
"Emm, berapa jam tepatnya kita akan sampai di New Washington?" tanyaku pada laki-laki di depanku.
Dia adalah Donnie Liem, Hunter rank S yang kebetulan saja menjadi teman sekamarku dan dua temanku yang lainnya itu. Dia ditugaskan untuk mengantarku dan empat Hunter muda lainnya ke Akademi Hunter StarSam, karena katanya paman Frans, dia adalah alumni akademi itu dan ia lulus dua tahun lalu, jadi dia tahu posisi Akademi Hunter StarSam.
"Kira-kira, delapan jam dengan kecepatan jet satu ini..." ujar Donnie, "Selama itu, kalian bebas melakukan kegiatan yang ingin kalian lakukan."
Aku sebenarnya tak perlu bertanya, empat temanku sudah melakukan kegiatan yang ingin mereka lakukan. Senja dan Vina berbincang santai, sementara Andhika dan Rei tertidur dengan mulut terbuka sedikit dan bersuara keras, ngorok begitulah...
Aku duduk di sebelah Donnie dan bertanya, "Paman berapa tahun di Amerika? Maksudku di Akademi Hunter StarSam?"
"Sekitar lima tahun, sesuai dengan lembar pendaftarannya, biayanya amat mahal untuk kutanggung sendirian, untung saja paman Frans meminta agar tagihannya bisa ditanggung oleh organisasi, jadi aku tenang-tenang saja menempuh pelatihan disana." jawab Donnie, "Omong-omong, aku tidak tahu bagaimana ceritanya kau dan Hunter yang berusia di bawah lima belas tahun pergi ke akademi, padahal batas minimal untuk belajar di akademi adalah lima belas tahun?"
Ah, apa paman Frans belum menceritakannya-? Tidak jadi, rahasia tentang Wadah, Lord, dan Emperor tak banyak yang mengetahuinya, bahkan Hunter rank S tidak diijinkan untuk mengetahui rahasia itu selain para ketua organisasi Hunter terkuat dan Hunter rank SS.
"Itu katanya agar kemampuan bertarungku diasah lebih jauh lagi oleh Hunter hebat disana." aku menjelaskan, tentunya aku tak bisa mengatakan kalau keamananku menjadi alasan utamaku pindah ke Amerika.
"Tapi kenapa harus kalian? Usia kalian dibawah lima belas tahun, ada lebih banyak Hunter di atas lima belas tahun yang lebih baik dari kalian..." saat mengatakan lebih baik dari kalian, alis Donnie terangkat sedikit, seperti kebingungan.
Sialan, paman ini tak boleh tahu tentang Wadah Lord dan Emperor, tak boleh! Tapi aku akan kalah berargumen dengannya, jadi apa yang harus kukatakan?!
"Entahlah, mungkin karena kami adalah keluarga dari Hunter kuat yang dimiliki Indonesia? Aku juga tidak tahu, paman Frans hanya mengatakan kalau aku, Andhika, Rei, Senja, dan Vina akan dikirim ke Akademi Hunter StarSam untuk mengasah kemampuan kami." jawabku, "Paman Frans pasti punya alasannya, aku tidak tahu alasannya..."
"Ah, kalian kan keluarga dari Hunter terkenal, mungkin saja ia ingin mengembangkan potensi kalian dulu baru yang lainnya..." Donnie menunduk sambil melirik jendela pesawat, "Pada akhirnya, di dunia ini, yang diutamakan adalah mereka yang kuat dan orang terdekatnya..." ia kemudian bercerita tentang masa lalunya, yang amat mirip denganku.
__ADS_1
Aku mendengarkan dengan seksama, tetapi dalam hatiku, aku amat senang karena tak perlu berargumen banyak-banyak untuk menghindari menjelaskan tentang Wadah, Lord, dan Emperor.
***
Waktu terasa lama, bahkan setelah kulalui waktu dengan berbincang bersama Donnie sekalipun, pesawat baru melaju dua jam dari Jakarta.
Aku melihat kecepatan pesawat bersama Donnie, dan kecepatannya amat gila, dua ratus lima puluh kilometer perjam?! Seperti apa orang-orang di bawah sana ketika melihat kita?!
