Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
228. Destruction Army menyerang New Washington! II


__ADS_3

Aku melesat cepat melewati mayat-mayat Monster yang bergelimpangan di jalanan bersama Yuuki.


Naga raksasa melayang di langit New Washington, dan aku tahu kalau naga yang melayang itu adalah Dragon Emperor.


Dari auranya, tekanan yang dilepaskannya, serta warnanya yang berbeda dari naga yang muncul saat ini, aku jadi tahu kalau naga itu adalah Dragon Emperor.


Tom memindahkan kami ke segala penjuru dengan acak menggunakan skill Gate yang ia miliki, dengan begitu kami bisa berpencar ke seluruh New Washington untuk melindungi warga.


Aku sudah berkeliling beberapa menit bersama Yuuki, aku berhasil mengevakuasi beberapa warga lainnya, beberapa tak berhasil kami selamatkan karena terlambat.


Beberapa tubuh yang tak lengkap bagian tubuhnya berserakan, beberapa bahkan terpisah-pisah.


Yuuki hanya memalingkan wajahnya, aku juga sama, meski berkali-kali aku sudah melihat pemandangan ini, tetap saja aku kesulitan melihatnya.


Pertanyaanku, bagaimana mungkin StarSam tak mampu melindungi New Washington? Apakah rumor tentang kekuatan StarSam yang berkurang hampir setengahnya saat penyerangan para Emperor ke New Washington?


"Langit, kita harus terus maju." Yuuki menepuk pundakku, "Masih banyak warga yang mungkin belum dievakuasi."


"Baiklah..." aku menarik napasku panjang kemudian menhembuskannya perlahan, "Ayo!"


Kami berdua kembali berlari menyusuri kota, Monster-monster berkumpul di tengah-tengah jalan, saat aku datang mereka langsung bubar.


Aku tak berniat mengejar mereka, prioritasku yang pertama adalah mengevakuasi warga, kalau Yuuki mampu bertarung sambil mengevakuasi warga, itu boleh saja.


Aku yang sekarang bisa saja mengeluarkan Flame Soldier, tetapi itu akan menciptakan anggapan buruk kalau aku adalah Monster yang menyamar menjadi manusia.


Gerakan kami lebih cepat, tak ada Monster yang menghadang kami lagi seperti sebelumnya.


"Langit, coba lihat ke atas!" seru Yuuki dan aku langsung menengok ke atas.


...


...


...


Whaaaatttt??? Mulut besar punya siapa itu mengarah ke bawah?!

__ADS_1


Aku melompat ke depan, sementara Yuuki ikut melompat ke depan kemudian berguling di sebelahku.


[Dragora : lvl. 150]


Kami menarik pedang kami, sementara naga itu mendarat di depan kami kemudian mengepakkan sayapnya sejenak sebelum mengecil dan berubah menjadi makhluk berbentuk seperti manusia dengan tanduk di kepalanya.


"Sedikit lagi..." ujarnya pelan.


Aku menguatkan genggamanku pada pedangku kemudian melesat maju, "Tarian Raja Bumi!"


Pedangku berayun ke segala arah, Dragora menyiapkan dirinya kemudian memasang posisi bertahan.


Aku menebaskan pedangku dari kanan ke kiri, memotong tangannya yang tersilang di depan wajahnya, kemudian aku menebas dari kiri ke kanan, menebas perutnya, terakhir menebaskan pedangku dari atas ke bawah, memotong tangan Dragora yang tersisa kemudian menciptakan luka lebar dari dada ke perut. Dragora melompat mundur, luka-lukanya pulih perlahan.


Pedangku menyala lebih terang dengan aku mengalirkan Staminaku ke pedangku, aku melesat maju kemudian melepaskan rentetan tebasan pedang yang langsung mengiris-iris tubuh Dragora menjadi potongan-potongan kecil.


[Level up!]


Dragora tewas seketika, aku meninggalkannya kemudian membantu Yuuki yang menghadapi raksasa berukuran tiga meter.


Yuuki menebas setiap sudut tubuh raksasa itu dengan pedangnya, sementara raksasa itu tak bisa menangkap Yuuki karena Yuuki bergerak lebih cepat dari gerakan tangannya.


