
"Apa?" Joko menaikkan alisnya, "Apa kau mengajakku pergi ke Kanada?"
"Tepat sekali, kita harus melihat situasi Kanada sekarang. Aku yakin pasti ada perubahan situasi disana..."
Tom tersenyum tipis, sementara Bintang dan Frans tertegun mendengar itu.
Joko bergetar dan ia berdiri, "Apa tidak ada Hunter yang bisa kau ajak selain aku?"
"Oga Ojisan sedang mengatur rencana bersama Tom, kakek Bintang pasti sedang meregangkan tubuhnya sambil berjalan-jalan, Frans pastinya tak mau kuajak, apalagi si Vigo, kalau Esterosa akan menjadi beban karena dia tak suka pergi berdua dengan lelaki." Alex menghela napasnya, "Opsi terakhir ya kau, si anak muda yang sifatnya tak kuketahui."
Sementara kau juga masih muda, sialan! Joko mengumpat dalam hatinya.
Ia berdeham dan bertanya lagi, "Apa kau yakin? Aku hanya rank S biasa loh, nanti aku pasti jadi-..."
"Beban? Tidak, semua orang yang ada disini bukanlah orang beban, apalagi orang yang diajak oleh kakek Bintang, dia pasti orang yang berguna, aku yakin itu." Alex memotong, "Kau membantah, terima tusukan kritisku."
Joko tersenyum pahit dan ia menjawab dengan lesu, "Baik..."
Beberapa orang muncul dari pintu dan menyalakan kamera mereka, membuat Vigo yang duduk dekat pintu terkejut, "Apa maksud kalian masuk? Apakah kalian tidak melihat?"
"Kami hanya menyiarkan saja, tak lebih..." Ujar salah satunya, "Salah masuk maksudnya..."
Joko menghela napasnya, apakah orang-orang disini tak tahu membaca tulisan di pintu? Sudah jelas di pintu ditempel kertas berisi tulisan yang maksudnya kalau di ruangan itu sedang ada kegiatan penting, apa mereka tak membacanya?
"Baiklah, kami keluar..." orang-orang itu kemudian keluar.
"Sialan, bisa-bisanya mereka masuk begitu saja, apa saja yang penjaga lakukan?" seorang wanita menggerutu, "Apa aku perlu memberi mereka pelajaran, ketua Tom?"
"Tidak, aku sengaja tak memasang penjaga..." Tom menyeringai, "Kurasa mereka orang baik-baik yang menyamar sebagai wartawan."
"Maksudnya?"
"Aku tahu, semua yang datang sekarang adalah orang-orang kuat, orang-orang yang kemampuannya sudah dikenal dunia, jadi mustahil ada musuh yang bisa menyusup kesini tanpa ketahuan. Apalagi, ini adalah markas StarSam, organisasi terbesar di dunia, jadi tak ada ******* ataupun wartawan bodoh yang mau masuk begitu saja."
"Kemungkinan lainnya, mereka adalah Hunter, Hunter rank S yang masuk untuk menyimak rencana." Tom menutup kesimpulannya, "Sederhana saja..."
__ADS_1
"Kau melihatnya dari tubuh mereka yang berbeda dari wartawan di bandara, bukan?" Vigo tersenyum tipis, "Aku bahkan tak menyadari itu, Tuan Burning Arms memang hebat..."
Sementara itu...
"Arrgghh! Pembicaraan macam apa ini?! Aku tak mengerti sedikitpun!" Joko menjambak rambutnya, frustasi karena tak satupun pembicaraan Tom, Vigo, dan yang lainnya masuk ke dalam kepalanya.
"Baik-baik, karena Joko bodoh kita sudah pusing, jadi bagaimana kalau kita mengatur rencana lagi?" Usul Bintang.
"Boleh..." Tom menggesek meja lagi dan menampilkan peta benua Amerika, "Ini posisi kita..."
Ibukota Amerika sempat hancur sebelumnya, lalu dibangun kembali dan diberi nama New Washington. Tom sedang menunjuk titik bulat besar yang bertuliskan NW atau New Washington.
"Dari disini, kita akan membagi pasukan." Tom berkata, "Ketua Oga akan pergi ke selatan dulu dengan seratus Hunter, entah itu rank A atau di bawahnya, beliau yang akan mengurus itu."
"Baik..." Oga membentuk bulat dengan jempol dan telunjuknya.
"Seperti permintaan Alex tadi, dia dan Joko Taru akan pergi ke Kanada, dan mungkin akan bertemu dengan ketua Mir dan pasukannya, nanti aku akan beritahu kalian apa yang harus kalian sampaikan..."
"Oke..." Alex mengangguk.
"Oke..." Seorang wanita dengan mata berkacamata menjawab, "Entah sampai kapan kau akan menyimpanku sebagai Sniper pamungkas?"
Kurasa dia adalah Jenny deh, batin Joko.
"Tunggu saja, akan ada saatnya kau akan turun tangan lagi..." Tom menghela napasnya, "Dan sisanya, akan pergi ke-..."