Selain menceritakan masa lalunya, Donnie juga menjelaskan tentang pesawat lapis baja serta pesawat jet yang kami naiki sekarang.
Katanya, meskipun sama-sama pesawat yang dilapisi baja tebal, berat dua tipe pesawat itu berbeda jauh, lebih berat pesawat lapis baja dibandingkan pesawat jet, dari segi ukuran juga berbeda, jauh sekali malahan.
"Pesawat jet ukuran ini, bisa menampung sekitar lima belas orang sampai dua puluh orang, termasuk barang bawaannya. Kalau pesawat lapis baja, seperti C-140 Hercules, mampu menampung lebih dari lima ratus Hunter, termasuk senjata berat, suplai makanan, peluru, Strategic Missile, dan sebagainya, serta mampu bergerak dengan kecepatan 400 km/jam dengan pesawat terisi penuh." Donnie tersenyum lebar, dan aku ikut tersenyum, entah apa alasannya.
"Kau tahu? Pesawat seperti C-140 Hercules ada banyak di dunia, di setiap organisasi Hunter ada pesawat seperti itu..." ia mengeluarkan ponselnya, "Aku pernah dikirim ke Jepang, dan melihat Freedom Bird langsung, yang besarnya luar biasa..."
Hmm, kata kakekku, pesawat lapis baja milik EasternDragon namanya Jiyuu no Tori, jadi mungkin itu adalah bahasa Inggris, gehehehe...
"Waktu lama juga berjalan..." ujar Donnie, "Mau melihat ini?" ia menunjukkan satu foto.
"Boleh..."
***
__ADS_1
Sembilan jam kemudian...
Ada badai tadi di atas samudra Atlantik dan membuat pilot harus mengambil jalan memutar untuk menjauhi badai itu, sehingga waktu perjalanan meningkat jadi sembilan jam.
Katanya pilot, kami sampai di New Washington jam empat pagi waktu setempat, dan ketika kulihat ponselku, di Indonesia sudah jam lima sore.
Bandara New Washington amat sepi, ada beberapa pesawat yang terparkir, tapi perhatianku jatuh di satu pesawat raksasa yang terparkir jauh dari pesawat jet kami mendarat.
"Itu adalah Lake Down, pesawat lapis baja milik StarSam sekaligus pesawat lapis baja yang disebut-sebut sebagai pesawat lapis baja terkuat..." Donnie mengerutkan keningnya, "Katanya, kecepatan pesawat itu bisa mencapai 500 km/jam, kecepatan tertinggi yang dicapai pesawat lapis baja."
Pesawat jet berhenti sepenuhnya, dan pintu dibuka. Aku melirik ke bagian belakang, dimana Senja tertidur di pangkuan Vina, Andhika sedang mengarahkan pukulannya ke wajah Rei, sementara Rei tertidur dengan mulut terbuka lebar.
Donnie sedang berbicara dengan pilot, mengatakan kalau ia akan tinggal sebentar di akademi, jadi si pilot boleh melakukan apa saja setelah memarkirkan pesawat dengan benar di bandara.
Aku berdiri dari tempat dudukku kemudian membangunkan satu persatu temanku di belakang, sebelum mereka bangun dengan enggan dan turun dari pesawat.
Donnie menuntun kami keluar dari bandara, dan kuperhatikan ia hanya membawa tas gendong biasa dan satu koper berukuran sedang berwarna merah, dan ia mengatakan kalau koper itu berisi senapannya yang tak ia beri nama ketika kutanyai isi koper itu.
Jalanan di luar bandara amat sepi, tetapi ada beberapa petugas bandara yang masih siaga di kendaraan mereka, sebagai pengantar para pendatang ke tujuan mereka.
Donnie meminta bantuan pada salah satu petugas bandara untuk mengantarkan kami ke markas pusat StarSam, setelah menunjukkan kartu lisensi Hunter RedWhite kami, petugas bandara yang dimintai tolong bergegas mengantar kami ke tujuan.
Covernya ganti toh? Keren lah, cocok sama penampilan Langit di masa depan...
__ADS_1