Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
247. Musuh di balik kegelapan


__ADS_3

"Satu beban sudah menghilang, bukankah ini adalah kesempatan besar untuk menghancurkan Divine Legion?" Ice Emperor melipat tangannya, "Kita berempat kurasa cukup untuk menghancurkan Divine Legion, salah satu ancaman kita dalam menguasai alam semesta."


"Aku, Ice, Dragon, dan kau, Death Emperor..." Tyrant Emperor melipat tangannya, "Kau sebenarnya lebih dari cukup jika seandainya kau tak membuang Stone of Light ke dunia lain."


"Dan akibatnya sekarang kita kesulitan mencarinya, apalagi kita tak memiliki kekuatan untuk menemukan sesuatu yang terbuat dari batu bintang." Dragon Emperor mendengus, "Masalah sulit ini..."


"Kenapa kalian bingung? Kita sudah bersatu, buat apa bingung lagi?" Death Emperor menaikkan bahunya, "Kita akan menyerang Divine Legion bersama-sama dan menghabisi Commander Divine Legion..."


"Dan tujuan akhir kita adalah menghancurkan umat manusia! Dan menjadikan kekuatan kita sebagai kekuatan yang menguasai dua dunia!"


***


"Kurasa ini waktunya menjelaskan tentang hubunganku dengan Flame Emperor..." Hayam Wuruk berkata dan ia menyerahkan sesuatu, "Mari kita duduk bersama dan berbincang santai..."


Ia duduk dan mengeluarkan sesuatu dari... Tasnya Vina! Hahah, bagaimana caranya dia mengambil tasnya Vina tanpa kusadari?!


Tapi dari beberapa hal yang terjadi di depanku, aku menyadari kalau Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada bukan hanya Wadah biasa, bahkan kemampuan keduanya masih abu-abu di mataku...


Gerakan yang cepat, pancaran kekuatan yang amat besar, semuanya adalah sesuatu yang hebat di mataku...


"Oke, jadi alasan kenapa aku dekat dengan Flame Emperor adalah karena kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya mirip seperti kekuatan yang dimiliki Monster yang memberiku kemampuan lebih, namanya Purgatory Emperor. Kekuatan yang sama juga mengalir dalam dirimu, aku jadi tahu kalau ada api hangat yang juga mengalir di dalam dirimu." Hayam Wuruk berkata, "Hubunganku dengan Flame Emperor tidak lebih dari sekedar teman saja..."


"Rajaku berteman baik dengan Flame Emperor dan juga Sword Emperor yang merupakan manusia terkuat di masanya, karena kami sedang menyiapkan kekuatan untuk menjatuhkan Death Emperor." Gajah Mada berkata, "Bagaimana pendapatmu tentang makhluk itu?"


Aku terdiam, apa maksudnya Death Emperor akan dijatuhkan? Apa salahnya dia? Bukankah dia netral?


"Bukankah dia netral?" tanyaku, "Maksudku, bukankah dia tidak pernah muncul di hadapan kita?"


"Sayangnya kau salah besar..." Hayam Wuruk memejamkan matanya dan melipat tangannya, "Dia punya masa lalu yang sedikit berat untuk dijelaskan saat ini..."


"Aku dan paman Patih sudah hidup di dunia lain sejak ribuan tahun lalu, kami berkelana tanpa tujuan karena kami saat itu sudah menjadi Lord."


"Berkali-kali pertempuran sudah kami lalui dan kami lihat, Tuan Purgatory Emperor terus menjadi Emperor terkuat, sebelum akhirnya beliau tewas di tangan musuh."


"Kami berdua berjuang melawan serangan Divine Legion yang terus menjadi ancaman kita bernapas tenang-..."

__ADS_1


"Tu-Tunggu sebentar, aku ingin mendengar satu hal lagi yang belum kupahami..." aku mengangkat kedua tanganku dan meminta Hayam Wuruk diam, "Apakah kau sudah ada di bumi sejak lama?"


"Benar."


Aku memikirkannya, siapa pemilik Energi Gaib yang pernah dirasakan oleh Zon dulu?


Dalam jarak ratusan meter dari Semeru, mungkin saja desa tempat kakekku tinggal berada dan aku mungkin saja sudah menjadi Hunter, jadi aku harus memastikannya dulu...


"Ya, aku berada disini sejak RedWhite berdiri, dan mengawasi jalannya kelompok itu sejak masih kecil..." jawab Hayam Wuruk.


"Dengan kata lain..." Gajah Mada menambahkan, "Kami sudah mengetahui masalah yang kalian hadapi saat ini, bahkan kami tahu kalau akan ada Hunter rank SSS yang akan hadir di dunia lagi selain manusia bernama Tang Liao itu."


"Kalau begitu, apakah kalian bersedia membantu?" tanya Vina, "Ini adalah negara yang kalian perjuangkan, kalian tidak mungkin membiarkan negara ini hancur, bukan?"


"Masalah itu..." Hayam Wuruk tersenyum lebar, "Sederhana saja..."


"Kali ini mungkin menjadi akhir dari pertempuran panjang kami, sebelum kamu mengakhiri hidup kami dan berjalan menuju alam selanjutnya." Hayam Wuruk memejamkan matanya lagi.


