
"Rencananya, aku akan meminta pada pak Oka agar dalam upacara kemerdekaan Indonesia ke-382 diadakan pelantikan bagi Langit, karena dia sudah menjadi Hunter rank SS dan ia harus dilantik secara resmi oleh negara." ujar Frans, "Jadiii, meskipun Tom sudah melantiknya, tetapi itu saja masih kurang karena dengan begitu, Langit secara tidak langsung menjadi Hunter rank SS milik StarSam."
"Tapi aku adalah Hunter dari RedWhite!" aku menunjukkan medali yang kumiliki, "Lihat?!"
"Sebab itulah kau harus dilantik oleh negara, agar kau bisa kembali lagi menjadi Hunter rank SS dari RedWhite." jawab Frans, "Pelantikannya akan dilaksanakan seminggu lagi, jadi persiapkan dirimu sebaik mungkin."
Ia kemudian mengangkat telunjuknya dan menyentuh dadaku, "Kau adalah Hunter muda paling berprestasi yang dimiliki oleh RedWhite, jadi pidatomu tak boleh membuat dirimu sendiri malu."
Aku mengangguk, "Baik, aku tidak akan membuat diriku malu."
***
Museum RedWhite...
"Kau tahu Langit? Meski sudah lima tahun berlalu sejak ayah meninggalkan RedWhite, ayah masih belum bisa melupakan foto-foto ini..." ujar ayahku di depan fotonya dan foto ibu pertamaku.
"Fotonya ibu, ya? Aku benar-benar tidak percaya yang ayah ceritakan sebelumnya..." ujarku, "Ibu adalah Wadah? Mungkinkah Surabaya hancur karena para Monster mengincar ibu?"
"Bisa jadi, meski ibumu tidak mengatakannya pada Frans, dan hanya menceritakan kebenaran itu pada keluarga saja, ayah tidak percaya kalau Monster bisa mendengar kabar itu." jawab ayahku.
Ya, Ayu Diah atau ibu pertamaku adalah seorang Wadah, lebih tepatnya Wadah dari Blue Bird Lord, seekor burung yang memiliki bulu berwarna biru dan berelemen petir biru.
Ayahku berspekulasi sejak lama kalau Surabaya diserang oleh Monster karena para Monster mungkin tahu keberadaan satu Wadah yang terbilang masih lemah yaitu ibuku, tapi kenapa bisa begitu? Ayu Diah tidak menceritakan pada paman Frans kalau ia salah satu Wadah, jadi kebenarannya hanya diketahui oleh kakek, nenek, dan ayahku saja, bagaimana ceritanya Monster bisa tahu tentang ibuku yang seorang Wadah?
Ayahku tak bisa membuktikan teorinya, tapi ia yakin kalau itulah yang terjadi.
__ADS_1
Tak lama, beberapa orang datang dan memasang satu foto lagi, yang wajahnya mirip seperti wajahku... Ya iyalah, kan foto itu adalah fotoku...
Sebelum datang ke museum, aku diambil fotonya oleh fotografer, kemudian katanya, fotoku akan dipajang di museum RedWhite, serta diberi sedikit keterangan.
Fotoku ada di antara foto para Hunter rank SS, seperti pak Vigo, paman Frans, kakekku, Angkasa, Ando, Andi, dan Fajar. Ah, banyak Hunter itu yang kukenal sekarang...
Aku mendekati fotoku setelah orang-orang itu selesai memasang fotoku dan memasang keterangannya, kemudian menatapnya dengan mata... Yah, aku sedikit terharu melihatnya...
"Frans berkata kalau kau akan dilantik juga menjadi wakil ketua RedWhite." ujar ayahku tiba-tiba, dan aku terkejut.
"Lah? Pak Dito bagaimana?" aku menatap ayahku tidak percaya, dan ayahku hanya menghela napasnya.
"Dito berkata kalau harga dirinya jatuh di hadapanmu, jadi dia melepas jabatannya dan menyerahkannya padamu." jawab ayahku, "Yah, siapapun itu, semua Hunter rank S di RedWhite sudah jatuh harga diri mereka sejak kau pulang ke Indonesia."
