
Aku membuka pintu dengan perlahan dan menengok ke luar, kakekku sedang berdiri di tengah-tengah desa dengan pedang lengkungnya yang sudah bercahaya merah, sama seperti sebelumnya.
Aku juga melihat kalau gerombolan belalang besar tadi sudah menghilang, tetapi mayat-mayat belalang itu hampir tidak ada, hanya ada satu saja yang tergeletak, itupun tanpa kepala.
"Hii..." Aku bergidik ngeri melihatnya, siapa sih yang tidak ngeri saat melihat tubuh makhluk hidup yang tergeletak tanpa nyawa dan tanpa kepala? Hanya para Hunter saja kurasa yang tidak ngeri melihat hal semacam itu...
Beberapa penduduk desa keluar dan mereka bersorak gembira, karena kakekku berhasil menyelamatkan desa yang diserang oleh Monster belalang yang bisa berbicara bahasa manusia.
Tapi, aku masih tidak percaya, ternyata semua artikel yang kubaca di SuraBaya itu tentang beberapa Monster yang mampu berkomunikasi dengan bahasa manusia itu benar adanya, bahkan aku melihatnya langsung dengan mataku sendiri...
"Aku meminta kalian untuk tidak lengah, ada kemungkinan kalau Monster semacam itu akan menyerang lagu, jadi kusarankan agar kalian pindah ke kota lainnya yang lebih besar dan lebih aman." Ujar kakekku dengan lantang, "Kalau aku bisa, aku akan meminta Frans untuk mengirimkan pasukannya kemari untuk berjaga atau membawa kalian ke Jakarta, tetapi dia pasti tidak akan mau."
"Jadi, apa yang harus kami lakukan?" Tanya salah satu orang disana.
"Cukup bersikap tenang dan bergerak meminta tolong ke beberapa kota sebelah, aku tidak menyarankan Surabaya karena kota itu sudah hancur." Jawab kakekku, "Kalau begitu, aku akan coba menghubungi Frans..."
Kakekku mengeluarkan sebuah ponsel yang memakai pelindung dengan gambar burung yang separuh berwarna merah dan separuhnya lagi berwarna putih. Aku menebak kalau burung itu adalah lambang RedWhite.
"Halo..." Kakekku berbicara dengan ponselnya, "Aku ingin meminta tolong dengan nama Bintang Langit si Pendekar Jubah Hitam..."
Kakekku berbicara dengan seseorang lewat ponsel itu, kurasa menghubungi Frans, dan dia berbicara seolah berbicara dengan bawahannya, padahal Frans itu adalah ketua organisasi RedWhite, loh...
"Oh, oke, akan kutunggu pasukanmu..." Ujar kakekku sebelum ia menutup panggilannya dan melirik semua orang, "Aku sudah meminta bantuan pada RedWhite..."
__ADS_1
Hanya dengan kakekku menyebutkan nama RedWhite saja, bisa membuat semua orang semakin senang, dan kakekku pun menjelaskan apa saja yang ia bicarakan tadi dengan Frans.
"Kalian berhasil mendapatkan akses ke Jakarta dengan bantuan Jenderal Frans, dan dia akan mengirim pasukannya untuk menjemput kalian, selama itu..." Kakekku menunjuk ke semua orang, "Kalian harus membersihkan diri, buat diri kalian menjadi bersih, karena di Jakarta nantinya kalian akan diperiksa..."
"Kalian juga harus mengurangi barang bawaan kalian, usahakan agar hanya barang penting saja yang kalian bawa, yang tidak penting kalian tinggalkan saja..."
"Kapan Jenderal Frans akan datang?" Tanya salah satu penduduk desa.
"Sekitaran dua sampai tiga hari mengingat jarak Jakarta dengan desa kecil ini..." Kakekku mengelus dagunya, "Selama itu, kalian harus bersiap-siap, aku akan berjaga di sekitar..."
Setelah berkata begitu, kakekku berbalik dan berjalan menjauhi kerumunan dan kembali berkeliling. Aku melirik para penduduk desa yang sedang berdiskusi sebelum aku berlari mengikuti kakekku.
