
Frans muncul dari belakang Tyrant Emperor kemudian mengayunkan tombaknya sambil berseru, "Kami bukan sekedar manusia biasa! Kami adalah Hunter!"
Punggung Tyrant Emperor tersayat, dan Frans mengubah arah serangannya kemudian menusukkan tombaknya ke depan.
Vina dan Jessica berpindah ke tempat yang lebih jauh dari posisi Tyrant Emperor, memasang posisi menembak kemudian melancarkan tembakan yang mengarah ke kepala Tyrant Emperor.
Tyrant Emperor terkejut dengan serangan Frans, dan ia berbalik dengan cepat, disaat yang bersamaan dua peluru mendarat telak di pipi kanannya.
"Ugh!"
Rei muncul dan ia melancarkan pukulan berkekuatan penuhnya ke arah perut Tyrant Emperor, dan pukulan itu membuat Monster aneh itu terpukul mundur sedikit, sebelum sebuah pedang menusuk dari belakangnya.
Pedang itu milik Andhika dan pedang itu menembus punggung Tyrant Emperor hingga ke perutnya.
Andhika menarik pedangnya dan semuanya menjauh, sementara Tyrant Emperor jatuh berlutut dengan darah hitam yang terus mengucur deras dari luka lebar di perutnya.
"Apakah sudah berhasil?" Rei bergumam, dan tatapannya amat waspada dengan gerakan Tyrant Emperor yang kapanpun bisa membunuh salah satu dari sembilan Hunter yang sedang mengeroyoknya.
Tyrant Emperor bangkit perlahan, dan ia menghilang, sebelum ia muncul di hadapan Alvian kemudian menyayat lengannya.
Tak berhenti sampai sana, ia terus bergerak cepat layaknya kilat petir menyayat semua Hunter yang ada di halaman, kecuali Vina dan Jessica yang menjauh lagi.
Darah merah menyelimuti tangan Tyrant Emperor, dan ia berdiri kembali di posisinya semula, tempatnya tadi ditusuk oleh Keris Raja Singa milik Andhika.
Frans yang kedua lengannya disayat oleh Tyrant Emperor jatuh berlutut, lengan atasnya tak memakai armor sedikitpun dan kemejanya robek oleh sayatan itu. Tombaknya masih ia pegang dengan erat.
Rei hanya membungkuk sedikit, kekuatannya masih tersisa untuk memukul Tyrant Emperor, dan ia berdiri tegak lagi.
Sementara Andhika, ia tetap berdiri tegak meski kedua lengan atasnya dan punggungnya tersayat lebar, darah berwarna merah terlihat menodai armor hitam yang ia pakai.
Mungkin, diantara tujuh Hunter yang terkena sayatan Tyrant Emperor, hanya Alvin dan Senja saja yang menerima luka yang tak terlalu parah.
"Senja! Tarik pedangmu dan kita akan maju lagi!" seru Alvin dan Senja mengangguk.
Senja menyalakan pemanas di pedangnya lagi kemudian maju, diikuti oleh Alvin yang mengisi ulang senapannya kemudian melancarkan tembakan-tembakan yang mengarah ke kaki Tyrant Emperor.
Tyrant Emperor bergerak cepat menghindari semua tembakan itu dan ia bergerak cepat menuju Alvin, tapi gerakannya dihentikan oleh Senja dan keduanya beradu pedang kembali.
__ADS_1
Kecepatan Tyrant Emperor berbeda dari sebelumnya, ia melancarkan tebasannya lebih cepat dari sebelumnya hingga Senja tak mampu mengimbanginya, dan ia akhirnya jatuh setelah terkena tebasan yang menembus armornya dan menciptakan luka lebar dari pundak kanan sampai pinggang kirinya.
Tyrant Emperor mengangkat tangannya, berniat memenggal kepala Senja, tetapi Rei muncul dan ia melancarkan pukulan berkekuatan penuhnya ke punggung Tyrant Emperor, hingga suara retakan terdengar cukup keras.
Dua suara tembakan terdengar selanjutnya, dan Tyrant Emperor menghindari dua peluru yang mengarah ke kepalanya dan menebas Rei yang ada di belakangnya.
Tebasan Tyrant Emperor mendarat telak di Rei dan menciptakan luka lebar dari pundak kanan sampai pundak kirinya, bahkan Rei bisa merasakan tulang selangkanya ikut terkena efek dari tebasan itu.
Andhika menarik Rei menjauh kemudian melemparnya hingga membuat Rei jatuh jauh dari Tyrant Emperor.
Ia mengangkat pedangnya dan menebaskannya ke Tyrant Emperor, yang semuanya bisa dihindari dengan mudah olehnya.
Budi bergerak cepat menuju punggung Tyrant Emperor, mengangkat pedangnya kemudian menebaskannya ke punggung Tyrant Emperor, lalu melompat mundur dan melepaskan tembakan beruntun dengan pistolnya ke arah kaki Tyrant Emperor.
Tyrant Emperor yang disibukkan oleh Andhika tak bisa menghindari serangan Budi, sehingga punggung dan kakinya terluka oleh serangan Hunter itu.
