
Dan begitulah kisah bagaimana aku bisa sampai di sini, di hadapan Andro yang sudah menarik pedangnya.
"Menghadapi pendekar pedang sekaligus Hunter terbaik di seluruh dunia, aku benar-benar merasa terpukau..." ia memasang posisinya, "Apalagi hidung dan telingamu yang benar-benar menunjukkan jati dirimu sebagai Hunter..."
"Kau yang bisa menemukanku bahkan saat aku belum bergerak sedikitpun, aku benar-benar terpukau..." Andro maju perlahan, "Dan harus kuakui, gerakanmu sangat cepat..."
Ia mengangkat pedangnya dan bergerak maju, gerakannya lumayan cepat, namun di mataku...
"Lambat!" aku menurunkan pedangku, dan kudengar suara jeritan.
"ARGGHHH!"
Aku menatap pedangku yang terlihat bekas darah tipis di bilah tajamnya. Aku berbalik dan melihat Andro yang memegangi lengan kanannya.
Andro Fersato, atau yang orang-orang kenal adalah mantan Hunter rank S dari Brazil. Ia adalah salah satu dari sekian banyak Hunter rank S yang dimiliki StarSam di masa lalu, dan ia terhitung amat kuat.
Kekuatannya memang tak bisa mengimbangi Carroline yang berusia muda, jadi dia ikut bergabung dengan kelompok yang dibuat Kyle, dan kelompoknya bertarung mempertahankan New Washington saat Perang Dunia ketiga.
Kabar terakhir yang kuterima adalah kematiannya bersama dengan Carroline Cage saat melawan penyusup tak dikenal.
Yang mengherankanku adalah, bagaimana caranya bisa selamat dari ancaman yang bahkan mampu membunuh Hunter rank SS sekelas Carroline Cage yang punya kemampuan setara dengan Andhika?
"Harus kuakui, kau memang tak membual soal gelarmu yang panjang itu..." Andro berbalik dan tangan kirinya menarik pistolnya, "Mungkin senjata biasa seperti dua senjata yang kupegang ini tak bisa menghabisimu, tapi apa kau tahu siapa aku sekarang?"
"Hunter rank SSS, Cold Blooded Hunter, sang Pahlawan dunia, Pendekar Pedang terkuat, Panglima besar militer dunia, Panglima besar TNI, manusia terkuat, sprinter terbaik di seluruh dunia, nampaknya julukanmu banyak sekali..." Andro menjatuhkan pistolnya, "Tapi, apa kau tahu sesuatu?"
Aku menaikkan alisku, "Apa itu?"
"Bahwa seluruh dunia berencana menyingkirkanmu karena dianggap mengancam kedamaian dunia..."
DUAR!
DRRRTT!!
Tanah sedikit hancur, aku mengepalkan kedua tanganku, "Apa maksudmu?"
Aku berjalan maju, dan kulihat Andro hanya menyeringai lebar sambil mengangkat pedangnya, ia berteriak, "Ya! Kau sudah tak dibutuhkan lagi oleh dunia! Dunia sudah damai! Pedangmu tidak akan banyak berguna lagi saat ini!"
Pedang Api Hitam terangkat, rasanya aku ingin memotong Andro menjadi dua, tapi apa itu saja sudah cukup?
Logo StarSam yang dipakai di dada kirinya sudah tergores, dan wajahnya tak lagi menunjukkan semangat perjuangan, hanyalah senyum haus darah yang kulihat...
__ADS_1
Apakah itu wajahku dulu hingga aku mendapat julukan Cold Blooded Hunter?
Aku berjalan maju hingga sampai di depan Andro kemudian aku menepuk pundaknya, "Apa kau berencana menyingkirkanku?"
Andro tersenyum makin lebar, tapi ia terlihat seperti menahan sakit, "Ya! Lihat saja nanti! Militer semua negara akan menghadapmu dan menghancurkanmu!"
"Oh..." aku menurunkan tanganku dan menyimpan pedangku, "Tapi apa kau yakin?"
Aku mengangkat tanganku dan aku mengeluarkan api dari telapak tanganku, "Apa kau lihat ini?"
Wajah Andro terlihat terkejut, ia jatuh terduduk dan ia menunjukku dengan tatapan ketakutan, "Kau... Kau iblis!"
Mungkin, itulah yang dilihat musuhku selama ini... Ataukah aku sebenarnya iblis?
