Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
155. Kembali ke Kanada


__ADS_3

Wei Zhifu menatapku serius, "Hei, apa kau serius? Kudengar dari Carroline kalau kau datang dengan luka di seluruh tubuhmu, apa tubuhmu akan baik-baik saja?"


"Kamusku tak pernah memuat kata yang disebut menyerah, kata itu hanya alasan bagi orang-orang lemah yang tak mau berjuang." aku mengangkat tanganku yang memakai Cakar Ayam Api, "Lagipula, luka tidak akan menghentikan semua tebasanku..."


"Tapi kau tak membawa pedangmu." Wei Zhifu menaikkan alisnya, "Kau akan pakai apa? Pukulan?"


Aku mengangguk, nampaknya Wei Zhifu bisa memahami apa maksudku yang hanya mengangkat tangan kananku yang memakai Cakar Ayam Api, "Seperti yang kau lihat, aku hanya akan memakai ini saja."


Wei Zhifu menatapku serius, "Oke, kuladeni."


Ia memasang posisinya, dan entah kenapa, gerakannya amat lambat, jadi aku mengambil inisiatif terlebih dahulu menyerang dengan pukulan lurus ke depan, dan Wei Zhifu terlihat terkejut melihatnya, ia melompat mundur dan memasang posisinya.


"Apa-apaan kecepatan itu?! Bagaimana kau melancarkan pukulan secepat itu?!" Wei Zhifu terlihat terkejut dicampur panik, "Latihan lima tahun tak mungkin bisa membuatmu bergerak secepat itu!"


Yah, mungkin ini aneh, tapi begitulah yang terlihat, Wei Zhifu bukanlah orang yang bisa mengalahkanku dengan mudah.


Ia melakukan gerakan aneh, dan kudengar ia menyerukan sebuah jurus, "Amukan Harimau Lapar!"


Wei Zhifu berlari dan melancarkan pukulan demi pukulan cepat yang bisa kulihat dan kuhindari dengan amat mudahnya.


Aku melompat-lompat mundur sambil memperhatikan gerakannya yang berpola dan tidak acak-acakan.


"Gerakannya teratur, lebih teratur dari gerakan jurus Tarian Raja Bumi yang diajarkan kakekku dan Tarian Kaisar Api yang muncul di ingatanku, apakah ini yang disebut dengan tarian sesungguhnya?" aku menaikkan alisku, "Oke, aku mengingatnya..."


Gerakan Wei Zhifu cukup mudah diingat bagiku karena gerakannya yang lambat. Ia akan bergerak zig zag dan ia melancarkan pukulan dengan tangan kanan kemudian mengarahkan telapak tangan kiri lalu mendorongnya ke depan. Setelah itu ia melancarkan pukulan dari bawah dengan tangan kanannya kemudian melancarkan pukulan dari kiri dengan tangan kirinya dan melakukan cakaran dengan tangan kanannya. Selanjutnya ia melompat ke depan mendekatiku kemudian mencakar berkali-kali dengan kedua tangannya.


Ia melakukan gerakan yang sama, dan aku tak lagi menghindarinya, tapi menahannya langsung untuk menunjukkan perbedaan kekuatan kami berdua.


Mata Wei Zhifu melebar, ia mengubah pukulannya menjadi cakaran dan mencakar berkali-kali, menyerang berkali-kali dan aku bisa menahan kemudian melancarkan Counterattack berkali-kali.

__ADS_1


"Waktunya membalikkan keadaan." aku mengepalkan tanganku dan melancarkan pukulan dengan separuh kekuatanku dan langsung melemparkan Wei Zhifu menjauh dariku.


Ah, aku terlalu kuat untuk dia lawan... Satu pukulan bisa melemparkan Hunter rank B... Bagaimana dengan Hunter rank A dan rank S?


Aku mendekatinya dan mengulurkan tanganku, "Bisa berdiri?"


Wei Zhifu meraih tanganku dan berkata, "Sayangnya tidak, tanganku terasa amat sakit setelah menahan pukulanmu."


Ia meregangkan otot-otot lengannya dan meringis, "Uh, masih terasa..."


Aku merasa sedikit bersalah memukulnya sekuat itu...


***


Pagiku terasa tegang, karena suara alarm ponselku berbunyi keras, begitu juga dengan alarm ponsel Rei dan Andhika yang saling beradu di kamar.


Selain itu, hal lain yang membangunkanku karena suara bising mesin pesawat yang terdengar di luar kamar.