Ketenangannya terganggu, dan ia sadar bahwa RedWhite adalah pasukan yang amat tangguh, ia tak boleh lengah lagi.
Setiap celah yang tak sengaja ia tunjukkan selalu dimanfaatkan oleh para Hunter yang mengeroyoknya, sehingga serangan-serangan pada akhirnya tetap mendarat di tubuhnya meski ia sudah berusaha menghindarinya.
Frans muncul dari samping Andhika kemudian mengangkat tombaknya dan menusuk ke depan, sementara Andhika melompat mundur, memberikan ruang bagi ketuanya untuk bertarung.
"Kuakui, kalian amat tangguh..." Tyrant Emperor menyeringai, semua luka yang ia terima pulih secara perlahan, "Dan aku yakin kalau kalian pasti mulai kelelahan..."
Memang benar, semuanya mulai kelelahan, ditambah luka yang ada di tubuh mereka membuat kelelahan mereka bertambah berat, bergerak memaksakan tubuh hanya akan membuat segalanya menjadi hancur jika salah langkah sedikit saja.
Armor yang tebal nyatanya tak ada gunanya di hadapan Tyrant Emperor, yang mana kekuatannya belum pernah diketahui oleh para Hunter rank SS, dan hanya Tom seorang yang tahu kekuatan Tyrant Emperor.
"Armor tebal tak ada apa-apanya di hadapanku..." ujar Tyrant Emperor, "Menyerah saja-..."
Frans mengangkat tombaknya kemudian melemparnya dengan kekuatan penuh menuju Tyrant Emperor.
"Apa kalian tak mendengarnya?!" Tyrant Emperor melompat ke samping, menghindari lemparan tombak mengerikan yang dilakukan oleh Frans, "Kalian melawan hanya akan memberiku kekuatan lebih! Kalian takkan bisa berkutik melawanku jika begitu!"
Tombak Frans tertancap tak jauh di belakang Tyrant Emperor, Rei dan Budi bergerak cepat menuju tombak Frans dan Rei meraih tombak itu kemudian memutarnya, sementara Budi bergerak cepat mengisi ulang pistolnya dan membidik kaki Tyrant Emperor.
"Manusia tak pernah mengenal kata MENYERAH!" seru Frans, "Kami hanya tahu kata BERJUANG!"
__ADS_1
Penegasan sekali lagi, bahwa para manusia tak pernah menyerah dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul, bahkan virus mematikan takkan bisa membuat manusia jatuh dalam keputusasaan!
Andhika mengangkat Keris Raja Singa ke atas kepalanya dan ia menyeringai lebar, "Kami akan membunuhmu!"
Ia melesat maju, disertai oleh dua suara tembakan dari kejauhan, dimana yang melakukannya adalah Celia bersaudara.
"Kak Jess, jangan lupa untuk terus mengikuti pergerakan kepala Monster itu." ujar Vina, dan Jessica mengangguk cepat.
"Kau juga, jangan sampai kau salah tembak." Jessica membidik lagi dan melepaskan tembakan.
Alvian menarik pedangnya lagi dan ia melesat maju, bersamaan dengan Senja yang pedangnya sudah menyala terang.
Tyrant Emperor melirik ke segala arah, dan ia langsung menebaskan pedangnya memutar, menghalau semua serangan yang mengarah kepadanya, tak lupa juga dua peluru yang melesat ke kepalanya ikut terbelah menjadi dua.
Senja menghindar dan ia menusukkan pedangnya, Tyrant Emperor masih bisa menghindarinya, dan Budi melancarkan tusukan beruntun ke sisi perut Tyrant Emperor dan membuat Tyrant Emperor melompat ke samping kanannya.
Rei menusukkan tombaknya ke perut sisi kanan Tyrant Emperor, menariknya lagi kemudian memberikannya pada Frans yang ada di dekatnya.
Frans meningkat panas di tombaknya kemudian melancarkan ayunan tombak dari atas ke bawah, Tyrant Emperor masih bisa menghindarinya.
Ia mengangkat pedangnya dan menusuk ke dada Frans, tapi Frans masih bisa menghindarinya kemudian melancarkan tusukan.
Gerakannya melambat entah karena apa, dan pedang kanan Tyrant Emperor menusuk tubuh Frans hingga tembus ke punggungnya.
Frans menjerit keras, dan Tyrant Emperor menyeringai lebar kemudian menusuk perut Frans dengan pedang kirinya lalu menebasnya, hingga perut Frans robek dan mengeluarkan darah merah yang mengucur deras.
Suasana seketika senyap, tak ada yang berani bergerak maju lagi, dan tak lama...
KLEK!
SRIIINNNGGG!
"Apa... Yang terjadi... Dengan negeriku?" suara menyeramkan dan dingin seseorang terdengar, dan Andhika merasa familiar dengan suara itu.
Ia menoleh ke arah ia mendengar suara itu, dan ia tersenyum tipis melihat orang yang baru saja berkata itu.
Berjas hitam dengan medali RedWhite berbintang enam melingkar dan satu bintang besar di tengah-tengah lingkaran itu, hanya ada satu orang lagi selain Frans yang memilikinya...
__ADS_1
"Langit! Kau akhirnya kembali!"