Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
198. Mereka yang terpilih...


__ADS_3

Nama-nama itu lumayan terkenal, apalagi Carroline, Kyle, Jake, dan Andhika, mereka memiliki hubungan denganku, jadi aku mungkin mendukung salah satu dari mereka.


Kyle, meskipun dia dulu pernah mengeroyokku bersama gerombolannya, ia tetaplah seorang manusia dan tadi pagi ia datang untuk minta maaf karena sebelumnya sudah mengeroyokku, dia juga mengatakan bahwa dia sudah mengakui kekalahannya dan ia mengakui kemampuanku.


Yah, tak ada manusia yang bisa luput dari kesalahannya, manusia hanya perlu menyesal saja jika sudah melakukan kesalahan, karena kesalahan sudah berlalu dan akan menjadi pelajaran agar tidak mengulanginya lagi di masa depan.


Aku tak banyak tahu tentang prestasi Floria ataupun Jake, kalau Andhika sudah pasti aku tahu banyak tentangnya, karena sebagian besar misinya aku yang menentukannya.


Andhika menjadi lebih terkenal akhir-akhir ini karena ia terus turun dalam setiap Raid, dibandingkan teman-temanku yang lain, ia yang lebih rajin mengikuti Raid.


Kalau Rei... Dia lebih sering menghajarku dibandingkan bertarung melawan Monster. Katanya sih karena melawan manusia lebih seru karena manusia punya akal dan bisa berpikir keras untuk melawannya, kalau Monster...


"Sudah tidak punya otak, menyerang tanpa pikir panjang, sudah pasti Monster lebih tolol dariku." ujarnya dan aku hanya menghela napas saja memikirkannya.


Mereka masih berdiskusi seru, sementara pikiranku sudah bergerak kemana-mana, yah, anggap saja rapat selalu membosankan bagiku...


"Bagaimana kalau calon Hunter rank SS bertarung melawan salah satu dari Hunter rank SS?" Kyle mengusulkan, dan untung saja aku tidak sedang minum air, kalau iya mungkin aku akan menyemburkannya.


Bayangkan saja, tak ada Hunter gila yang mau menantang Hunter rank SS, karena bagi mereka, para Hunter rank SS memiliki level kemampuan yang berbeda jauh dengan Hunter biasa. Mereka juga sudah melewati banyak sekali pertarungan sehingga pengalaman mereka lebih banyak dibandingkan Hunter biasa, kecuali aku...


"Boleh juga..." Carroline menatapku dengan seringai lebar, "Sudah lama aku tidak mencekik Langit..."


Hei, hei, hei, kenapa aku yang ditantang?! Hunter rank SS ada sepuluh orang, kenapa yang dilirik hanya aku saja?!


"Melawan orang kuat mungkin menarik..." perempuan dengan pakaian militer berkata, ia kuketahui bernama Floria karena di bajunya ada namanya.


Aku mendengar kalau Floria banyak berurusan dalam militer, meski ia belum lulus akademi, ia tetap banyak berurusan dengan militer, aku menebaknya karena ia ingin mendalami kemiliteran, mungkin ia ingin mengikuti jejak Marie.


Baik, waktunya menganalisa lagi...

__ADS_1


Floria mungkin bertarung jarak menengah, aku melihatnya dari tubuhnya yang langsing dan ototnya tak banyak terlihat, berbeda dengan Carroline yang tubuhnya berisi dan berotot.


Kyle berotot dan tinggi besar, mirip seperti ayahnya yang mirip seperti... Petinju! Ya, petinju! Tapi aku sulit mengatakannya petinju, mirip seperti... Gorila... Maafkan aku pak Tom, sudah mengatakanmu mirip gorila...


Jake bertubuh normal saja, aku menebak ia bertarung jarak menengah, mungkin saja jarak dekat, karena penampilannya bisa saja menipu. Kalau seingatku, saat ia mengeroyokku ia memakai pedang sebagai senjatanya, mungkin pedang andalan ayahnya akan ia pakai.


Andhika bertubuh tinggi besar berotot, tak mencerminkan anak usia tujuh belas tahun pada umumnya. Kalau kubandingkan, mungkin ia yang sekarang bisa menyulitkanku sesaat, berbeda dengan yang dulu dimana semua serangannya bisa kubaca dengan mudah.


