Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
21. Kereta lapis baja


__ADS_3

Aku, Senja, dan kakekku mengikuti Frans menuju keretanya, yang katanya Frans adalah kereta lapis baja yang khusus dimiliki oleh organisasi RedWhite untuk pergi ke berbagai tempat di pulau Jawa.


Untuk wilayah laut, ada kapal lapis baja yang memiliki kekuatan yang amat hebat untuk pergi ke berbagai tempat di luar pulau Jawa, katanya sih...


Karena kapal lapis baja itu dioperasikan di laut, kecepatannya jelas dibuat lebih cepat daripada kereta lapis baja yang ada di darat.


Selain itu, organisasi RedWhite juga memiliki pesawat lapis baja yang memiliki lapisan baja paling tebal, mengingat Monster tipe udara lebih kuat dibandingkan Monster tipe darat.


Oh ya, informasi itu diberikan oleh Frans tadi, setelah kakekku mengatakan akan melatihku hingga bisa menjadi Ruler, Hunter terkuat di seluruh dunia, yang tak ada tandingannya.


Menurutku sendiri, kurasa aku tidak akan bisa mewujudkan harapan kakekku, mengingat saat ini aku masih sedikit ragu saat menatap tubuh Monster yang sudah hancur.


Tetapi yah, kakekku itu orangnya amat keras kepala, biarpun sudah berulang kali kutolak hingga aku ingin menangis, kakekku tetap bersikeras ingin menjadikanku sebagai Ruler.


Bahkan, Frans pun mendukung keputusan kakekku dengan alasan kakekku itu sudah berpengalaman melatih para Hunter kuat, ayahku dan duo Naga adalah tiga dari beberapa Hunter rank S yang dilatih olehnya.


Oh ya, menurut artikel yang kubaca beberapa hari lalu, duo Naga adalah dua Hunter dari Indonesia yang memiliki senjata yang memiliki motif sama, yaitu naga. Kekuatan mereka telah diakui oleh dunia dan keduanya disebut-sebut hampir setara dengan Black Witch, Hunter rank SS yang berasal dari negara Inggris dan senjata apinya memiliki kemampuan menyemburkan api panas.


Jika kalian bertanya kenapa aku bisa paham dengan hal-hal rumit seperti itu, aku sendiri bahkan tidak paham alasannya.


Dengan otakku yang berkembang lebih cepat dari anak seusiaku, aku bisa mengingat banyak hal melebihi anak seusiaku, mulai dari pengetahuan dasar tentang Hunter, beberapa Hunter rank SS yang pernah ada di dunia, memperkirakan gerakan lawan, membaca lebih cepat dari seusiaku, berhitung tiga digit, hingga cara memakai senjata api.


Jika kalian bingung kenapa yang kupelajari adalah seputar dunia Hunter, maka aku akan menjawabnya dengan amarah.


Yang membuat kotaku hancur itu apa maksudnya, heh?! Membuat sekolahku hancur juga?! Membuat pengetahuanku yang harusnya melebar ke semua hal yang jauh dari dunia Hunter menjadi menghilang?!


Semuanya terpaksa kupelajari, lagipula semua yang kubaca akan masuk ke kepalaku dan menjadi ingatan, jadi sulit bagiku untuk tidak mengingat apa yang kubaca.


"Nah, kakek Bintang, anda bisa memperbaiki senjata anda sekaligus sarung tangan si Joko disini..." Frans berhenti di depan sebuah pintu yang terbuat dari logam.


Dari jendela yang terdapat di pintu itu, aku bisa melihat cahaya redup, tetapi tidak terlalu jelas karena posisi jendela itu lebih tinggi dari tubuhku.


"Yudi, kakek Bintang mengatakan ingin memperbaiki senjatanya, kau tolong dia..." Frans membukakan pintu, "Silahkan masuk, kakek dan adik-adik sekalian..."

__ADS_1


Aku, Senja, dan kakekku masuk bersama Frans yang ikut masuk, entah apa tujuannya padahal ia tadi sudah memerintahkan Yudi itu yang mungkin adalah bawahannya untuk membantu kakekku.


Mungkin saja untuk memperjelasnya, ya? Aku mencoba berpikir positif saja, tidak perlu berpikir yang aneh-aneh.


"Ah, Frans, kukira siapa..." Seorang pria yang duduk sambil meminum sesuatu yang mengeluarkan uap berkata tanpa memalingkan wajahnya dari sebuah benda yang besar di hadapannya, "Kereta baja siap dipakai bertempur setelah aku selesai memperbaiki komponen meriam yang sempat rusak, itu saja yang bisa kulaporkan."


"Tidak usah kau laporkan juga aku bisa menebaknya, aku datang dengan urusan lain..." Frans mendekat dan membisikkan sesuatu.


"Eh?! Kakek Bintang?!" Pria itu langsung berdiri dan berbalik, "Dimana beliau?!"


"Beliau di sebelahku saat ini..." Frans menunjuk ke sebelah kirinya dengan jempolnya.


Sementara Frans sedang berbincang dengan pria yang kutebak bernama Yudi, aku melihat ke sekelilingku, yang dipenuhi oleh cahaya berwarna merah.


