
Aku berlari cepat mengikuti Tom, dan kulihat ia sedang memukuli Ice Emperor dengan ganas, dan Ice Emperor bisa menahannya perlahan dan memukul balik.
Tom menahan pukulan Ice Emperor kemudian ibuku dan John maju bersamaan, senjata mereka sudah menyala lagi.
Kami bertiga menyerang Ice Emperor bersamaan, dan Ice Emperor menangkis tiga serangan kami, dan aku melompat mundur.
Ibuku menebas Ice Emperor dengan cepat, dan setiap tebasannya terlihat amat kuat, begitu juga dengan John yang mengayunkan tombaknya dengan cepat dan melukai tubuh Ice Emperor.
Meskipun menghadapi dua orang sekaligus, Ice Emperor tetap tidak kesulitan bertahan, aku sedikit kagum padanya...
Yah, meskipun dia musuhku, tapi entah kenapa aku kagum saja padanya...
Andai saja... Ice Emperor ada di pihak kami, dia pasti akan menjadi kekuatan yang lebih besar lagi...
Tapi aku harus ingat, kekuatan es yang dimiliki Ice Emperor hanya kuat di beberapa tempat di bumi, yaitu di tempat-tempat yang bersuhu rendah, kalau di suhu tinggi seperti di gurun, jelas dia akan kalah.
Flame Emperor memiliki kelebihan mampu bertarung di segala tempat, mau itu di gurun ataupun di kutub sekalipun, ia mampu bertahan. Inilah yang membuatnya dikenal sebagai Emperor terkuat nomor dua di dunia lain, sang Flame Emperor atau King of Flame Beast.
Void Emperor juga tak kalah kuatnya, ia memiliki transformasi menjadi raksasa dan resistansinya terhadap segala suhu membuatnya mampu bertahan lama, tapi sayangnya ia hanya lemah pada besar tubuhnya yang tidak seperti Black Emperor, ia hanya memiliki tinggi lima belas meter saja, berbeda dengan Black Emperor yang memiliki tinggi maksimal sebesar dua puluh meter, sepertinya, aku agak tidak bisa menafsirkan tinggi si Titan karena tingginya amat tidak masuk akal.
Ice Emperor melompat mundur dan ia menghembuskan napas, mendorong ibuku dan John terlempar mundur.
Tembakan beruntun terdengar, dan Ice Emperor menciptakan dinding es yang terlihat tebal, tapi dinding es itu tembus dan Ice Emperor memalingkan wajahnya.
Aku melesat dan Tom kulihat juga ikut bergerak, bersama dengan William, Mir, dan Leonard yang bergerak di sampingku, dan Frans yang bergerak dari jauh mengejar Leonard.
Tembakan beruntun kembali terdengar, dan kepala Ice Emperor terkena tembakannya, dan secara bergantian, aku menebaskan kedua pedangku ke perut Ice Emperor, William menusukkan ujung kapaknya yang tajam ke punggung Ice Emperor, Leonard menyiapkan perisainya kemudian Frans melompat ke perisai Leonard dan melompat sambil menusukkan tombaknya ke dada Ice Emperor.
Semua serangan kami mendarat, dan darah hitam keluar dari luka-luka yang kami buat.
Ice Emperor jatuh terduduk dan kami melompat mundur, sementara suara tembakan kembali terdengar kemudian suara teriakan terdengar, "Aku mengisi peluru dulu!"
Tepat setelah Jenny berteriak, Ice Emperor menghilang dari pandangan kami, dan ia muncul di depan Tom, "Kau duluan..."
Telat! Amat terlambat! Aku tak bisa melihatnya! Tom dalam bahaya! Gerakannya terlalu cepat!
Bahkan William yang paling dekat pun tak bisa merespon...
__ADS_1
Waktu serasa terhenti ketika Ice Emperor mencekik Tom dan dijatuhkan ke atas salju...
***
"Harus aku akui, Raid Kanada mungkin adalah Raid paling mematikan yang pernah terjadi sepanjang sejarah dunia berlalu, tapi tetap tidak bisa mengalahkan kengerian dari Perang Dunia kedua ratusan tahun lalu..."
"Artinya Raid Kanada adalah Raid pertama yang anda ikuti?" tanya perempuan di depanku setelah ia menulis sesuatu di bukunya.
"Yap, Raid setelahnya terasa lebih mudah dibandingkan Raid-Raid yang kuikuti selanjutnya." aku menjawab, aku kemudian mengeluarkan ponselku, "Kau mau melihat foto bersama para Hunter rank SS?"
"Ya! Aku sudah lama tidak melihat Hunter rank SS berkumpul lagi sejak Raid Kanada selesai!"
