
"Ini sungguh aneh, kemana perginya para Monster?" aku berhenti di depan kantor sambil melirik Senja yang ikut berhenti dan napasnya amat kacau, "Apa kau merasakan keanehan?"
Senja tak menjawabnya dengan kata-kata, ia menggeleng pelan dan berkata dengan terputus-putus, "Aku... Tak... Merasakan apa... Pun..."
Zon tertawa keras, ia berteriak keras di pikiranku, "Ngoahahahaha, perempuan itu amat lemah! Berlari mengikuti semut saja sampai begitu! Mira saja bahkan bisa melakukan yang lebih lagi meskipun dia adalah perempuan!"
Mira adalah muridnya kakek Zon sialan ini, dia adalah salah satu dari tiga murid yang dimiliki Zon, bersama temannya yang bernama Tianyun. Omong-omong, Mira adalah satu-satunya murid perempuan yang kakek tua ini miliki, dan ia sangat menyayanginya, begitu juga dengan tiga murid lainnya.
Yah, aku merasa wajar saja Senja bisa terengah-engah begitu mengikutiku, karena dia belum mampu mengikuti gerakan kakiku, dan ia pastinya memaksakan kakinya agar bisa mengikutiku, yah begitu deh kira-kira...
Senja mengatur napasnya, ia menjatuhkan pedangnya dan ia jatuh terduduk, "Sebentar, aku... Tarik napas... Dulu..."
Yah, kantor sudah ada di depan mata, jadi tak ada salahnya beristirahat dulu
"Status."
[Nama: Langit Satria
Level: 46
Usia: 12 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Flame Emperor
Title: Pejuang Sejati, 3+
HP: 1575/1575
STR: 255 (+1900)
__ADS_1
INT: 75
VIT: 63
DEX: 62 (+100)
DEF: 66 (+250)
LUCK: 20
Stamina: 139/235
Bonus poin: 12
Skill pasif: (Raja Api: Lv. 5) (Pria Api Kejam: Lv. 2)
Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Kehancuran: Lv. 2) (Darah Burung Api: Lv. 3) (Semburan Api: Lv. 1) (Seruan amarah: Lv. 1) (Tarian Kaisar Api: Lv. 5) (Lv. 50)
Equip: White Shirt (B) Black Scale Coat (S) Black Long Pants (B) Pedang Naga Iblis (S) Pedang Api Hitam (SSSR+) Cakar Ayam Api (SS)]
Skill pasif Raja Api aktif terus, dan akan bertambah lebih kuat lagi kalau aku menekan seseorang, tak peduli kawan ataupun lawan, semuanya akan ditekan oleh skill satu ini.
Sejujurnya, efek dari skill pasif Raja Api benar-benar mengerikan jika kuperhatikan lebih jauh lagi, mampu memberikan efek Crazy jika terpapar skill ini terus-menerus kalau mental masih lemah? Apalagi Crazy adalah efek paling tinggi yang menghancurkan mental manusia, jadi aku agak sedikit ragu menekan orang, biar skill ini tak tiba-tiba aktif begitu saja.
Dan juga, untuk pertama kalinya aku melihat ada tambahan angka di belakang stat dasar itu, ada tiga ribu, seratus, dan seratus lima puluh. Sepertinya itu adalah stat dari equip yang kumiliki, tapi kenapa baru ditampilkan?
"Ada beberapa equip tertentu yang memerlukan suatu persyaratan agar bisa dipakai dengan maksimal, Pedang Api Hitam kurasa salah satunya." ujar Zon, "Dan kenapa stat Pedang Api Hitam baru ditampilkan di jendela informasi padahal kau sudah memakainya sejak lama? Itu karena sebelum level 45, sistem akan menunjukkan stat dari equip, tak menuliskannya pada status dasar, tetapi hanya memakainya dalam pertempuran."
Waduh, kakek tua, aku bingung dengan penjelasanmu.
"Ya sudah, aku tidak akan menjelaskannya..." Zon kemudian menghilang.
