
"Yuuki!" Vigo berteriak dan ia bergerak maju, "Lepas tanganmu dari leher anak itu!"
Entah kenapa, pertarungan ini tak kulakukan dengan serius... Batin Vigo.
Kalau dikatakan, Vigo hanyalah beban bagi Yuuki, meskipun ia melancarkan banyak tebasan, semuanya hanya mengenai angin.
Dan kini, bibit muda dunia Hunter sedang dicekik oleh Monster di hadapannya, ia tak bisa diam begitu saja melihatnya, kalau sampai Yuuki mati, entah bagaimana ia akan mengatakannya pada Oga.
Menyadari diam takkan menyelesaikan masalah, pergerakan Vigo makin cepat dan ia menebaskan pedangnya dengan cepat, hingga pedang besarnya terlihat seperti kelebatan merah yang memotong tangan Monster itu.
Yuuki jatuh berlutut sambil memegangi lehernya yang sakit, dan ia melirik Vigo yang berdiri dengan napas tak teratur, "Vigo-san..."
Vigo mengangkat pedangnya dan ia tersenyum, "Giliranku melawan dengan serius..."
"Serius? Kau sudah berkata hal yang sama dua kali termasuk saat ini, dan sampai sekarang kau-..." Ucapannya berhenti saat melirik tangan terpotongnya yang mengeluarkan darah hitam, "Hah?"
"Darah hitam adalah tanda kau sebenarnya takut..." jawab Vigo asal, "Terima ini!"
Pedangnya bergerak cepat dan memotong tangan kiri Monster itu kemudian Vigo mengangkat pedangnya lagi, berniat memotong tubuh Monster itu menjadi dua dari samping, tapi gerakan Monster itu lebih cepat dan ia menghindarinya.
Vigo mengangkat pedangnya dan berseru, "Membelah Bumi!"
Tebasan dari atas ke bawah ia lancarkan dan saat pedangnya mengenai tanah, tempat pedang itu mendarat seketika hancur dan tanah tiba-tiba bergetar sejenak, membuat keseimbangan siapapun yang ada di dekat sana kacau.
Bukan hanya jurusnya yang bernama Membelah Bumi, tetapi kenyataannya, tebasannya itu meretakkan tanah hingga membuat siapapun yang melihatnya bergetar.
"Bahkan Tom saja tidak akan bisa begitu..." Vigo menghela napasnya, "Aku maju!"
Ia mengangkat pedangnya dan meletakkannya di depan tubuhnya sebagai perisai yang melindunginya dari serangan energi yang dilancarkan Monster itu, dan pergerakannya tetap cepat meskipun ia membawa pedang besar.
"Dorongan Iblis!" Vigo berseru sambil melompat dan Monster itu memasang posisinya kemudian mengangkat tangannya.
Kedua tangan Monster itu dan Pedang Naga Kehancuran milik Vigo bertemu, dan membuat tangan dua makhluk yang bertarung itu kram.
"Akh!"
"Ugh!"
Keduanya jatuh, sementara Pedang Naga Kehancuran menjadi pemisah mereka.
"Apa-apaan kekuatan manusia ini?" Gumam Monster itu, "Dia bukanlah Wadah, tetapi memiliki kekuatan yang setara dengan Wadah. Siapa dia sebenarnya?"
Monster itu mengangkat wajahnya dan melihat tapak tangan tercipta di bilah lebar Pedang Naga Kehancuran, tetapi sebagai gantinya, tangannya kram dan bahkan, ia merasakan beberapa tulangnya patah.
__ADS_1
"Hanya menahannya, apakah mungkin ia memiliki senjata yang dibuat dari bagian tubuh Monster?" Monster itu berdiri, sementara Vigo sudah berdiri dengan tubuh tegak seolah tak terjadi apapun padanya.
Bukan rahasia lagi kalau yang bisa melukai Monster tingkat tinggi dengan mudah hanyalah Wadah saja, tetapi satu hal lain adalah senjata yang dibuat dari bagian tubuh Monster.
Senjata yang dibuat dari bagian tubuh Monster memiliki ketahanan dan kekuatan melebihi senjata api pada tingkatan yang setara, membuatnya memiliki harga yang tidak murah bagi para Hunter rendah.
Senjata api yang dibuat dari tubuh Monster tergolong langka, bahkan jumlahnya hanya ada beberapa saja, kurang dari lima puluh di dunia dan semuanya dibuat di laboratorium StarSam yang ada di New Washington.
Beberapa organisasi Hunter yang ada di dunia membeli senjata api berbahan bagian tubuh Monster dari lab itu dan harganya benar-benar membuat siapapun yang memilikinya akan memilihnya untuk menjaganya baik-baik dibanding memakainya untuk bertarung.
Harga terendahnya adalah lima puluh miliar dollar hingga paling tinggi adalah lima ratus miliar dollar, sebanding dengan kekuatannya yang besar itu.
Tetapi, ada beberapa senjata yang tak dibuat di lab StarSam dan ditempa di wilayah lain yang tak diketahui oleh orang ataupun tak pernah dijangkau Monster karena resikonya adalah diserang.
Kembali ke cerita...
Vigo mengangkat pedangnya dan nyala bilahnya makin terang, "Ini adalah kekuatan sang Pedang Naga Kehancuran..."
