Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
134. Knight from Heaven Yuuki Ken


__ADS_3

"Seperti yang dijelaskan guru kalian, aku akan melawan kalian..." Yuuki berkata santai, sambil menarik pedangnya keluar sedikit dari sarungnya.


Aku melirik yang lainnya, semuanya terlihat tegang setelah mendengar itu, tapi kurasa, hanya aku saja yang tersenyum lebar.


"Ini... Melawan Hunter rank SS selain kakekku? Menarik..."


Yuuki Ken akan menjadi Hunter rank SS kedua yang kulawan, setelah kakekku dan sampai sekarang aku tidak bisa mengalahkannya, sepertinya hal yang sama akan terjadi sekarang...


Yuuki melepas jasnya kemudian mengikat lengan jasnya di pinggangnya kemudian menarik Katananya, "Ayo, tarik senjata kalian..."


Aku menarik Pedang Api Hitam dan Pedang Naga Iblis kemudian melirik yang lainnya.


"Mereka penakut..." ujar Zon, dan aku menyetujuinya.


Berhadapan dengan musuh yang memiliki peringkat lebih tinggi dari kita bukan berarti kita tak bisa mengalahkannya, aku adalah contohnya.


Meskipun melawan Hunter rank A seperti paman Lein dan Hunter rank S seperti paman Antha, aku berhasil mengalahkan keduanya, meskipun paman Antha mengalah padaku.


Semuanya bergantung pada pengalaman...


"Hmm? Kalian tak mau melawanku?" Yuuki menaikkan alisnya, "Atau kalian takut?"


"Y-Yes, Mr. Yuuki..." semuanya menjawab dengan nada terbata.


Yuuki menaikkan bahunya dan menghela napasnya, "Yah, itu wajar saja sih..."


Ia berjalan menjauh, kemudian mengangkat pedangnya, "Tapi sekarang adalah bulan November, sebulan sebelum kalian terjun ke Kanada, jika kalian tak berani melawanku, maka kalian tidak diijinkan pergi ke Kanada."


Ucapannya benar, Kanada bukanlah tempat yang bisa dianggap remeh, monster-monster kuat bersarang disana dan perlu pengalaman lebih untuk bisa bertahan disana. Jadi, berlatih dengan Yuuki adalah keputusan yang tepat untuk sekarang.


Aku berjalan maju dan mengangkat Pedang Api Hitam, mengarahkan ujungnya ke depan dan bertanya, "Bisa dimulai?"


Yuuki tersenyum melihatku, dan ia mengangguk sambil menjawab, "Boleh..."

__ADS_1


Aku melesat maju dengan cepat setelah mendengar jawabannya, dan tak butuh waktu lama, aku sampai di depan Yuuki, kemudian menebaskan kedua pedangku ke kanan.


Yuuki mengangkat pedangnya ke kanan dan menahan tebasanku, dan harus kuakui, kekuatan fisiknya menahan tebasan lebih baik dariku.


"Hmm, tebasan yang hebat..." Yuuki berkata kemudian menurunkan pedangnya dengan cepat dan melompat mundur, "Tapi masih bisa kutahan."


Yaaa, harusnya kau bisa melihat jurang perbedaan diantara kita!


Yuuki menarik napasnya panjang, kemudian bergerak cepat, yang bahkan aku tak mampu melihat pergerakannya, yang selanjutnya terjadi adalah muncul jendela informasi di depan wajahku.


[Serangan Kritis dilancarkan!]


Aku melompat mundur dan menatap ke depan, dan apa yang ada di depanku amat mengerikan.


Dari posisinya tadi berdiri yang kuhitung cukup jauh, sekitar tiga atau empat meteran, ia melancarkan tusukan yang hampir saja sampai di perutku kalau saja aku tak menghindar.


Ia membungkuk condong ke depan, bahkan ia hampir telungkup di atas lantai dengan telapak tangan kirinya menyentuh lantai yang mungkin bermaksud untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh, sementara tangan kanannya yang memegang pedang menusuk ke depan, dan itu adalah tusukan yang tidak bisa kulancarkan dengan cepat.


"Lumayan, kau bisa menghindari gerakan andalanku..." Yuuki menyeringai, "Selanjutnya aku tidak akan menahan kecepatanku lagi..."


Dari tusukannya tadi, jarak jangkauannya lebih dari dua meter, yang artinya jarak jangkauan serangannya lebih luas dariku, jelas itu membahayakanku.


Yuuki terus melancarkan tebasan demi tebasan dengan jarak jangkau yang lebih pendek dari tusukannya, tapi tetap kusebut luas karena Yuuki mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh.


Aku terus mengambil jarak, untuk saat ini aku masih belum bisa membuat keputusan harus menyerang atau tidak, Yuuki lebih kuat dariku.


