Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
166. Penghujung Raid


__ADS_3

"Hei, hei, hei, apakah raut wajah itu adalah sesuatu yang seharusnya Hunter rank SSS tunjukkan pada dunia?" suara seseorang terdengar, dan ketika kami menoleh, Al Sallah berdiri dengan pakaian tentara lengkap dengan armornya.


"Yo..." ia mengangkat tangan kanannya, "Aku datang sesuai pesanan..."


"Pesanan apa yang kau maksud?" Leonard bertanya, dan John menjawab pertanyaan Leonard.


"Aku berpesan pada Al, kalau seandainya terjadi hal yang tak bisa Hunter rank SS atasi, maka Al bisa mengerahkan militer..." John menjawab, "Ketika aku melihat situasi yang tak mungkin bisa kita menangkan, aku langsung menghubungi Al dan menyuruhnya menyiapkan pesawat tempur lengkap dengan Strategic Missile dan mengirimnya kemari..."


"Siapa mengira kalau Green Soldier akan memimpin langsung pasukannya..." John menghela napasnya, dan tak lama suara deru mesin pesawat terdengar, dan ledakan terdengar selanjutnya.


Aku menatap ke atas, dan pesawat-pesawat tempur, melintas dengan cepat di langit-langit Kanada, dan Strategic Missile terlihat melesat cepat di udara.


"Itu..." rasanya aku tidak percaya itu, puluhan pesawat tempur melintas dengan cepat, melewati celah antara Black Emperor dan Void Emperor dengan mudahnya, bahkan mereka bisa melancarkan Strategic Missile saat sedang menyelip sekalipun!


"Musuh kalian adalah naga merah raksasa itu dan raksasa hitam, jangan menyerang Monster api dan raksasa hijau!" Marie kulihat datang dengan membawa pedang yang sudah menyala, telunjuk kanannya menyentuh telinganya, "Jangan sampai salah!"


Ayahku berkata, Marie adalah seorang Hunter rank S yang dijuluki Queen of Air and Sea, dia menguasai Samudra Pasifik baik itu di permukaan laut ataupun di udara dengan kekuatan militernya yang hebat. Karena dia dulunya adalah seorang tentara berpangkat Letnan Jendral yang kemudian memilih terjun dengan senjata api, sudah pasti dia memiliki pengalaman lebih soal mengatur pasukan dibandingkan Hunter rank SS lainnya.


Tentara berpangkat tinggi memang hebat!


"Untuk sekarang, kita bisa membawa Hunter yang terluka kembali ke Lake Down..." Al Sallah menoleh, menatap ke segala arah, "Kulihat kalian cukup banyak membunuh Monster selama ini..."


Yah, aku juga perhatikan sekitarku, banyak tubuh Monster yang entah itu kehilangan kepalanya atau tubuhnya terbelah dua, dan semuanya terjadi karena amukan para Hunter rank SS, semuanya menumpuk hingga terlihat seperti tumpukan sampah di pojok gang kecil...

__ADS_1


"Kalian juga kulihat terluka, jadi sebaiknya kita pergi secepatnya, urusan disini serahkan saja pada pesawat tempur..." tambah Al kemudian ia membantu Tom berdiri, "Itu adalah keputusanku, aku tidak tahu apakah keputusanku akan sama dengan komandan tertinggi atau tidak..."


"Yah, aku rasa kita memang harus mundur dulu..." jawab Tom, dan aku meliriknya, "Kekuatan musuh cukup besar, kita mungkin perlu bantuan lebih..."


Jenny datang bersama Senja, Carroline, dan Vina kemudian ia berkata, "Aku rasa kau tak perlu meminta bantuan lagi..."


Tepat setelah Jenny berkata begitu, suara teriakan yang cukup familiar terdengar di telingaku...


"Semuanya! Maju!"


Ya... Aku melihat beberapa wajah yang familiar di mataku sedang bergerak maju...


"Paman... Antha?" aku menatap Frans, "Anda membawa paman Antha kemari?"


"Yah, seperti yang kau katakan, aku mengajak Antha kemari, bersama Hunter kuat lainnya. Sebagai catatan, Antha yang memaksaku untuk membawanya kemari setelah aku memberitahunya kalau kau hilang disini." jawab Frans, "Yah, mungkin kau akan melihat kemampuan Antha yang sebenarnya..."