Ponselnya berbunyi dan Tom mengangkatnya, seseorang menghubunginya dan sedang melaporkan sesuatu.
"Di Brazil juga muncul Gate?" Tom mengerutkan keningnya, situasi kali ini benar-benar sulit dicerna dengan akal sehat, "Kenapa ada empat Gate yang muncul?"
"Barusan aku dapat info juga, John menerima laporan kalau di Mesir, tepatnya di atas Piramida Giza, muncul Gate, tetapi masih belum ada Monster yang keluar." Seorang pria berkata, ia menempelkan ponselnya ke meja dan menampilkan sesuatu, "Lihat?"
Mata semua orang melebar melihatnya, ukuran Gatenya kurang lebih mirip seperti yang dilaporkan ada di Islandia, yang artinya Gate itu mungkin akan mengeluarkan Monster kuat.
"Skala serangan kali ini sudah skala dunia, tujuh organisasi Hunter kurasa takkan bisa mengatasinya kecuali kita semua bersatu dan berpencar dengan kekuatan yang seimbang satu sama lain." Oga memejamkan matanya, terlihat ia sedang bingung dengan situasi kali ini, "Menghadapi semuanya tanpa rencana hanya akan menghancurkan segalanya."
__ADS_1
Bintang mengepalkan tangannya, ia menatap Tom dan bertanya, "Sisanya kemana?"
"Aku, kakek Bintang, dan Vigo akan bergerak ke Kanada kemudian ke Islandia, dimana di Islandia akan diurus dahulu oleh Mark." Tom melirik seorang laki-laki dengan tubuh kurus, "Bagaimana?"
"Boleh saja, aku akan menghabisi semuanya dengan senapanku..." pria itu mengangkat kepalan tangannya.
Semua orang sedang bersemangat menghadapi Raid, yang semuanya tahu kalau hasil dari Raid ini akan menentukan masa depan bumi untuk sekali lagi...
"Ah iya, topik lainnya kita berkumpul disini adalah perihal kembalinya sang legenda di Pulau Hawaii yang telah menghabisi Monster rank SS seorang diri." Tom mengangkat ponselnya dan menunjuk Bintang, "Beliau adalah Bintang Langit, Hunter rank S dari Indonesia yang dijuluki Pendekar Jubah Hitam!"
Bintang terdiam mendengar itu, ia menarik napasnya dan bertanya dengan alis terangkat, "Hah? Apa maksudnya?"
"Yah, kembalinya sang legenda adalah kejutan tak terduga dari Raid kali ini, jadi aku ingin memberikan sesuatu..." Tom menarik sebuah kertas, "Lembaga yang mengawasi perilaku setiap Hunter, International Hunter Organization atau IHO, memberikan sebuah peringkat baru pada sang legenda."
"Apa maksudnya?" Frans menatap Tom dengan tatapan tak mengerti, "Hanya ada dua kemungkinan yang membuat IHO sampai mengeluarkan sebuah peringkat pada seorang Hunter..."
"Pertama, rank SS dan yang kedua adalah rank SSS..." Oga tersenyum lebar.
Bintang terdiam saat memikirkan itu... Dua kemungkinannya, ia disetarakan dengan sepuluh Hunter terkuat atau disetarakan dengan Tang Liao, yang mana yang mungkin saat ini?
"Ketua IHO memberikan sebuah kehormatan pada Bintang Langit sebuah rank baru, yaitu Rank SS..." Tom menempelkan kertas itu di atas meja dan isi kertas itu terlihat.
Mata Frans melebar, "Apa-apaan itu?! Indonesia memiliki dua Hunter rank SS sekaligus?!"
"Tak bisa dipercaya..." Alex memasang wajah terkejut, tetapi kalau diperhatikan ia sebenarnya sudah tahu hal ini, tetapi ia berusaha terlihat tenang, "Kakek tua sepertinya menjadi Hunter rank SS?"
"Semuanya sudah diperhitungkan oleh ketua Neil, dan ia memberikan rank baru ini karena kontribusi kakek Bintang pada Raid ke Hawaii bertahun-tahun lalu." Tom berkata, "Dan, ia tak ingin Hunter sekuat kakek Bintang membusuk di rank S, ia ingin kakek Bintang terkenal di dunia, bukan sebagai Hunter rank S biasa melainkan Hunter rank SS yang mampu memojokkan Hunter rank SS terkuat di masanya."
Hunter rank SS terkuat di masanya adalah Yao Zhong, sebelum Tom Cage hadir dan mendorong popularitas Yao Zhong jauh ke bawah, hingga ia pensiun dari dunia Hunter.
Semuanya menatap Bintang penasaran, bagaimana reaksi Bintang terhadap hal itu?
**Rencana awal: World Hunter Organization (WHO)
Jadinya: International Hunter Organization (IHO)
__ADS_1
Biar ga sama dengan organisasi kesehatan dunia atau WHO ngab, jadi kuganti ajalah**...