Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
51. Markas StarSam


__ADS_3

Pasukan RedWhite dibawa ke markas besar StarSam yang ada di New Washington dengan kendaraan roda empat lapis baja berat, yang mampu menampung puluhan orang di dalamnya.


Bintang ingat markas StarSam tidak seperti markas besar RedWhite di Indonesia yang berupa gedung tinggi sepuluh lantai, tetapi lebih seperti sebuah kota kecil di dalam kota besar.


Itu wajar karena para Hunternya tinggal langsung di markasnya, sebagai persiapan jika ada hal mendesak yang mengharuskan petinggi StarSam memanggil para Hunter dalam waktu singkat.


Kalau sekarang, Bintang tidak tahu apakah luasnya telah melebar lagi atau tidak, tetapi yang pasti tidak akan menyempit.


Kalau tidak salah, jumlah Hunter yang bergabung dengan StarSam berjumlah lebih dari seribu orang, dengan seperempatnya adalah Hunter rank A, separuhnya adalah Hunter rank B dan rank C, sisanya rank D.


Para Hunter rank S dan rank SS tak dihitung dalam jumlah di atas, karena jumlah Hunter rank S yang dimiliki StarSam berjumlah sedikit, hanya dua puluh lima saja dan masing-masing memiliki kekuatan yang hebat.


Kalau Hunter rank SS, StarSam punya empat orang, termasuk Tom Cage si Burning Arm. Banyak gan...


Membicarakan tentang Hunter rank SS, jajarannya bertambah satu lagi dengan kembalinya Vigo, menjadi sepuluh Hunter.


Eropa punya tiga Hunter, yaitu William, Esterosa, dan Alex yang pindah ke Eropa karena tak tahan dengan perintah Tom yang aneh-aneh, yang menyuruhnya untuk mengintai di Kanada, karena ia menduga akan muncul Gate besar lagi disana.


Kanada menjadi negara yang berbahaya karena negara itu menjadi negara yang sering kedatangan tamu tak diundang, yaitu Monster rank SS. Kalau saja Tom Cage dan kawanannya tak ada, mungkin Amerika sudah hancur sejak lama.


Sementara Asia memiliki tiga Hunter rank SS, termasuk Oga Haruno dan Vigo. Satu lagi ada di Rusia, namanya Mir Sveta.


"Nah, kita hampir sampai di markas besar..." ujar Tom Cage dan ia berdiri dari tempat duduknya, "Sebelum turun, pastikan memeriksa barang kalian!"


Hal yang sama diucapkan oleh Esterosa, Oga, dan Vigo di kendaraan lainnya, karena StarSam mengirim empat kendaraan saja atas perintah Tom.


Kendaraan melaju tanpa hambatan melewati jalanan New Washington yang padat oleh para pekerja keras yang memperjuangkan detik-detiknya demi uang.


Kendaraan berhenti sejenak, mungkin pemeriksaan sebelum masuk markas, sebelum kendaraan kembali melaju.


Tak lama, kendaraan berhenti lagi dan sopir kendaraan itu yang merupakan Hunter rank A berkata pada Tom, "Ketua, kita sudah sampai..."


"Tak usah kau bilang begitu, aku sudah tahu..." Tom melirik yang lainnya, "Yok, turun guys!"


***

__ADS_1


Pasukan RedWhite diturunkan di sebuah hotel besar, yang mana besarnya melebihi besar Hotel Grand Indonesia yang ada di Jakarta.


"Perkiraanku, hotel satu ini mampu menampung ribuan orang di dalamnya..." gumam Joko di sebelah Bintang, "Berapa dollar yang dikeluarkan pemerintah Amerika untuk membangun hotel raksasa ini?"


"Itu yang kau pikirkan saat melihat hotel sebesar ini?" Bintang menggelengkan kepalanya, "Ayah malah berpikir siapa yang bertugas membersihkan hotel ini? Besar loh, pasti bayarannya besar..."


"Memangnya kau ingin bekerja sebagai tukang sapu Hotel Super StarSam? Bayarannya besar loh, setara dengan pendapatan bulanan satu orang Hunter rank A..." Oga melirik Bintang.


"Sayangnya, aku tak ingin menjadi tukang sapu..." Bintang menyeringai, "Menghabisi Monster memiliki kesenangannya tersendiri dibandingkan menjadi tukang sapu..."


Pasukan RedWhite masuk hotel besar itu dan saat sudah berada di dalamnya, semuanya terpana untuk sesaat.