Semalam sebelum tidur, setelah aku melawan Wei Zhifu, ayahku memintaku bertemu dengannya di ruangannya Tom, dan ia menjelaskan kalau aku dan teman-temanku bisa ikut Raid.


Dan waktu kami harus berkumpul amat gila, jam enam pagi, di akademi! Bukankah itu gila??!


Dan, ada yang sudah berangkat lebih pagi dari kami sepertinya, yaitu para pilot pesawat tempur yang tadi melintas.


Setelah selesai bersiap-siap, kami bertiga pergi ke akademi, lalu selanjutnya pergi ke bandara bersama teman-teman lainnya dan ayah serta ibu Esterosa, lalu naik pesawat dan bergerak menuju Kanada.


***


Jam setengah tujuh pagi...

__ADS_1


Aku menatap daerah luar pesawat, meskipun baru berlalu sehari sejak aku bertarung habis-habisan di sana, aku merasa seperti tadi aku kembali ke New Washington dan kembali lagi ke Kanada untuk melanjutkan pertempuran.


Aku menatap kedua tanganku yang terkepal, aku sedikit bingung apakah aku harus memakai skill Summon atau tidak, karena menurut guide book yang kini telah menyatu dengan ingatanku, skill Summon bisa dipakai untuk memanggil beberapa prajurit dari pasukan Flame Destroyer.


Dari pembicaraan asal-asalan dengan Rei semalam sepulang dari ruangannya Tom, manusia biasa seperti kita tidak bisa melakukan berbagai hal yang ditunjukkan dalam game, dan kuperhatikan lebih baik lagi, sistem yang kumiliki amat mirip dengan game, dan dengan kata lain, semua kemampuan yang kumiliki tidak seharusnya dimiliki oleh manusia biasa, terutama Summon.


Ketika kutanya pendapatnya tentang manusia yang bisa memanggil prajurit buatan, Rei menjawab kalau itu tidak mungkin, dan hanya bisa dilakukan oleh para tokoh cerita-cerita fantasi. Kalaupun ada di dunia nyata, maka orang itu akan menjadi satu-satunya orang yang paling berbeda di dunia.


Hal semacam itu biasa disebut sihir, dan dari penjelasan Rei tentang sihir, aku mulai berpikir kalau skill-skill yang kumiliki bukan semacam jurus, tapi sihir! Terutama Summon dan Semburan Api! Keduanya bukan jurus, tapi sihir! Kan?!


"Siap-siap, kita akan mendarat!" ayahku berseru, dan ketika kulirik, ia sedang memakai perlengkapannya.


Tak butuh waktu lama, pilot pun mengatakan kalau pesawat sudah mendarat dan setelah itu, kami semua yang berjumlah sebelas orang turun dari pesawat.


***


"Tugas kita disini adalah mengintai lagi, meskipun sudah dilakukan oleh pesawat tempur kemarin, hari ini Mr. Tom mengutus kita kemari untuk mengintai lagi..." ayahku menjelaskan, "Jadi, tujuan kita kemari tidaklah bertarung melawan ratusan Monster sekaligus, kalau bertemu kita hanya akan melawan sedikit dan menunggu bantuan."


"Tujuan kita sebenarnya adalah mengintai pertarungan para Emperor." ujar ayahku, dan satu kalimat itu kurasa cukup membuat nyali teman-temanku menciut.


"Emperor? Bukankah itu gila? Apa yang dipikirkan ayah saat mengirim anak-anak kemari?" Carroline kudengar menggerutu, "Bahkan anaknya ada disini, apa ia ingin aku mati?"


"Tidak begitu, ia hanya ingin membuatmu melihat pertarungan Hunter yang sebenarnya." Esterosa menjelaskan, "Langit sudah melakukannya kemarin, dan Tom ingin kalian merasakan hal yang sama."


"Ah, pasti ibu ingin mengatakan kalau mereka harus merasakan ketegangan yang kurasakan sebelumnya, kan?" aku menaikkan telunjukku, "Kan?"


Oke, maksudku bukan menakuti mereka, tapi sepertinya mereka menangkap hal yang berbeda dari yang kupikirkan...


"Maksudnya Tom mengirim kalian adalah agar kalian mendapatkan lebih banyak pengalaman!" ayahku memukul kepalaku keras dan HPku berkurang sedikit dibuatnya.

__ADS_1


[2765/2775]


__ADS_2