
Suasana di sekolah terasa mencekam, setelah pengumuman tentang adanya serangan teror ke sekolah keluar, banyak yang merasa ketakutan.
Yah, sebagai pemilik komando tertinggi pasukan pelindung Indonesia, aku tak bisa diam dan aku mengarahkan beberapa orang untuk berjaga di sekolah.
Selain itu, aku berencana pergi ke beberapa negara untuk menyelesaikan urusanku, namun tidak dengan cara baik-baik...
Menghapus kejahatan ini dari akarnya adalah cara terbaik menurutku untuk menyelesaikan masalah teror ini...
"Langit, apa kau merenung lagi?" Vina mengayunkan tangannya di depanku, membuatku sadar kembali dan aku kembali menatap buku di hadapanku, "Kau harus membuat surat berhenti sekolah sekarang."
Hah, mana mungkin aku berani melakukannya...
Jika aku sampai keluar dari sekolah lagi, itu artinya total aku dikeluarkan dari sekolah adalah dua kali, pertama dari Akademi Hunter StarSam dan kedua adalah SMA Harapan saat ini.
Lalu dulu saat masih kecil, aku berhenti sekolah saat Surabaya hancur.
Dengan begitu, aku adalah petinggi militer yang tak menyelesaikan pendidikanku...
Ahahaha, lucu bukan hidupku ini...
"Langit, ini surat dari sekolah..." Senja datang dan ia meletakkan satu amplop di depanku, "Yuuki tadi memberikannya padaku."
Setelah itu ia duduk di depanku, lalu aku melirik Vina dan Senja yang kini saling tatap dengan tajam.
Oke... Aku yakin keduanya masih menyimpan dendam masa lalu...
"Hmm, dengan begitu aku bisa tenang berjalan di luar..." aku meraih pedangku dan membuka jendela, "Katakan pada Yuuki kalau parkir belakang ramai lagi."
Aku melompat dan jendela tertutup dengan kasar, hingga bersuara amat keras... Samar-samar kudengar suara...
"Siap komandan!"
***
Parkir belakang ramai oleh beberapa orang berpakaian hitam yang kepalanya ditutupi kain hitam hingga tersisa matanya saja yang terlihat.
Masing-masingnya membawa senjata jarak jauh, seperti senapan, pistol, sniper, dan yang paling menyeramkan, bazoka.
__ADS_1
Aku tidak tahu apakah yang dikatakan Andros tadi itu benar atau tidak, tetapi yang pasti, mereka membawa senjata-senjata yang bisa menghancurkan sekolah ini dengan mudahnya.
Jika yang dikatakan Andros tadi sepenuhnya benar, itu artinya militer dunia benar-benar punya kekuatan untuk menyingkirkanku...
Tetapi masalahnya, apakah mereka benar-benar bisa melakukannya bahkan dengan segala persenjataan berat yang mereka miliki?
Lawan mereka bukanlah manusia biasa, tetapi Monarch yang tidak bisa disebut manusia ataupun dewa dan kekuatan Monarch tidak bisa dipikirkan dengan akal manusia...
Bahkan dengan segala persenjataan berat mereka, Monarch sepertiku bisa menghancurkannya semudah membalikkan telapak tangan. Belum lagi aku menyimpan kekuatan ratusan Emperor dalam tubuhku, meski aku ditembak nuklir sekalipun, aku masih bisa bertahan dengan mudah berkat regenerasi misterius yang kumiliki...
Hanya satu yang bisa membunuhku, yaitu takdir yang memang memutuskan aku mati di umur berapa... Namun aku juga tak bisa mengetahuinya...
Aku mengalirkan banyak Energi Gaib ke telunjukku dan menembakkan peluru-peluru api ke semua orang itu.
Peluru-peluru yang kutembakkan bergerak cepat dan menembus tubuh masing-masingnya, namun ada yang meleset dan beberapa orang langsung bersiaga dan semuanya mengarahkan senjatanya ke arahku.
Yah, posisiku sebenarnya terbuka sekali dan yah, tanpa basa-basi, aku langsung bergerak cepat dan menebaskan pedangku, melukai banyak orang sekaligus.
