidak akan cukup..." gumamku, dan aku mengangkat pedangku, memasang posisi, "Menebas Gunung..."


Aliran Pedang Bumi bentuk kedua, Menebas Gunung, adalah salah satu dari sekian banyak jurus yang kulatih hingga berubah menjadi jurus yang mematikan...


Dalam latihanku sebelum perang, akibat paling mengerikan dari tebasanku adalah setiap tebasanku berpotensi merusak sekitar.


Dan aku yakin sekali pada kemampuanku yang mampu memotong alam, jadi aku tidak boleh ragu melawan Death Emperor.


Rasanya, sedikit berat, tapi aku baru merasakannya kali ini setelah sekian lama tak pernah merasakan beban pada tubuhku...


Apakah efek dari tebasanku?


Kulihat waktu seperti berhenti, dan pundak kananku ditepuk oleh seseorang...


Aku melirik ke kanan, kulihat Flame Emperor sedang tersenyum ke arahku. Ada raja terbaik di masa lampau, patih terbaik di masa lampau, serta beberapa wajah yang kukenal...


"Yo, Langit, lama tak berjumpa..." ujar Flame Emperor, "Kau sudah melebihi kami semua..."


Ada Void Emperor, Sword Emperor, Black Emperor, Wisdom Emperor, War Emperor, dan tiga lawanku sebelumnya, yaitu Ice Emperor, Tyrant Emperor, dan Dragon Emperor...


"Energi Gaib yang kau miliki sudah terlampau besar, kau harus memikirkan cara memakainya." ujar Wisdom Emperor, "Gunakan Energi Gaibmu untuk mengembalikan kami ke dunia."

__ADS_1


"Dan jangan ragu saat melawan Siegfried, dia lawan yang sulit kau baca seluruh serangannya." ujar Ice Emperor, "Menusuknya dari belakang tidak akan banyak berguna."


"Seal field andalannya adalah sesuatu yang ia banggakan. Jika kau terjebak dalam jebakannya, satu cara hanyalah bertahan sampai durasinya habis." Tyrant Emperor berkata, "Sekitar tiga puluh sampai lima puluh menit, paling lama adalah lima jam."


"Dalam pengaruh Seal field, ia bebas mengatur segalanya, bahkan waktu bisa ia atur dalam jangkauannya." tambah Tyrant Emperor, "Hati-hati."


"Jika kau memiliki kekuatan dari sepuluh Emperor, maka Siegfried punya kekuatan dari seratusan lebih Emperor. Jangan remehkan kekuatannya, ia berada di level yang berbeda." ujar War Emperor.


"Raja sejati tidak hanya berdiri di depan dan melindungi rakyatnya, tetapi ia juga bekerjasama dengan rakyatnya untuk menciptakan masa depan yang cerah." ujar Wisdom Emperor dan ia memegang tanganku, "Hangat..."


Aku... Sulit... Mempercayainya...


Waktu kembali berjalan, dan tak butuh waktu lama, sekitar delapan makhluk muncul dari belakangku dan mereka langsung bergerak menahan gempuran Monster hitam buatan Siegfried.


"Serahkan Death Army pada kami, kau urus saja Siegfried itu!" seru Dragon Emperor, "Kami mengandalkanmu!"


Aku mengangguk, dan aku melesat melewati pasukan Monster itu. Tak butuh waktu lama, aku tiba di hadapan Siegfried.


Ia dijaga oleh lima Monster hitam, masing-masing melepaskan hawa yang rasanya lebih kuat dari para Emperor yang kubangkitkan itu...


"Raja harus melawan raja..." ujarku dan aku mengangkat pedangku, "Maka turunlah kemari dan hadapi aku!"


Siegfried mengangkat tangannya dan sebilah pedang muncul di tangannya, "Oh, benarkah?"


Aku melepaskan seluruh aura yang kumiliki dan lima penjaga itu langsung jatuh berlutut.


"Aku bukannya sombong, tetapi lihatlah dengan matamu sendiri..." ujarku, "Manusia bukanlah makhluk lemah yang bisa kau hancurkan seperti semut! Kami akan membunuhmu!"


Aku mengangkat pedangku dan berseru, "Membelah Samudra!"


Pedangku turun dengan cepat, dan Siegfried mengangkat pedangnya...

__ADS_1


TRANG!


__ADS_2