Setelah Yuuki menghabisi raksasa itu, kami bergerak lagi...


Sebelum aku merasakan aku berpisah dari Yuuki...


***


Tom berlari kencang ke kepala Dragon Emperor, kemudian melancarkan skill andalannya.


"Big Bang Combination!"


Dua pukulan beruntun mendarat di kepala bagian belakang Dragon Emperor, meretakkan tengkoraknya hingga kedua tangan Tom masuk ke dalam retakan itu.


Dragon Emperor menjerit keras, ia terbang menjauh dari posisinya tadi bertemu dengan Tom.


Tekanan angin di atas tubuh Dragon Emperor amat kuat, bahkan Tom mulai kesulitan, meskipun hanya sekedar berusaha berdiri saja ia kesulitan.

__ADS_1


Dengan kekuatan baru yang ia miliki sekalipun, serta besarnya Energi Gaib yang dimilikinya, tetap membuatnya kesulitan menahan tekanan angin di sekitarnya.


Ditambah Dragon Emperor yang bergerak cepat melewati awan-awan, membuat Tom mulai kesulitan bernapas.


"Apakah aku harus mengalah dan melompat turun?" gumamnya, "Sial, kurasa itulah satu-satunya jalan..."


Bertarung di langit hanya akan merugikannya, itulah pikiran Tom kali ini. Apa yang membuatnya berpikir begitu?


Ada tiga hal, pertama adalah karena Tom mengandalkan pukulannya serta semburan apinya, karena di langit angin berhembus tak beraturan dan kencang, semburan apinya tak banyak berguna. Sementara mengandalkan pukulan, itu hanya akan semakin merugikannya.


Kedua adalah karena Tom tak bisa terbang. Kalau ia memaksakan bertarung di langit, hanya akan membuatnya kesulitan karena bergerak di langit amat susah, lebih sulit dibandingkan belajar berenang.


Ketiga adalah karena tubuh Dragon Emperor yang besar dan pastinya Tom akan kesulitan menyerangnya mengingat poin kedua.


Menghadapi Dragon Emperor di atas tanah adalah hal terbaik yang bisa dipikirkannya, karena bertarung di atas tanah memberikan Tom banyak keuntungan.


Tom berlari kemudian melompat turun, dengan kedua tangannya ia rentangkan ke samping guna menahan tubuhnya agar jatuh perlahan.


Ia tak sempat memperkirakan berapa tingginya saat ini, apakah ia memakai alat pelindung, tewas ya sudah, ia mempertaruhkan nyawanya dalam lompatan kali ini.


Tetapi ia bisa mengarahkan jatuhnya dengan meluruskan tubuhnya kemudian bergerak ke arah yang ia inginkan.


Tom meluncur cepat, gerakan jatuhnya terasa lebih cepat, beberapa bangunan mulai terlihat.


Energi Gaib mengalir lebih cepat di dalam tubuhnya, menciptakan lapisan pelindung di luar tubuhnya yang membantunya menahan tekanan angin yang menekan tubuhnya.


***


"Sialan, apa memang semua Monster memang semenyebalkan ini?!" Al menembaki Monster-monster yang mendekatinya dengan senapannya, "Mereka terus datang tanpa henti!"


"Hmph, semua ini tak ada artinya!" John berseru sambil mengayunkan tombaknya, "Mereka semua banyak, tetapi kita lebih kuat!"


Tombaknya telah berkali-kali menelan nyawa Monster, dan kemampuan John terus meningkat hari ini, sehingga ia bisa bertahan cukup lama melawan puluhan Monster yang mendekatinya.


Keduanya terus bekerjasama menghadapi Monster-monster yang mendekat, sebelum suara sesuatu yang jatuh terdengar di dekat mereka.


Satu Monster jatuh ke atas tanah, sebelum semburan api membakar belasan Monster lainnya.

__ADS_1


"Fuuh, kukira aku akan mati..." seseorang melompat turun setelah api membakar puluhan Monster, "Sial, lompat dari langit benar-benar menyeramkan..."


__ADS_2