Mereka langsung melompat menjauh, dan salah satunya berteriak, "Tembak!"
Ratusan, atau mungkin ribuan peluru, melesat ke arahku dalam waktu cepat...
Semuanya terjadi dengan cepat, reflek mereka memang berbeda, mereka terlihat seperti sudah dilatih panjang untuk melakukannya...
...
...
...
"YUUKI, VINA, SENJA, DAN SEMUA TENTARA, EVAKUASI SEMUA SISWA DARI SEKOLAH DAN BAWA MENJAUH! PASTIKAN MEREKA BERGERAK DENGAN TERTIB TANPA ADANYA KERIBUTAN! SITUASI DI BELAKANG MASIH TAK BERATURAN, AKU AKAN MENGURUSNYA SENDIRI!"
Berkat kemampuan telepati yang kudapat dari sang Purgatory Emperor, aku bisa merasakan ribuan orang yang menjauh dari sekolah, utamanya dari parkir belakang.
Lambat, peluru amat lambat di mataku...
Aku mengeluarkan semua aura yang kumiliki, dan menjatuhkan semua peluru dan menjauhkan benda besar yang dijatuhkan dari langit dengan kekuatan Gold Emperor. Benda besar itu kulempar ke Samudra Hindia.
__ADS_1
Semoga saja betulan terlempar kesana...
Tapi harusnya itu mungkin saja, kekuatan Gold Emperor dalam memindahkan benda-benda tak bisa diremehkan begitu saja, bahkan ia bisa menggeser benua kalau ia membawa kekuatan penuhnya.
Sayangnya dalam tubuhku hanya tersisa setengah kekuatannya, jadi paling besar aku hanya bisa menggeser gedung saja dengan kekuatannya itu.
Aku mengangkat tanganku dan menarik pesawat besar di atasku, kemudian melemparnya menjauh.
Beberapa orang bangkit dengan beberapa lubang di tubuhnya, mereka adalah orang-orang yang terkena tembakan peluru api yang kuciptakan, dan aku mengangkat kakiku kemudian menghentakkannya dengan cepat.
Medan listrik tercipta dan menjatuhkan mereka semua. Aku mengangkat tanganku dan melepaskan hawa yang amat panas, hingga aku bisa melihat senapan mereka yang meleleh hingga cairan besi membanjiri tempat ini.
"Aku beri peringatan, bawa kekuatan yang lebih jika ingin menghabisiku. Kekuatan seperti ini benar-benar berbeda dibanding kekuatan yang pernah kulawan..." aku melangkahkan kakiku, dan tak butuh waktu lama, aku bisa mendengar sesuatu yang pecah...
Itu kerjaannya Thunder Emperor yang bisa menghabisi apapun tanpa menyentuhnya...
***
Tokyo, Jepang...
Kerusuhan terjadi di markas militernya, ribuan ******* menyerang dan aku melompat dari atas gedung kemudian melepaskan semua aura yang kumiliki.
Ribuan ******* itu langsung jatuh tanpa ampun, dan saat aku mendarat, semuanya tewas seketika.
Aku berjalan dan berhenti di depan gerbang markas itu, dimana beberapa tentara sedang memasang posisi tempur, beberapa diantaranya terluka parah.
"Biar aku yang mengurus disini, kalian masuk saja..." ujarku dan mereka langsung pergi meninggalkan baris depan.
Aku berbalik dan kulihat ratusan orang mendekat dengan segala senjata berat yang mereka arahkan kepadaku.
"Itu Langit Satria! Tembak!"
Ribuan peluru melesat, dan aku bisa mengatasinya dan memantulkan semua peluru itu kembali ke orang-orang yang melepasnya.
Dan pintarnya, semua peluru itu telak mengenai orang-orang itu.
Aku memejamkan mataku, menghabisi manusia serasa sesuatu yang biasa seperti aku menghabisi Monster...
__ADS_1
Yah, aku balik ke Indonesia dulu, masalah ******* di Tokyo sudah selesai...