Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
140. Sang raja telah bangkit...


__ADS_3

"Senja!" Vina menjatuhkan senapannya dan mendekati Senja yang terkapar tak sadarkan diri.


Aku mematikan pemanas kedua pedangku dan mendekati Senja sambil menyarungkan kedua pedangku kembali.


Kuperhatikan, kondisi Senja tidak buruk sekali, ia hanya kehilangan kesadarannya dan tubuhnya tidak ada yang terluka sedikitpun karena ia memakai armor yang cukup tebal, jadi aku bisa bernapas lega sekarang.


Masalahnya adalah Carl dan Don yang menabrak tembok hingga tembok yang mereka tabrak retak karena armor yang keduanya pakai. Biar begitu, keduanya masih baik-baik saja dan mereka masih sadar sepenuhnya. Keduanya dibantu oleh Rei dan Andhika untuk berdiri lagi.


Lee Shin mendekat dan bertanya, "Bagaimana? Kita lanjutkan?"


Aku baru saja memasukkan serigala tadi menjadi Monster pertama yang kami bunuh, jadi poin kami semua bertambah satu.


"Pertama kita meminta bantuan pada pesawat untuk membawa Senja kesana untuk dirawat, lalu kita lanjutkan." jawabku dengan tangan terkepal, "Ini karena kemampuanku menumpul..."


"Meski baru empat bulan, agak mengerikan saat mengetahui kemampuanmu bisa menumpul kalau tidak bertarung." Rei berkata sambil membantu Carl berdiri, "Begitu juga dengan kita."


"Latihan dengan Yuuki tak banyak meningkatkan kemampuan, hanya sebatas melawan ketakutan kita terhadap musuh kuat." ujar Vina, "Aku baru meminta bantuan pada Yuuki."


Dan, aku baru sadar oleh satu orang lainnya...


"Carroline mana?" tanyaku pada Lee Shin, "Aku tidak melihatnya sejak tadi."


"Entah, aku tidak melihatnya..." Lee Shin menaikkan bahunya, dan aku tersadar aku sudah melupakan keberadaan bocah satu itu...


***


Oke, setelah beberapa menit menunggu, Carroline akhirnya datang dengan sendirinya, dan wajahnya terlihat tegang, aku yakin dia kabur saat melihat serigala itu.


"Ehem, setelah kalian menghabisi Monster sialan itu, selanjutnya kita akan bergerak lagi..." Carroline berkata dengan santai sambil mengangkat ponselnya, "Tak banyak yang terjadi sepertinya..."


"Hmm?"


Apa maksudnya bocah sialan ini? Aku menaikkan alisku dengan bingung.


"Ah, tidak ada..." Carroline memasukkan ponselnya lagi, "Sekarang masih jam sepuluh, masih ada waktu sampai jam lima untuk kita kembali ke pesawat." ia melirik Senja, "Dan kita harus membawanya ke pesawat."


"Aku tadi sempat menghubungi pesawat, dan katanya pak Yuuki..." Rei menjelaskan, "Dia akan mengirim beberapa Hunter untuk menjemput Senja dan membawanya kembali ke pesawat."


Aku mengangguk, aku punya perkiraan kalau Senja hanya terkejut ketika menerima serangan sekuat itu, yang bahkan tidak bisa mengurangi HPku sampai separuhnya, padahal dia berlevel 65.

__ADS_1


HPku masih penuh, tak berkurang sedikitpun, dan aku masih bisa bertarung lagi.


Kami akhirnya menunggu di reruntuhan kota, sampai akhirnya dua orang dengan medali StarSam datang dan membawa Senja ke pesawat untuk dirawat. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan lagi.


***


"Lebih cepat!" aku melirik Andhika dan Carl yang ada di sampingku, "Mereka tak boleh mengalahkan kita lebih dulu!"


Ada puluhan beruang di depan kami semua, dan aku kembali ada di barisan depan, menunjukkan pada yang lainnya kalau mereka bisa melawan Monster di lingkungan yang amat ekstrim.


"Vina, tembakkan pelurumu terus! Kita tak bisa bergantung pada Langit lebih lama lagi!"


"Carl, bergerak lebih dekat denganku! Kau adalah Assassin dan kau harus menjaga bagian belakangku yang kosong!"


"Oke!"


"Shin, jaga jarakmu agar seranganmu lebih efektif!"


Aku melompat ke depan, bersamaan dengan Rei, Andhika, Lee Shin, dan Don, kami bergerak maju tanpa berhenti sambil mengayunkan senjata kami, melukai dan menghabisi semua Monster yang ada di depan kami.


[Level up!]


[Syarat terpenuhi! Skill pasif Raja Api berevolusi menjadi Skill pasif Kaisar Api!]