Termasuk paman Lein dan paman Antha? Apa mental mereka baik-baik saja?
***
17 Agustus 2327...
"Langit Satria, dengan posisiku sebagai presiden Indonesia, aku melantiknya menjadi Hunter rank SS milik RedWhite." seorang pria dengan jas hitam, dasi merah, kemeja putih, dan celana hitam, ia menatapku dengan senyum lebar, "Dan juga, Langit Satria juga akan dilantik menjadi wakil ketua organisasi Hunter RedWhite."
Aku membungkuk sedikit, dan selanjutnya adalah pidatoku sebagai Hunter rank SS termuda yang dimiliki RedWhite...
Kakiku... Gemetaran! Oi, aku hanya berpidato saja! Jangan grogi, diriku!
__ADS_1
Sial... Gugup sekali... Pasti aku ditonton oleh seluruh Indonesia...
"Aku penasaran pidato seperti apa yang akan dibawakan oleh Hunter rank SS termuda ini..."
"Penampilannya terlihat amat meyakinkan, bahkan aku sekilas melihat kakek Bintang sedang berdiri di posisi Langit saat ini..."
"Ehem..." aku berdeham di depan mic, dan suasana terasa tegang, bahkan aku bisa mendengar suara napas pak presiden di sampingku ini...
Aku menarik napas panjang, kemudian mulai berkata...
"Namaku Langit Satria, mungkin kalian sudah mendengar namaku dari berita-berita di televisi, atau kalian mungkin lebih mengenal julukan Cold Blooded Hunter dibandingkan namaku sendiri, tak apa deh..."
"Jadi, alasan kenapa aku menjadi Hunter rank SS sendiri sebenarnya sedikit sulit dipahami, yaitu karena aku bertarung bersama para Hunter rank SS di Raid Kanada melawan para pimpinan musuh. Sekali lagi kutekankan bahwa aku menjadi Hunter rank SS bukan karena kakekku, tapi karena usahaku sendiri."
"Kalian tahu, kalau beberapa hari setelah pelantikanku di StarSam oleh pak Tom, hujatan terhadapku muncul di internet, tapi aku tidak mempedulikannya. Kenapa? Biarpun mereka menghujatku, mencaci maki diriku, aku tetap menjadi Hunter rank SS dengan medali tujuh bintang di dadaku dan kartu lisensi di kantongku."
"Oke, abaikan itu, yang lalu biarlah berlalu, diriku yang berdiri sekarang bukan hanya karena kakekku yang melatihku amat keras dan latihannya yang bagaikan neraka, juga karena bantuan beberapa orang..." aku melirik ayahku yang duduk di samping Frans, bersama ibuku.
"Kak Bintang yang memutuskan agar melemparku keluar rumah agar aku selamat, paman Christo yang telah mengorbankan dirinya di Surabaya agar aku bisa berdiri disini, temanku bernama Andhika yang menjadi teman perjalanan pertamaku, Paman Lein dan para Hunter di kota 6 yang memberiku pengalaman pertama saat melawan manusia, Rei yang terus membantuku meningkatkan kemampuan bertarungku, paman Antha yang telah memberiku ilmu baru..."
"Kak Yuuki yang telah membantuku sadar kalau aku masih lemah di dunia ini, dan masih banyak lagi, aku tak bisa menyebutkannya satu persatu, tetapi mereka adalah orang-orang yang hebat."
"Aku bisa mengatakan, langkahku menjadi Hunter terkuat sudah dimulai, dan sekarang masih pemberhentian sementara, sebelum aku melanjutkan perjalananku lagi."
"Usiaku masih panjang, aku akan mengorbankan jiwa dan ragaku demi menghabisi seluruh Monster yang ada." aku mengepalkan tanganku, dan jendela informasi muncul di depanku.
__ADS_1
[Skill pasif Kaisar Api aktif! Seluruh dunia bergetar mendengar pidatomu!]
"Sekian pidatoku, terima kasih." aku meletakkan mic dan duduk lagi, kemudian upacara kemerdekaan Indonesia dilanjutkan.