Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
178. Misi untuk mengisi libur musim panas


__ADS_3

"Langit, liburan musim panas akan kau pakai untuk apa?"


"Hmm? Tentu saja menjalankan misi, aku sudah lama tidak bertarung sejak pertarunganku melawan Leonard." jawabku kemudian menatap Carroline yang berdiri di depanku, "Memangnya untuk apa kau bertanya begitu?"


"Yaaa, anggap saja... Liburan itu adalah waktunya bersantai, kita sebagai murid tentunya perlu waktu santai, kan?" jawab Carroline sambil menggaruk kepalanya, "Betul kan, Dhika?"


"Jangan panggil aku Dhika!" Andhika yang duduk di kursinya berseru, "Namaku Andhika!"


"Tapi Rei biasanya memanggilmu Dhika..." Carroline memanyunkan bibirnya, "Kan kita teman..."


Dhika adalah nama panggilan Andhika ketika dia masih kecil dulu saat ia masih di Bali. Rei mengatakan kalau nama Dhika itu lebih mudah dipanggil daripada Andhika, sebab itulah sekalinya Rei tahu nama panggilan Andhika saat masih kecil, ia langsung memanggilnya dengan nama Dhika.


"Kau rencananya mau melakukan apa saat liburan?" tanyaku pada Andhika.


"Aku rencananya pulang ke Bali, menengok keluargaku disana." jawabnya, "Sudah beberapa bulan aku tidak melihat keluargaku..."


Aku diam mendengarnya, tentang keluarga, aku memang masih punya ayah dan ibu baru, tetapi tidak dengan saudara...


Eh? Tunggu, bukankah ayahku mengatakan kalau aku sudah menjadi kakak? Bagaimana kalau aku melihat adikku saja saat liburan ini?


"Dhika beruntung punya keluarga yang baik, berbeda denganku yang dilupakan oleh ayahku sendiri..." Rei terdengar menggerutu, dan aku merasa kasihan padanya.


Saat Raid Kanada beberapa bulan lalu, paman Antha ikut dalam Raid bersama Hunter rank S lainnya dari RedWhite, termasuk ayahnya Andhika dan kakaknya Vina yaitu Jessica Celia.


Nah, setelah kami kembali ke New Washington, kami kebetulan bertemu dengan Hunter dari RedWhite, dan kami melihat paman Antha disana.


Sayangnya, yang disapa pertama oleh paman Antha bukanlah Rei, tapi aku!


Paman Antha bertanya berbagai hal, dan dari nadanya ia terdengar lebih mengkhawatirkanku daripada anaknya sendiri.


Menyedihkan bukan? Tidak dianggap oleh ayahnya sendiri?


"Intinya aku juga ingin pulang ke kota 6, aku rindu berkelahi dengan para pecundang di kota itu." nada bicara Rei terdengar menyebalkan, dan aku yakin dia pasti ingin memukul orang lagi selain memukul samsak tinju di ruang latihan.


"Aku mungkin akan ikut Carroline berlibur saja." ujar Vina, dan sayangnya aku tidak bertanya padamu sialan...

__ADS_1


"Aku juga." jawab Senja, ia kemudian bertanya, "Langit, bagaimana denganmu?"


"Yah, mungkin aku akan mengambil misi dari Mr. Tom. Aku adalah Hunter rank SS, aku juga belum banyak dikenal orang-orang, jadi misi adalah permulaan yang baik untukku." jawabku, dan aku menatap kedua tanganku.


Beberapa bulan sudah berlalu sejak Raid Kanada selesai, sejak pertarunganku melawan Yuuki selesai, dan beberapa bulan juga sejak pertarunganku melawan Leonard selesai, dan selama satu semester, aku tidak pernah bertarung melawan Monster lagi.


Jadi kurasa, mengambil misi adalah satu-satunya cara untukku mengembalikan kemampuan bertarungku seperti dulu lagi.


***


Bulan Juni telah tiba, dan musim panas juga sudah tiba, suhu yang panas di musim ini dikatakan mampu membuat senjata api panas dengan sendirinya.


Andhika dan Rei sudah pulang ke Indonesia dengan pesawat komersial, sementara Vina, Senja, dan Carroline pergi berlibur dengan uang ayahnya Carroline.


Lee Shin mengatakan ingin pulang ke Korea, sementara Carl dan Don mengatakan ingin berlibur di rumah mereka saja.


Teman-temanku memiliki rencananya masing-masing untuk menikmati musim panas yang katanya selalu didominasi dengan liburan. Aku? Tentunya aku sudah punya rencanaku sendiri untuk mengisi liburanku...


"Aku ingin meminta misi."


"Hah? Misi? Misi seperti apa yang kau inginkan?" tanya Tom, dan aku tersenyum tipis.


"Yah, sebenarnya tidak ada sih..." Tom terlihat mengelus dagunya, "Tapi kau bisa mencoba untuk mencari peruntunganmu di Eropa."


"Ada apa memangnya disana?" tanyaku sambil menaikkan alisku.


"Apa kau ingat dengan Gate ungu yang pernah kukatakan sebelumnya?" tanya Tom balik, dan aku mengangguk.


