
"Mr. Yuuki! Ada masalah di lapangan!" Lee Shin membuka pintu dengan cepat, dan wajah Yuuki terlihat buruk.
"Ada masalah, pak!" satu orang lagi muncul dan ia menyalakan layar besar di depan Yuuki, "Lihat ini!"
"Yuuki! Langit dalam bahaya!"
"Bantu kami menolongnya, Mr. Yuuki!"
Wajah Yuuki semakin kacau, tangannya terkepal erat dan tak butuh waktu lama, meja bersuara keras akibat pukulan Yuuki.
"Diam semuanya! Aku tak bisa berpikir jernih kalau kalian berisik terus!"
Tekanan di ruangan kendali semakin tegang akibat seruan Yuuki yang bergema di ruangan itu, dan semakin tegang saat Yuuki menggertakkan giginya, wajahnya semakin buruk.
"Aku tak tahu harus berbuat apa! Monster kuat terus bermunculan dan para murid berada dalam bahaya!"
Yuuki sadar, ia hanya bisa menyampaikan pada murid-murid untuk kembali secepatnya ke pesawat tanpa memberitahu alasannya apa, dan setidaknya seluruh murid sudah kembali kecuali satu orang.
Ia terus melihat hal aneh di rekaman Drone, dan ia menyadari situasi semakin tidak beres saat badai salju datang, dan ia langsung memerintahkan para murid untuk kembali, dan tanpa sadar, ia sudah menunjukkan kelemahannya.
"Langit belum kembali, Yuuki! Cari dia!"
"Anda adalah Hunter rank SS! Anda pasti bisa mencarinya!"
Yuuki segera sadar, ia mengatur napasnya dan ia berdiri dengan cepat, "Apa aku bisa menyerahkan penjagaan pesawat pada kalian?"
Tak ada yang menjawab, dan suara dentuman keras terdengar, terus terdengar berkali-kali, tanpa ada yang tahu siapa yang menciptakannya.
"Mr. Yuuki! Lihat ini!"
Yuuki kembali menatap layar dan matanya melebar, tangannya bergetar, ponsel yang ia pegang jatuh ke atas lantai.
"Gate... Ungu?"
***
Aku mengatur napasku, ada para Emperor di hadapanku, dan kecil kemungkinannya aku bisa selamat...
__ADS_1
Aku menarik Pedang Api Hitam dan menyalakannya, ketika kulihat, api merah menyala menyelimuti bilah pedang tua itu.
"Hei Ice Emperor, apa kau tahu kalau Wadah kekuatanku sudah berevolusi menjadi lebih kuat dari yang dilaporkan oleh Dragon Emperor?" akibat dari jauhnya jarakku dan jarak orang-orang itu, aku tak tahu siapa yang berkata.
"Hanya karena ia sudah mampu menciptakan api bukan berarti dia mampu mengalahkanku..." suara terdengar dan aku menebak dia adalah Ice Emperor.
Suara dentuman masih terdengar dan perlahan, orang yang keluar dari Gate turun perlahan dan mendarat di hadapan semua orang.
"Ice Emperor, Black Emperor, Void Emperor, Sword Emperor, Flame Emperor, Dragon Emperor, Wadah Flame Emperor, dan Death Emperor, bukankah ini amat langka?" suara terdengar keras, dan aku tak percaya lagi...
Tujuh Emperor di hadapanku, satunya adalah Emperor terkuat, sisanya memiliki kekuatan dibawah Death Emperor? Apa-apaan ini?
"Aku tak ingin melakukannya, tapi bumi sudah mendekati kehancurannya akibat kalian, dan kalian tak bisa terus-terusan bertarung disana, aku memindahkan kalian..."
"Sayangnya, memindahkan kalian menghabiskan banyak sekali energi gaib, aku sudah kehabisan energi gaib, tapi aku masih bisa mengerahkan seluruh Death Army milikku."
"Aku masih bisa mengerahkan Flame Destroyer kalau aku ingin-..."
"Destruction Army ada dalam perintahku, kalian tidak akan bisa berkutik..."
"Mari kita lihat, pasukan siapa yang berhasil melakukan tujuan mereka..."
Dentuman terdengar semakin keras, dan tak lama, badai salju kembali mengamuk.
