
Aku mengangkat pedangku dan berseru, "Membelah Samudra!"
Pedangku turun dengan cepat, dan Siegfried mengangkat pedangnya...
TRANG!
Pedangku dan pedang Siegfried beradu, dan percikan api terlihat muncul dari benturan dua pedang...
Aku melompat mundur, sementara Siegfried mengangkat pedangnya lagi, ia terlihat menatapku dengan seringai lebar.
"Hohoho, nampaknya kekuatanmu menurun, begitu? Atau kau meremehkanku?" tanya Siegfried dan sesuatu berwarna hitam menyelimuti tangan kanannya, "Atau kau menyimpan sesuatu untuk kau keluarkan di saat terakhir?"
"Kenapa kau berpikir begitu?" tanyaku.
"Karena aku merasakan energi selain Energi Gaib dalam dirimu." jawabnya singkat, "Itu saja..."
Energi lain? Apa maksudnya?
"Apa maksudmu?" tanyaku tanpa menurunkan kewaspadaanku.
"Entahlah, atau aku hanya berhalusinasi kalau kau akan membunuhku?" Siegfried mengelus dagunya, "Apa ya..."
Aku mengangkat pedangku dan aku menebaskan pedangku dari atas ke bawah, membelah tanah sekali lagi dan Siegfried menghindari tebasanku dan ia bergerak cepat ke arahku.
Apa maksudnya? Kekuatan tersembunyi dalam diriku? Apakah aku punya kekuatan lain yang bersemayam dalam diriku, yang tidak aku ketahui?
Siegfried mengangkat pedangnya, dan aku ikut mengangkat pedangku kemudian memasang posisi bertahan.
Aku jadi semakin bingung dengan Siegfried, apa tujuannya mengajakku berbicara sambil bertarung? Mengalihkan perhatianku atau...
"Selamat, kau masuk jebakan." ujar Siegfried singkat, dan aku merasakan Energi Gaib dalam diriku mengalir secara perlahan, sebelum terhenti sepenuhnya.
Dadaku mulai terasa sesak, tubuhku terasa ditekan dari luar, dan aku mulai merasakan tekanan yang amat kuat, tekanan yang pernah kurasakan saat bertemu dengan Flame Emperor untuk pertama kalinya, tidak, mungkin tekanan ini lebih kuat lagi...
"Memasang Seal Field perlu waktu yang tidak singkat..." Siegfried mendarat turun dan ia berjalan mendekatiku, "Kau harus lebih waspada..."
Ia meletakkan pedangnya di atas pundak kananku dan berkata lagi, "Kekuatan dahsyat tanpa pengalaman sama saja seperti pengetahuan tanpa agama, tak ada gunanya..."
"Apa maksudmu berkata begitu? Kau menghinaku?" tanyaku sambil menguatkan genggamanku pada gagang pedangku.
"Sayangnya tidak, aku hanya menasehati saja..." Siegfried menurunkan pedangnya dan menancapkannya di atas tanah, "Aku jadi merasa menyesal harus membunuhmu saat ini..."
Ia mengangkat tangannya dan mengusap pipiku pelan. Aku tak bisa melawan karena tekanan yang kurasakan mulai menahan segala gerakanku, bahkan menggeser kakiku saja tidak bisa.
Tampaknya, aku tanpa Energi Gaib sama saja seperti manusia biasa yang memiliki pengetahuan tentang dunia lain, ya...
...
...
__ADS_1
...
Ah, tubuhku terasa panas lagi, sama seperti saat Zon menurunkan kekuatannya padaku saat itu...
...
...
...
"Kau masih tak menyadari keberadaanku?"
Suara itu, mirip seperti suara kakekku, tetapi setahuku kakekku masih menahan Destruction Army di tempat lain. Lalu suara siapa itu?
"Aku adalah sosok yang membuatmu bernama Langit Satria."
Aku melihat sekelilingku, berwarna merah dan api berkobar di mana-mana, membakar sesuatu yang tak kuketahui...
Siapa...
"Namaku Langit Satria..." sosok merah dengan sayap merah dan api menyelimuti tubuhnya muncul, tetapi aku ragu dia adalah manusia sepertiku...
"Kau... Manusia?" tanyaku.
"Kau tak bisa menyebutku begitu." ujar sosok itu dan ia mendekatiku kemudian memelukku, "Kau menjadi orang yang hebat, bahkan lebih hebat dari takdirmu sendiri."
"Takdir?"
"Takdirmu tak seharusnya begini, tetapi kau bisa mengubahnya dengan kekuatan Flame Emperor dalam dirimu. Dan kini, aku ingin memberitahumu sesuatu..." sosok itu mengangkat tangannya, "Kau adalah serpihan kecil dari God of War, dan segalanya yang kau miliki saat ini adalah perubahan dari takdirmu..."
"Aku akan menceritakan hal lain setelah ini, untuk sekarang kau harus menghadapinya terlebih dahulu..." sosok itu meraih tanganku, "Biarkan kekuatan God of War mengalir dalam dirimu, dan jadilah Ksatria Langit yang sesungguhnya..."