Tom Cage mengarahkan semuanya menuju resepsionis dan mengatakan sesuatu dalam bahasa asing, tapi Bintang tahu intinya...


"Pasti orang besar itu memesan tiga ratus kamar lebih untuk kita..." Joko melipat tangannya, "Kenapa StarSam tak menyewa hotel ini untuk pasukan Raid saja?"


"Sayangnya, akulah yang memiliki Hotel Super StarSam..." Tom Cage melipat tangannya di depan Joko, membuat nyali Joko menciut sejenak.


Bayangkan saja, saat seorang manusia. setinggi seratus delapan puluh sentimeter menatap manusia setinggi dua ratus sepuluh meter, itulah yang terjadi pada Joko saat ini...


Tom berbalik dan berjalan pergi dari hotel itu, meninggalkan RedWhite yang masih melihat sekeliling mereka.


Bagi Bintang yang sudah pernah kesini, ia tak terlalu terkejut, dan Vigo serta beberapa Hunter rank S yang ikut, mereka pernah datang ke hotel itu.


Hotel Super StarSam adalah hotel yang didirikan oleh pendahulu Tom Cage dengan fungsi sebagai tempat istirahat untuk para tamu organisasi, seperti Hunter rank S, rank SS, pejabat, atau presiden.


Presiden mengarahkan StarSam langsung, dan apabila terjadi sesuatu yang mengancam negara, maka presiden berhak memerintah StarSam, dan menggerakkan mereka menuju pertempuran.


Dan juga, presiden wajib memberikan upah besar pada StarSam sebagai ganti mereka telah melindungi Amerika Serikat.


Sebaliknya, sebagai imbalan atas upah yang diberikan presiden atau negara, maka Tom dan pasukannya wajib melindungi negara dengan prioritas utamanya adalah melindungi presiden terlebih dahulu.


Frans berdeham dan ia berkata keras, "Sebagai permulaan, aku akan membagi kamar kalian..."


Frans kemudian membagi bagian kamar pada pasukannya dengan bantuan Vigo, dan setelah selesai, semuanya pergi ke kamar mereka.

__ADS_1


Menurut pembagiannya Frans...


"Aku harus tidur dengan orang bodoh?" Tanya Bintang sambil menunjuk Joko dengan jempolnya, "Seriusan?"


"Yaaa, siapa lagi? Mau denganku?" Tanya Vigo dengan alis terangkat.


"Tak mau ah, kau tidurnya rusuh..." Bintang menarik tangan Joko kemudian pergi, "Ikut ayah..."


Joko membiarkan dirinya ditarik oleh Bintang dan pergi mengikuti ayahnya.


"Kakek Bintang, temui kami jam tiga sore nanti!" Seru Frans.


Bintang mengangkat tangannya, tanda ia mendengar apa yang dikatakan Frans dan ia pergi ke kamarnya bersama Joko.


***


"Apakah ayah yakin akan pergi dengan mereka?" Tanya Joko sambil menatap ramainya markas StarSam yang ada di sekitar hotel dari jendela kamar, "Rasanya, ada maksudnya..."


"Aku yakin mereka meminta bantuan padaku agar aku bisa naik peringkat menjadi rank SS, tak salah lagi..." Bintang memejamkan matanya, "Baiklah, sudah jam tiga..."


"Eh? Kan kita baru duduk disini, kenapa sudah jam tiga?" Joko menggaruk kepalanya dan ia melihat jam di tangan kirinya, "Eh?!"


"Kita sampai di kamar saat jam setengah dua, ingatlah, kita naik tangga dari lantai satu sampai lantai sembilan dengan bawaan beratmu." Bintang melirik Joko malas, "Kalau aku turun sekarang, mungkin akan butuh waktu lama..."


"Seandainya liftnya masih baik-baik saja..." Joko menunduk.


"Sudahlah, aku akan turun, jaga dirimu baik-baik, ya?" Bintang meraih jas panjangnya dan keluar dari kamar.


Catatan kecil:


Arc 3 adalah arc yang tidak wajib dibaca, isinya hanya para karakter sampingan, kalian punya dua opsi untuk arc 3...


Pertama, tetap baca biar tahu alasan beberapa kejadian di arc 4.


Kedua, boleh di skip langsung ke arc 4 yg dimulai dari chp 81 yg sudah rilis tanggal 17 Januari tanpa perlu baca arc 3, tapi kalau kebingungan sama cerita di arc 4, yo aku ndak tau toh, salah kalian yg ga baca...

__ADS_1


Itu aja, sekian.


__ADS_2