Kalau Marie, Al, dan Takeda, aku yakin mereka bisa melawan salah satu dari Hunter rank SS. Mereka punya banyak pengalaman, hanya belum pernah dilirik saja...


Yah, intinya mereka adalah orang-orang hebat, aku mengakuinya.


"Orang-orang yang dianggap mampu menjadi wakil ketua StarSam kebanyakan gugur dua hari lalu, tak banyak yang bisa kuusulkan." ujar Tom, dan ia menepuk kepala Carroline, "Ada yang setuju dengan anak ini?"


Aku menahan tawaku melihat Hunter rank S yang dijuluki Demon Hand itu tak bisa apa-apa dihadapan ayahnya, ia hanya tersenyum pahit dan aku yakin dia aslinya tertekan jika sampai memegang posisi wakil ketua.


Kemarin malam, ia mengajakku keluar, aku menyetujuinya, dan ia bercerita banyak hal tentang ayahnya yang sedikit menekannya, tapi aku yakin kalau itu untuk kebaikannya, jadi aku mengabaikannya. Dan aku kini paham kenapa ayahnya mulai menekannya akhir-akhir ini...


Kyle yang merupakan kakaknya terlihat menyetujuinya, dan aku pun setuju.


Kepemimpinan Carroline memang baik, ketika aku masih di akademi, ia amat baik dalam mengarahkan teman-temannya, mungkin saja itu menurun dari ayahnya.


Di akhir rapat yang sama sekali aku tak ikuti dengan serius, diputuskan bahwa Carroline Cage menjadi wakil ketua StarSam yang baru, dan untuk Hunter rank SS akan dibahas nanti.


***


"Hmm, oke..." aku meletakkan ponselku di atas meja dan menyandarkan punggungku ke tembok.


Ini kali keduanya Carroline mengajakku keluar malam-malam, dan ia mengatakan ingin mencari angin segar dengan orang lain, tapi kenapa denganku? Ada ayahnya, dia punya banyak teman, kenapa bukan mereka saja yang diajak?

__ADS_1


Zon pernah berkata, jika seorang perempuan mengajak seorang laki-laki keluar berdua, itu artinya ada sesuatu diantara mereka, tapi dia tak menjelaskannya lebih banyak. Kan aku penasaran, mana sampai dia menghilang ia belum menjelaskannya padaku, bagaimana aku memahaminya?


Aku melirik jam di ponselku, sudah jam setengah tujuh malam dan ia mengatakan akan menunggu di depan rumahnya tak lama lagi.


Yah, biar aku sedang malas keluar, tapi aku tak bisa membiarkan perempuan sepertinya menunggu terlalu lama.


Aku mengganti pakaianku dengan yang lebih rapi dan berjalan keluar dari rumah ayahku.


"Ayah, aku keluar dulu!" aku berteriak dan ayahku yang tak terlihat di manapun berteriak keras.


"Oke! Tapi ingat pulang nanti membeli roti panggang toko Charl!"


Aku mengangguk saja meski aku tahu dia tak mungkin melihatku mengangguk.


Aku pergi dengan membawa kabur motor ayahku, melaju cepat menuju rumahnya Carroline.


***


Aku mengaduk minumanku sambil menatap Carroline yang tangannya bergetar bahkan saat ia memegang sendok sekalipun.


"Jadi, buat apa kau menyuruhku membawamu keliling New Washington?" tanyaku, dan ia mengangkat wajahnya perlahan.


Angin berhembus kencang, rambutnya yang tergerai bebas bergerak tertiup angin pantai yang terasa sejuk di malam ini.


"Iseng saja sih..." ia memasukkan sendoknya ke dalam gelas tinggi di depannya, "Aku hanya ingin berkeliling dengan orang lain..."


Bukannya kau memiliki banyak orang yang bisa kau sebut orang lain? Kenapa hanya aku saja yang kau ajak? Aku menatapnya dengan alis terangkat.


"Karena... Kau menarik di mataku..."

__ADS_1


...


Eh? Apa maksudnya?


__ADS_2