***
"Hmm, yah, aku hanya penasaran dengan paman Frans itu..." Aku menggaruk kepalaku.
Sejujurnya, aku bingung dengan sebutan Jenderal Frans itu, bukankah Jenderal adalah pangkat dalam militer? Kenapa Hunter sepertinya juga memiliki pangkat seperti itu?
"Ah, kau pasti bingung dengan aku yang memanggil dia dengan sebutan Jenderal, ya? Itu wajar saja karena kau baru perlahan-lahan memasuki dunia Hunter..." Kakekku duduk di dekat pos penjagaan kemudian memanggilku untuk duduk. Aku mengikuti kakekku dan duduk di sebelahnya.
"Bagi beberapa negara yang masih berdiri hingga sekarang, para Hunter tidak ada bedanya dengan tentara militer. Sebab itulah, beberapa Hunter dengan rank tinggi bisa memiliki pangkat militer, tentunya mereka mendapatkannya dengan diberikan oleh pemimpin negara..."
"Frans itu, dia dipanggil Jenderal, pangkat di bawah Jenderal Besar, pangkat militer tertinggi di negara ini. Terhitung ada beberapa Hunter yang memiliki pangkat Jenderal di negara ini, kakek salah satunya."
__ADS_1
Aku terdiam, kakekku ini menjadi bagian dari pasukan militer negara Indonesia? Wow, hebat sekali...
"Biarpun Hunter yang memiliki pangkat militer, mereka juga ikut serta dalam pengambilan keputusan di pasukan militer, karena beberapa pasukan militer negara juga ikut serta dalam beberapa penyerangan ke beberapa pulau yang diketahui dihuni oleh Monster kuat."
"Siapa Hunter di negara kita yang pernah memegang pangkat Jenderal Besar?" Tanyaku.
"Hmm, ada sepertinya, tetapi itu sudah lama. Kalau sekarang, hanya ada lima Hunter saja yang menjadi Jenderal Besar di masing-masing negaranya, salah satunya adalah Tom Cage si Burning Arm. Kau pasti tahu karena dia adalah Hunter terkuat saat ini..."
Ya, aku tahu... Tom Cage setidaknya memiliki banyak sekali prestasi hebat selama.menjadi Hunter, sebab itulah ia disebut sebagai Hunter terkuat dan diberikan pangkat Jenderal Besar.
"Jika kakek ingat lagi, sepertinya dulu pernah ada seorang Hunter yang memiliki rank SSS dan memiliki pangkat militer yang lebih tinggi dari Jenderal biasa, yaitu Jenderal Besar dan ia mengontrol seluruh pasukan militer di negaranya..." Kakekku sedikit bergetar saat mengatakan itu.
Rank SSS, bukanlah rank SS biasa yang kita sebut sebagai Hunter terkuat, tetapi rank SSS adalah Hunter yang benar-benar kuat, yang konon katanya bisa melawan dua Monster yang mampu berbicara sekaligus.
Tak ada artikel yang menyebutkan keberadaan Hunter itu di masa kini, tetapi aku ingin mendengar ceritanya dari kakekku yang sudah berumur hampir seabad.
"Hunter rank SSS itu benar-benar kuat, dikatakan bahwa dia pernah ke pulau Greenland seorang diri untuk melawan seekor Monster dengan elemen es, dan sedikit lagi mengalahkannya, dimana Monster yang mampu memakai elemen alam seperti itu sulit dihadapi bahkan oleh sepuluh Hunter rank SS terdahulu..."
"Untuk apa kakek menceritakan itu?" Tanyaku.
"Biar kamu jadi tahu, kalau Hunter rank SSS itu, selain dipanggil Jenderal Besar negara China, ia juga disebut sebagai Black Ruler..." Kakekku bergetar lagi, "Kau tahu maksudnya? Ruler! Dia adalah Ruler!"
"Kalau iya bagaimana? Aku adalah Ruler dan aku bangga dengan sebutan itu..."
__ADS_1