"Kau coba tahan satu serangannya, untuk tahu seberapa kuat fisikmu menahan tebasannya." Zon menyarankan, dan aku langsung berhenti mengambil jarak dan mengangkat kedua pedangku.


Dalam hal persenjataan, aku diuntungkan karena memakai dua pedang, dan hal kekuatan, aku kalah jauh dengan Yuuki.


Yuuki mengayunkan pedangnya dengan jarak normal dan aku menahan tebasannya dengan Pedang Naga Iblis dan aku memakai Pedang Api Hitam untuk menusuk ke depan.


Ia melompat mundur dan aku melesat maju sambil mengangkat kedua pedangku, aku akan melawan balik!

__ADS_1


Aku menebaskan pedangku dengan cepat, dan Yuuki melompat mundur terus sambil berusaha menahan setiap tebasanku, tapi sayangnya, semua seranganku memakai dua pedang, jadi serangannya berjumlah dua kali lipat dari biasanya.


Yuuki melompat mundur dengan cepat dan aku tak bisa mengikutinya, jadi aku berhenti dan melihat Yuuki yang menjatuhkan pedangnya.


Kakekku berkata, jika ada Hunter yang menjatuhkan senjatanya di depan musuh, itu artinya Hunter itu menyerah. Ada tambahannya, itu adalah tipuan jika yang melakukannya adalah Hunter yang terlihat tidak mungkin melakukannya...


"Kuakui, kau sulit untuk dihadapi, meskipun kau hanya Hunter rank A, tapi aku mengakuinya..." Yuuki melipat lengan kemejanya hingga di bawah sikunya, setelah itu ia melepas tiga kancing kemejanya yang paling atas dan melonggarkan dasinya, kemudian mengambil lagi pedangnya.


Setelah ia memegang kembali pedangnya, meskipun ia masih membungkuk, aku merasa bahaya akan datang kapanpun tanpa kusadari...


"Ah, akhirnya aku mengerti rasanya menjadi kakek..." ujar Yuuki dan ia berdiri lagi, "Jadi, kapan kita akan serius?"


Aku mengangkat Pedang Api Hitam dan menjawab dengan serius, "Kapan pun itu..."


[Skill pasif Pria Api Kejam aktif! Semua serangan yang diterima akan berkurang 70% dan kecepatan gerak meningkat 30%!]


Aku mengangkat kedua pedangku, memasang posisi seperti menusuk, menatap ke arah Yuuki yang juga memasang posisi bersiap, "Menembus Spasial..."


Jurus ini adalah salah satu dari beberapa jurus yang ada di Aliran Pedang Bumi, dan saat aku memakai jurus ini, aku harus bergerak cepat ke depan, dengan tusukan atau tebasan, apa saja boleh yang penting tidak mengganggu gerakanku.


Untuk melakukannya, kekuatan tubuh harus dipindahkan ke kedua kaki dan memakainya sebagai suatu peningkat kecepatan gerak, dan ketika sudah ada di depan musuh, aku harus memindahkan kekuatan tubuhku ke kedua tanganku, ke kedua pedangku dan melancarkan serangan, kemudian menyeimbangkan kembali kekuatan tubuhku lagi.


Kekuatan tubuh yang kumaksud adalah Stamina, dan Stamina yang diperlukan untuk melancarkan serangan ini sedikit saja, dan aku bisa melakukannya berkali-kali dalam satu jam tanpa perlu Staminaku habis.


Aku bergerak cepat ke depan, dan Yuuki juga ikut bergerak cepat. Ketika kami sudah berhadapan, ia mengangkat pedangnya dan aku juga mengangkat kedua pedangku ke atas kemudian mengayunkannya ke bawah dengan cepat, Yuuki mengangkat pedangnya dan menahan tebasanku.


Setelah itu aku menarik pedangku dan menebas dari kanan ke kiri, Yuuki kembali menahannya kemudian ia melancarkan tebasan dari kanan ke kiri dan aku menahannya dengan kedua pedangku.


Imbang! Aku bisa mengimbanginya!


"Ah, tapi dalam bertarung kau tak boleh diam biar hanya satu detik saja..." tanpa kusadari, Yuuki melakukan serangan lagi dan aku jatuh terduduk


Ujung pedangnya yang berwarna merah mengilap diarahkan ke leherku, dan ia berkata, "Hinokami no Ken sudah mengalahkan Pedang Api Hitam andalan kakek Bintang..."

__ADS_1


Note: Hinokami no Ken: Pedang Dewa Api, nih pedang dulunya punya Oga Haruno, sejak dia pensiun dari dunia Hunter, dia ngasi pedangnya ke Yuuki Ken, dan jadi pedang andalan tuh Hunter muda.


Satu fakta lainnya, Hinokami no Ken adalah pusaka warisan dari ketua organisasi EasternDragon pertama di tahun 2039, dan diturunkan dari generasi ke generasi, sama seperti Pedang Api Hitam atau Kurohi no Ken.


__ADS_2