Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
150. Monster kuat di hadapan manusia lemah


__ADS_3

Waktu seketika berhenti, ketika Langit sang raja baru terhempas dan berguling di atas salju tanpa perlawanan.


Ice Emperor melihat kesempatan, dan ia bergerak cepat menuju Langit, dengan kecepatan tinggi, tanpa ada satu Emperor pun yang menahannya, beberapa prajurit Void Imperial Army dan Flame Destroyer menghalanginya, tapi tak ada satupun yang mampu menghentikan gerakan sang raja es itu.


"Langit!"


"Bangun, Langit!"


Flame Emperor yang melihatnya berdecak, ia masih disibukkan oleh Dragon Emperor yang terus bergerak cepat dengan wujud manusianya, dan ia benar-benar tak mengira kalau Langit akan jatuh kali ini.


Ia sudah berkali-kali melihatnya, Langit dilempar, ditebas, ditusuk, dipukul, terjatuh, tapi anak kecil itu bisa bangkit kembali dan melawan.


"Tekad anak itu kuat sekali, tapi akhirnya ia mulai kelelahan..." Flame Emperor menghela napasnya panjang.


Ia bergerak menuju Langit, dan langkahnya makin cepat ketika ujung tombak Ice Emperor menghujam perut anak kecil yang terbaring lemah di atas salju putih.


Bercak merah perlahan muncul di atas salju, dan Ice Emperor menyeringai lebar melihatnya, "Satu pengganggu sudah tewas! Pertarungan kini seimbang!"


Flame Emperor mengangkat tangan kanannya ke samping dan menciptakan pedang api dengan Energi Gaibnya kemudian menebaskannya ke leher Ice Emperor.


Ice Emperor melompat dan Flame Emperor menghunuskan pedangnya dan melancarkan semburan api dari ujung pedangnya, mendorong Ice Emperor untuk menjauh.


Monster raja es itu melayang dan mengangkatnya tombaknya, kemudian melemparnya ke arah Flame Emperor.


Flame Emperor meliriknya cepat dan tombak es itu meleleh sebelum menyentuh Monster api itu, sementara Ice Emperor menciptakan tombak es lagi dan melesat maju.


Flame Emperor memasang posisinya dan mengangkat tangan kirinya, "Ashroll, datang!"


Gate merah muncul di belakangnya, dan Monster yang berbentuk seperti kuda diselimuti api muncul, dan Flame Emperor mengangkat Langit kemudian melompat ke atas kuda itu.


Ice Emperor melebarkan matanya dan ia merentangkan kedua tangannya, menciptakan sepasang sayap di punggungnya kemudian melesat lebih cepat menuju Flame Emperor.


Flame Emperor melihat Ice Emperor terbang melesat ke arahnya, ia mengangkat pedangnya dan melemparnya ke arah Ice Emperor, yang dihancurkan dengan mudah oleh raja es itu dan dibalas dengan lemparan tombak.

__ADS_1


Flame Emperor menarik tali kekang kudanya lebih kuat dan kuda itu meringkik kemudian melesat dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Ice Emperor yang berusaha mengejarnya.


Ice Emperor berdecak, sebelum ia menyadari sesuatu datang dan lengannya terpotong.


"Kau mencoba mengejar Flame, maka kau akan tewas di tanganku..." Tang Liao menatap Ice Emperor tajam, dan yang ditatap tajam hanya terkekeh kecil.


"Oh, benarkah? Apa kau berpikir kalau kau benar-benar bisa membunuhku?" Ice Emperor menciptakan tombak lagi dan mengangkatnya ke leher Tang Liao, "Buktikan padaku sekarang!"


Tang Liao menepis tombak itu dan melepaskan tebasan beruntun dengan kedua pedangnya, sementara Ice Emperor menghindarinya dengan mudah dan ia menusukkan tombaknya ke depan.


Tang Liao melompat ke samping dan memotong tombak itu dengan mudah, dan tak lama, tekanan di tempat itu bertambah berat, hingga mendatangkan badai salju lagi.