Paman Antha... Dia bertarung dengan ganas, berbeda dengan saat ketika aku melawannya dulu, dia berbeda sekali, dan itu membuatku berpikir kalau saat itu ia belum serius melawanku...


Ada juga Hunter yang membawa pedang meliuk-liuk seperti Keris Raja Singa, dan aku yakin kalau dia adalah Bagus Wijaya, ayahnya Andhika...


"Lihat? Kalian tak bertarung sendirian, ada banyak Hunter dari seluruh dunia yang siap bertarung mempertaruhkan nyawanya untuk membantu kalian melawan Emperor..." ujar Al, dan ia menaikkan bahunya, "Yah, mungkin kalian akan menganggapnya angin lalu saja..."


Al kemudian membawa tim pergi, bersama dengan Hunter rank SS lainnya, mereka pergi menuju Lake Down yang nampaknya sudah tiba di dekat sana untuk dirawat.

__ADS_1


Aku melihat pertarungan sengit Black Emperor melawan Void Emperor yang dibantu oleh beberapa pesawat tempur, dan Flame Emperor yang dibantu beberapa pesawat tempur melawan Dragon Emperor.


Black Emperor mengibaskan tangannya, berusaha menyingkirkan pesawat-pesawat tempur yang terus melintasinya tetapi sayangnya tidak berhasil karena pesawat-pesawat tempur itu bisa menghindarinya sambil melepaskan tembakan, dan Void Emperor memanfaatkannya untuk menyerang.


Void Emperor melancarkan pukulannya dan telak mengenai perut Black Emperor yang perhatiannya teralihkan oleh pesawat tempur yang mondar-mandir di sekitarnya, yang sepertinya itu mengganggu konsentrasinya. Black Emperor langsung jatuh ke atas salju.


"Arrgggh! Apa-apaan nyamuk ini?!" Dragon Emperor berubah menjadi wujud yang lebih kecil yaitu manusia, dan ia menyemburkan api dari tangannya, "Mengganggu!"


Dengan wujud yang lebih kecil sekalipun, ia belum bisa menghancurkan satu pesawat pun, dan beberapa Strategic Missile mendarat telak di tubuhnya dan meledak. Tubuhnya berlubang di beberapa bagiannya.


"Semuanya, mundur! Kita tak bisa melawan lagi!" aku melihat Ice Emperor yang berteriak keras sambil menciptakan sebuah Gate ungu, dan teriakan itu membuatku menyadari kalau Ice Emperor berniat kabur.


Aku menarik pedangku lagi dan bergerak cepat menuju Ice Emperor, tapi sayangnya gerakan Ice Emperor yang masuk ke dalam Gate lebih cepat dariku, saat aku sampai Ice Emperor sudah menghilang dari Kanada.


Aku menoleh ke atas, Dragon Emperor juga masuk ke Gate, begitu juga dengan Black Emperor yang menciptakan Gate super besar di atas kepalanya kemudian masuk ke dalamnya.


***


"Maaf jika aku masih belum mampu menghabisi Ice Emperor." Tang Liao membungkuk di hadapan kami, dan itu cukup membuat kami terkejut.


"He-hei ka-kakek Tang, anda tidak perlu membungkuk begitu..." Yen salah tingkah ketika seniornya membungkuk di hadapannya, "An-anda sudah berjuang keras, jadi sebaiknya kita mundur dulu."


"Kesempatan membunuh Ice Emperor dan dua kawanannya masih banyak jika kita terus berlatih." Flame Emperor berkata sambil melipat tangannya, "Tapi kuperhatikan usia kalian tidak mendukung untuk bertarung lagi..."

__ADS_1


Aku bisa melihatnya, usia para Hunter rank SS sudah tidak muda lagi, bergerak cepat kemudian dipukul kuat sekali oleh Emperor bisa membuat tubuh mereka serasa hancur dan bisa saja tulang-tulang tua mereka patah.


"Maaf saja, tapi kami tak berniat mundur meskipun usia kami amat tua..." Tom berkata, "Bukankah anda juga tetap bertarung di Raid ketika anda berusia lima puluh tahun?"


__ADS_2