"Kekuatannya tak bisa kau remehkan..." tambah Vigo sebelum ia mengangkat pedangnya dan tak lama, satu tangan Monster itu yang tersisa dipotongnya dan Monster itu melompat mundur.
"Sialan!" Monster itu berteriak dan beberapa Monster datang mendekat, ukuran mereka melebihinya, "Serang dia!"
"Solo lawan banyak, nih? Boleh..." Vigo mengangkat pedangnya, "Takkan kubiarkan kau menghabisiku dengan mudah!"
Monster itu menyelip di bawah pedang besar itu kemudian bergerak mendekati Vigo dengan kecepatan tinggi.
Vigo mengangkat tangannya dan mengepalkannya, dan saat Monster itu dalam jarak serangannya, ia melancarkan pukulannya.
Monster itu menghindar kemudian melancarkan tendangannya, hingga mengenai perut Vigo kemudian mementalkannya jauh ke belakang.
Vigo terlempar ke belakang dan ia berusaha mengendalikan dirinya tetapi gagal, ia pun jatuh terguling-guling, sementara pedangnya ia tancapkan di tanah. Monster itu bergerak cepat mendekati Vigo sambil memikirkan serangan lainnya.
Ia sedikit kesulitan menyerang dengan hanya kaki saja, dan siapa kira kalau Vigo bisa bangkit dengan cepat kemudian meraih pedangnya dan melemparnya ke arah Monster itu.
"Ap-?!"
Monster itu melompat ke samping sambil melirik pedang itu, dan saat ia melihat ke depan lagi, pukulan besar terarah ke mukanya dan mendarat telak.
BUAGGH!
Suara pukulan yang keras terdengar dan benar-benar, fisik Vigo tak bisa diremehkan begitu saja, ia memutar kepala Monster itu dengan satu pukulan saja.
Kepala Monster itu berputar hingga menghadap ke belakang, dan Vigo menarik pisau dari belakang pinggangnya kemudian menusuk leher Monster itu lalu menariknya dan menusuknya ke dada Monster itu kemudian mengoyaknya.
__ADS_1
Monster itu tak berkutik, dan Vigo menarik pisaunya lagi kemudian menusuk kepala Monster itu dari atas hingga darah hitam keluar dari lukanya.
Vigo melompat mundur kemudian menarik pedangnya dan mengangkat tangannya, "Selesai!"
***
C-140 Hercules...
"Apa-apaan fisik gila itu?" Mark bergetar melihatnya, "Kekuatan pak Vigo terlalu kuat..."
Tom yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya, "Itu wajar, orang-orang di dunia menyebutnya sebagai Hunter terkuat di Indonesia, yang katanya hanya bisa dikalahkan oleh kakek Bintang saja."
"Selain itu, dia dikenal sebagai Defender dan Strikernya RedWhite, dan paket lengkap sebuah mesin perang." Jawab Bintang, "Kalau kalian berencana menjadi nomor dua terkuat di dunia, maka cobalah mengalahkannya lebih dulu."
Yah, meskipun semua Hunter ingin menjadi Hunter kuat yang bisa bersanding dengan para Hunter rank SS, mereka takkan bisa mengalahkan satu Hunter rank SS, harus dengan banyak Hunter barulah bisa mengalahkan satu Hunter rank SS.
Klasifikasi lain agar bisa menjadi Hunter rank SS bukan hanya berkekuatan besar, melainkan harus bisa melindungi banyak orang dengan kekuatannya, memimpin orang, dan mampu menjadi panutan Hunter lain.
Layar lebar di ruang pertemuan menampilkan beberapa panggilan masuk, dan Tom menjawabnya.
"Ketua Tom, Monster di Mesir sudah selesai dihabisi, tetapi banyak Hunter yang menjadi korban!" wajah John terlihat di layar.
"Tom, gate Brazil sudah selesai dihancurkan, dan gatenya sudah tertutup!" wajah menyeramkan seorang pria muncul dan membuat beberapa orang terkejut melihatnya.
"Itu... Yao Zhong..." Mark bergetar, sementara Tom tersenyum pahit melihatnya.
Kalau dikatakan, kekuatan Yao Zhong dengan kekuatannya itu setara, mungkin sekarang Yao Zhong ada di atasnya sedikit.
Sementara Bintang, dia tersenyum sendiri melihat kakek tua itu.
Tak lama, panggilan dari New Washington bersuara dan kata mereka, "Ketua Tom, New Washington sudah aman!"
Panggilan dari Kanada juga masuk dan mereka melaporkan kalau gate di Kanada sudah tertutup, kini mereka sedang berjaga di sekitarnya untuk mengantisipasi serangan Monster.
Dan, satu panggilan dari IronBlast masuk dan kata mereka, "Tom, gate ungu di Stonehenge sudah hilang..."
Seketika, suasana yang awalnya gembira karena gate di luar Islandia sudah tertutup berubah menjadi tegang mendengar laporan dari IronBlast.
Tom memejamkan matanya dan berkata, "Tetap berjaga, aku memerintahkan William Vunion untuk tetap menjaga Eropa."
"Baik..." William menutup panggilannya.
Dan kini, mereka menunggu gelombang selanjutnya sambil mengobati para Hunter yang terluka dalam gelombang ketiga.
__ADS_1