Suasana kembali seperti saat aku ditekan oleh suasana sekitar, dan aku mengangkat pedangku dengan ringan, seolah tekanan tadi tidak ada apa-apanya.
Kulihat Siegfried menatapku tak percaya, ia menarik pedangnya dan mengangkatnya ke arahku, "Kau bisa melawan Seal Field?"
"Sampai mana kita tadi?" tanyaku, dan aku mengalirkan Energi Gaibku seperti biasa, "Oh, sampai kah mengalihkan perhatianku..."
Aku mengangkat pedangku dan melancarkan tebasan cepat, yang nampaknya berhasil ditahan oleh Siegfried kemudian ia melancarkan tebasan balasan yang lebih cepat dan kuat.
Gerakannya makin cepat, tetapi gerakanku terasa lebih lambat meski aku berhasil memakai Energi Gaibku seperti biasa.
Itu artinya apa yang ia katakan bersama Benario tadi benar adanya, ia mampu mengendalikan musuh dalam jangkauannya jika ia berhasil memasang Seal Field di tempatnya bertarung.
Seal Field, jika aku terjemahkan secara manual, mungkin artinya adalah medan segel, yang artinya Siegfried mampu menyegel kemampuan lawan dan membuatnya mampu unggul dari musuhnya meskipun musuhnya lebih kuat darinya.
Jika tebakanku benar, artinya Seal Field punya batasannya, seperti luas, jangka waktu, dan batas Seal Field bisa menahan kekuatanku.
Perkiraanku, batas waktu Seal Field bertahan sampai Siegfried kehilangan konsentrasi. Aku yakin kalau menahan jurus seperti ini memerlukan konsentrasi penuh, dan kalau aku berhasil memecah konsentrasinya, maka Seal Field bisa menghilang dan aku bisa menghabisi Siegfried dengan mudah-...
__ADS_1
Gerakannya semakin cepat, aku semakin sulit mengejarnya hanya dengan ini saja, dengan kata lain aku harus mengeluarkan semuanya saat ini...
"Menusuk Langit!" Aku menusuk ke depan, gelombang angin tercipta dari tusukanku, tetapi saja masih belum cukup menjatuhkan Siegfried dari posisinya saat ini.
Ia menghindar sedikit kemudian menebas dari kirinya ke kanan, energi pedang tercipta dari tebasannya dan langsung bergerak cepat ke arahku.
Aku mengangkat pedangku, aku tidak yakin bisa menahannya akibat jauhnya perbedaan kekuatanku dengannya, ya, aku bisa merasakannya hanya dari tebasannya saja.
Jika biasanya aku bisa menebas sampai membelah alam, tadi hanya sekedar membuat gelombang angin, itu saja sudah cukup menunjukkan perbedaan kekuatanku dengan Siegfried.
Seal Field benar-benar merepotkan kali ini...
Bagaimana caraku melawannya?
Sial...
"Nampaknya kau kebingungan..." Siegfried mendarat di depanku dan ia berjalan mendekat, "Sekuat apapun dirimu, tanpa Energi Gaib, kau hanyalah manusia biasa yang memiliki fisik lebih kuat daripada manusia lain."
Pernyataan yang terus kudengar, berkali-kali, dan aku berusaha menolaknya, tetapi itulah kenyataannya.
Aku hanyalah manusia biasa, manusia biasa yang beruntung selama hidupku, menerima berbagai hal yang tak bisa manusia lain dapatkan...
"Itu benar, Langit!"
Suara seruan terdengar, aku merasa tubuhku kembali ringan seperti biasanya...
Kulihat Pedang Api Hitam diselimuti api merah yang berkobar amat dahsyat, bahkan tanganku juga ikut diselimuti api.
Mata Siegfried terlihat melebar, tatapannya seolah tak percaya dengan perubahan yang aku sendiri tak bisa pahami dengan cepat.
"Kau..."
Aku tak tahu perubahan seperti apa yang terjadi pada diriku, tetapi yang pasti, tubuhku terasa ringan seperti biasanya, Energi Gaib mengalir deras dalam diriku, bahkan jumlahnya lebih banyak dibanding sebelumnya, dan satu lagi, api yang menyelimuti pedangku membara makin besar.
Yah, mungkin ini salah satu keberuntungan yang kudapatkan...
Catatan penulis:
Yo, lama sudah tidak ngetik, dan nampaknya alurnya makin membosankan...
Yah, aku sadar diri kalau kemampuan menulis ceritaku makin tumpul seiring aku jarang menyentuh app MT karena memang, di real life aku betul-betul sibuk banget, sampai menyentuh hp cuma buat WA sama daily aja.
Kegiatan yang menghabiskan waktu semacam mengetik jadinya tersingkirkan sedikit, tetapi mungkin, aku mulai bisa mengatur waktu, hasilnya yaaaaa chapter 273 ini, akhirnya selesai setelah nganggur selama setengah bulan lebih...
Ehehehe...
Nanti saya coba lanjutin dah, sampe 275...
See you next chapter...
__ADS_1
SlowMind:v