Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
125. Yang pernah hadir dan memberi luka


__ADS_3

"Dimana ruang guru?" tanyaku dingin pada Carroline, "Jawab cepat atau kulempar ke atas lantai dengan kasar!"


Seruanku yang mengancam Carroline terdengar cukup keras di koridor akademi, membuat orang-orang yang melintas sedikit gemetar melihatku.


Skill pasif Raja Api masih aktif dan akan terus menekan siapapun yang mencoba mendekatiku, dan efek dari skill ini juga berpengaruh pada Carroline, dia ketakutan.


"Akan.. Kutuntun..." jawab Carroline, "Setelah itu... Turunkan aku..."


"Tergantung apa kau benar-benar serius menuntunku atau tidak." ujarku dan berjalan dengan bantuan Carroline.


***


Ruang guru berada di gedung yang terpisah dengan gedung kelas, dan ruangan itu satu gedung dengan ruang latihan, begitulah katanya Carroline.


Aku mengetuk pintu sebentar, tanpa menunggu jawaban aku masuk dan bertanya, "Where Joko Taru?"


"I'm here..." laki-laki yang mirip dengan yang tadi mengajar di kelasku berdiri dan ia melipat tangannya, "Are you have problem with me?"


Parah banget, ayah sialan...


"Aku Langit, kau tahu aku siapa?" tanyaku kemudian menurunkan Carroline ke atas lantai lalu menarik kerah kemeja belakangnya, "Wait for me, or you will die after this..." (Tunggu aku, atau kau akan mati setelah ini...)


Dia menurut menunggu, dia menunduk di sebelahku sementara aku masih menatap ayah sialan itu berdiri di belakang meja kerjanya, "Apa kau kenal aku?"


"Ya, dan kita perlu tempat lain untuk berbicara..." ia berjalan keluar dari mejanya, kemudian mendekatiku, "Kita akan berbicara di taman..."


Sesuai kata-katanya, dia membawaku ke taman, Carroline tak lupa kutarik juga, karena ini adalah rahasia, siapapun yang ikut dan melihat rahasiaku akan kuperintah untuk tutup mulut.


Di taman, tak banyak yang berkumpul, jadi kami bertiga bisa duduk di tiga kursi yang mengelilingi sebuah meja berbentuk lingkaran.


"Yo, father, how are you?" aku meletakkan kedua tanganku di atas meja, "Do your five year feel fun?" (Yo, ayah, bagaimana kabarmu? Apa lima tahunmu terasa menyenangkan?)


Ayahku, diam mendengarnya, ia tersenyum tipis dan menjawab, "Yah, bagaimana mengatakannya, hari-hari ayah lima tahun ini hanya sekitar bertarung, melakukan misi, mengajar, dan mengunjungi Rosa..."

__ADS_1


Rosa? Siapa dia?


"Rosa?" aku menaikkan alisku, aku tahu kalau Rosa adalah nama seorang perempuan, dan apakah dia temannya?


"Ah, Rosa adalah istriku, sekaligus mungkin ibu barumu." jawab ayahku tenang, tapi tidak denganku.


Lima tahun menghilang dan hanya meninggalkan kabar kalau ia sudah tewas, dan ketika aku tak sengaja bertemu dengannya, ia berkata kalau ia sudah menikah lagi?!


"Apa maksudmu?!" aku memukul meja dengan keras, hingga kulihat retakan kecil muncul di bawah kepalan tanganku, "Jelaskan semuanya!"


Aku tak sempat memperhatikan sekitarku, tapi telingaku bisa menangkap bisikan orang yang mungkin ingin tahu alasanku tadi berteriak dan memukul meja.


"Hey, he is Mr. Joko? Does he have problem with that boy?"


"And, why is Carroline there?"


"I see Mr. Joko is in troble, i want help, but i scare with that boy..."


"Who is the boy? He dared to yell at Mr. Joko, is that boy his family?"