"Tunjukkan aura raja yang kau miliki, Tang Liao!"


"Hadapi aku dengan kekuatan penuhmu, Ice Emperor! Kita selesaikan urusan kita tujuh puluh tahun lalu!"


***


Ia juga merasakan kekuatannya masih mengalir di tubuh Langit, bahkan sesuatu yang tak ia ketahui mengalir deras di tubuh anak kecil itu.


"Apa ini? Aku benar-benar tak mengenalinya, ini bukanlah Energi Gaib yang kuketahui..." Flame Emperor menaikkan alisnya.


Ashroll melesat melewati gelapnya reruntuhan kota di Kanada, dan Flame Emperor melirik ke belakang, langit dengan berbagai warna menghiasi pemandangan di belakangnya.


Ashroll adalah tunggangan andalan Flame Emperor, dan ia cukup dihormati di jajaran Flame Destroyer, dianggap sebagai satu-satunya Monster yang pernah melihat perjuangan panjang Flame Emperor dari nol hingga ia bisa menjadi raja para Monster api.


"Ashroll, lebih cepat!"


Ashroll meringkik dan ia berlari makin cepat, mematuhi apapun yang diperintahkan tuannya.


Beberapa saat kemudian, Flame Emperor merasakan panas dari tubuh Langit makin tinggi, dan ketika ia menatap Langit, api menyelimuti tubuh anak kecil itu.


"Apa-?"

__ADS_1


Sesaat, ia merasakan ada di atas tubuh Ashroll, melesat menuju New Washington dengan kecepatan tinggi, tapi selanjutnya ia berada di ruangan yang tidak terlalu gelap, ada satu orang yang duduk ditemani oleh sinar lampu.


"Siapa?"


Orang itu berdiri dan saat ia menatap Flame Emperor, tekanannya bertambah, dan Flame Emperor melepaskan auranya dan bertanya, "Siapa kau?!"


"Aku? Aku adalah Scarlet Cloak Warrior, namaku adalah Zon." orang itu menjawab, "Yah, sebenarnya proses pemulihannya masih berlangsung, dan aku mengundangmu kemari untuk melihatnya."


Flame Emperor menyipitkan matanya, kekuatan laki-laki itu jelas ada di bawahnya, tapi entah kenapa, ia merasa harus menghormati laki-laki tua itu.


"Baik..."


***


Pukul sepuluh malam waktu setempat...


Flame Emperor memacu kudanya lebih cepat, ia melihat lampu-lampu di depannya, ia yakin kalau itu adalah New Washington, kota yang sama tempatnya bertemu dengan Bintang Langit ketika ia masih memiliki kekuatan penuhnya untuk terakhir kalinya.


Waktu tak berjalan lama, ia akhirnya tiba di depan pintu masuk New Washington, dan beberapa penjaga yang merupakan Hunter, turun dengan tubuh yang bergetar.


"Ap-Apa yang... Kau cari?!" salah satunya menarik pedangnya, menghunuskannya ke Flame Emperor.


Flame Emperor mengangkat tangannya dan berseru, "Aku datang dengan damai!"


"Bohong!" Hunter-Hunter menarik senjata mereka dan maju, menyerang Flame Emperor, tapi sayangnya mereka sudah jatuh terlebih dahulu sebelum bisa mendaratkan satu serangan mereka di tubuh Flame Emperor.


"Bawa aku ke hadapan Tom Cage! Aku membawa benda yang ia cari!"


Para Hunter mengangguk cepat, dan tak lama, pintu masuk dibuka lebar-lebar, dan Flame Emperor memacu kudanya kemudian melesat maju.


Kota mulai sepi, hanya ada beberapa manusia saja yang berjalan, dan Flame Emperor lewat dengan santai, hingga membuat manusia-manusia bergetar saat melihatnya.


Ia tak mempedulikannya, ia bergerak lebih cepat menuju markas besar StarSam.

__ADS_1


__ADS_2