Beberapa bulan sebelumnya, setelah aku kalah dari Leonard, Tom sempat mengajakku pergi berjalan-jalan keliling New Washington dengan mobilnya, dan Tom menceritakan tentang kemunculan Gate ungu di salah satu situs purba yang memiliki banyak misteri dibaliknya, yaitu Stonehenge.


"Ya, aku ingat." aku jelas mengingatnya karena Gate ungu adalah warna Gate yang tidak pernah dijelaskan oleh kakekku, dan aku baru tahu tentang itu setelah ayahku menjelaskannya di kelas.


Gate ungu pernah muncul dua kali di Stonehenge, pertama saat Raid Islandia, ketika Raid sudah mencapai puncaknya, dan berujung pada bersatunya para Hunter rank SS untuk menghadapi Serpent Lord, dan kemunculan pertama Black Emperor di hadapan Tom dan lainnya. Yang kedua saat tahun baru beberapa bulan lalu.


"William melaporkan kalau Gate ungu itu mulai memunculkan Monster, IronBlast bisa mengatasinya, tetapi aku mengatakan padanya kalau aku akan mengirimmu kesana untuk membantu." Tom berkata, "Aku merasa kalau kau kau berhasil mengatasi Gate itu, namamu sebagai Hunter rank SS akan dibicarakan lagi dan orang-orang mungkin bisa mengakuimu."

__ADS_1


Aku mengangguk, aku mengerti maksudnya.


Selain untuk membuat Hunter rank SS baru yang berusia amat muda diakui masyarakat, Tom pastinya ingin agar level sistemku naik dengan cepat, agar aku bisa siap menghadapi Emperor lagi seperti Raid Kanada.


Raid Kanada terasa hanya pembuka bagiku, di masa depan nantinya pasti akan ada pertempuran lagi yang lebih dahsyat dari pertarungan para Emperor di Kanada.


Pertarungan sebelas Hunter rank SS dan Tom Cage melawan para Emperor akan terasa biasa saja dihadapan pertarungan itu, dan aku harus mempersiapkannya sebelum itu terjadi.


"Yah, misimu adalah menutup Gate ungu di Stonehenge dan membuatmu dikenal masyarakat." ujar Tom, "Aku akan mengabarkanmu lagi kalau tumpanganmu sudah siap."


Aku mengangguk dan berbalik keluar dari ruangan, aku akan menjalankan misi ini dengan serius!


***


Markas IronBlast, London, Inggris...


"Terima kasih sudah mengantarkanku." aku membungkuk pada pilot pesawat dan ia mengangguk sambil tersenyum kemudian ia fokus ke depan, sementara aku turun dari pesawat.


Aku turun dari pesawat, dan seketika, angin bersuhu panas langsung menerpa tubuhku, dan rasanya... Beda jauh dengan di pesawat!!!


Di pesawat aku bisa menikmati sejuknya angin dari AC yang bersuhu 16 derajat, dan begitu sampai di London, suhu yang naik dengan cepat membuat tubuhku belum sempat beradaptasi, dan tubuhku yang tadinya terbiasa dengan suhu dingin tidak siap, sehingga perubahan suhu ini benar-benar tidak nyaman bagiku.


Yah, abaikan itu, masalah AC bisa kudapatkan kapanpun di asrama, yang sekarang harus kupikirkan adalah misi di depanku saat ini.


Fun fact: Masih ingat dengan istilah Jendral Besar, Brigadir Jendral, dan Kolonel yang pernah muncul sebelumnya? Kalian pasti mikir, mana sih yang paling tinggi pangkatnya?


Oke, aku bakal jelasin sekarang.


Urutan pangkat TNI dibagi menjadi 8 taraf, dari yang tertinggi sampai yang terendah, yaitu: Perwira Tinggi Kehormatan, Perwira Tinggi, Perwira Menengah, Perwira Pertama.


Dalam taraf Perwira Tinggi Kehormatan hanya terdapat Jenderal Besar. Dalam taraf Perwira Tinggi terdapat Jenderal, Letnan Jenderal, Mayor Jenderal, dan Brigadir Jenderal. Dalam taraf Perwira Menengah terdapat Kolonel, Letnan Kolonel, dan Mayor. Dalam taraf Perwira Pertama terdapat Kapten, Letnan Satu, dan Letnan Dua.


Bukan cuma TNI, tapi juga seluruh dunia memakai sistem ini. Dan juga pangkat ini bakal kupakai terus sampai tamat, mungkin juga bakal kupake di novel selanjutnya.


For you info, Yuuki Ken itu adalah orang termuda yang memegang pangkat Jendral Besar negara Jepang, Esterosa de Esquede adalah satu-satunya perempuan yang memegang pangkat Jendral di dunia, Jenny adalah satu-satunya Hunter rank SS yang engga memegang pangkat militer manapun, Marie menjadi satu-satunya perempuan di jajaran petinggi militer di Australia, dan Joko menjadi satu-satunya Hunter rank SS yang memegang pangkat Kolonel negara Indonesia yang mengabdi di negara lain.

__ADS_1


Seharusnya Joko dihukum karena ia bertarung untuk negara lain padahal dia adalah seorang petinggi militer di Indonesia, tapi karena suatu hal yang ia bicarakan dengan Frans, ia pun bisa bebas dari hukuman itu.


Spoiler, Langit juga bakal jadi Jendral... Kabor...


__ADS_2