Ayahku menelan ludahnya, ia mengangkat tangan kanannya dan menunjuk medali yang tertempel di dada kirinya, "Apa kau bisa melihatnya?"


Aku mengangguk, "Ya, kenapa medalinya bukan medali dari RedWhite?"


"Itu karena ayah tak lagi bekerja di bawah perintah Frans, sekarang ayah bekerja di bawah perintah pak Tom, kau pasti tahu siapa dia?" ia menurunkan tangannya, "Sekitar dua tahun lalu, ayah dipromosikan menjadi Hunter rank SS, bersamaan dengan ketua organisasi PeaceMaker, yaitu John Person."


"Lalu?"


"Selama lima tahun ini, selain bekerja menjadi Hunter, ayah juga bekerja sebagai pengajar di Akademi Hunter StarSam, sebagai kesempatan melihat kemampuan para generasi muda dalam melawan Monster."


"Apa alasanmu menikah lagi?" ini adalah pertanyaan yang jawabannya amat kutunggu.


Ia memejamkan matanya, dan berkata, "Ibumu gugur ketika bertugas di Surabaya, dan ayah gagal membantunya, jadi ayah memilih untuk bertarung di Raid Islandia, dan bertemu dengan Hunter rank SS dari IronBlast, dijuluki Chevalier Bleu."

__ADS_1


Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja, kemudian melanjutkan, "Ayah tak bisa banyak menceritakan semuanya, sekarang banyak orang melihat kita..."


Saat itulah, aku menyadari kalau kami berdua menjadi pusat perhatian di taman ini. Dan juga, sepertinya kemarahanku tadi mengundang seseorang...


"Yo, Joko Taru, what are you doing here?" suara berat laki-laki terdengar di belakangku, dan suara orang-orang di sekitar membuatku tahu siapa laki-laki itu. (Yo, Joko Taru, apa yang kau lakukan disini?"


"He is Hunter rank SSS, The Burning Arms, Tom Cage!"


"What made him come here?"


Sialan, Hunter rank SSS datang kemari! Apa amarahku mampu memanggil Hunter terkuat di dunia datang kemari?


"Ah, no problem Mr. Tom, you can calm down now..." ujar ayahku, dan artinya menurut Auto Translator adalah "Ah, tidak masalah, pak Tom, kau bisa tenang sekarang..."


Aku melirik ke belakang, sialan, tingginya melebihi paman Frans! Lebih dari dua meter kurasa!


"Emm, siapa dia? Apa dia bernama Langit Satria?" tanya Tom kemudian duduk di sebelah Carroline yang duduk di sebelah ayahku, "Dan kenapa anak ini bisa ada disini?"


"Eh?"


"Langit, anak kecil ini bukan anak kecil biasa, dia adalah anak dari Hunter terkuat di dunia, dan kau telah mencari masalah dengan orang tuanya karena kau telah menyeretnya ke ruang guru." ayahku menepuk dahinya.


Aku hanya bisa tersenyum canggung, kurasa ayahku benar, aku sudah mencari masalah dengan orang yang salah...


Aku melirik Carroline yang menyeringai lebar, dan ia menjulurkan lidahnya, terlihat mengejekku.


"Hmph, kau kira aku berani menantangmu tanpa alasan? Tidak, aku punya ayahku yang akan membelaku jika aku kalah!" bocah itu tertawa, dan aku hanya bisa menghela napasku.


Kulihat Tom mengangkat kepalanya dan mendorong kepala Carroline hingga menempel di atas meja, kemudian menatapku, "Langit, ada beberapa orang yang ingin menemuimu."


"Who are they?" tanyaku, semoga bukan orang menyebalkan seperti Carroline. (Siapa mereka?)


"Beberapa orang yang dikenal dunia sebagai pemimpin..."

__ADS_1


Dialog bahasa Inggris didapatkan dengan pikiran sendiri dan sedikit dari Google Translate.


__ADS_2