__ADS_1
Aku menggelengkan kepalaku dan melirik Senja yang masih mengatur napasnya, aku menaikkan bahuku dan berbalik menatap kantor, dimana lampu-lampu sudah menyala terang dan ada beberapa Hunter yang berlarian di sekitarnya.
Aku melirik Senja lagi, kurasa dia tidak akan bisa bergerak dalam waktu lama, jadi aku akan membawanya seperti tadi saja.
Aku menyarungkan kedua pedangku kemudian mengangkat Senja dengan sekuat tenagaku, lalu pergi ke ruangan paman Frans.
***
"Kukira kau sudah mati..." paman Frans melirikku sinis, "Kau sudah keluar dari asrama di luar jam yang seharusnya."
Hei, hei, hei, kalau begitu bukankah kondisi markas akan selalu dalam bahaya? Itu saja, kalau bukan karenaku yang ada di taman bersama Senja, para Hunter tidak akan sadar bahwa ada Monster sekelas Dragon Lord menyusup ke markas! Sadari situasinya, paman Frans!
"Oke, aku tahu kalau kau berpikir kami sudah melakukan hal yang salah karena tak waspada padahal kita berada pada masa perang begini..." paman Frans berdiri, "Tadi aku hanya bercanda, jangan ditanggapi..."
Setelah paman Frans telah berdiri tegak, kulihat ia hanya memakai pakaian sederhana, celana pendek dengan kaos yang kekecilan untuk tubuh berototnya itu, dan kusimpulkan kalau dia baru bangun.
"Jangan nilai orang dari penampilannya..." pak Dito menguap lebar, "Begini-begini, pak Frans tak pernah tidur lebih lama dari lima jam..."
"Malahan wakil ketua RedWhite selalu tidur lebih dari lima jam..." paman Frans menggerutu, "Kalau ada serangan, barulah dia bangun, kalau tidak ada, ya sudah, pasti tidur sampai jam sembilan pagi."
"Sekarang kita serius..." wajah pak Dito yang tadinya terlihat mengantuk langsung berubah menjadi serius begitu paman Frans mengatakan jam tidurnya, "Kau harus tahu konsekuensi karena kau sudah mengungkapkan identitasmu lebih cepat pada dunia..."
"Aku tahu kalau kau sudah memahami seisi dunia lain, yang bahkan Hunter sekelas William, Yuuki, Esterosa, dan Yen belum tentu pahami sepenuhnya, jadi kau tahu bahaya dari dunia lain..." paman Frans berkata.
Aku memahaminya, bahaya sedang mengintai ras manusia sejak Serpent Lord turun ke bumi.
"Monster bernama Dragon Lord itu setidaknya sudah mewaspadai ras manusia, dia memburu tiap Wadah yang tersisa untuk dihabisi secepatnya agar tidak menghalangi jalannya..." tambah paman Frans, "Untuk itu, aku akan mengatakan ini..."
"Kau tidak aman jika tinggal di RedWhite untuk saat ini, kau perlu perlindungan lebih karena kejadian ini." paman Frans mengeluarkan ponselnya, "Kebetulan Akademi Hunter StarSam baru membuka semester baru, dan kepala akademi itu adalah Hunter rank SSS satu-satunya di dunia, yaitu Tom Cage. Kau akan selalu dalam kondisi aman jika ada disana."
"Dan juga, kau bisa mendapat pelatihan dari para Hunter kuat kelas dunia yang dimiliki oleh StarSam, bisa saja kemampuan pedangmu akan meningkat pesat disana..." paman Frans mengeluarkan satu kartu dari kantongnya lagi.
__ADS_1
"Satu lagi..." ia memberikannya padaku, "Mulai sekarang kau adalah Hunter rank A, aku sudah melihat aksimu di taman tadi, kurasa hanya rank A saja yang bisa kuberikan padamu."
Aku menerimanya dan menyimpannya, kurasa disana aku akan lebih banyak bertemu Hunter muda yang lebih hebat dariku.