Aku tak salah lihat, orang berkulit hitam itu adalah Black Emperor, orang yang memakai jas panjang itu adalah Void Emperor, dan orang dengan pakaian merah menyala adalah Dragon Lord, ternyata sekarang dia sudah menjadi Dragon Emperor.
Tekanan yang amat dahsyat bisa kurasakan, dan pertempuran dahsyat benar-benar akan terjadi di bumi ini, tak ada yang mampu menghentikannya.
Aku takkan membiarkan bumiku ini dihancurkan oleh Monster dunia lain!
[Kau melepaskan Aura Raja! Kau kini bisa bersaing dengan Emperor lain!]
"Hentikan semua ini!" aku berteriak keras, "Apa kalian tak bosan bertempur terus?!"
"Ah, aku melupakan satu nyamuk kecil..." Dragon Emperor memutar pergelangan tangannya, "Biar kubereskan kau terlebih dahulu..." Setelah itu ia bergerak cepat ke arahku.
Aku bisa melihatnya, dan aku mengangkat pedangku untuk menahan serangannya, dan pedangku beradu dengan pukulan Dragon Emperor.
__ADS_1
Aku menyalakan pemanas pedangku dan mengalirkan Staminaku untuk memperkuat efek dari Pedang Api, dan menciptakan api yang menyelimuti seluruh bilah pedangku.
Dragon Emperor melompat mundur dan menghindari tebasanku, tapi aku tak berhenti sampai sana!
Aku mengayunkan pedangku dari kiri ke kanan dan menebas dari kanan ke kiri lagi, kemudian memegang pedangku dengan kedua tanganku, dan melancarkan satu jurus dari Aliran Pedang Bumi.
"Roda Semesta!"
Aku berputar dan saat aku berhenti berputar, kedua tangan Dragon Emperor terpotong.
Mataku melebar melihatnya, dan tak lama, aku merasakan bahaya mengincarku, dan aku menarik Pedang Naga Iblis dari sarungnya kemudian mengangkatnya ke kiri.
Ice Emperor ada di sampingku, tapi ia memegang bilah pedangku kemudian menarikku.
Aku tertarik oleh Ice Emperor, dan ia melemparkanku jauh-jauh, tapi seseorang menangkapku dan membawaku ke tempat aman.
"Yah, baru lima tahun kita berpisah, kau sudah menjadi Wadah saja..." orang yang menolongku berkata, dan ketika kuperhatikan lagi, wajahnya amat familiar di mataku.
"Tang Liao!"
"Yup, aku sekarang menjadi Emperor, aku bukan lagi Hunter rank SSS dan Black Hunter, tapi aku adalah Sword Emperor!" setelah itu ia mengangkat kedua pedangnya dan menahan tusukan tombak putih yang dilancarkan Ice Emperor.
Ia menghempaskan tombak Ice Emperor dan memasang posisinya, "Apa kau mau membalas kegagalanmu menghabisiku dulu?"
"Hmph, aku akan menghabisimu bersama juga bocah sialan itu!" Ice Emperor berteriak keras lalu melancarkan tusukan lagi dengan tombaknya, sebelum ia menancapkan tombaknya ke atas salju dan menciptakan duri-duri es dari salju.
Aku melompat mundur, sementara Tang Liao menghancurkan duri-duri itu kemudian bergerak maju.
Tubuh raksasa datang menuju Tang Liao dan aku bergerak cepat menuju tubuh raksasa itu, dan aku yakin kalau dia adalah Black Emperor.
Sayangnya, gerakan Black Emperor lebih cepat dan ia menendang Tang Liao lebih cepat daripada aku menolongnya dan ia terpental jauh.
Di saat yang mungkin bersamaan, aku mendengar suara raungan keras, dan saat aku melihat ke atas, satu naga raksasa ada di langit, dan satu makhluk besar yang sedang berlutut di atas salju juga kulihat.
Kulihat situasi benar-benar kacau, dan aku ingin kabur, tapi aku melihat ratusan, tidak, mungkin ribuan Monster bermacam bentuk dengan berbagai ukurannya muncul dari hutan-hutan.
"Kalau begini, aku benar-benar terpojokkan..." aku tak melihat kesempatan kabur, jadi tetap bertarung adalah satu-satunya cara!
__ADS_1