Aku menunjukkan sebuah foto, dimana aku ikut berdiri disana, bersama dengan Leonard, William, Joko, Esterosa, Jenny, Frans, Mir, Yen, Yuuki, John, Alex, dan Tom di tengah-tengah.
"Aku pernah melihat berita dua atau tiga tahun lalu, sepertinya, Raid Kanada diliput langsung dari tempat, dan berita itu seketika menjadi pusat perhatian dunia!" ia mengeluarkan ponselnya, "Aku ingin menunjukkannya-!"
"Kau hanya melihat rekamannya saja, kan? Bagaimana kalau kau mendengarnya langsung dari orang yang terlibat?" tanyaku sambil meletakkan ponselku.
"Eh?! Anda ingin memberikan kesaksian langsung?!"
"Akan kudengarkan!"
***
Waktu serasa terhenti ketika Ice Emperor mencekik Tom dan dijatuhkan ke atas salju...
"Cepat!" ibuku menguatkan genggamannya pada pedangnya kemudian bergerak cepat, bersama dengan Leonard yang ikut berlari cepat. Aku juga ikut bergerak.
Ice Emperor menoleh dan hembusan angin keras muncul yang mendorongku mundur, hanya Leonard dan John saja yang bisa bergerak maju.
Aku melirik Frans dan ia berlari cepat menuju Ice Emperor, bersamaan dengan Yen yang pedangnya terlihat menyala terang.
"Langit! Masih bisa?!" Yuuki berjongkok di sebelahku, "Kalau tidak, maka kau boleh mundur! Sekarang bukan saatnya kau cari muka! Utamakan nyawamu!"
"Aku masih bisa!" aku berdiri dan Yuuki ikut berdiri, "Ayo maju!"
Aku berlari, dan Yuuki kulirik sedang mengikutiku, yah, aku bisa meninggalkan Yuuki di belakang, dan aku mengayunkan kedua pedangku ke Ice Emperor.
__ADS_1
Ice Emperor menatapku dan matanya melebar, sebelum aku merasakan sesuatu menekanku, tapi aku bisa bertahan berkat skill pasif Kaisar Api aktif yang tak mengijinkanku untuk berlutut di hadapan musuh.
Suara tembakan terdengar lagi, dan Ice Emperor melompat mundur, melepas cekikannya pada leher Tom, dan aku langsung berdiri di hadapan Tom yang terbaring di atas salju, dengan napas terengah-engah.
Leonard muncul di sampingku dan berkata, "Kita harus melindungi Tom."
"Aku tak perlu dilindungi..." Tom terdengar berkata, saat kulirik ke belakang, ia sedang berdiri, "Kalian cukup tunggu saja..."
[Skill aktif Raged Gorilla aktif! Memberikanmu All Stat+100 selama skill ini aktif!]
Raged Gorilla? Skill yang amat mengerikan! Cukup berdiri saja bisa membuatnya mengaktifkan skill segila ini!
Tom berjalan maju, dan aku ikut berdiri, sambil menghembuskan napas, "Aku ingin membantu..."
"Kau lemah, jadi kau hanya akan menghambatku." ujarnya.
Aku menguatkan genggamanku pada kedua pedangku, "Kau boleh berkata begitu setelah melihatku bertarung..."
[Skill pasif Kaisar Api aktif! Meningkatkan semua kemampuan rekan dan mengabaikan segala debuff!]
Tom melesat maju, bersamaan dengan Mir dan Yen ingin maju, tapi keduanya berhenti bergerak setelah melihat gerakan Tom.
Kudengar Leonard berkata sesuatu, dan Auto Translator milikku menerjemahkannya dengan kalimat berbahasa Indonesia yang berarti, "Hei, aku belum pernah melihat gerakan Tom yang secepat itu..."
Eh? Apa maksudmu? Tom belum pernah bergerak secepat itu?!
Aku harus akui, gerakan Tom memang gila, bahkan kecepatan tertinggi ayah dan Alex pun tidak akan bisa mengimbangi kecepatan yang ditunjukkan Tom.
Aku... Rasanya aku tak bisa membantunya kali ini...
Fun fact: Kalian pernah berpikir, seberapa besar ponsel yang dimiliki para Hunter, kan? Kali ini aku akan memberikan gambarannya.
Ukurannya sebesar telapak tangan, fungsinya agar cukup di kantong jas ataupun celana dan tidak mengganggu gerakan ketika bertarung.
Ponselnya Langit juga ukuran segini, begitu juga dengan ponselnya Tom yang berapa kali sudah dihancurkan tak pernah ia hitung.
__ADS_1