Tidak, tidak, aku sudah evolusi menjadi Monarch, jadi hawa keberadaanku bukan lagi hawa yang dimiliki manusia...
"Terserah..." aku berlutut dan meraih leher Andro, "Sekarang, jawab pertanyaanku, siapa yang mengirimmu?!"
Andro terdiam, ia memejamkan matanya dan menjawab, "Satu nama yang pasti, Yao Junzhi..."
Aku mengerutkan alisku, Yao Junzhi? Siapa dia?
"Siapa itu?" tanyaku tanpa melepas peganganku pada leher Andro.
Oh, jadi Yao Junzhi menganggap kalau Hunter tidak dibutuhkan jika tidak ada Monster lagi ya...
Lalu apa gunanya pelatihan militer yang juga para Hunter terima dulu itu?
Sudah waktunya meluruskan semua yang ada di dunia...
"Namamu Andro Fersato, kan?" aku menguatkan genggamanku pada leher Andro, "Terima kasih sudah bekerjasama..."
"Eh?"
Andro memberontak, berusaha melepaskan diri, "Sialan! Semuanya, serang-!!"
KREKK!
***
Aku berjalan ke gerbang depan, tangan kiriku memegang benda bulat. Kulihat beberapa tentara sedang berjaga, dengan empat orang yang berpenampilan berbeda.
__ADS_1
Dua orang laki-laki dengan pakaian militer, dan dua perempuan dengan seragam sekolah...
"Hei..." aku mendekat dan berhenti di sebelah Andhika, "Nih..."
Aku menjatuhkan sesuatu yang kubawa di tangan kiriku dan melirik Vina, "Sudah selesai olahraganya?"
"Begitulah..." Vina menaikkan bahunya, "Sederhana saja..."
Sip...
"Aku melihat pasukan berpakaian hitam di belakang, dan aku sudah membereskan mereka sebelum mereka sempat mengeluarkan peluru mereka." aku menggaruk leherku, sedikit kram, tapi aku akan terbiasa.
Keempatnya terdiam.
Yah, reaksi yang bisa kutebak bahkan sebelum aku berkata...
"Itu berarti kau yang membunuh orang ini?" Yuuki menunjuk kepala yang baru aku lempar, "Siapa dia?"
"Andro Fersato, jika kalian tahu pasukan kecil yang dipimpin Kyle Cage, maka dia adalah salah-satunya." jawabku.
Keempatnya terdiam.
"Satu lagi, dalang dibalik serangan teror di seluruh dunia, bukan lain adalah pejabat militer." ujarku lagi, "Dan, dia sempat hadir di rapat para jenderal di Rusia."
Yuuki memejamkan matanya, "Sesuai dugaanku, orang yang punya pengaruh setara dengan jenderal."
"Kau sudah menduganya?" aku menaikkan alisku, "Kenapa kau tidak bilang dari awal?"
"Aku takut jika menyinggung jenderal lain, jadi aku menyimpannya. Setelah aku bertemu lagi dengan panglima tertinggi militer dunia, aku jadi berani mengatakannya. Kau adalah sosok yang memiliki pangkat lebih tinggi dari orang manapun di dunia, jadi aku punya perlindungan dari belakang." jawab Yuuki, "Maafkan aku..."
Yah, Yuuki hanya manusia biasa, jika Jepang diserang nuklir secara bersamaan, dia tidak akan bisa melawan bahkan dengan pangkat Hunter rank SS yang ia miliki...
"Tenang saja, hubungi aku jika kau perlu bantuan..." aku mengangkat kedua tanganku, dan menciptakan puluhan bola warna-warni, "Kekuatan ratusan Emperor ada di tanganku, aku bisa mengirim mereka kemanapun aku mau."
"Senang mendengarnya..." Andhika menghela napasnya, "Itu artinya kau siap kembali ke militer?"
"Ya." aku menarik dompetku dan mengeluarkan kartu yang sudah lama tersimpan di dompetku, kartu bertuliskan namaku dan pangkatku di dunia Hunter dulu...
"Langit Satria, Hunter rank SSS, akan melindungi sekolah ini. Sekarang, ikuti perintahku!"
Empat orang yang berdiri di hadapanku, memasang posisi tegap, begitu juga dengan beberapa tentara yang mendengar suaraku, langsung mendekat dan berbaris.
__ADS_1
"Siap komandan!"