***


"Tapi kita harus waspada dengan dua individu bernama Hayam Wuruk dan Gajah Mada.." Death Emperor memejamkan matanya, "Kalian harus waspada dengan keduanya..."


"Kurasa keduanya adalah dua individu yang cukup berbahaya." Tyrant Emperor mengelus dagunya, "Apa ada informasi tentang keduanya?"


"Apa kalian tahu perang besar antara Divine Legion dan ras Monster ribuan tahun lalu?" tanya Death Emperor, dan dua Emperor di depannya mengangguk.


"Keduanya adalah dua dari beberapa Monster yang berhasil lolos,dan keduanya dulunya merupakan bawahan dari Purgatory Emperor, sang Emperor terkuat di masanya, dan kemarin, keduanya menemuiku dengan tujuan ingin membicarakan tentang keterlibatanku dalam konflik dua dunia." jawab Death Emperor, "Kalian tahu hasilnya?"


"Apa?" Ice Emperor menaikkan alisnya.


"Keduanya mengatakan akan berlaku netral, tapi sayangnya aku tidak percaya." Death Emperor memejamkan matanya kemudian membukanya lagi, "Manusia tetaplah manusia..."


***


"Tak ada Monster yang benar-benar serius ingin berlaku netral dalam konflik besar semacam ini." Hayam Wuruk terlihat kesal, "Ia pasti sudah berada di salah satu kubu selama ini, tanpa kalian ketahui..."

__ADS_1


Aku diam, semua kisahnya tentang Death Emperor terasa seperti omong kosong...


Bagaimana mungkin... Kaisar sekuat dia bisa merencanakan sesuatu yang amat mengerikan?


Apalagi rencananya menyangkut dua dunia, bahkan ia berencana menjadi raja para dewa di alam semesta ini, bukankah itu terlalu berlebihan? Ambisinya untuk menguasai dunia terlalu berlebihan, bahkan hanya sekedar didengar saja sudah amat aneh makhluk sepertinya berpikir semacam itu...


"Menguasai kegelapan, membangkitkan makhluk yang sudah tewas, mampu bertarung sendirian di hadapan Divine Legion, Death Emperor adalah satu pasukan dalam satu individu, keberadaannya jelas membahayakan dunia ini." Hayam Wuruk mengepalkan tangannya, "Netral hanyalah kebodohan semata..."


***


"Apakah Hayam Wuruk benar-benar sekuat itu?" Ice Emperor menaikkan alisnya, "Ataukah kau hanya membual saja?"


"Kemampuan teleportasi, bergerak cepat, menyembunyikan hawa keberadaannya, kemampuan memimpin yang hebat, Hayam Wuruk hanyalah Emperor lemah, tapi kalian harus tahu kalau ia selalu didampingi Patih setianya..." Death Emperor terlihat bergetar, "Kekuatan utama Hayam Wuruk adalah kemampuan memimpinnya..."


"Patihnya yang dijuluki War Emperor memiliki ratusan ribu pasukan di dalam bayangannya, terbuat dari apa pasukannya? Terbuat dari Energi Gaib dan mengandung tiga perempat kekuatannya." Death Emperor semakin bergetar.


"Kemampuannya War Emperor tak jauh beda dengan Hayam Wuruk, kemampuan teleportasi, bergerak cepat, menyembunyikan hawa keberadaannya, dan satu lagi, meramal..."


"Keduanya adalah dua Emperor yang tak banyak diketahui semua Monster di dunia, bahkan aku saja hampir melupakan keduanya..."


"Keduanya adalah... Dua Emperor yang lebih kuat dariku..."


"Menurutmu, keduanya berpihak pada siapa?" Dragon Emperor bertanya, "Dan juga, kenapa keduanya tak memerangi Divine Legion padahal memiliki kekuatan sebesar itu?"


"Tentu saja dengan ras asalnya..." jawab Death Emperor, "Dan sederhananya kenapa keduanya tak melawan Divine Legion, aku juga tidak paham..."


***


"Tentu saja dengan ras asalnya, sekalinya Monster tetaplah Monster." Hayam Wuruk memukul tanah, dan tanah seketika retak oleh pukulannya, "Aku tidak akan membiarkan makhluk kegelapan itu menguasai dunia."


"Caranya?" Vina bertanya.


"Paman Patih, kerismu..." Hayam Wuruk mengangkat tangannya ke arah Gajah Mada.


Gajah Mada menarik kerisnya lagi dan menyerahkannya pada Hayam Wuruk.

__ADS_1


Hayam Wuruk menerimanya dan ia menyayat telapak tangannya, "Darahku akan menjadi perjanjianku, kalau aku tidak akan membiarkan Nusantara jatuh dalam kegelapan."


"Nusantara yang diciptakan dengan sejarah panjang dan pertumpahan darah yang terjadi amat panjang tidak boleh jatuh lagi, Nusantara harus menang!" Hayam Wuruk mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke aku, "Ini adalah perjanjian awal, sebelum aku menyerahkan kekuatan penuhku padamu dan berjalan ke alam selanjutnya."


__ADS_2