Beberapa senjata juga terpajang di dinding-dindingnya, membuatku berpikir kalau ruangan itu adalah ruangan milik orang yang membuat senjata api.


"Ehem, coba kulihat Pedang Api Hitam milik anda, kakek Bintang..." Yudi menadahkan tangannya, meminta pedang lengkung milik kakekku ke pemiliknya.


"Pedang Api Hitam sih tidak mengalami kerusakan apapun, tapi ini ya..." Kakekku mengibaskan tangannya dan melepaskan sarung tangan besinya, "Aku ingin kau memperbaiki Cakar Ayam Api."


"Kakek Bintang, darimana anda mendapatkan senjata hancur ini?" tanya Yudi sambil berdiri dan berjalan ke sebuah benda yang berukuran lumayan besar, melebihi tinggi tubuhku...


"Dari markas SuraBaya yang sudah kosong..." Jawab kakekku, "Pemiliknya adalah ayah dari anak laki-laki ini, namanya Joko Taru."


"Ah, Joko si pikiran lambat ya? Kenapa hanya senjatanya saja yang tersisa? Dia kemana?" Tanya Yudi sambil membongkar cakar itu dan memeriksanya sekali lagi, "Sendi pergerakannya berkarat, jadi gerakan jari-jari tidak lentur..."


"Pengalir panas juga sudah mulai menunjukkan tanda harus diganti."


"Tabung energi panas sih masih terisi separuhnya, tetapi kurasa ini harus kuperhatikan juga."


Sampingan:


Oke, mungkin kalian akan bingung dengan beberapa istilah unik yang ada di atas, itu wajar saja karena aku sendiri juga tidak paham tentang hal ini.

__ADS_1


"Pendekar Jubah Hitam akan menjelaskannya pada kalian..." kakekku muncul dan menarik pedangnya.


Sebuah senjata api biasanya terdiri dari beberapa bagian. Kita ambil contoh Pedang Api Hitam untuk penjelasannya


Pedang Api Hitam memiliki bentuk seperti Katana, tetapi material untuk membuatnya bukanlah logam yang membentuk Katana pusaka di Jepang, melainkan logam Flaming.


Bilah pedang yang terbuat dari logam Flaming bisa menghantarkan panas yang mampu membuat tampilan logam Flaming berubah dari yang awalnya berwarna hitam menjadi merah menyala, seperti sedang ditempa.


Panas yang dihantarkan ke bilah pedang disalurkan dengan sambungan khusus bernama pengalir panas dan berbentuk seperti kabel. Panjangnya menyesuaikan dengan ukuran senjatanya.


Panjang pengalir panas Pedang Api Hitam tidak sampai tiga puluh sentimeter, hanya sepuluh sentimeter karena posisi tabung energi panas berada di gagang pedang.


Tabung energi panas berisi energi panas dari gas yang bereaksi terhadap listrik yang diciptakan melalui tombol yang ada di gagang pedang.


Tabung energi panas memiliki meteran yang berfungsi untuk melihat seberapa panas bilah pedang setelah dialiri energi panas.


Dengan teknologi yang baru yang ditemukan lebih dari dua ratus tahun lalu, meteran itu memiliki fungsi lain selain melihat seberapa panas senjata, yaitu mengatur panas. Ini adalah suatu teknologi yang bahkan kakek saja tidak tahu cara kerjanya seperti apa...


Setelah senjata yang dipegang, maka kita akan mencoba menjelaskan tentang senjata yang dipakai di tangan langsung. Kita ambil contoh Cakar Ayam Api.


Strukturnya sama saja, hanya saja posisi tabung energi panas dan penampilannya saja yang berbeda.


Jika senjata yang dipegang di tangan memiliki tabung energi panas di dalam senjatanya, maka senjata yang dipakai di tangan memiliki tabung energi panas di luarnya.


Tabung energi panas itu juga disambungkan dengan pengalir panas yang panjangnya diatur sesuai dengan ukuran senjata.


Cakar Ayam Api berbentuk seperti sarung tangan besi yang di semua ujung jarinya tajam. Nah, pengalir panas itu mengalirkan panas ke semua ujung jari yang berjumlah sepuluh itu.


Karena dipakai di tangan, maka Cakar Ayam Api juga perlu persendian agar bisa digerakkan sesuai dengan gerakan tangan dan jari.


Biasanya, bagian ini adalah yang paling mudah rusak mengingat seringnya digerakkan, berbeda dengan senjata yang dipegang dengan tangan yang hampir tidak bisa rusak kecuali pengalir panas yang perlu diganti atau tabung energi panas yang perlu diisi ulang.


Yudi tersenyum lebar, "Cakar Ayam Api adalah senjata paling hancur yang akan kuperbaiki, selain Senapan Elang milik Jessica Celia..."

__ADS_1


Ada yang kurang jelas? Tanyakan di kolom komentar... Aslinya masih banyak komponen lainnya semacam pengatur panas, penetralisir panas, dan lain sebagainya, bahkan ada jenis lain selain dua jenis yang baru saja dijelaskan diatas, tetapi untuk sekarang cukup sekian saja. ;)


__ADS_2