
Markas EasternDragon, Tokyo, Jepang, malam hari...
"Oga, meskipun tulang-tulangmu mulai melemah, kau masih berjuang untuk terus hidup, ya?" seseorang dengan pakaian serba ungu berkata sambil berjongkok di depan seorang kakek tua yang duduk di atas kursi roda.
"Purple, meskipun tanganmu hilang satu, kau masih sempat-sempatnya mampir dan menepuk pahaku, ya?" kakek itu menyeringai lebar.
"Berisik kau, pak tua..." orang pakaian serba ungu berdecak, "Kau bahkan tidak bisa memegang Katana lagi dengan kedua tanganmu..."
"Heee, tapi kau bahkan tidak bisa memegang gelas bir dengan mudah..." kakek tua itu menyeringai makin lebar, "Terima kekalahanmu, Purple..."
Kakek tua itu adalah Oga Haruno, dan di depannya yang sedang berjongkok adalah Purple Wolf Lord, seekor Lord yang memberi kekuatan pada Oga Haruno.
Purple Wolf Lord sudah sejak lama menyamar di Jepang sejak Oga menjadi Wadah, ia bersembunyi di ramainya kota Tokyo, dan setelah Oga menikah, ia menyusup malam-malam ke rumah Oga dan menyuruhnya mengangkatnya menjadi anaknya.
Oga sedikit terkejut dengan kedatangan Purple Wolf Lord, tapi ia menyetujuinya dan mengangkat Purple Wolf Lord yang saat itu mengambil wujud anak kecil.
Bertahun-tahun terus berjalan, Purple Wolf Lord bersembunyi di rumah Oga, dan berlatih ilmu pedang serta berbagai ilmu bela diri sebagai peralihan kenyataan bahwa dia adalah Purple Wolf Lord, bawahan paling dipercaya oleh Flame Emperor sekaligus bawahan terkuat.
Semakin lama, kekuatan Oga semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatan Purple Wolf Lord yang semakin kuat dari sebelumnya.
Oga kemudian dipromosikan menjadi Hunter rank SS serta posisi ketua organisasi EasternDragon diberikan kepadanya.
Sementara Oga menjadi Hunter rank SS, Purple Wolf Lord mengubah penampilannya menjadi manusia dewasa, kemudian mengatakan pada Oga kalau dia akan pergi mengintai negara lain, dan Oga menyetujuinya.
Itulah saat terakhir Oga melihat Purple Wolf Lord, dan kini, manusia setengah serigala berbulu ungu itu berjongkok di depannya.
Yuuki yang ikut duduk di ruangan yang sama hanya menunduk, ia bisa merasakan kekuatan Purple Wolf Lord lebih besar dari kekuatan Lord yang biasa ia lawan, dan ia tahu kalau tidak ada kesempatan untuk menang dari serigala ungu itu.
"Oga, kau sudah semakin melemah, meskipun kau melawannya dengan sekuat tenaga, kau tidak akan punya kesempatan menang melawan sakitmu." ujar Purple, dan Oga mendengus lalu menggelengkan kepalanya cepat.
"Aku tahu itu! Tapi aku ingin melihat masa depan yang akan diciptakan oleh Hunter muda seperti ketua organisasi EasternDragon saat ini..." Oga menunduk, dan Yuuki tersenyum tipis.
Hanya ada satu hal yang ingin dilihat kakek Oga di sisa hidupnya, yaitu kebebasan umat manusia, batin Yuuki.
Masalahnya, apakah para Hunter saat ini bisa melakukannya dalam waktu singkat? Ia benar-benar tidak tahu itu...
***
"I-ini..."
__ADS_1
"Apa Sir Langit memang sekuat itu?"
"Dengan pedang lengkung di tangannya, ia membantai banyak sekali Monster..."
"Anggapan bahwa Sir Langit menjadi Hunter rank SS karena ia adalah cucu dari seorang Hunter rank SS berjulukan Black Cloak Warrior, jadi tidak benar saat ini..."
"Ia benar-benar menunjukkan kemampuannya..."
"Ini sudah jam 3 sore, sudah lebih dari tiga jam sejak aku mengantarkan Sir Langit kemari, dan ia sudah bertarung selama itu?"
"Meskipun Sir Langit adalah Hunter rank SS, tetap saja dia adalah manusia biasa, dia tidak mungkin bisa bertarung selama itu, apalagi bertahan di tengah-tengah lautan Monster yang datang tanpa habis itu..."