[Kau mendapat Title 'Kembalinya Penguasa Api'! Elemen api ada dalam kendalimu. Kau bisa mengendalikan panas senjata api dengan memikirkannya, semua serangan memiliki kesempatan menghasilkan efek Burn sebesar 95%!]


[Mempelajari kemampuan baru! Kau kini bisa memerintah orang lain dan mengerahkan Flame Destroyer sesuka hati!]


[Evolusi dimulai!]


Aku melihat tumpukan jendela informasi, sebelum aku merasa kakiku lemas dan aku jatuh di tengah-tengah hujan salju yang deras. Kedua pedangku yang pemanasnya masih menyala jatuh dan melelehkan salju di sekitarnya.


Evolusi? Seharusnya dalam guide book aku akan mengalami evolusi menjadi Flame Emperor ketika sudah mencapai level 200, tapi kenapa evolusinya muncul lebih cepat?


"Satu keistimewaan Wadah dari seekor Emperor adalah mampu berevolusi dua kali, dibandingkan dengan Wadah Lord yang hanya mampu berevolusi sekali, bahkan bisa tak tercapai walau sudah berburu sangat keras." Zon menjelaskan, "Aku saja baru melihat info ini ketika kau tiba-tiba jatuh berlutut di atas salju."


"Seorang raja tak boleh berlutut di hadapan musuh yang lebih lemah, ingat saja itu..." ujar Zon dan ia menghilang.


Seandainya aku bisa meraih Zon dan menusuknya dengan kedua tanganku, maka akan kulakukan saat ini juga!

__ADS_1


Dia muncul tak memberikan solusi apa-apa, muncul memberitahukan satu informasi tak ada gunanya dan menghilang lagi!


Aku bisa melihat pedangku mulai ditutupi oleh salju, dan kudengar teriakan teman-temanku yang memanggilku, dan suara dentingan senjata yang terdengar, darah-darah berwarna hitam kulihat berserakan di atas salju putih, dan tubuh Monster yang tak berkepala berjatuhan ke atas salju.


Satu pedang meliuk kulihat tertancap di depanku dan pemiliknya berlutut di depanku, dan ia meneriakkan sesuatu, tapi aku tak bisa mendengarnya.


"Apaan coba? Apa yang mau kau katakan, Andhika sialan?" aku ingin tersenyum, tapi mulutku tak bisa melakukannya.


Beberapa menit berlalu, sepertinya, dan waktu terasa lama ketika aku berlutut begini, sebelum aku bisa merasakan tubuhku lagi.


"Monster datang lagi!"


"Persiapkan formasi! Langit tak dalam kondisi mampu bertarung tanpa kita ketahui alasannya!"


"Vina, kau diam di dekat Langit bersama Don dan Rei, sementara aku, Andhika, dan Carroline akan bertarung di barisan depan!"


Lee Shin menunjukkan kemampuannya yang ia sembunyikan, yaitu kemampuan memimpin.


Ah, tentang kemampuan memimpin, aku memilikinya juga, bahkan aku mampu mengerahkan pasukan seekor Emperor yang dijuluki Penguasa Api, yaitu Flame Emperor, yang pasukannya disebut Flame Destroyer.


Tubuhku bisa kurasakan, dan satu jendela informasi muncul lagi di depanku.


[Evolusi selesai!]


Aku berdiri sambil meraih kedua pedangku, dan aku bisa merasakan Pedang Api Hitam dan Pedang Naga Iblis semakin ringan kuangkat, tubuhku juga semakin ringan kurasakan.


"Sepertinya aku melewatkan sesuatu..." pemanas kedua pedangku masih menyala, dan aku bersiap.


Kulirik Vina yang terkejut, begitu juga dengan Carl dan Rei, keduanya menatapku kebingungan, tapi aku hanya bisa tersenyum tenang.


"Sekarang giliranku!"


Aku berlari dengan cepat, meninggalkan Vina, Carl, dan Rei yang kurasa masih memasang tatapan terkejut dan bingung di wajah mereka.


Gerakanku semakin cepat, bahkan aku bisa melewati Carroline, Lee Shin, dan Andhika yang sedang bertarung dan aku langsung menusuk dada Monster berbentuk manusia tinggi bermata merah bertubuh besar berkulit merah dan pakaiannya diselimuti salju.


Selain gerakan, tiap seranganku kurasakan semakin ringan dan kuat, dan aku bisa mengayunkan kedua pedangku dengan cepat tanpa takut seranganku tidak mengenai sasaran.


Aku mendarat di atas tubuh Monster mirip manusia itu dan menatap barisan Monster yang berhenti begitu melihatku. Mata mereka terlihat ketakutan.

__ADS_1


"Maju kalian!"


Mau kalian memasang wajah ketakutan, sok berani, aku tidak peduli, aku tidak takut pada kalian!


__ADS_2