Pasukan bantuan IronBlast hanya bisa mematung di posisi mereka saat baru sampai, melihat aksi Langit yang bertarung satu lawan banyak selama tiga jam...
"Cold Blooded Hunter..." satu Hunter berkata, dan ia berkata lagi, "Pemburu Berdarah Dingin, ia... Mirip seperti predator yang membantai musuh-musuhnya tanpa ampun dan tanpa pandang bulu..."
"Ya, dia adalah Cold Blooded Hunter, predator yang membantai musuh-musuhnya tanpa ampun dan tanpa pandang bulu..."
***
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
Aku sudah tidak menghitung berapa kali aku naik level, aku hanya bisa tahu kalau levelku sudah mencapai level 80, dan seterusnya aku tidak tahu, tapi yang pasti belum mencapai level 90.
Gate yang ada di tengah-tengah Stonehenge mulai berubah warna menjadi warna hitam, dan itu artinya tingkat berbahayanya mulai menurun.
Waktu juga sudah tak kuketahui lagi, entah berapa lama aku sudah menebaskan pedangku, aku sudah tidak tahu lagi, yang pasti membunuh Monster-monster membuatku merasa... Sedikit senang...
Dendam karena Monster menghancurkan kota Surabaya, yaitu kota kelahiranku, mulai perlahan memudar dengan aku membunuh banyak sekali Monster berukuran besar.
Aku tak bisa mengeluarkan Summon, karena sekalinya mengeluarkan Summon maka Staminaku akan banyak berkurang, sementara aku berpikir kalau pertarungan akan berlangsung lebih lama lagi, jadi aku harus menghemat Staminaku.
Meskipun Staminaku masih tersisa banyak, ada satu masalah yang sejak tadi mengganggu pendengaranku, tapi tidak membuat fokusku terganggu...
__ADS_1
KRUUUKK...
KRUUUKK...
Perutku berbunyi keras meskipun Staminaku masih tersisa banyak, apa karena tadi pagi aku hanya makan roti croissant di rumah ibuku dan langsung bergerak ke Inggris lalu membicarakan tentang Gate ungu di Stonehenge bersama Sir William, apa itu berpengaruh juga pada perutku?
Ah, lupakan saja, sekarang yang penting aku harus menyelesaikan pertarunganku dan makan secepatnya!
Tebasan demi tebasan kulancarkan, dan sedikit demi sedikit, Monster-monster yang datang mulai membesar ukuran tubuhnya, tapi aku bisa memenggal kepala mereka dengan mudah.
[Level up!]
[Kau mencapai level 90!]
[Hadiah : All Stat+40!]
Aku melompat mundur dan melihat Gate yang sebelumnya ada di tengah-tengah Stonehenge, dan kini Gate itu menghilang, menyisakan para Monster yang maju tanpa tahu kalau jalur kabur mereka sudah hilang.
Aku menyeringai, dan aku mengayunkan kedua pedangku dengan cepat, membunuh sisa-sisa Monster yang ada di tempat ini.
Monster-Monster yang telah tewas berserakan di sekitarku, dan aku menghembuskan napas panjang, pertarungan telah selesai, mungkin aku bisa makan sekarang?
***
"Breaking news! Langit Satria berhasil meratakan ratusan Monster yang muncul di Stonehenge dan menutup Gate ungu yang membuat pasukan IronBlast kesulitan mengatasinya!"
"Neil Andero : Apakah pembantaian yang dilakukan Langit di Stonehenge bisa membuat kalian yakin padanya?"
"Langit Satria berhasil mengatasi Gate hitam di Stonehenge seorang diri! Kekuatannya sebagai Hunter rank SS mulai diperhitungkan! Begini tanggapan Frans Andreas!"
"Pernyataan William Vunion mengenai aksi terbaru Langit Satria di Stonehenge."
"Filosofi dari julukan Langit Satria yaitu Cold Blooded Hunter dari Morgan Zephire!"
Nama Langit Satria perlahan mulai dibicarakan di keesokan harinya setelah aksinya di Stonehenge tersebar di internet.
Sementara itu, orang yang dibicarakan kini sedang menunggu senjata apinya diisi ulang gas panasnya di sebuah bengkel di markas IronBlast.
"Apa anda berencana pergi ke negara lain?" tanya Hunter yang mengurus kedua pedangku, dan aku mengangguk.
__ADS_1
"Yup, aksiku di Stonehenge masih satu hal kecil dari beberapa hal sebelum aku menantang Hunter rank SS lainnya..."
Farming dulu ye kan, sebelum tempur lagi...